Klinik Motivasi

Tampilkan postingan dengan label Curhatku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhatku. Tampilkan semua postingan

Jumat, September 30, 2016

I'm Back



Alooooooowww .. apa kabar, bro en sis !!

Jumpa lagi dengan Dini .. Alhamdulillah, blog ini ditengokin juga, setelah empat taon ditinggalin. Bukan karena nggak sempet nulis lagi. Tapi justru karena nulis tiap hari, dikejar2 deadline, akhirnya nggak sempat lagi *atau tepatnya males .. nulis memoar jayus untuk berbagi tawa, tangis, pengalaman dan kenangan2 di “rumah mungil” ini. Lho kok bisa ??  ya, bisa aja. Jadi ceritanya, tahun 2013 itu, studio pindah ke Banjarbaru. Disuruh milih ikut ke Banjarbaru jadi Kepala Penyiaran atau tetap di Banjarmasin jadi reporter. Nah, aku milih pilihan kedua. Meskipun salary akhirnya menurun. Tapi yang penting aku nyaman dengan kerjaanku. Mumet juga berada di “kotak siaran” selama 4 tahunan. Pengen suasana berbeda. Akhirnya aku resmi mutasi kerja di lapangan. Jadi reporter. Kirim beritanya lewat email. Kebayang kan ?? pagi liputan, siang bikin naskah, kirim insertnya, belum lagi kalo jaringan lelet. Bikin panik tingkat dewa. Selain itu, ada BBM, What's Up, Instagram ... Jadi curhatannya beralih ke situ.

Namun, entah kenapa. Jam satu dini hari tadi kebangun. Tiba2 kepikiran sama blog ini. Senyum2 sendiri saat baca postingan. Apalagi di label “curhat” dan " LDR". OMG … pada kemana makhluk2 unik yang sering ku ceritakan itu yaa. Aaah .. jadi kangen sama mereka. Benar juga kata Project Pop, ketika kesepian menyerang, diriku lagi nggak enak badan, resah tak menentu, ku tahu satu cara sembuhkan diriku, Ingat teman-temanku. Kalian sangat berarti. Istimewa di hati. Selamanya rasa ini. Jika tua nanti. Kita telah hidup masing-masing. Ingatlah hari ini

Ok, mulai hari ini, ku bertekad mulai nulis lagi, mulai posting lagi, mulai ngeblog lagi. Jadi, ati2 yak buat yang suka curhat, yang bikin aku ketawa, bikin aku nangis, bikin sebel, bikin kesel, bikin bahagia dan sengsara, ntar ku tulis disini hahaha ….

So, enjoy this blog ! Moga bermanfaat ..
Dini

Kamis, Februari 09, 2012

Pertemuan Pertama

Rabu sore yang cerah ceria (08/2) .. aku, Antung, Nuril dan Izza janjian barengan berangkat nyetor hafalan. Tempatnya bukan di ma'had, tetapi di rumah Ustadzah Ummu Abdulloh. sengaja barengan, kalo tersesat, ngga sendirian he3

Dengan mengantongi sebuah alamat, kamipun menuju kesana. Sepanjang jalan, aku sibuk melihat-lihat petunjuknya. Tengok ke kiri ke kanan. Nyari-nyari mesjid tingkat tiga dengan kubah warna hijau di atasnya. Ternyata hampir semua kubah mesjid dan musholla di daerah itu berwarna hijau. Biar adem kali ya ...


Setelah menyusuri jalan sepanjang 2 km, akhirnya kami menemukannya. Kami memasuki halamannya dengan ragu. Apa iya ini yang dimaksud ? Mesjid itu merupakan bagian dari sebuah pesantren. Banyak anak-anak yang berada di dalam mesjid. Mereka sedang bersiap-siap menunggu waktu sholat Ashar tiba. Aku telpon ustadzah. Namun tidak diangkat. Sms ku pun tidak dibalas. Hem .. Mungkin beliau lagi sibuk, batinku. (Benar dugaanku, ternyata beliau lagi mengajar siswa-siswa pesantren). Karena waktu ashar tiba, kamipun memutuskan untuk sholat di sana.

Lantai II Mesjid Al-Hikmah, pertemuan pertama dimulai. Setelah sholat Ashar, kami bertiga duduk agak melingkar berhadapan dengan ustadzah Ummu Abdulloh. Perkenalanpun dimulai. Satu persatu beliau tanya. Rumahnya dimana, kuliahnya apa, umurnya berapa, tapi ngga sampai kok ditanya ukuran rumah berapa, ada sertifikatnya apa ngga dan jumlah tabungan :)

Karena ada yang haid, kamipun pindah tempat. Ke sebuah kelas yang terletak paling ujung. Melewati kelas taman kanak-kanak, jembatan kecil, rumah-rumah para asatidz (termasuk rumah ustadzah kami). Termasuk juga dua buah panggung yang digunakan sebagai kelas untuk siswa-siswa tsanawiyah. Subhanalloh .. dalam kesederhanaan, mereka tetap semangat menuntut ilmu.

Di ruang kelas itu, pertemuan pertama kami dilanjutkan. Masing-masing santri diminta menyetorkan hafalannya. Kali ini kembali diulang dari awal. QS An-Naas hingga Al-Asr. Semua sepakat, Nuril didaulat untuk nyetor duluan. Mungkin ini sudah takdirmu, ding ! Terimalah dengan ikhlas .. Kau menyebutnya kelinci percobaan tapi bagi kami .. kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa (memberikan waktu kepada kami untuk bersiap2 dengan kemungkinan yang akan terjadi) ^_*

Benar juga .. Setelah Nuril menyelesaikan hafalannya. Ummu Abdulloh beraksi. Ustadzah yang satu ini memberikan koreksi. Dari segi makhrojul hurufnya, panjang pendek mad yang dibaca, hingga sedikit memberikan tafsir dari surah yang disetor. Bagiku ini hal yang menyenangkan. Meskipun terbersit rasa tidak pede. Namun hal ini harus disikapi dengan positif. Kalo salah, kan bisa langsung diperbaiki ??

Setelah Izza dan Nisa .. Tibalah giliranku .. Entah kenapa waktu itu aku ngga konsentrasi. Persiapanku meleset. Dini hari tadi aku nambah hafalan. Di kantorpun, aku fokus memantapkan hafalan sambil mendengarkan murottal beberapa surah terakhir. Intinya ... muroja'ahku bukan surah yang disetor sore ini.

Agak-agak panik. Tapi tetap cool. Biar ngga ketahuan. Dengan volume suara yang sedang, akupun mulai menghafal. Apa adanya. Ngga dibuat-buat. Mengalir sebagaimana biasanya. Beberapa kali aku diminta mengulang bacaan. Parahnya aku lupa dengan urutan surahnya. Ustadzah membantuku dengan menyebutkan arti dari nama surah. Agar aku tetap mikir. Sedangkan Antung menolongku dengan menyebutkan nama surahnya. Lah .. akhirnya aku ngga jadi mikir he3

Koreksi buatku adalah aku mendengungkan ayat yang tidak seharusnya didengungkan.

"wam roatuhuu apa artinya?" tanya beliau

"dan istrinya" kataku

"nah .. berarti ngga usah dilamain pas membaca "wam roatuhuu" .. ngga ada hukum apa2 disitu," jelas beliau

"iya .. ustadzah .. tadi lama sebenarnya sambil mikir .. ini tulisannya gimana ya?" #ngeles tertolak

Ummu Abdulloh pun menerangkan apabila Mim mati (مْ) bila bertemu dengan huruf hijaiyyah, hukumnya ada tiga, yaitu: ikhfa syafawi, idgham mim, dan izhar syafawi.

Ikhfa Syafawi (إخفاء سفوى)

Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan ba (ب), maka cara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibir dan didengungkan.

Idgham Mimi ( إدغام ميمى)

Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan mim (م), maka cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasyidkan dan wajib dibaca dengung. Idgham mimi disebut juga idgham mislain atau mutamasilain.

Izhar Syafawi (إظهار سفوى)

Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (مْ) dan ba (ب), maka cara membacanya dengan jelas di bibir dan mulut tertutup.

Mudahkan ???

Di balik koreksinya, beliau juga sempat memuji bacaanku. Kata beliau, meskipun dipandang sepele, namun Imam-imam besar selalu mengingatkan kaum muslimin akan bacaan ayat ini. Kalo boleh dipresentasikan, hanya sekitar 30 % saja yang membaca ayat ini dengan benar. Dan aku termasuk diantaranya.

Mau tau ?? mau tau ?? Penasaran ?? Jama'aaaah oh jama'aaah .. ayat itu ayat ke dua dari surah al-fiil. Banyak yang terkecoh dengan mendengungkan di kalimat "alam yaj'al kaidahum fii tadhlil" (mim mati bertemu fa' hukumnya izhar)

Mendengar hal itu, aku sih senyum aja. Kayaknya itu kebetulan deh. Benernya karena aku niru bacaan guruku pas jaman SD dulu. Bukan karena aku ingat hukum tajwidnya apa he3

Alhamdulillah .. masih banyak lagi ilmu-ilmu yang disampaikan oleh Ummu Abdulloh. Refresh ingatan kami waktu belajar iqro' dulu. Catatan di bawah ini nyontek dari postingan Antung ..

Tentang huruf Isti'la. Menurut ilma95.net, Isti'la adalah terangkatnya sebagian besar lidah ketika melafalkan huruf. Ada tujuh huruf Isti'la. Ummu Abdulloh mengibaratkan huruf Isti'la adalah huruf yang "sombong". Sombong disini dalam artian ketika menyebutkannya kita harus benar-benar memaksudkannya (ini penjelasan apa to?). Kalau kata saya sih, huruf Isti'la itu huruf yang pengucapannya benar-benar bulat. Bulat saat didengarkan, juga bulat bibir kita saat melafalkannya. Huruf-huruf Isti'la ini juga temasuk dalam huruf-huruf yang menurut saya sangat indah didengar #indahnya dari sisi mana .. Antung ???

Selain tentang huruf Isti'la, pelajaran penting hari itu adalah bagaimana membedakan mad wajib muttasil dengan mad jaiz munfassil. Jujur selama ini saya mengalami kesulitan untuk membedakan 2 mad tersebut. Seperti yang diketahui baik mad wajib maupun mad jaiz adalah huruf mad yang bertemu dengan huruf alif/hamzah. Bedanya untuk mad wajib muttasil huruf alif/hamzah-nya berada dalam 1 kalimat sedangkan untuk mad jaiz huruf alif/hamzah-nya tidak berada dalam 1 kalimat. Selain itu untuk mad wajib muttasil wajib dibaca 6 harokat, sedangkan untuk mad jaiz bisa dipilih antara 2,4 sampai 6 harakat, dengan syarat harus konsisten di sepanjang surah.

Pertanyaannya adalah, bagaimana mengetahui huruf alif setelah mad itu berada dalam satu kalimat atau tidak? Bagi mereka yang punya latar belakang pesantren, ini mungkin bukan hal yang sulit. Tapi bagi mereka yang tidak berlatar belakang pesantren, hal ini mungkin agak sulit dipahami. Karena itulah keberadaan al qur'an terjemah sangatlah membantu untuk mengetahui "satu kalimat" atau "tidak satu kalimat" ini.

Saya sendiri masih agak kesulitan untuk membedakan 2 mad ini. Namun jikalau bingung dengan kedua mad ini, cara paling aman dalam membacanya adalah dibaca 6 harakat saja keduanya. Contoh paling sederhana untuk Mad Wajib Muttasil adalah pada kalimat yang dimulai dengan "yaaaa ayyunnabiyyu", sedangkan untuk Mad Jaiz bisa dilihat pada surah Al Kafiruun dimana kalimat Laa pada ayat 2-5 bisa dibaca 2, 4 atau 6 harakat. Hal ini menjawab keheranan saya terhadap surah al kafiruun yang kalimat Laa-nya kadang tidak dibaca terlalu panjang oleh Imam dalam sholat #yups .. ka dini juga ditegur tentang hal ini pas baca QS Al-Kafiruun .. ingat .. harus konsisten !!

Demikianlah 2 jam pertemuan hari itu kami habiskan dengan berdiskusi dan berbagi ilmu. Sampai hari ini saya masih tak menyangka mempelajari huruf hijaiyah bisa begitu menyenangkan seperti ini #masa' sih ??? hihihi peace

#Alhamdulillah yah .. Kadang kita saking semangatnya menghafal .. Tidak memperhatikan lagi panjang-pendek, makhrojul huruf, hukum tajwid deesbe.

#Pertemuan pertama .. luar biasa
kami diingatkan untuk selalu menperbaiki kualitas hafalan

#Pertemuan pertama .. begitu menggoda
Selanjutnya ... akan kami buat sangat "menggoda" (Ngomong apa sih ini ???)

Dini

Sabtu, Februari 04, 2012

Setengah Lembar

Ajaib .. ajaib .. bener2 ajaib. Bener kata seorang sahabat, tulislah impianmu dan biarkan Alloh swt yang membukakan jalannya.

Sore tadi, kami seluruh santri ma'had tahfidz berkumpul di musholla. Selain pengumuman hasil ujian seminggu yang lalu, kami juga diberi pengarahan dari ustadzah Ummu Abdullah. Beliau ustadzah baru yang akan membimbing kelas tahfidz. Menyelesaikan pasca sarjananya di Kairo jurusan tafsir hadist dan hafal Qur'an dalam waktu 9 bulan. Saat ini sedang hamil anak ketiga dan bercita-cita menjadikan anak-anak menjadi ahli hadist seperti Imam Bukhori. Subhanalloh ... merinding ku mendengarnya.


Sekitar 20 menit, beliau sharing dengan kami. Akhirnya tibalah pengumuman hasil ujian. Sebenarnya kelompok kami sudah dapat bocoran dari ustadzah Aminah (ustadzah yang satu ini memang baik hati). Beliau mengumpulkan teman-teman yang telah ujian tahap pertama di rumah beliau hari Jum'at kemarin. Sementara pada sore yang sama, aku dan teman yang satunya masih berkutat dengan ujian. Karena haid, kami mengikuti ujian tahap kedua.

Setelah ujian, kami segera ke rumah ustadzah untuk berkumpul bersama teman2. Sempat shock, ketika mengetahui 2 orang dari kami tetap di kelas tahsin dan 3 orang melaju ke kelas tahfidz. Huwaaaaaa .. itu artinya kami terpisah !! #sedih

Sedangkan aku dan temanku yang satunya belum tau nasibnya. Apakah tetap di kelas tahsin atau tahfidz. H2C menyerang, ketika diumumkan satu persatu yang masuk kelas tahfidz. Singkat cerita, akhirnya namaku dan temanku yang satunya dipanggil juga. Alhamdulillah ...

Kamipun dikumpulkan bersama Ustadzah Ummu Abdullah untuk menentukan jadwal. Perbincangan sangat alot. Menyatukan jadwal 14 orang memang gampang2 susah. Akhirnya kamipun dibagi menjadi dua kelompok. Dan kembali kami berlima di dalam kelompok yang sama. Karena kami semua bekerja, sehingga jadwal kami pun hampir sama. Diputuskan setor hafalan tiap Rabu, Jum'at dan Minggu sore ba'da ashar. Kali ini tempatnya pun berbeda, kalo kelompok lain di musholla ma'had, kelompok kami boleh setor hafalan di rumah ustadzah. Alhamdulillah .. kamipun gembira. Gimana ngga ? Itung2 variasi suasana. Yang pasti bisa lebih dekat dengan beliau :)

Kemudian ustadzah Ummu Abdullah menjelaskan aturan kelas tahfidz :

1. Waktu setor hafalan 3 x seminggu
2. Tidak ada talaqqi (santri datang dan langsung setor hafalan)
3. Target hafalan 3 halaman seminggu (satu setengah lembar)

Tuing !!

Aku teringat sesuatu. Impian 2012. Yups !! Beberapa hari yang lalu, aku menuliskan impianku lebih detil lagi. Terutama untuk tahun 2012. Spesial untuk tahfidz, aku bertekad untuk hafal qur'an minimal 6 juz. Ini sudah dengan pertimbangan yang matang. Menyesuaikan dengan kemampuanku. Mengejar kualitas dengan tetap memperhatikan kuantitas. Mengingat aku bekerja 5 hari dalam seminggu. Belum lagi aktivitas dakwah. Mengisi lebih dari satu kelompok pengajian. Terus giliranku untuk "diisi". Silaturahim. Meeting of the week. Ditambah dengan amanah menjadi kepala penyiaran di tempat kerjaku dan kembali bangkitnya tim media di organisasi dakwah. Plus kegiatan Event Organizer yang baru saja ku bentuk. Cukup membuat aku keteteran tingkat tinggi.

Tapi kuyakin dengan azam yang kuat, Alloh swt pasti akan membantu. Ku mulai menghitung. Target hafal 1 juz dalam 2 bulan. Kemudian jumlah halaman dibagi dengan hari efektif (tidak termasuk haid). Rencananya waktu "libur" itu akan kugunakan untuk muroja'ah, bukan nambah hafalan. Jadi kesimpulannya aku harus menghafal 1 halaman (setengah lembar) per 2 hari. Yang kubagi menjadi satu hari hafalan dan satu hari muroja'ah.

Dan subhanalloh .. Alloh swt benar2 membukakan jalan bagiku. Targetku sama dengan target ma'had. Sehari menghafal, hari berikutnya setor. Begitu seterusnya. Aku benar bersyukur. Ku rasa dengan cara "dipaksa" seperti ini, aku akan lebih termotivasi. The power of kepepet. Apalagi ustadzah kami berkomitmen untuk selalu mengingatkan kami #lebih tepatnya "neror" kali ya .. he3 peace ustadzah ^^V

So .. Lets Take Action !! Rabu nanti perjalanan impian kami dimulai. Mohon doa semoga Alloh swt memberikan kemudahan dan keistiqomahan kepada kami untuk menjadi hafidzoh. Aamiin yaa Robb ^^

#baru baca status nuril di fb : Pengen punya awlad n banaat yg hafidz n hafidzoh Qur'an . Amien (insya Alloh .. ding .. saling bantu ya) !! (Dini).

Sabtu, Januari 28, 2012

Sambung Ayat

Ini cerita lanjutan tulisan "Pray For Us". Tentu yang pernah baca curhatku itu pada penasaran. Kalopun ngga .. please pura2 aja penasaran #memohondengansangad. Pasalnya itu ujian bener2 bikin tegang. Sampai2 Emel nulis status di fb nya : ujian yang menegangkan .. lebih tegang daripada ujian skripsi. Hem .. darimana dia tau lebih tegang dari ujian skripsi ? Seminar hasil aja belum. Tapi mungkin begitu kali ya tingkah laku orang yang galau bin panik, mendadak berhalusinasi ???


Seperti yang disampaikan ustadzah Aminah sebelumnya, yang akan menguji kami adalah seorang ustadzah, pimpinan ma'had akhwat. Mendadak rencana itu berubah. Hari Minggu yang lalu, kami diberitahu bahwa pengujinya adalah Ustadz Zainudin, pimpinan umum ma'had. Waktu itu aku ngga tau gimana ekspresi "kepanikan" teman2. Izin ngga masuk kelas karena sakit.

Mendengar hal itu, aku sih pasrah aja. Sikap yang semakin tertanam kuat di benakku. Gimana ngga ? Beberapa bulan ini, aku akrab dengan kata "ujian". Oktober yang lalu ujian tesis. Sebulan kemudian Ujian Sekolah Jurnalisme Indonesia. Sehari sesudahnya, aku mengikuti Ujian Kompentensi Wartawan. Paling tidak, aku sudah terbiasa dengan gugup, galau dan nyesek :) Beda dengan yang lain. Sampai Antung nulis status di fb nya : examination .... kapan terakhir kali mengalaminya? 4? or 5? #hem .. masih sempat update status

Nah .. hari ini .. tibalah waktunya

Saatnya ujian ....

Setelah semuanya berkumpul. Kami duduk berbaris menghadap ke hijab. Ya .. kami dibatasi oleh sebuah gorden besar berwarna hijau. Di baliknya telah hadir sang penguji. Ustadz Zainudin !!

Sebenarnya aku penasaran seperti apa bentuknya. Karena awal-awal pendaftaran, aku sering berinteraksi lewat sms dan telpon dengan beliau. Tapi rasa itu perlahan memudar seiring dengan dimulainya ujian tahfidz ..

Beliau meminta maaf karena telat memulai ujian. Setelah itu beliau menjelaskan tata caranya. Masing-masing santri diuji kefasihannya membaca Qur’an dengan memperhatikan makhrojul huruf, hukum tajwid dan mad. Kemudian melafalkan ayat-ayat ghoribah. Terakhir ujian hafalan juz 30.

"Semuanya sudah lengkap?” tanya beliau

"Alhamdulillah, hari ini lengkap. Jumlahnya ada 8 orang .. Ustadz," jawab Ustadzah Aminah

“Kalau begitu kita mulai, sebelum saya tunjuk, ada yang mau menawarkan diri?” tanya Ustadz Zainudin lagi

Mendadak kelas panik. Masing-masing menunjuk yang lain. Akhirnya semua sepakat meminta Nuril menjadi yang pertama. Secara memang dia lebih siap. Meskipun dia anak baru. Baru tiga minggu. Tapi hafalannya sudah banyak. Wajarlah .. asalnya dari pesantren dan hafal beberapa juz. Makanya bisa nyusup masuk ke kelompok kami :)

Nuril maju ke depan mendekati hijab. Duduk berhadapan dengan Ustadzah Aminah yang setia mendampingi kami, murid-muridnya.

"Buka qur'an surah Ath-Thoha ayat 2" perintah sang ustadz di balik tirai

Nurilpun segera membuka surah yang dimaksud. Dengan tenang, dia membacanya. Lumayan lancar. Meskipun aku merasakan kepanikannya berada di depan sana. Tapi Nuril berhasil menguasai dirinya. Ujian tilawah ... lewaaaaat

"Ya, cukup. Sekarang buka panduan tahsin tilawah, halaman 74 ayat ghoribah point .. dan baca" perintah Ustadz lagi

Aku dan teman2 yang menyaksikan adegan tadi, tambah panik. Aku tidak sempat belajar ayat-ayat ghoribah. Mengulang cara membacanya dengan benar. Fokus ke hafalan. Pas Nuril lagi diuji tahap ke 2, aku tidak terlalu memperhatikannya jawabannya lagi. Ku buka buku tahsinku. Mengingat-ingat pelajaran 3 bulan yang lalu.

Dan tibalah .. ujian tahap 3

"Sekarang hafalannya .. lanjutkan ayat yang saya baca"

Ustadz Zainudin membaca sebuah ayat pertengahan sebuah surah. Nuril sudah mulai panik. Keliatan hank. Mendadak amnesia. Mulutnya terbuka. Matanya berputar-putar ke kiri ke kanan. Sepertinya mencari sesuatu. Mencocokkannya. Namun dia tidak berhasil.

OMG .. aku bener2 kasian lihat mukanya. Ayat itu aku kenal. Surah itu salah satu fokus hafalanku. Paling berkesan, gara-garanya aku dapat nilai 6 untuk surah itu. Aku tak tahan juga. Kubayangkan kalo aku berada disana. Pasti pertolongan yang paling kuharapkan ^^

Aku mengucapkan nama surah itu dengan pelan #ya Alloh .. ampuni aku. Nuril memperhatikan gerakan mulutku. Tapi memang dia lagi hank. Ucapanku tidak dimengertinya.

Ustadz pun mengulang bacaan ayatnya. Nuril mencoba menyambung ayatnya. Tapi ditegur oleh ustadz. Salah sambung. Makin tampak batinnya bergolak. Kali ini, suaraku agak keras. Sampai ustadzah Aminah memandangku.

Dengan wajah sedikit memelas, ku berkata,"Kasian dia, Ustadzah"

Beliau tersenyum. Sepertinya memaklumi keadaan kami. Panik tingkat ujian nasional. Mendadak jantung berhenti sesaat, namun detik berikutnya berdetak tidak karuan. Tiba-tiba lupa ingatan. File lagi ngadat. Tertulis "Maaf, anda belum beruntung" #Salah alamat

Ups .. akhirnya Nuril nyerah juga. Dia baca ayat yang kusebutkan. Dan benar !! Ustadz Zainudin membacakan ayat selanjutnya. Kali ini Nuril sudah dapat menguasai dirinya. Meskipun agak tergagap. Namun ayat-ayat yang dibacakan oleh Ustadz berhasil disambungnya dengan benar. Tentang rasa ini, Nuril mengabadikannya di status fb nya : Mahfudzot...Alfadhlu lilmubtadi...Cocok buat ujian tadi..Coz paling awal.. Sekalian bahan percobaan...Menyambung ayat qola ustadz..Owww buyar hafalan #Sabar ding :)

Setelah itu ustadz menyebutkan nama-nama santri. Masing-masing mendapatkan ujian dengan pola yang sama. Kamipun saling bantu-membantu. Bahkan ustadzah Aminahpun turun tangan. Memberikan petunjuk "ala kadarnya". Satu kata. Hanya untuk menstimulasi ingatan examinanda. Sungguh kerjasama yang erat antara guru dan muridnya. Hah ????

Kabar gembira datang di tengah2 kegalauan itu. Bagi santri yang haid, Ustadz Zainudin tidak mengizinkan untuk ikut ujian. Ada dua orang yang lagi libur. Termasuk aku. Beliau meminta kami untuk datang di Jum'at berikutnya.

Alhamdulillah .. antara senang dan sedih. Campur aduk jadi satu. Senang, karena aku diberi waktu untuk mempersiapkan lebih baik lagi. Sedih, karena seminggu ke depan nanti hal ini masih jadi beban pikiranku. Ibarat penyakit, masih belum sembuh total.

Sore itu, aku kembali diingatkan. Alloh swt sedang menampakkan kuasanya. Dengan mudah, Dia perintahkan anggota tubuh kita sesuai kemauan-Nya. Jantung berdegup kencang. Mulut ngga nyambung dengan pikiran. Pas latihan lancar, eh di ujian malah error. Otak tidak dapat memanggil data yang tersimpan. Laa haula wa laa quwwata illa billah .. hanya kepada-Mu lah kami memohon kekuatan .. Allah Robbul 'Alamin. Subhanallah (Dini)

Minggu, Januari 08, 2012

Pray For Us

Siang tadi siang yang menggembirakan. Salah satu anggota kelompok tahfidz kami menggelar resepsi pernikahannya. Kamipun janjian untuk datang pada jam yang sama. Biar bisa foto bareng satu kelompok dengan sang pengantin. Rencana terealisasi dengan baik. Bahkan di kamar pengantin pun, kami sempat jempret-jepret. Aktivitas yang kami lakukan untuk mengisi waktu luang sementara menunggu sang pengantin selesai di make over :)


Tapi bukan itu yang akan ku ceritakan. Justru kejadian sorenya yang menggemparkan. Kecuali bagi sang pengantin. Ngga masuk kelas karena masih menikmati hari bahagianya.

Sore itu, seperti biasa aku dan Emel datang. Sedikit telat. Rapat Event Organizernya lumayan alot. Di kelas sudah hadir Ustadzah Aminah dan Izza. Kamipun segera mengambil meja kecil dan duduk berhadapan seperti biasa. Siap memulai kelas dengan tadarus bersama. Namun dugaan kami salah !! Ustadzah terlebih dahulu menyampaikan sebuah kabar dari pimpinan ma'had.

"Assalamu'alaikum .. berdasarkan evaluasi selama satu bulan sebelumnya

Pimpinan ma'had memutuskan :

1. Memberikan teguran kepada beberapa orang yang sering tidak hadir

(Alhamdulillah .. kami bertiga tidak termasuk ke dalamnya. Hem .. padahal aku merasa sering izin karena ada tugas kantor. Ternyata ada yang lebih parah dariku)

Jika tetap melakukan hal yang demikian, maka konsekuensinya akan diturunkan ke kelas sebelumnya dengan kelompok yang berbeda.

(Huih .. sadis juga nih sanksinya .. mana mau turun kelas lagi .. naiknya aja sudah susah banget. Tekad kami tetap pertahankan kelas yang sekarang. Semangat hadir !!)

2. Ujian akan dilaksanakan akhir bulan Januari ini

(Panik tingkat kabupaten)

Yang menguji Ustadzah (lupa namanya), penanggung jawab untuk ma'had tahfidz akhwat. Cara pengujiannya bermacam-macam. Bisa jadi santri diminta membacakan salah satu hafalan surah yang ditentukan secara acak oleh penguji. Atau menyambung ayat dari surah yang dibacakan oleh penguji.

(Panik tingkat SMP kelas III)

(Gimana pas nyambung ayatnya ketukar sama ayat surah yang lain ? Gubrak !! Memalukan)

Selain itu, ujian membaca surah Al-Baqaroh dan hukum tajwidnya.

(Huwaaaaaa .. buka kembali buku panduan tahsin tilawah lagi, belajar ilmu tajwid lagi dan ngafalin ghoroibul qur'an)

3. Ujian hafalan Al-Qur'an satu juz

(Panik tingkat Ujian Nasional)

(Terutama bagi yang hafalannya masih tertatih-tatih. Hafal surah yang satu, agak-agak linglung dengan surah yang lain. Kebayang ayat-ayat mana yang mendapatkan nilai 6 menjadi hiasan lembar evaluasi program tahfidz. Biasanya dapat nilai 8 .. Shock juga jadinya)

Untuk kebaikan bersama dan keberhasilan di ujian nanti, pimpinan ma'had merekomendasikan : mulai minggu depan, kami mengulang tadarus ke surah Al-Baqaroh. Masing-masing membaca beberapa ayat yang sama. Kesalahan ditulis di buku khusus. Kemudian ayat tersebut kembali dibaca dalam pertemuan berikutnya. Begitu terus sampai tidak ditemukan kesalahan, baru boleh melanjutkan tadarus ke ayat berikutnya.

"Ustadzah .. kalau penilaiannya gimana?" Izza dengan wajah paniknya.

"Penilaiannya tergantung dari pengujinya dan tidak dapat diganggu gugat" (Hufh .. kayaknya acara lomba aja)

"Kalo begitu, selain berusaha, kita juga berdoa. Kan Alloh swt berkuasa membolak-balik hati hamba-Nya ? Siapa tau para penguji memberikan nilai yang bagus kepada kita meskipun kita agak-agak gimana gitu pas ujian" kata emel menimpali. Tumben ini anak cerdas :p

"Iya .. betul ! siapa tau para penguji teringat masa-masa ketika mereka ujian. Sehingga mereka berempati kepada kita dan akhirnya kita lulus naik kelas" aku mulai mengkhayal #efek panik siaga I

Kami berempat tertawa. Hambar !

Kemudian datanglah dua anggota kelompok kami. Dan kamipun dengan senang hati membagi kepanikan kami dengan mereka. Setelah itu, kami memulai tadarus dan setor hafalan. Kali ini suasana kelas terasa lebih serius. Masing-masing sibuk menghafal dan menjagakan hafalan temannya. Tidak ada candaan seperti biasanya.

Eh .. di tengah kekhusyuan kami, datang lagi satu anggota kelompok. Karena telat banget, kami belum sempat membagi informasi kepadanya. Mungkin di luar forum nanti.

Yang pasti, bagi siapapun yang baca tulisan ini.

Please .. Pray For Us.

Doa kalian sangat berguna bagi kami dalam menghadapi ujian ini.
Tentunya selain doa kami sendiri, orang tua kami, adik dan kakak kami, keluarga kami, para ustadz dan ustadzah, adik mad'u, teman sehalaqoh dan juga calon-calon suami kami yang entah ada dimana sekarang.

Please .. Pray For Us

Sengaja diulang biar lebih dramatis !

Doakan kami semoga dimudahkan dalam menghafal qur'an, menjaga hafalannya, mengamalkannya dan juga mengajarkannya.

Please .. Pray For Us

Para calon Hafidzoh dan Calon Ibu yang melahirkan generasi hafidz dan hafidzoh !!

Jazaakumulloh Khayron (Dini)

Sabtu, Desember 31, 2011

Ujian Dalam Keberkahan .. Tidak Mudah Ternyata !!

Ujian kehidupan itu kadang-kadang identik dengan kesulitan. Namun bisa juga dalam bentuk keberkahan. Tak disangka, tawaran kerjasama kami diterima oleh dua travel haji dan umroh. Masing-masing travel memberikan umroh gratis untuk satu karyawan kami dengan kompensasi beriklan di radio. Jadi tahun depan ada dua kru yang akan berangkat umroh. Wah .. senang sekali mendengarnya. Apalagi aku termasuk salah satu kandidat kuat yang dicalonkan untuk berangkat. Alhamdulillah yah :)


Sujud syukur kupanjatkan ke hadirat Alloh swt. Bagaimana tidak ?? Kupikir mengunjungi Baitulloh adalah impian setiap muslim. Beribadah di tempat-tempat bersejarah, tentu akan terasa berbeda. Apalagi kondisi kehidupanku yang pas-pasan, untuk berangkat ke sana menggunakan uang sendiri, mungkin masih sekedar impian. Meskipun untuk berhaji sudah kumasukkan dalam proposal hidupku.

Nopember yang lalu, aku dan kedua temanku di malam terakhir kami di Bandung asyik ngobrolin tentang impian perjalanan tahun 2012 nanti. Setelah mengusulkan tempat yang akan kami kunjungi mulai dari Jogja, Singapura, Malaysia sampai Korea, akhirnya kami mendapatkan ide untuk umroh (meskipun dengan menyisakan pertanyaan, mungkinkah dalam setahun ini ngumpulin dananya ?) Dan beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan kabar bahwa impianku akan segera terwujud !!

Namun sekali lagi, ujian kehidupan itu tidak selalu dengan kesulitan ! Ada kalanya juga dengan kesenangan. Yups .. Pertanyaan pertama yang muncul di benakku adalah bolehkah seorang wanita pergi umroh atau haji tanpa mahrom ? Faktanya aku dan kru yang lain akan berangkat masing2 dengan rombongan jamaah travel yang berbeda. Hem .. untuk memberangkatkan ayah atau saudara laki-lakiku, dananya belum cukup. Mungkinkah jika mahrom bisa diganti dengan jamaah perempuan ? Ini yang harus kucari penjelasannya.

Mulailah aku googling dan mencari jawaban seputar pertanyaanku. Sebagian besar menunjukkan hukum yang sama : seorang perempuan yang berhaji atau umroh harus disertai mahromnya. Mahrom yang dimaksud adalah ayah, saudara laki-laki atau saudara laki-laki dari ayah atau ibu.

Hatiku semakin galau. Antara keinginan yang sangat besar untuk umroh dan status hukum syara'nya. Untuk mendapatkan penjelasan sedetil-detilnya dan menyakinkan diriku, pagi kemarin aku kembali bertanya kepada orang2 yang kupercaya. Mulai dari teman dekat, ustadzah dan ustadz sepengajian sampai yang bukan sepengajian. Dan semuanya merujuk kepada jawaban yang sama !

Berdasarkan kitab "Ajwibah Asilah" karya Syaikh 'Atho Abu Rusythoh disebutkan : "Al Mahrom huwa rajulun min mahaarimil mar'ah, amma an-nisaa ats-tsiqoot fa ba'dhu al fuqoha taquulu bih. Wa amma nahnu fa nurajjihu safaraha bi mahromi rajulin lil musaafati al mathlubah"

Hwuaaaaaa .. benar2 ujian dalam keberkahan !! Meskipun biasanya ada travel yang menawarkan muhrim bagi perempuan yang berangkat umroh atau haji sendirian. Tapi aku ngga sreg dengan hal ini. Masa' muhrim bisa diwakil-wakilkan ?? Ada-ada saja :(

Siang kemarin, aku mengundurkan diri. Dan digantikan oleh kru yang lain. Aku yakin ini keputusan yang terbaik. Bukankah keberkahan dan bertambahnya iman yang kuinginkan ketika berangkat kesana ? Bagaimana bisa kuperoleh jika proses mencapainya tidak sesuai dengan aturan-Nya ? Toh .. tahun 2013 jika kerjasama itu berlanjut dan aku masih bekerja di radio, aku akan mendapatkan kesempatan yg sama. Dan itu artinya aku memiliki kesempatan untuk ngumpulin dana memberangkatkan ayahku atau nyari mahrom dulu seperti saran para asatidz ketika memberikan jawaban kepadaku :D #Insya Alloh

“Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (QS An-Nisa:65) #ujian dalam keberkahan .. tidak mudah menerimanya .. ikhlas .. ikhlas .. ikhlas :)

Now Playing : Bondan Feat Fade To Black .. Ya Sudahlah (Dini)

Senin, Oktober 17, 2011

Galau

Kayaknya dunia maya lagi demam kata yang satu itu. Aku sendiri ngga begitu ngerti arti kata galau. Yang aku pernah nemu, di fb adik temenku yg baru kelas 11 sering bikin status tulisannya diakhiri dengan kata galau. Ngarep banget ada yg ngasih boneka "Shaun The Sheep" di hari ultah # galau. Ngga bisa liat Hyun Bin di tv karena harus les #galau tingkat tinggi !


Penasaran ! aku tanya om Google. Om yg satu ini memang bisa diandalkan. Palagi kalo lagi malu bertanya. Daripada kesasar, mending pasang modem. Buka mozilla firefox. Ketik keywordnya di kolom pencarian. Kalo beruntung, bisa langsung dapat jawaban yg tepat. Meskipun banyak juga yg agak2 nyeleneh.

Sedikit contoh, boleh dong nyimpang dikit :) Waktu aku nyari jawaban atas sebuah kasus. Ku ketik keyword "Punggung terasa panas". Maksudnya pengen tau penyebabnya apa dan gimana solusinya. Eh .. lucu2 juga jawabannya. Di sebuah forum, ada seorang yg bertanya kasus yg hampir mirip dengan yg kucari. Pertanyaannya punggung saya terasa panas. Apalagi bila kelamaan duduk. Ada yg tau penyebabnya apa ? (Begitu sih kira2 kalimatnya). Hampir semua jawaban bikin ku senyum-senyum sendiri. Ada yg bilang itu tanda perlu kipas. Ada juga ngingatin untuk mencabut koyo. Trus ada juga yg ngasih selamat, itu tanda disenangin jin. Congratulations ! Kamu berbakat jadi orang sakti .. halah :D

Setelah mengobrak-abrik beberapa blog orang, akhirnya aku dapat jawaban yg agak lumayanlah. Katanya itu disebabkan karena sirkulasi darah ke jantung kurang lancar. Penyebabnya kurang cairan. Dianjurkan banyak minum minimal 4 liter sehari. Meskipun sebenarnya aku sedikit ngga percaya, karena yg ngasih jawaban nama belakangnya error. Jangan2 komennya meskipun keliatannya ilmiah tapi error juga kayak namanya (Jadi parno karena nemu jawaban yg di atas tadi he3) Akhirnya daripada main tebak2 buah manggis, mending aku langsung tanya aja sama ahlinya .. siapa lagi kalo ngga sama Dokter !! karena ngga memeriksa langsung, dia juga ngga bisa ngasih jawaban yg pasti :"(

Ok .. cukup menyimpangnya. Kembali ke pembahasan awal. Untuk mencari kata galau, akupun kembali tanya ke om G. Menurut tante artikata, galau itu adalah sibuk beramai2, ramai sekali, pikiran kacau, ngga keruan. Gitu sih kira2.

Dan tiba2 beberapa hari ini aku berasa akrab dengan kata itu. Ceritanya berawal dari seorang nara sumber tiba-tiba mengajukan pengunduran diri. Dia merasa tidak bisa lagi mengisi acara tersebut karena kesibukannya. Jadi dia pikir lebih baik mundur atau diganti dan meminta pihak radio untuk mengambil kebijakan.

Sebenarnya aku kaget mendengar hal itu.

"Ada apa dengannya?'

"Kenapa dia tiba2 mengundurkan diri?"

"Jangan2 dia udah kehabisan bahan siaran?"

"Mungkin dia lagi kejar setoran. Ngumpulin modal buat nikah"

OMG .. kok aku jadi lebay gini ya ? Segera kutepis prasangka tersebut. Positif thinking, Din ! Lagian aku secara pribadi merasa tidak bermasalah dengannya. Mungkin memang karena rasa tanggung jawabnya yang besar sehingga dia memutuskan hal yg demikian.

Akupun berusaha bijak.

"Ya nanti aku bicarakan dulu dengan kepstu gimana baiknya. Kalo pindah hari dan jam gimana?"

Beberapa menit kemudian, si narsum membalas. Ku baca dengan hati2. Ku pahami kalimat per kalimat dengan seksama. Bahkan kuminta pendapat temanku yg waktu itu bersamaku (Kami janjian mau bikin Tiramisu) agar aku dapat pemahaman yg benar. Setelah menimbang isi smsnya akhirnya kami berdua sepakat bahwa intinya : kecil kemungkinan untuk pindah jam tayang. Kesimpulannya : mungkin memang lebih baik berhenti daripada banyak ngga siarannya.

Akupun menjawab setengah hati.

"Ya sudah kalo begitu. Kayaknya kecil jua kemungkinan pindah hari. Terima kasih atas kerjasamanya selama ini. Mohon maaf kalo ada hal yg kurang berkenan. Moga terwujud apa yg dicita2kan. Jangan kada ingat dengan ku lah .. Kalo dah sukses bagi2 :)"

Perasaanku jadi ngga enak. OMG .. inikah yg disebut galau ? Yang biasa aku baca di status fb nya anak2 alay. Aku bener2 ngga habis pikir, nyari2 alasan di balik pengunduran diri itu ? Ada apa sih dengannya ? Kenapa polisi lebih cepat nangkep teroris dibanding koruptor ya ? Aku galau lagi !

Tak berapa lama, dia balas smsku. Setengah hati .. kali ini bener2 setengah hati ku baca smsnya. Gedubrak .. mendadak dunia berhenti. Ini bener2 respon yang ngga pernah ku duga sama sekali. Mataku langsung berkunang-kunang. Kepalaku pusing. Bayangan tentang masa lalu muter2 di kepalaku. Aku ngga tau cahaya yg aku liat datang darimana, yg aku tau tiba2 teman2 te-ka aku, temen2 SD ku, dan temen2 pengajian ku, semuanya muncul dan manggil2 namaku. Aku bener2 galau stadium akut !

Ku baca sekali lagi smsnya.

"Hah, langsung diterima pengunduran dirinya .. Gimana kalau minggu depan terakhirnya .. Siaran pamungkas"


OMG .. sekali lagi aku teriak ! Aku benar2 berasa gagal. Gagal segagal-gagalnya orang gagal. Gagal melihat apa yg tersirat di balik kalimat2 yg dikirimnya. Gagal mengaplikasikan ilmu yg aku dapat dua tahun di ilkom. Harusnya aku tanya lebih banyak. Mengeksplore sebanyak mungkin keterangan darinya. Sehingga betul-betul jelas duduk persoalannya. Mungkin teknik ini yg dilakukan polisi waktu nangkep teroris. Harusnya teknik yg sama dilakukan juga pada tersangka koruptor. Kok ngga ya ? Aku diam, temanku juga diam.

Namun sesaat kemudian .. aku bangkit. Galau ini tidak boleh bikin ku sekarat. Ku ambil tepung, telur, margarin, keju batangan dan satu sdm kopi. Temanku nyiapkan mixer dan mulai mengocok telur. Sedangkan aku membuat tim keju untuk campuran adonan vanilla. Perjalananpun kami mulai .. bikin Tiramisu ! Cukup sebagai pelarian sementara !

Perasaanku mulai membaik. Ketika melihat anak2 ma'had semangat mengunyah tiramisu buatan kami. Meskipun dibuat dengan hati yg galau. Tapi ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap rasa. Tetap enak dikunyah :D (bocoran .. ada yg makan sampai 3 potong .. wuih tu karena enak atau lapar ya he3)

Abis setor hafalan, aku pulang ke rumah. Malam itu, aku ngga siaran. Sengaja ngasih kesempatan penyiar training siaran. Practice makes perfect. Ibarat pepatah : Tak ada gading yang tak retak. Jangan harap aku bisa menjelaskan. Pikiranku keruh. Galau itu kembali lagi.

Akhirnya aku sms dia lagi.

"Maaf baru balas. Maunya kamu gimana ? Siaran sebulan sekali ? Dua minggu sekali ? Atau gimana ? Ayo nah .. kita nego sebelum diputuskan"

Beberapa lama ku tunggu (bahkan sampai aku nulis tulisan ini) belum ada balasan darinya. Betul2 mengganggu kehidupanku. Segeralah ku telpon sahabatku. Maksud hati pengen dapat ketenangan diri. Eh .. malah dia menertawakan diriku. Terlalu polos ! Dua kata itu disematkan kepadaku ! Kasian si narsum ! Responku tidak seperti yang dia inginkan. Terlalu cepat menerima pengunduran dirinya. Seolah-olah dia tidak penting. Padahal ......

Ah .. dari sini aku ngerti .. untuk kembali belajar teknik bicara agar orang merasa dihargai dan tidak disalahpahami.

#now playing .. insya Alloh - Maher Zain feat Fadly Padi (Dini)

Rabu, September 07, 2011

Hanya Iseng

Iseng .. itu jawabanku ketika ditanya apa tujuan ngambil s2. Si mbak wartawan sebuah majalah lokal di kotaku bingung. Masih dengan nada tidak percaya, dia menanyakan kembali, "Masa sih cuman iseng? Ada target abis lulus, mau jadi dosen ?". Aku kembali mengingat-ingat kejadian dua tahun yang lalu. Pas daftar dan ikut tes masuk s2 itu. Hem .. kayaknya ngga ada deh niatan untuk ngajar. Si mbak makin bingung dan akupun tersenyum. Kayaknya bagian ini tidak akan masuk dalam tulisannya :)


Yups .. mungkin aku termasuk makhluk aneh. Pada umumnya, teman2 ku sedang semangat2nya melanjutkan pendidikan mereka. Sebagian besar merasa "terpaksa" karena memang tuntutan profesi. Terutama para dosen. Namun aku sendiri, dosen bukan .. PNS juga bukan. Status masih kontrak. Sementara ini kalo dilihat, jenjang pendidikan belum ada pengaruhnya bagi kenaikan pangkat.

Trus yang namanya kuliah s2 perlu pengorbanan. Biaya yang kukeluarkan ngga main2. Total menghabiskan jutaan rupiah. Dengan penghasilanku sebagai penyiar radio, merangkap administrasi, ngga kebayang gimana jadinya ? Tiap bulan aku harus saving separo gajiku perbulan untuk bayar cicilan SPP. Standar gaya hiduppun diturunkan. Rajin masak di rumah, mengurangi makan di luar, ngga terlalu sering ke salon, skala sprioritas diperketat dsb. Harus pinter2 nyari penghasilan tambahan. Di sela2 siaran dialog, aku ngobrol dengan narsum. Kali aja ada "proyek". Entah namanya sosialisasi atau apapun itu. Ngincer fee marketingnya. Alhamdulillah beberapa usaha berhasil :)

Tapi meskipun begitu, itulah faktanya. Aku melanjutkan ke s2 karena iseng.

Iseng .. karena aku menyadari kerja di dunia broadcast adalah salah satu impianku.

Iseng .. untuk membuktikan aku serius dengan pekerjaan ini.

Iseng .. karena aku ingin menjadi profesional, tidak hanya mengandalkan pengalaman kerja saja.

Iseng .. karena aku pengen punya radio sendiri.

Iseng ..karena memang aku harus banyak belajar agar komunikasiku lebih baik lagi.

Iseng .. karena ilmu ini sangat banyak bermanfaat dalam kehidupanku. Terutama ketika aku berinteraksi dengan orang tua, saudara2ku, keluarga besarku, teman2 kerja dan lingkungan di sekitarku, kelak dengan suami dan anak2ku.

Iseng .. karena aku ingin seperti Mush'ab bin Umair - Duta Islam Pertama yang dikirim ke Madinah - karena kemampuan komunikasinya yang luar biasa sehingga Negara Islam Pertama berdiri di sana. (ssttttt ..ini rahasia kita ya .. aku "tergila2" sama tokoh yang satu ini :D)

Dan keisenganku hampir membuahkan hasil. Insya Alloh .. tanggal 15 September nanti aku maju seminar hasil, sekitar tanggal 20-an sidang dan akhir bulan Oktober wisuda. Mohon doanya agar semuanya lancar, aku juga selalu sehat (udah mulai nge-drop), dapat nilai yang sangat memuaskan dan ilmunya barokah :) (Dini)

Selasa, Agustus 09, 2011

Jangan sedih .. Beb *edisi lebay

Campur aduk. Antara senang dan sedih. Senang karena aku dapat mencapai target yg lain. Sedih karena target satunya belum dapat diselesaikan. Sempat ngga tau harus berbuat apa. Bawaannya sensitif banget. Datangnya mendadak sih. Ngga ada tanda2 mual, muntah, pusing, kembung sampai diare (hah ? ini tanda2 penyakit apaan sih?) Ku cuman pengen diam aja. Sahur tadi ngomongnya dikit2.


Yang pasti .. pasrah aja deh. Terima takdir. Alhamdulillah hari ini siaran cuman 4 jam. Tahun ini meskipun puasa ternyata jam siaran bukan berkurang, malah nambah. Sampai 7 jam. 4 kali dalam seminggu buka puasa di kantor.

Hari ini bisa pulang lebih awal. Jam 4 sore. Nyiapin buka puasa buat temen2. Kemarin janjian mau buka puasa bareng di kos.

Maafkan aku beb ..
beberapa hari ke depan buka puasa sendiri, sahur sendiri dan tarawih juga sendiri .. jangan sedih ya .. Yakinlah Alloh swt akan segera mempertemukan kita kembali .. Insya Alloh :)*lagi lebay .. harap maklum !(Dini)

Minggu, Juli 31, 2011

Ini Targetku .. Apa Targetmu ?

Ramadhan kali ini lebih istimewa, aku ngga sendiri lagi. Ada Lala yang menemani. Ditambah dua akhwat imut si Asma dan Evi. Mereka terdampar di kosku. Abis resign dari pekerjaannya di Sampit, Lala memutuskan untuk kembali merantau di Banjarmasin. Beberapa kali interview di perusahaan berbeda akhirnya dia diterima. Ngga jauh2 .. sekantor dengan salah satu anggota LDR yaitu Rahmi.


Nah .. kalau Asma dan Evi anak SMK di Marabahan. Mereka berdua magang di salah satu usaha komputer di Banjarmasin. Mulai awal Juli tadi sampai Oktober nanti. Kebayang gimana penuhnya kamarku ditempati 4 orang ? Tapi karena semua udah nerima termasuk ibu kos .. ya sudah nikmati saja. Niatnya kan nolongin mereka ? Soalnya cuman kos ku yang menyediakan peralatan lengkap dan murah ! Mereka hanya bawa baju dan buku, ngga perlu bawa tempat tidur, lemari, alat2 masak dll.

Nah .. sesuatu yang istimewa harus juga disiapkan dengan yang istimewa. Aku sendiri sudah menyusun target2 yang akan dicapai di bulan Ramadhan ini. Sama seperti bulan Ramadhan tahun lalu. Bulan penuh berkah, bulan kemuliaan dan pengampunan ini harus dinikmati seoptimal mungkin. Diantaranya :

1. Khatam membaca Al-Qur'an minimal 2 kali (tahun kemarin, belum berhasil .. salah perhitungan hiks hiks)

2. Membukakan puasa minimal 1 orang setiap hari

3. Mampu berbahasa Arab aktif (wah .. kalo yg ini udah diatur strateginya salah satunya bikin program Bahasa Arab on air bareng Ustadz yg ngajarin aku bahasa Arab .. jadi aku bisa tetap aplikasi abis kursus kemarin he3)

4. Menyelesaikan tesis setebal 200 halaman (kalo yang ini mudah2an sekalian bisa maju seminar hasil. Maklum dosen pembimbingku dari Jakarta. Kampus memberikan kebijakan minimal 4 dari 5 mahasiswa bimbingan selesai tesisnya baru bisa maju seminar hasil. Ngirit biaya kaleeee ..)

5. Mengkaji kitab Nidzom Ijtima'iy (Peraturan Pergaulan dalam Islam) berbahasa Arab (kalo yang ini target pribadi .. persiapan he3)

6. I'tikaf di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan dan Sholat 'Ied (bener2 ngarep.com .. kalo boleh minta untuk ngga Haid atau datang M nya di minggu ke dua aja .. plis ya Alloh)

7. Masak berbagai macam resep masakan/kue dan menjahit sendiri jilbab dengan model ala Korea gitu kayak Dong Yi (*apa hubungannya dengan Ramadhan ya ? he3)

Ini targetku .. Apa targetmu ? (Dini)

Sabtu, Mei 28, 2011

Perjalanan

Akhirnya dapat giliran juga jalan2 ke luar kota. Meskipun acara utamanya itu meliput, paling nggak disela2 kegiatan bisa kabur. Maklumlah .. yang biasa dapat job kayak gini adalah reporter. Untuk penyiar seperti aku, kesempatan ini termasuk langka. Terkungkung di dalam ruang siaran. Nah .. mumpung si reporter yg bertugas di "pos"nya lagi cuti (ehem .. baru jadi pengantin baru euy) dengan musyawarah dan mufakat, diputuskan aku yang berangkat. Alhamdulillah .. senangnya ^^


Hari pertama, agendanya keliling kota. Rencana awal siang itu, pak walikota akan bertemu dengan pak bupati. Namun ternyata ngga jadi karena pak bupati sedang menghadiri pelantikan setda. Nah .. kesempatan ini kami manfaatkan sebaik2nya. Abis denger kabar itu, semua pada kabur .. entah kemana. Aku sendiri bersama dengan 3 wartawati langsung naik becak keliling Jogja. Mengunjungi Keraton. Liat2 suasana di dalam, menikmati alunan musik gamelan (jangan harap di sini denger lagu es teh dua gelas he3), sesekali ngobrol dengan guide dan abdi dalem keraton yang berpasasan dengan kami. Setelah itu, kami mencoba melewati pohon beringin kembar di alun2. Konon kabarnya siapa yg berhasil melaluinya maka hajatnya akan terkabul. Aku sih ngga percaya dengan hal2 seperti itu. Tapi kami berempat tetap penasaran ingin mencoba. Dengan mata ditutup kain sewaan 2500 dan jarak tempuh 25 meter, akhirnya setelah usaha yg ke-2 aku berhasil ! Temen2 pada nanya hajat apa yg disampaikan tadi. Ku bilang hajatku supaya bisa melewati dua pohon itu he3 lagian boro2 punya niat yg lain, aku justru sepanjang langkah sibuk mikirin strategi supaya berhasil .. gitu doank :) Abis itu, kami pun melanjutkan perjalanan ke mesjid bawah tanah dan tempat2 lainnya.

Besok paginya, tibalah pada agenda utama. Peliputan bantuan untuk pengungsi korban Merapi. Kok .. baru sekarang ? Tenang .. ini bantuan yang ke 2. Bantuan pertama udah di awal2 kejadian. Kami berangkat ke hotel tempat pak walikota nginap. Dari sana barengan ke rumah dinas pak bupati. Cukup lama kami di sana. Biasalah .. kalo yg ngumpul ternyata aktif di partai yg sama. Makin nyambung tuh .. obrolannya. Untung .. kuenya enak xixixi

Jarak desa terparah dan terusak yang kami kunjungi sekitar 20 km dari Jogja. Ditempuh kurang lebih 45 menit pakai mobil. Jalannya sih mulus, tapi liukannya .. ngga nahan. Perjalanan kami memakan "korban". Mega minta berhenti di pinggir jalan (ya ialah .. masa di tengah jalan .. bisa ketabrak tuh) meninggalkan "jejak" di alam yg indah permai :).

Akhirnya sampailah kami di tempat yg dituju. Desanya mbah marijan. Untuk menuju ke atas, kami masih harus berjalan kaki. Berat sekali terasa langkah kaki .. mungkin karena gravitasi. Masih tersisa dampak dari letusan gunung merapi beberapa bulan yg lalu. Setelah dirasa cukup, rombongan kemudian menuju shelter pengungsian. Hufh .. ternyata justru perjalanan turun gunung ini bagiku cukup mendebarkan. Ibarat naik roller coster (halah .. lebay). Alhamdulillah .. aku masih bisa bertahan :)Di shelter Ploso Kerep, kami bertemu dengan istri dan putra ke 3 mbah marijan.

Abis interview dengan nara sumber2, aku sibuk nyiapin laporan. Yups .. meskipun basic ku penyiar, bukan reporter, namun karena ini perjalanan peliputan, tetep aku harus nyetor berita. Namun ternyata, masih ada shelter lagi yg kami kunjungi. Olala .. padahal kondisi udah ngga fit lagi. Pengennya di charge dulu dengan makan siang. Tapi keinginan kami, ngga sejalan dengan jadwal acara ... huhuhuhu

Di shelter ke 2, aku udah ngga tahan lagi. Bareng Mega nyari sesuatu buat ganjel perut. Kalo ngga .. bisa gawat nanti. Setelah beberapa meter, kami menemukannya. Dan juga menemukan beberapa temen2 wartawan asyik menikmati makanan dan minuman. Hem .. pantesan di shelter pertama, sebagian temen2 menghilang, ternyata mereka ada di warung .. ckckck

Aku cuman pesen teh hangat saja. Mau makan, takut ntar pada keluar. Mengingat jalannya masih banyak belokannya. Di shelter ini, aku live report. Alhamdulillah ada sinyal hp yg kuat sehingga laporan ku jelas terdengar di radio.

Akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Info yg simpang siur menyebabkan mobil kami sempat nyasar. Katanya masih ada shelter yg dikunjungi lagi. Waduh .. semua pada protes ! Maklum .. kondisi kami bener2 ambruk. Cuman mbak narti (wartawan senior) yg masih berkicau menemani ngobrol sang supir. Barisan kursi ke 2 dan ke 3, udah pada tepar xixixi

Namun semangat kami muncul, setelah dapat kabar perjalanan ke shelter ke tiga tidak jadi dan dialihkan ke rumah makan. Alhamdulillah .. akhirnya tiba juga waktunya. Dengan lahap, kami menyantap masakan yg terbuat dari jamur. ada sate jamur, martabak jamur, kripik jamur, sup jamur dan lain2. Abis itu, aku memilih beristirahat di warung jualan buah di samping restoran bersama mega dan rini. Jam 17.30 wib, baru tiba di hotel.

Jarak yg sangat dekat antara hotel tempat kami nginap dengan malioboro kembali "menggoda". Abis magrib, aku dan Rini langsung melanglang buana menyusuri jalan wisata itu kembali. Sempat juga menikmati beberapa lagu yang dinyanyikan oleh pengamen "intelektual". Dari gaya mereka yg kreatif, kami yakin mereka bukan kalangan biasa. Bener juga, dari informasi seorang kawan, mereka sebagian mahasiswa jurusan seni. Aplikasi ilmu kali ya .. sambil nyari "penghasilan tambahan". meliat hal itu, naluri jurnalistik kembali muncul. Rini segera menghubungi temen2 wartawan tv. Rencananya bikin berita ringan. Sedangkan dia tidak membawa handycam. Namun sayang, temen2 pada asyik dengan agendanya masing2 sehingga telpon dan sms kami tidak dibalas .. Interview pun gagal :(

Kami memutuskan untuk nyari makan. Pilihan jatuh ke penjual nasi goreng yg banyak ditemui di gang2 malioboro. Abis itu kembali ke hotel.

Besok paginya, agendanya kembali jalan2. Secara acara utama kan udah selesai. Sedangkan jadwal pulang jam 7 malam. Daripada bengong di hotel, mending kami lanjutkan tournya. Melalui Magelang yang sempat terputus karena "muntahan" Merapi. Subhanallah .. ngga kebayang batu sebesar itu "terlempar" ke jalanan. Alllahu Akbar !!

Jam 00.30 wita baru nyampe di kos. Perjalanan yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Banyak pengalaman yang kudapatkan. terutama dari teman2ku para wartawan senior. Mudah2an lain kali tips dari mereka bisa kubagi di sini.

Minggu, April 10, 2011

Cuman Bisa Senyum

Tahun 2011 kayaknya akan menjadi tahun yang penuh dengan acara .. gimana nggak ? mulai dari Januari yang lalu, kami mengadakan acara betamat Al-Qur'an di studio 3. Dihadiri sekitar 20-25 orang pendengar radio dan disiarkan live on air.

Februarinya rehat bentar, hanya menerima kunjungan studi banding dari Eji Jela FM. Lanjut ke Maret diadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 Hijriah. Aku hanya terlibat untuk persiapan sebelumnya. Untuk hari H nya, aku izin tidak berhadir karena harus konsul dengan Dosen Pembimbing II.


Di bulan ini juga, kamipun kedatangan teman2 dari Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Banjarmasin. Mereka datang rombongan sebanyak 38 orang pramuka dan 13 orang pembina. Maksudnya untuk mengenal media elektronik dalam hal ini radio untuk persiapan mengikuti Jambore Nasional yang diadakan pada bulan apa ya (lupa he3). Beberapa minggu kemudian, kami kedatangan beberapa programmer yang sedang mengikuti traning penyiaran. Info selengkapnya bisa dibaca di posting yang lain ya :)

Untuk bulan April kembali rehat, untuk selanjutnya membuat planning kegiatan lagi. Ups .. ternyata tetap bergerak .. bikin proposal kegiatan lageeeee

Rencananya : bulan Mei, akan diadakan Audisi penyiar radio dan reporter. bulan Juni, training Celestial Inspiration dan bedah buku Beyond The Inspirationnya karya Felix Y. siauw (bekerjasama dengan Alif Organizer). Bulan Julinya, seminar parenting dan motivasi bersama anak2 autis (kembali bekerjasama dengan EO yang lain). Masih di bulan Juli, akan diadakan Pemilihan Dai Cilik dan Remaja (Pildacilja) yang sempat berjaya beberapa tahun yang lalu. Agustus konsentrasi menjalankan ibadah puasa. Abis itu, bulan September akan diadakan Jalan Santai mengambil rute di Banjarbaru. Tujuannya untuk memperkenalkan komplek perkantoran gubernur yang baru. Oiya .. ada yang ketinggalan .. workshop penyiar radio dan lomba nyanyi lagu bahasa Banjar, aku lupa kapan waktu hiks hiks *kebanyakan kerjaan

Nah .. kalo yg ini proyek organisasi .. bulan April akan diadakan Training "Ibu Cerdas, Penentu Masa Depan" pada tanggal 23 April 2011 *mepet banget waktunya kan ?? panitia pada konsen ke sana biar acaranya sukses. awal bulan Mei, ada lagi training remaja "Menjadi Sang Juara". Trus Juninya, ada acara spektakuler, Konferensi Rajab 1432 H. Abis itu pasti, ada acara2 follow up lainnya.

Dan di bulan desember, rencananya kami akan mengadakan acara luar biasa yang belum bisa dipublikasikan di sini .. biar pada penasaran he3

Trus acara pribadiku sendiri kapan ??
Yudisium maksudnya .. hem insya Alloh April atau Mei.
Bukan itu !
0o .. kalo wisudanya insya Alloh September.
Bukan juga !
Lalu apa ? Nikah ?
Iya ...
Cuman bisa senyum :)
(Dini)

Jumat, Maret 04, 2011

Curhat Ngga Penting

Yang mau kabur .. silakan !! Ini memang curhat ngga penting. Banyak sebenarnya yang pengen aku tulis. Mulai dari kabar gembira dari :

* ratmi dan olla .. alhamdulillah akhirnya mereka bisa ikut yudisium dan wisuda tahun ini .. congrats .. mga ilmunya berkah :)

* dua akhwat "centil" yang beberapa hari ini sering banget terdampar di kos ku. Alasannya koordinasilah, curhatlah, ujung2nya ngajakin makan di luar xixixi


* trus cerita seru di balik seminar2 temen2 kuliah yang kuhadiri .. suka-duka atas nama solidaritas yang sangat tinggi diantara kami .. bela2in hadir meskipun pulang ke rumah sampai jam 11 malam

* belum lagi kisah dikejar2 dosen pembimbing 2 gara2 telat menghubungi beliau. Maksudku .. aku selesaikan dulu bimbinganku dengan dosen pertama, abis itu baru ke dosen ke 2. Eh .. cepetan beliau yang nyari aku duluan. Untungnya cuman dikasih pesan ke sekretariat. Ngga sampe diumumin di radio kampus * hahaha lebay .. lagian siapa sih aku ?

* kalo di tempat kerja sih .. ceritanya juga ngga kalah seru. Karena kita pada rangkap jabatan semua, waktu lebih optimal dimanfaatin untuk nyelesaiin tugas2 kantor. Saking optimalnya .. lunch dan dinner sering dirapel, hobi ngemilpun makin merajela agar selalu sehat dan tercukupi kebutuhan gizinya :D

* ditambah lagi dengan terpaan pertanyaan yang bertubi2 dari teman2ku (sengaja diberi garis bawah, cetak tebal dan miring). Apalagi kalo bukan pertanyaan tentang masa depanku. ”Kapan nikah, dah hampir wisuda lo?”, ”Adek2 angkatanmu udah ada yang punya dua anak, kamu kapan nyusul?”, ”Perlu bantuan kami nyariin ikhwan yang dah siap nikah?” dan pertanyaan lainnya yang bikin aku bingung ngejawabnya. Bingung karena kesannya aku masih betah dengan gelar high quality jomblo yang disematkan ke dadaku (padahal rasanya pedih juga .. gan!)

* Sampai cerita ngebantuin akhwat yang minta dicomblangin. Alamak .. bingung juga tu akhwat .. masa minta bantuan sama yg masih jomblo juga ? trus ngga takut tu cewek kalo pagar makan tanaman berlaku ke dia xixixi ? untungnya ku masih punya norma2 kehati2an, agar tidak terjadi hal2 yang tidak diinginkan kusarankan dia menghubungi pasutri untuk menyampaikan maksudnya :)

Dan masih banyak curhatan ngga penting lainnya yang ingin kubagi disini. namun mengingat hari sudah larut malam, mataku juga hampir lima watt dari tadi nahan ngantuk, trus kayaknya yg baca juga udah pada kabur semua :D

Ya sudahlah sampai di sini aja curhatanku kali ini .. kesimpulannya kuambil dari pesan seorang sahabat .. di balik kesulitan pasti ada kemudahan *ngga nyambung ya xixixi suka2 aku donk :) (Dini)

Selasa, Februari 08, 2011

Banyak Hal Yang Bisa Terjadi (bagian 2)

Masih bercerita tentang dua mahasiswi semester akhir yang nyasar ke kosku malam Senin yang lalu. Siangnya aku dapat sms dari salah satunya. Dia bisa konsultasi Dosen Pembimbingnya. Bahkan besok harinya beliau masih bersedia. Tentunya ini kabar gembira. Kesempatan untuk mengumpul berkas hari Sabtu ini dan mengikuti sidang akhir terbuka lebar. Senang sekali mendengarnya :)


Dari lubuk hatiku yang paling dalam, semangat mereka justru semakin memotivasiku. Yups .. aku juga sedang mengalami hal sama dengan mereka. Menyiapkan tesisku !! Aku dapat dua dosen pembimbing (DP) yang bahkan wajah mereka saja aku tidak tau. Hah ?? Kok bisa ?? Ya .. bisa aja !! Banyak hal yang bisa terjadi kan ?? hehehehe

Be Happy aja .. Meskipun ada kerikil2 kecil dalam prosesnya namun aku terus bersyukur karena banyak kemudahan yang kudapatkan. Hari Sabtu kemarin, aku menghubungi DP I yang tinggal di Jakarta melalui telpon. Alhamdulillah beliau ramah sekali. Abis nelpon, eh beliau malah sms ke aku. Tanya2 tentang mahasiswa bimbingan beliau yg lain, temen beliau yang tinggal di Banjarmasin dll. Bahkan beliau mengingatkanku untuk segera mengirimkan usulan proposalku karena awal bulan depan beliau ke Banjarmasin dan aku sudah harus seminar. Alhamdulillah :)

Trus tadi siang, aku ketemuan lagi sama seorang ibu. Beliau sedang membuat penelitian tentang radio di tiga kota se Indonesia. Aku senang sekali membantunya. Dengan beliau, aku sering sharing terutama tentang metode penelitian, pembuatan angket dan referensi2 tentang radio. Biasa .. bahan untuk tesisku. Jadi pertanyaannya ... siapa yang membantu siapa ya ??? xixixi

Pas tadi ngobrol, eh ternyata beliau adalah salah satu kawan akrab PD I ku. Ngga disangka beliau langsung nelpon PD I. Si ibu malah ngasih pesan agar PD I membimbing aku dengan baik. Ups .. malunya :)

Sebenarnya yang ingin kubagi dalam curhatku kali ini adalah setiap kita merasakan keraguan, pesimistis dan dalam kondisi yang lemah. Maka STOP memanjakan perasaan seperti itu !! SEGERA alihkan pikiran kita dan bersikaplah POSITIF !!

Caranya dengan menjawab pertanyaan berikut :

* Bisakah berbagai kemungkinan terjadi dalam beberapa hari mendatang ?
* Bisakah berbagai kemungkinan terjadi minggu depan ?
* Bisakah berbagai kemungkinan terjadi dalam 30 hari ?

Jika jawaban kita, "BISA" maka kita bisa bernafas lega. Jawaban pertanyaan ini tentu mengingatkan kita bahwa banyak hal yang bisa terjadi meskipun kita sendiri meragukannya.

So .. mulai sekarang, setiap kali kita merasa "belum atau kurang berhasil", alihkan fokus pikiran kita pada luasnya kemungkinan bahwa banyak hal yang bisa terjadi.

"Sesungguhnya Alloh itu sesuai persangkaan hamba-Nya"

*self-motivation (Dini)

Minggu, Februari 06, 2011

Banyak Hal Yang Bisa Terjadi .......

Azan magrib berkumandang dan akupun tengah bersiap menyambut panggilan-Nya. Sholat hampir kumulai, ketika ku dengar ketukan di pintu kosku. Ternyata seorang akhwat .. temen lama. Dia abis berkunjung ke kos temennya di seberang kosku dan mau ikut sholat di tempatku. Segera kupersilahkan dia mengambil air wudhu di belakang, sementara aku menyiapkan peralatan sholat untuknya.

Selesai sholat, pintu kosku kembali diketuk. Hem .. temennya si akhwat itu yang datang. Rupanya dia ngga sabar nungguin si akhwat itu selesai sholat dan menjemput dia. Mereka janjian mau nyari obat untuk batuk si temennya itu.


Aku mempersilahkan dia untuk duduk dan tak lama kemudian kami bertiga terlibat obrolan yang hangat. Mereka cerita saat ini tengah menghadapi masa2 sulit. Apakah mereka bisa mengumpul berkas yang di deadline hari Sabtu depan dan ikut sidang akhir pada hari Rabu berikutnya. Sedangkan dosen pembimbing masih berkutat dengan perbaikan skripsi yang seolah tidak ada habisnya.

Ya .. aku juga pernah mengalami hal yang sama. Sidang ujian komprehensif di satu hari sebelum deadline. Dengan masalah yang tiba2 datang saat sidang akan dimulai. Sebenarnya ku sudah menduga dari awal. Namun karena temenku berhasil lolos pada hari sebelumnya, aku juga optimis bisa melalui semuanya. Ternyata nasib baik saat itu belum memihak kepadaku. Dua jam sebelum sidang akhir berlangsung, aku kena "pra sidang" dulu dari salah seorang seorang dosen penguji. Beliau protes karena aku tidak memakai baju kebaya saat sidang berlangsung. Pada masa itu, memang peraturannya seperti itu. Namun aku menolak tegas, karena keyakinanku untuk menutup aurat dengan sempurna. Saat sidang aku memakai jilbab (jubah) dan kerudung.

Beliau memintaku untuk mengganti pakaian. Namun aku menolak secara halus dengan alasan rumahku di Banjarmasin. Waktu yang kutempuh minimal dua jam. Tentu jam sidang akan molor lagi. Kemudian, beliau memintaku untuk menunda jadwal sidang ke hari berikutnya. Akupun tetap bersikeras dengan mengatakan bahwa kalau bisa hari ini karena besok deadline. Kita tidak tahu apa yang terjadi besok. Kemungkinan sidang terjadi atau tidak. Padahal aku menargetkan harus lulus semester ini.

Dosen pembimbingku menengahi dan meminta pengertian kepada dosen pengujiku. Namun beliau tetap bersikeras dan akhirnya Ketua Jurusan dipanggil untuk menyelesaikan persoalan ini. Akupun dengan dibantu dosen pembimbingku berusaha menjelaskan apa yang terjadi. Sebenarnya peraturan untuk memakai kebaya di saat sidang ujian komprehensif itu sudah direvisi. Untuk sosialisasi belum ada. Nah .. artinya aku tidak melanggar peraturan kan ?? Dan ketua jurusanpun kebingungan !!

Akhirnya aku diminta menghadap Dekan bersama dengan Ketua Jurusan. Dan sekali lagi, aku menjelaskan apa yang sudah kuungkapkan tadi. Subhanallah .. Alloh memang luar biasa. Dekan menyikapi hal ini dengan bijaksana dan mengatakan,"Kamu pengecualian, Sidangmu lanjutkan saja !!"

Alhamdulillah .. akhirnya dengan tetap mengenakan jilbab dan kerudung, aku berhasil melewati sidang ujian komprehensif dan mendapatkan nilai A !!

Ku lihat si akhwat dan temennya tadi memperhatikan dengan sangat ceritaku. Energi positif yang kuberikan kepada mereka lewat pengalamanku tadi mulai bereaksi. Tampak di wajah mereka, muncul keoptimisan dan semangat bahwa mereka akan berhasil melalui masalah ini. Kuncinya adalah berusaha lebih giat, lebih tekun dan lebih peka terhadap peluang2 yang ada.

Dan satu lagi utuk menyempurnakan energi positif itu, aku membuka kisah kejadian dua minggu yang lalu. Hari Rabu siang, aku mendapat kabar untuk memulai proses pembuatan tesis, maka mahasiswa diwajibkan membayar lunas SPP semester 3, biaya tesis dan SPP semester 4. Deadline untuk gelombang 1 pada hari Jum'at. Coba bayangkan, aku harus memperoleh sekian juta rupiah dalam waktu 2 hari !! Sedangkan uang tabunganku hanya cukup membayar separo dari biaya yang ditentukan. Aku segera menghubungi temen2ku untuk minta bantuan. Namun sampai hari Kamis sore, masih ada sekian juta lagi yang kukumpulkan. Aku pasrah .. mungkin sudah jalanku untuk ikut gelombang ke 2.

Malam Jum'at abis magrib, aku ditelpon adik laki2ku. Dia meminta aku pulang ke rumah ortu. Adik perempuanku sedang bertengkar dengan suaminya. Kebetulan mereka tinggal serumah dengan ayah dan adik laki2ku. Aku sempat emosi dengan hal itu. Kenapa aku yang harus menyelesaikan persoalan mereka? Tidak cukupkah ayahku dan adikku disana menyelesaikannya ? Aku sendiripun saat ini tengah menghadapi masalah juga? Hufh .. Telponpun segera kututup dengan mengatakan kalau sempat aku kesana *jujur .. saat itu aku males banget kesana :(

Namun beberapa saat kemudian, aku berpikir. Kenapa aku harus larut dengan masalah finansialku ?? Bukankah aku sudah pasrah dan menyerah dengan kenyataan ini ?? Mungkin memang ini yang terbaik yang Alloh swt berikan ?? Bukankah lebih baik, aku segera ikut menyelesaikan persoalan adikku ?? Pertanyaan2 itu terus berkecamuk dalam pikiranku. Akhirnya 30 menit kemudian, aku segera tancap gas ke rumah ortuku.

Alhamdulillah .. malam itu aku berhasil membuat semua cooling down. Meskipun masih ada emosi yang tersisa, namun aku yakin dengan solusi yang telah kami sepakati, besok hari akan dijalani dengan baik.

Jam menunjukkan pukul 22.00 wita, saatnya pulang ke kos. Aku kemudian pamit ke ayahku. Beliau bertanya tentang keadaanku. Akupun menceritakan kesulitanku saat ini. Dan sekali lagi .. aku hanya bisa berucap "Subhanallah" ketika ayahku menawarkan bantuannya berupa sejumlah uang yang kuperlukan.

Mungkin berasa aneh. Mungkin ada yang bertanya, kenapa aku baru bilang ke ayahku ?? atau kenapa tidak dari awal bilang kepada beliau tentang masalah ini ?? Hem .. satu rahasia lagi dariku yang aku buka, sejak kuliah s1, aku memang bertekad untuk hidup mandiri. Bukan karena ortuku tidak mampu. Memang keluargaku bukanlah termasuk kelas menengah atas, namun bukan juga menengah bawah. Tepatnya keluarga sederhana. Maksudku hanyalah ingin berterima kasih dan mengurangi beban hidup mereka. Apalagi setelah aku bekerja, seringkali aku membantu kehidupan mereka. Tidak banyak. Bayar listrik, air, beli sembako, kadang2 nraktir mereka makan di luar .. Bahagia rasanya :) Itulah sebabnya, aku baru mengungkapkan masalahku kepada ayahku. Itupun setelah beliau bertanya.

Satu pelajaran yang kudapat dari peristiwa itu, banyak hal yang bisa terjadi jika Alloh swt berkehendak !! Kewajiban kita hanya berusaha dan biarkan skenario-Nya berjalan menuntun kepada apa yang kita perlukan. Coba bayangkan, seandainya aku tidak pergi ke rumah ayahku dan menyelesaikan persoalan adikku ? Atau siapakah yang menggerakkan ayahku untuk bertanya keadaanku ?? Karena pasti aku akan tetap menyembunyikannya jika ayahku tidak bertanya. Subhanallah .. Semua akan indah pada waktunya.

Kuliat airmata mengalir dari si akhwat itu, sedangkan mata temennya juga berkaca2. Mereka tampak terharu sekali dengan ceritaku. Rupanya masalah yang mereka hadapi sangatlah dalam sehingga pengalamanku merasuk dalam hati mereka. Mereka kemudian bangkit dari tempat duduknya dengan semangat, segudang langkah dan strategi untuk meraih target lulus semester ini.

Akupun tersenyum bahagia. Senang rasanya bisa membantu meskipun hanya dengan berbagi cerita dan doa. Semoga Alloh swt memberikan kemudahan bagi mereka berdua. Amin ya Rabb :)(Dini)

Minggu, Januari 30, 2011

Berakhirnya "Abad Amerika"

Itu adalah judul sebuah artikel yang kami bahas pagi tadi dalam acara meeting of the month. Isinya menjelaskan tentang tanda-tanda meredupnya era Amerika yang semakin tampak, gambaran dinamika politik internasional dan proses perubahan menuju kekuatan adidaya global sejati.

Satu hal yang menarik yang aku catat dalam pertemuan ini adalah sejauh mana pengaruh meredupnya era Amerika ini terhadap penegakkan Syariah Islam dan Khilafah. Mengingat Rasulullah saw bersama para shahabat terus berjuang mendirikan Daulah Islamiyah di Madinah tanpa menunggu hancurnya dua negara adidaya saat itu yaitu Romawi dan Konstantinopel.


Artinya kehancuran AS dan krisis di berbagai negeri karena penerapan sistem kapitalis-sekularis adalah suatu fakta. Dan hal ini dijawab dengan perjuangan penegakkan syariah Islam dan Khilafah sesuai dengan metode dakwah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Tentunya peran serta seluruh kaum muslimin terutama para aktivis dakwah untuk terus menggencarkan dakwah.

Apalagi jika kita melihat bagaimana krisis yang terjadi saat ini di beberapa negeri Muslim seperti Tunisia dan Mesir. Meskipun dari beberapa sumber yang ada, AS diduga kuat "bermain" di belakang peristiwa ini. Namun tentunya kita berharap agar kaum muslimin di seluruh dunia dapat memanfaatkan momen tersebut untuk mengganti "rezim boneka AS" dan menegakkan Islam. (Dini)

Sabtu, November 13, 2010

Catatan : Best Training For Basic Announcers

Modal suara dan kemampuan bicara saja belumlah cukup untuk menjadi seorang penyiar. Ada sederet persyaratan atau keterampilan yang harus dipenuhi. Selama 4 hari penuh, kami dibimbing oleh para trainer untuk menjadi penyiar yang handal dan profesional.

Hari 1 :

Senin, 8 Nopember 2010. Awal dimana aku harus bolak-balik dari radio - ke tempat training - kembali ke radio. Yups .. karena bendahara lagi cuti magang selama dua bulan, akhirnya hampir semua tugasnya jatuh ke aku. Jadilah aku ngerangkap admin plus ngurus keuangan pula. Hufh .. Kebayang capeknya :( Meskipun begitu, aku senang karena aku bisa "kabur" dari kantor *lumayan .. refreshing beberapa hari xixixi


Training dimulai jam 09.00 wita. Aku datang telat 30 menit. Ku ketuk pintu sambil mengucapkan salam. Setelah dipersilahkan masuk, akupun mengambil tempat duduk yang masih kosong. Tepat di sudut sebelah kanan menghadap ke depan. Kursi disetting berbentuk huruf U. Di tengah ruangan ada LCD dan laptop. Sedangkan trainer mengambil posisi fleksibel.

Setelah peserta lengkap, trainer meminta kami untuk mengenalkan diri satu persatu. Nama dan di radio mana kami bekerja. Suasana segar segera terasa. Maklum yang ngumpul hampir semua penyiar, kecuali Jihad (admin sekaligus operator GNB Radio) dan Septi (music director Nirwana Group). Jadi ngobrolnya pada seru. Dari 13 orang peserta, sebelumnya aku kenal ama Adzka (Masa FM) dan Evant (Kana FM). Namun karena suasana akrab yang terbangun, aku berasa udah kenal sebelumnya dengan semua peserta. Khususnya Naufal (Sky FM) *setelah diusut, kami pernah ketemu beberapa kali dalam acara nasyid .. dia salah satu anggota grup nasyid di Banjarmasin he3 (sorry fal .. ku lupa)

Setelah itu, trainer meminta kami satu persatu menuliskan aturan selama training. Ini juga sesi yang bikin pada ngakak semua. Gimana ngga ? Aturan2 yang dibuat peserta sebagian terkesan 'asal' meskipun kalo dipikir2 masih nyambung. Cuman kejauhan gitu lo ?? Misalnya ada aturan dilarang tidur, dilarang mengeluarkan bau2an, kalo mau pulang pamitan, dilarang mengganggu orang lain, peserta ngga boleh sombong, kalo mau masuk kelas pintu ditutup kembali dan lain2.

Satu hal yang berkesan adalah ketika trainer menanyakan apa motivasi kami menjadi seorang penyiar. Jawaban teman2 beragam. Ada yang hobi, penyaluran bakat, karena pergaulan (temennya penyiar eh diajakin siaran), ada yang cuman ngisi waktu aja (daripada ngegosip mending jadi penyiar .. kan ngomongnya dibayar he3), karena status dan penghasilan.

Aku merasa diingatkan kembali, apa tujuanku menjadi penyiar. Karena kadang2 motivasi awal itu terkaburkan dengan manfaat2 lain yang didapat setelah beberapa lama menekuni pekerjaan ini. Ternyata bukan sekedar penyaluran hobi, lebih dari itu aku ingin berbagi kebaikan kepada orang lain. I'll keep that spirit !!

Pemberian materi dikemas seperti diskusi. Trainer melemparkan pertanyaan, peserta memberikan pendapatnya dan trainer menyimpulkannya. Suasana serius tapi santai. Secara konsep, kami lebih memahami apa itu penyiar, syarat2 yang harus dimilikinya, hal2 apa saja yang harus dihindari, serta tugas dan tanggung jawab seorang penyiar.

Dan its time for demo. Trainer memutarkan rekaman contoh penyiar yang baik dan yang buruk. Kami diminta mengomentarinya. Bagaimana intonasi, artikulasi, power suara dan lain sebagainya. Dari sini kami mendapatkan pelajaran yang sangat berharga, untuk selalu mengevaluasi diri dalam menjalankan tugas siaran. Bisa jadi diri kita merasa sudah bagus, paling ok lah ketika siaran, tapi pendengar tidak merasakan hal itu. Justru malah jadi bahan olokan dan lebih parah lagi pendengar akhirnya mematikan radionya atau pindah channel.

Hari ke 2 :

Selasa, 9 Nopember 2010. Kali ini aku tepat waktu. Materi yang disampaikan tentang Voice Producing (Produksi Suara). Hal ini penting, karena modal penyiar adalah suara. Tapi bukan sembarang suara. Suara itu harus diolah sebaik mungkin agar informasi, pemikiran atau ide yang dia sampaikan bisa diterima dengan jelas oleh pendengar. Kami dibagi menjadi 4 kelompok dengan 3 sd 4 orang anggota didalamnya. Menuliskan istilah2 yang kami ketahui dalam produksi suara dan manfaatnya apa di kertas karton dan mempresentasikannya. Di sesi ini, kami lebih mengenal istilah artikulasi, speed, intonasi, power, factuation, pace, aksentuasi dan lain sebagainya.

Kemudian suasana tambah seru ketika melakukan proses latihan pernafasan dan pembentukan suara. Ada 15 gerakan senam nafas yang kami praktikan untuk mendapatkan suara diafragma (istilahnya : suara perut). Manfaatnya tidak hanya memiliki suara yang mantap namun juga ketegasan dan kewibawaan. Kadang2 jadi bahan lucu2an temen2 .. wah di sesi ini yang kudapatkan selain ilmu juga bawaannya jadi sakit perut karena ketawa terus melihat ulah temen2:D

Hari ke 3 :

Rabu, 10 November 2010. Materi Broadcasting Rules disampaikan oleh Fakhri Wardana, salah satu anggota KPID Provinsi Kalsel. Kesadaran kami dibangun lagi bahwa seorang penyiar mempunyai tanggung jawab yang luas khususnya kepada masyarakat pendengarnya. Seperti yang diketahui, bahwa efek media sangat luar biasa dalam menciptakan trendsetter di tengah masyarakat. Hal ini bisa berdampak merusak atau menjaga moral bangsa. Pilihan pada radio adalah dia bisa menjadi trend maker atau follower. Untuk itulah, seorang penyiarpun penting mengetahui Etika Penyiaran yang tercantum dalam UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran pasal 7 dan 8.

Setelah itu, berlanjut ke Visiting Radio. Kami dibagi kembali menjadi 4 kelompok. Masing2 kelompok berkunjung ke radio yang telah ditentukan dengan ditemani satu trainer. Targetnya adalah mengetahui hardware dan software yang digunakan masing2 radio dan kegunaannya. Aku, Ve (Kana FM) dan Evant ditemani Nadya berkunjung ke salah satu radio untuk pebisnis muda di Banjarmasin. Sebenarnya aku sudah sering kesana. Bahkan pernah magang selama dua bulan di tempat itu. Sedikit kecewa, namun karena temen2 yang dapat radio yang kuincar, ngga mau tukeran. Ya .. terpaksalah aku terima takdir .. mungkin Alloh swt punya rencana lain :)

Kamipun bertiga bertekad akan menggali informasi sebanyak2nya tentang radio itu. Alhamdulillah .. dengan penggabungan kemampuan berkomunikasi, kami berhasil mendapatkan lebih dari apa yang diinginkan. Mulai dari struktur manajemen radio itu dan tugas2nya, program acara satu persatu secara detil, gambaran bagaimana operasional radio dijalankan, bikin playlist, hot clock, tips menghandle program talkshow, bahkan melihat satu persatu ruangan siaran, ruang produksi, ruang operator dan ruang pemancar dan menginventarisir hardware dan software yang mereka gunakan. Sekitar 90 menit, kami berada disana. Kemudian kami pulang untuk makan siang dan mempresentasikan hasil kunjungan.

Ternyata kelompok kami satu2nya kelompok yang berhasil melihat seluruh hardware sampai ke ruang pemancar. Bocoran sedikit, beberapa radio tidak mau memperlihatkan jenis pemancar mereka, karena ini juga merupakan salah satu rahasia agar output suara menjadi semakin baik diterima oleh pendengar. Satu lagi bekal pengetahuan yang aku dapatkan untuk mewujudkan impianku mempunyai radio sendiri.

Hari ke 4 :

Kamis, 11 Nopember 2010. Hari terakhir, hari yang sibuk. Kami diminta mengulangi materi di hari pertama sd hari ke 3. Setelah itu kami melakukan proses rekaman. Masing2 peserta menyiapkan tiga jenis skrip program siaran yaitu musik, news dan talkshow. Nah .. di sesi ini, aku kebanjiran job. Terutama untuk program talkshow. Ini gara2nya pas hari Selasa kemarin, aku presentasi program talkshow. Waktu itu Dedy (Abdi Persada FM) jadi narsumnya. Ketiga temenku merasa aku cocok. Ve minta aku jadi narsum untuk tips kecantikan. Ceritanya aku punya Klinik Kecantikan Sari Alam. Untungnya Ve udah nyiapin skrip lengkapnya. Jadi tugasku tinggal membaca skrip dengan gaya bertutur. Gampanglah ! Yang parah adalah Adzka dan Naufal. Mereka minta aku berperan sebagai seorang psikolog. Adzka mengangkat tema "Kalo suami ngga betah di rumah" sedangkan si Naufal menentukan tema "Ortuku Cerdas". Trus skrip jawabannya tidak mereka siapkan. Mereka hanya ngasih pertanyaan pertama ke aku, setelah itu pertanyaan mereka akan tergantung dengan jawabanku. Gedubrak !! Alhamdulillah .. meskipun dialognya spontanitas, Fifi - salah satu trainer - yang bertugas merekam program kami bilang, "berasa seperti talkshow beneran".

Sedangkan aku minta Adzka untuk menjadi narsumku, karena program yang kubawakan adalah Fiqh Wanita. Namun karena hasil rekamannya kurang bagus, akhirnya diulang minggu depannya. Jadwalku dan Adzka ngga ketemu. Terpaksa ganti haluan, kuminta Naufal jadi narsumku. Perannya sebagai Kadis Kesehatan Provinsi Kalsel tentang Gizi Buruk. Proses rekaman lumayan lama, gara2 dia ketawa terus waktu membaca tanda2 balita gizi buruk. Mbak Trully - salah satu trainer - yang menemani kami di ruang rekaman juga ketawa mendengarnya .. Lucu sih :D

Makan siangpun bergiliran, agar proses rekaman efektif. Abis lunch, kami kembali ke tempat training. Karena Fifi pengen makan juga, sedangkan trainer yang lain ngga ada yang bisa program Cool Edit. Jadi aku diminta menggantikannya merekamkan siaran peserta yang lain, sementara Fifi makan siang.

Lengkaplah sudah pengalamanku selama 4 hari ini ini, jadi peserta, nara sumber plus bantuin trainer.

Jum'at, 12 Nopember 2010. Back to Radio. Aku berharap semoga ilmu2 yang kudapatkan ini bermanfaat dan berkah bagi umat .. doain ya :) (Dini)