Klinik Motivasi

Tampilkan postingan dengan label Keluarga Samara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Samara. Tampilkan semua postingan

Jumat, Februari 03, 2012

Bercermin Kepada Kehidupan Rosululloh

Pernahkah engkau renungkan tentang
Hidup Rasulullah junjungan
Rela hidup dalam kesederhanaan
Pertahankan kehormatan,lewati malam yang kelam
Dalam keadaan lapar,bersama segenap keluarganya
Tak dapatkan satupun makanan…(suara persaudaraan)

Kutipan diatas merupakan syair dari nasyid yang mencoba menggambarkan secuil episode kehidupan Rasulullah yang sederhana, namun dalam kebersahajaan, kehidupan keluarga Rasulullah tidaklah membuatnya menjadi terhina , beliau tetaplah dipandang sebagai sosok yang mulia.Dan dalam kebersahajaannya beliau tetaplah menjadi orang yang paling bahagia.


Kita mungkin mengetahui bahwa baginda nabi Muhammad SAW sejak kecil bukanlah sosok yang hidup dalam limpahan materi, sekalipun beliau akhirnya menjadi pimpinan negara Islam yang pertama, tidak pernah kita mendengar gaya hidup glamour dari keluarga Rasulullah, bahkan ketika putrinya Fathimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib beliau mengadakannya secara sederhana.

Kehidupan beliau sarat dengan ujian dan pengorbanan, sejak kecil beliau telah menjadi yatim piatu dan menjalani kehidupan yang berat. Walaupun demikian, beliau tidak gemar meminta-minta , melakukan kebohongan apalagi penipuan sehingga sangat masyhur jika Rasulullah bergelar al-amin yang berarti dapat dipercaya. Hingga akhirnya beliau memikat Khadijah, salah satu wanita pedagang kaya di kota makkah, toh pernikahan beliaupun tidak mengubah pola hidup beliau , bahkan bersama-sama isteri tercintanya Rasulullah telah mendedikasikan diri bagi tegak dan tersebarnya risalah Islam keseluruh penjuru bumi, sehingga keuntungan dari hasil perniagaan telah digunakan oleh keluarga Rasulullah demi kepentingan dakwah Islam bukan untuk memperkaya dirinya.

Dalam kebersahajaannya, Rasulullah juga dikenal sebagai orang yang dermawan, beliau selalu membantu orang yang dalam kesulitan Dalam kehidupan sosial Rasulullah saw bukanlah tipe individualis yang hanya memikirkan dirinya sendiri; bukan pula manusia yang suka berdiam dirumah seraya memisahkan diri dengan masyarakat sekitar. Beliau senantiasa bergaul dengan masyarakat dari kalangan atas hingga kalangan bawah untuk menyampaikan risalah Islam kepada umat manusia. Bahkan hingga akhir kehidupannya Rasulullah sangat peduli dengan umatnya. Ini dibuktikan oleh beliau pada saat menjelang wafat beliau sangat mengkhawatirkan nasib umatnya.

Kesederhanaan kehidupan Rasulullah tidaklah menghantarkan masyarakat yang dipimpin oleh Rasulullah berjalan menuju kemunduran dan tidak produktif. Namun dibawah kepemimpinan Rasulullah akhirnya Islam tersebar keseluruh penjuru bumi yang diteruskan oleh para sahabat dan para khalifah beliau yang menghantarkan Islam kepada kejayaan dan menjadi negara yang berperadaban maju bahkan disegani.

Dalam kehidupan keluarga,meskipun sejak lahir tidak merasakan kasih sayang dari sang ayah, Rasulullah adalah suami dan bapak yang baik bagi isteri dan anak-anaknya, beliau adalah suami yang bertanggung jawab kepada keluarganya,melindungi keluarga dari sengatan api neraka, ayah yang sangat memperhatikan anak-anaknya, kakek yang penyayang kepada cucu-cucunya.

Rasulullah saw adalah kekasih Allah, penghulu ahli surga. Meskipun demikian rasa takut kepada Allah sering menyelinap dalam batin beliau.Ummul mukminin Aisyah ra. Pernah menuturkan bahwa apabila langit mendung, awan menghitam dan angin kencang.Wajah baginda Nabi saw yang biasanya memancarkan cahaya akan terlihat pucat pasi karena takut kepada Allah. Beliau lalu keluar dan masuk mesjid dalam keadaaan gelisah seraya berdoa (yang artinya),”Ya Allah..aku berlindung kepada-Mu dari keburukan hujan dan angin ini. Dari keburukan apa saja yang dikandungnya dan keburukan apa saja yang dibawanya.”

Aisyah ra. bertanya, ”Ya Rasulullah, apabila langit mendung, semua orang merasa gembira karena pertanda hujan akan turun. Namun, mengapa engkau tampak ketakutan?”Nabi saw menjawab, ”Aisyah, bagaimana aku dapat meyakini bahwa awan hitam dan angin kencang itu tidak akan mendatangkan azab Allah? Kaum ’Ad telah dibinasakan oleh angin topan. Saat awan mendung, mereka bergembira karena mengira hujan akan turun. Padahal Allah kemudian mendatangkan azab atas mereka. ” (HR> Muslim dan at-Tirmidzi).

Dalam kehidupan publik, Rasulullah saw adalah pemimpin segala bidang. Beliau pemimpin umat dimesjid, didalam pemerintahan, juga dimedan pertempuran. Beliau nampak seperti seorang psikolog yang mengubah jiwa manusia yang biadab menjadi beradab, juga seorang politikus yang berhasil menyatukan suku-suku bangsa hanya dalam waktu kurang dari seperempat abad. Beliau juga pemimpin ruhani yang melaui aktivitas peribadahannya telah menghantarkan jiwa pengikutnya ke alam kelezatan samawiyah dan keindahan suasana ilahiah.

Demikianlah kehidupan Rasulullah, sosok yang sangat agung dan mulia akhlaknya. Bahkan sahabat beliau sendiri sulit menceritakan kemuliaan sosok Rasulullah saw. Siti Aisyah ra., ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah, beliau menjawab, “akhlak Rasulullah saw adalah al-Quran itu sendiri, artinya sosok Rasulullah bak Al-Quran yang berjalan.

Bagaimanakah dengan keadaan muslim saat ini? Adalah sebuah kenyataan yang ironi manakala kaum muslimin yang saat ini marak mengenang kelahiran Rasulullah, namun pada saat bersamaan anggota dewan dan juga pejabat yang notabene mayoritas muslim juga hiruk pikuk menuntut berbagai tunjangan dan fasilitas, jauh dari sikap sederhana dan qanaah yang dicontohkan oleh Rasul padahal derita dan kemiskinan rakyat makin mengiris hati. Sebagian dari mereka bahkan terpaksa makan nasi aking hingga nasi basi, setiap hari.

Rasulullah sangat takut kepada Allah, anehnya banyak manusia yang tidak pernah mendapat jaminan masuk syurga, seolah tidak pernah takut dengan azabnya. Bencana yang datang silih berganti dianggap hal yang biasa dan wajar. Kita seperti telah kebal dan bebal dengan bencana sehingga hutan tetap digunduli, alam terus dieksploitasi perusakan lingkungan gencar tiada henti, korupsi dan kezaliman menjadi-jadi

Bagi kaum Muslim, Rasulullah saw jelas menempati tempat yang sangat istimewa.Rasulullah telah menyelamatkan umat manusia dari kehancurannya dengan membawa risalah Islam dari Allah Swt. Allah juga mewajibkan kita untuk meneladani beliau secara keseluruhan, tidak mengambil hal-hal yang baik berdasarkan selera kita semata melainkan secara menyeluruh Bagaimana mungkin seseorang dikatakan mencintai rasulullah, sementara teladan kehidupan real dia ambil bertentangan dengan risalah yang dibawa oleh Rasulullah. Dalam berekonomi dia meneladani Adam Smith dan David Ricardo, dalam berpolitik dia merujuk kepadaa Machievelli dalam kehidupan sosial dan perubahan masyarakat dia berkaca kepada konsep Karl Marx, Lenin dan Stalin.

Meskipun saat ini kita berada dalam ruang dan waktu yang berbeda dengan beliau dan kita adalah manusia biasa yang tidak ma’shum,hal tersebut tidak dapat menjustifikasi bahwa kita boleh meninggalkan risalah beliau. Bahkan sudah seharusnya kaum muslimin menyelaraskan semua hal yang terkait dengan pribadi maupun sosial kita dengan tuntunan Rasulullah Saw. Dengan begitu InsyaAllah akan menghantarkan kita pada kemuliaan hidup dan menjadi jembatan bagi kita umtuk mendapatkan syafaat serta bertemu dengan beliau diakhirat kelak..Ya Rasulullah kami rindu padamu.....

Sumber : Materi siaran Wanita & Keluarga bersama Ustadzah Asliani Fahtimah (Muslimah HTI Kalsel) edisi Jum'at 3 Februari 2012 pukul 11.00-12.00 wita di Abdi Persada FM

Minggu, Desember 04, 2011

Metode Tahfidz Qur'an Untuk Anak

Siapapun kita, sebagai orangtua muslim tentu mengharapkan anak-anak kita menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah. Taat pada Allah Swt, ittiba’ kepada Rasulullah Saw, taat syari’atNya, berbudi pekerti yang baik dan berbakti pada orangtuanya.


Anak yang shalih dan shalihah adalah anak-anak yang benaknya dipenuhi dengan al-Qur’an, bahasanya adalah bahasa al-Qur’an dan perilakunya adalah cerminan al-Qur’an. Sebaik-baik bahasa adalah bahasa al-Qur’an, sebaik-baik tuntunan adalah al-Qur’an.

Maka jika kita menginginkan anak-anak kita berbahasa yang baik dan berprilaku luhur, dekatkanlah mereka dengan al-Qur’an. Jika kita mengharapkan anak-anak kita mudah taat dan bersegera dalam menjalankan syari’atNya, buatlah mereka mencintai al-Qur’an dan menghapalnya.

Mengapa Tahfidzul Qur’an begitu urgen?

”Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shalih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar” (TQS. Al-Isra : 9)

Rasulullah Saw bersabda :

”Orang yang mahir dengan al-Qur’an akan bersama-sama dengan rombongan malaikat yang mulia dan senantiasa berbuat baik... (HR. Muslim dari Aisyah ra)

”Bacalah al-Qur’an, karena al-Qur’an akan datang pada hari kiamat kelak memberi syafaat (pembelaan) kepada ahlinya” (HR. Muslim dari Umamah al Bahili ra)

Dengan tahfidzul qur’an tentu saja anak akan menjadi dekat dengan al-Qur’an. Anak pun akan menjadi lebih peka terhadap suara dan gaya bahasa al-Qur’an, sehingga akan muncul rasa tidak senang terhadap suara dan gaya bahasa yang kasar.

Tahfidzul qur’an juga akan berefek meningkatkan konsentrasi anak. Dan jika ini terjadi, maka sangat dekat kemungkinan anak kita untuk berkonsentrasi dalam menerima ilmu dan pemahaman dalam proses belajar mengajar, termasuk akan mudah mengingat hal apapun yang kita tanamkan kepadanya.

Anak juga akan memiliki hati yang lembut, karena hal itu dijanjikan Allah dalam firmanNya ;

”Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram...” (QS. Ar-Ra’d : 28).

Tidak hanya itu, tahfidzul qur’an juga akan menghidupkan jiwa yang mati. Sabda Rasul Saw :

”sesungguhnya orang yang didalam hatinya tidak ada al-Qur’an sedikitpun (yang dihapal), bagaikan rumah yang akan roboh” (HR. Tirmidzi)

Allah juga memberikan apresiasi bagi orang-orang yang belajar dan mengajarkan al-Qur’an, Sabda Rasul saw : ”Orang yang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya”

Hadits ini juga memberi motivasi untuk para orang tua agar turut serta dalam proses ’membenakkan’ al-Qur’an pada anak-anaknya.

Bagaimana arah pembelajaran Tahfidzul Qur’an kepada anak ?

Pembelajaran tahfidzul qur’an akan memberikan motivasi kepada anak untuk selalu meraih derajat tertinggi di hadapan Allah Swt dengan menghapalkan al-Qur’an. Benak anak kita pun akan dipenuhi dengan al-Qur’an. Memorinya akan banyak terisi oleh ayat-ayat Allah, sehingga para orang tua akan lebih mudah mengingatkan dan mengarahkan anak-anaknya.

Selain itu, tentu saja tahfidzul qur’an akan membuat anak-anak kita mudah dalam menguasai dalil-dalil syara’, dan akan jauh lebih mudah bagi para orangtua untuk menanamkan pemahaman syari’ah kepada anak-anaknya.

Tips Tahfidz Qur’an untuk anak

Pilih waktu yang nyaman dan suasana yang menggembirakan. Tidak masalah jika anak-anak sedang bermain. Menghapal al-Qur’an tidak berarti posisi anak dengan guru/orang tua yang mengajarkannya ’face to face’. Cukup dengan memastikan pendengarannya ’on’, meski dia melakukan aktivitas (misalnya menulis, menggambar, bermain puzzle, dll).

Menghapal alqur’an bisa dilakukan secara terjadwal (misal ba’da shalat subuh dan ba’da shalat maghrib, atau menjelang tidur) atau tidak terjadwal (saat anak main atau belajar dengan orangtuanya)

Bacakan satu surat utuh (jika surat pendek) dengan cara ; orangtua membacakan satu ayat, diulang oleh anak satu ayat. Jika anak masih Batita, orangtua cukup membacakan satu surat penuh berulang-ulang, minimal 10 menit.

MP3, radio atau multimedia dapat membantu, jika orangtua memiliki keterbatasan dalam hapalan al-Qur’an atau mengalami kesulitan untuk membacakan ayat-ayat al-Qur’an dengan suara yang merdu.

Jika anak melakukan kesalahan dalam hafalan, jangan memintanya untuk mengulanginya lagi, karena hal itu akan membebaninya dan membuatnya berkecil hati. Cukup dengan membacakan ulang kalimat ayat yang benarnya.

Buatlah pola muraja’ah (mengulang) yang mengasyikkan. Mulailah dengan bercerita tentang satu tokoh atau satu kisah yang berkaitan dengan ayat-ayat yang sedang dihapal. Lalu, bacakanlah ayat/surat yang telah dihapalkan anak secara berurutan dengan nyaring dang gembira. Biarkan anak-anak kita mengikutinya.

Rujukan :Homeschooling group SD Khoiru Ummah 20 Malang

Jumat, Oktober 07, 2011

Kiat Menghadapi Mertua

Suatu keberkahan jika anda memiliki mertua yang luar biasa. Namun tidak sedikit, beberapa menantu terutama perempuan mengeluhkan hubungan mereka dengan mertua. Sang mertua seringkali dianggap terlalu ikut campur dalam pernikahan. Apa yang harus dilakukan saat hal itu terjadi? Beberapa kiat di bawah ini semoga bisa membantu mengatasi masalah tersebut.


Hormati mertua
Dalam agama, Alloh swt memerintahkan hamba-Nya untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Meskipun mertua adalah orang tua suami anda. Secara tidak langsung mereka juga orang tua anda kan ? Dudukkan mertua sebagai sosok yang dihormati. Niscaya mereka balik menghormati kita. Dua generasi dari masa berbeda disatukan oleh ikatan pernikahan anak-anaknya. Permasalahan, latar belakang, hambatan, visi dan misi yang berbeda jika tidak dijembatani oleh komunikasi yang sehat dapat menjerumuskan kedua belah pihak pada jurang pertikaian tak berkesudahan.

Ciptakan momen kebersamaan
Banyak kesempatan emas yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meraih momen emas kebersamaan. Sayang sekali untuk dilewatkan. Anda bisa meningkatkan kualitas hubungan dengan mertua saat anak-anak lahir. Menanyakan pendapat mereka bagaimana mendidik anak-anaknya. Bertanya bagaimana mereka menabung hingga bisa membeli rumah,menyekolahkan anak, berhaji, memulai bisnis dan seterusnya. Apalagi jika muncul musibah yang seharusnya makin mengeratkan hati.

Mengalah terlebih dahulu
Sebagai perempuan muda yang penuh semangat, tidak ada salahnya anda yang terlebih dulu mengalah demi memahami orang tua. Setelah ia selesai bicara, baru Anda memberikan argumen, tentu saja disampaikan dalam bahasa yang sopan. Jika mereka menyayangi menantu perempuannya, itu hal yang sangat menguntungkan. Saat-saat anda membutuhkan dukungan di suatu hari nanti, mertua dengan senang hati memberikannya.

Memahami posisi mereka
Mengingat bahwa orangtua di usia 50 sd 60 tahun atau lebih kembali menjadi anak-anak, seharusnya menjadi pertimbangan anda untuk tidak terlalu bersikap emosional. Marah, meledak-ledak, sering salah persepsi, mudah tersinggung atau menangis adalah sikap orang tua yang sering ditemui. Memahami adalah langkah yang harus diupayakan. Suatu saat anda akan menjadi mertua juga kan? (Dini/dari berbagai sumber)

Selasa, Mei 04, 2010

Goncangan Rumah Tangga

Artikel ini tidak bermaksud memupuk rasa pesimis, apalagi merontokkan niat untuk menyempurnakan separo agama yaitu menikah. Tapi kumohon simpanlah sebagai bekal dalam menghadapi samudera berumah tangga. Semoga bagi kedua mempelai siap menjadi pasangan berbahagia dan siap pula menghadapi derita. Karena suka dan duka itu ibarat dua sisi mata uang. Keduanya sangat dekat.
>

Berikut sejumlah masalah rumah tangga yang menghinggapi pernikahan, hasil interview dengan orang-orang yang sudah berpengalaman he3

1. Rasa cemburu

Kata orang, cemburu itu adalah bumbu percintaan. Tapi kalau masakan kebanyakan bumbu, rasanya juga ngga enak. Ketidakmampuan menempatkan hal-hal apa saja yang harus dicemburui atau tidak perlu, akhirnya bisa berimbas kepada hal-hal negatif. Cemburu yang tidak pada tempatnya dapat menjerumuskan kita melakukan hal-hal yang bodoh, memicu pertengkaran, merusak hubungan bahkan sampai membunuh pasangan !!

2. Persoalan ekonomi

Persoalan ekonomi juga salah satu yang bisa mengusik keharmonisan rumah tangga. Maaf, menikah tidak cukup hanya bermodal cinta. Beras harus dibeli dengan uang, sekolah pakai uang, bahkan sakitpun perlu uang. Nyaris tidak ada yang gratis hidup di jaman sekarang. Harga aneka kebutuhan hidup melambung tinggi, sementara pendapatan keluarga tidak kunjung naik. Tidak sedikit para istri yang memutar otaknya dalam mengelola keuangan rumah tangga. Sedangkan berapa banyak suami yang mengalami kesulitan mencari pekerjaan dan berusaha keras mempertahankannya. Jika hal ini, tidak disikapi dengan sikap kerja keras dan tanggung jawab dari suami serta kecerdasan dan sikap qona’ah seorang istri, tentunya kehidupan rumah tangga jauh dari ketentraman. Suami mencurigai istri tidak jujur dalam mengatur uang belanja. Di sisi lain, membengkaknya anggaran belanja ditanggapi istri dengan keluhan pada suami, tidak puas terhadap apa yang dimiliki dan membanding-bandingkannya dengan orang lain. Persoalan ekonomi yang tak terselesaikan bisa menyeret rumah tangga ke ujung perceraian.

3. Perselingkuhan

Selingkuh, menjadi faktor dominan penyebab perceraian di beberapa kota di Indonesia. Kehidupan sekarang yang sangat jauh dari nilai-nilai agama, telah membuka lebar pintu perselingkuhan. Di tempat-tempat umum, seperti lingkungan kampus, kantor-kantor, biasa kita lihat pria-wanita jalan atau makan bersama, berdua saja, padahal masing-masing sudah menikah. Alasannya, mereka tidak punya perasaan apa-apa satu sama lain. Ada baiknya kita merenungi peribahasa lama ; bila tak ingin dilebur ombak, jangan bermain di tepi pantai. Ada orang yang senang bermain di tepi jurang perbuatan haram, dan sebagian kemudian jatuh ke dalamnya. Rutinnya kebersamaan dengan lawan jenis, memunculkan kecenderungan berpaling ke lain hati. Ketidakpuasan di rumah tangga sering kali disalurkan melalui curhat pada pria atau wanita idaman lain. Alasannya, suami atau istri mereka tidak mau mendengarkan. Meski tidak ada tendensi untuk berselingkuh, bukankah hal itu sudah mendekatkan diri kepada perzinaan ? Bukan sekali atau dua kali, karena keseringan curhat, ada kecocokan, akhirnya terjadi ’pagar makan tanaman’. Ironis memang !!

Bro and Sis .. dengan beberapa contoh di atas, semoga bisa memberikan gambaran bahwa mengayuh biduk rumah tangga tidaklah mudah. Ada saja kerikil tajam menghadang. Hidup bersama orang lain terkadang tidak sejalan. Ada perbedaan-perbedaan pandangan dan sikap yang kerap terjadi dalam perjalanan. Terkadang, perbedaan itu bisa bikin kita bete. Si cowok menjauh untuk meredam amarahnya, si cewe masuk ke dalam kamar, meluk guling sambil berlinangan air mata (hiks .. hiks)

Inilah pernikahan manusia, bukan pernikahan cinderella, yang endingnya hanya sampai pada pesta pernikahan mereka. Tidak pernah diceritakan perjalanan rumah tangga mereka selanjutnya. Barang kali para pendongeng kisah klasik itu tidak mampu menceritakannya sampai akhir.

Tetapi tetaplah optimis ! Dimana ada permasalahan, selalu ada jalan keluar (ingat QS Al-Insyirah : ). Alloh swt telah mengutus Muhammad saw sebagai teladan dan Al-Quran yang mulia sebagai pedoman hidup kaum muslimin.

Benar Rasulullah saw adalah sosok utusan Alloh, tetapi bukankah istri-istri beliau tetap wanita biasa ; yang memiliki hasrat seperti wanita pada umumnya ? Kalau kita membaca siroh beliau, ternyata rumah tangga beliau pun tidak luput dari goncangan tersebut. Namun demikian persoalan itu dapat teratasi karena beliau memiliki istri-istri dari kalangan wanita terbaik. Di kala berbuat kesalahan dan diingatkan akan hal tersebut, mereka segera berlari menuju ampunan Alloh swt. Itulah kekuatan keimanan. Kekuatan yang akan mendorong seseorang untuk ikhlas hidupnya diatur oleh Alloh swt.

”Wanita itu dinikahi karena empat perkara, karena kecantikan, keturunan, hartanya, dan karena agamanya. Pilihlah karena yang agamanya, niscaya dirimu selamat”

Wallahu’alam bish showab

*disarikan dari buku ”Bukan Pernikahan Cinderella” by Iwan Januar

Jumat, Oktober 23, 2009

Keluarga Sakinah 23 Oktober 2009 : Tips Cegah Pria Idaman Lain

Pada Jum'at, 23 Oktober 2009, pukul 11.00-12.00 wita, Keluarga Sakinah di Abdi Persada FM mempersembahkan tema “Tips Cegah Pria Idaman Lain" dengan nara sumber tetap Ustadzah Herawati Diah dan announcer Dini. Berikut ringkasan dialognya :


Dalam kehidupan ini, tidak hanya suami yang tergoda oleh wanita lain, ternyata istripun punya peluang untuk mencari pria idaman lain (PIL). Hal ini juga termasuk kondisi yang berbahaya. Di mana kedudukan wanita itu sangat mulia dalam pandangan Islam. Jika rusak wanitanya maka rusaklah negaranya.

Oleh karena itu ada peran suami yang harus dijalankan agar istri tidak berpaling darinya, yaitu :

1. Suami sebagai pemimpin rumah tangga

Sudah digariskan oleh agama, laki-laki adalah pemimpin untuk dirinya, istri, anak dan masyarakatnya. Dan Allah akan meminta pertanggungjawaban atas semua hasil kepemimpinan itu. Agar bisa menjalankan perannya, maka suami harus punya karakter dan jiwa kepemimpinan. Diantaranya memiliki keyakinan yang kokoh, optimismisme yang besar, keberanian, paling mudah memaafkan, tidak boleh lemah terhadap penyimpangan dan paling jujur.

2. Suami sebagai pelindung keluarga

Pelindung keluarga maksudnya adalah mampu menjaga, memelihara dan mengarahkan anggota keluarganya kepada ridho Allah swt.

3. Memberikan nafkah yang halal bagi keluarganya

Tanggung jawab nafkah merupakan milik ekslusif laki-laki sebagai suami. Apapun keadaannya, seorang istri tidak wajib mencari nafkah untuk dirinya. Apalagi menanggung suami. Kewajiban memberikan nafkah ini haruslah nafkah yang halal sehingga keluarga akan mendapatkan berkah dari Allah swt. Tentunya dengan doa dan kerja keras.

4. Mendidik keluarga

5. Mampu menggali potensi yang dimiliki oleh keluarganya

Agar mampu menjalankan perannya, suami dapat menerapkan kiat-kiat berikut :

1. Membimbing istri untuk beribadah kepada Allah swt
2. Menggauli istri dengan cara yang ma'ruf
- mampu mengendalikan emosi
- memenuhi kebutuhan sandang dan pangan
- memenuhi kebutuhan batin istri
- menjaga kehormatan istri dengan perkataan yang baik
- pandai menghibur istri
- membantu istri meringankan kewajibannya mengurus rumah tangga
- membantu istri berbakti kepada orang tuanya

Semoga ringkasan acara Keluarga Sakinah di Abdi Persada FM ini menginspirasi Anda semua. Terima Kasih. (Dini)

Jumat, Oktober 16, 2009

Keluarga Sakinah, 16 Oktober 2009 : 4 Langkah Mencegah Hadirnya Orang Ketiga

Keluarga Sakinah, Jum'at, tanggal 16 Oktober 2009 pukul 11.00-12.00 wita bersama Ustadzah Herawati Diah. Sebuah program acara yang membahas seputar persoalan rumah tangga. Edisi kali ini kami membahas tentang "Usaha Preventif Mencegah Hadirnya Orang Ketiga".


Menurut beliau, problema rumah tangga yang sangat pedih dirasakan ketika hadirnya orang ketiga. Tujuannya tentu ingin merusak bahtera rumah tangga. Biasanya orang ketiga hadir karena :
1. Si Suami tergoda dengan gadis yang lain (karena lebih cantik daripada istri)
2. Si Istri tergoda dengan pimpinan kantor (karena sering bertemu dan berinteraksi)
3. Mantan pacar misalnya masih sering telpon2an
4. Sulit melupakan mantan pacar
5. Akibat antar-jemput misalnya sama2 satu jalan akhirnya jadi pulang dan berangkat ke kantor bersama
6. Dendam kepada pasangan misalnya pernah disakiti atau diselingkuhi sehingga balas dendamnya dengan mencari orang ketiga
7. Pasangan kurang berkembang, misalnya hanya dirumah saja, tidak mau diajak jalan-jalan, dandan seadanya dan lain2
8. Sulit memberi maaf terhadap kesalahan pasangan

Solusinya secara umum adalah dengan senantiasa mengevaluasi diri masing-masing dan memperbaikinya.

Ustadzah Herawati Diah juga mencermati hadirnya orang ketiga bisa disebabkan adanya beberapa kebiasaan di rumah tangga yang mulai merosot. Penyebabnya mungkin karena kurangnya pendidikan agama, arus budaya modern dan lain-lain. Padahal jika kebiasaan-kebiasaan yang sepele ini dilakukan maka akan mampu mengikat rasa kasih sayang suami, istri dan anak-anaknya.

Kebiasaan-kebiasaan itu adalah :

1. Saling menyejukkan hati
Caranya dengan sering bertatap muka, saling mendengarkan, menampakkan wajah yang berseri-seri dan perkataan yang baik. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Sesuai HR. Imam Ahmad dan Bukhari bahwa Rasulullah saw tidak pernah menampakkan wajah yang tidak menyenangkan setiap kali bertatap muka dengan orang.

Tentunya kebiasaan ini hendaknya dilaksanakan oleh suami dalam mendidik istri dan anak-anaknya. Justru ini akan menambah ikatan rasa kekeluargaan.

2. Makan Bersama
Ini juga merupakan satu kebiasaan yang sudah luntur di masyarakat. Saking sibuknya, pagi-pagi suami dan istri berangkat ke kantor. Makan bersama teman-teman sekantor yang belum sempat sarapan. Trus makan siang juga seperti itu. Makan malam ngga sempat karena sorenya ada syukuran atasan misalnya. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut maka akan membuka peluang hadirnya orang ketiga. Karena satu selera, satu tujuan, diselingi dengan acara curhat. Isinya membeberkan kekurangan pasangan masing-masing. Na'udzubillah min dzalik

Di dalam makan bersama ternyata terdapat berkah yang banyak, lebih mengenyangkan, lebih hemat. Ketika berkumpul di meja makan, si suami dapat memberikan nasehat berupa keteladanan (menunjukkan sesuatu tentang bersyukur kepada Allah, berdoa sebelum makan, etika makan dsb). Sehingga keterikatan antar anggota keluarga akan semakin erat.

3. Pandai Mengobati Hati
Kadang-kadang ada salah pada ucapan dan sikap dari salah satu pasangan. Suami atau istri harus mampu mengobati hati dengan sikap suka memaafkan, lapang dada menerimanya dan sabar dalam memperbaiki kesalahan tadi.

4. Menebarkan Salam
Kebiasaan ini kadang dianggap hanya untuk keluarga muslim atau hanya diucapkan pada acara formal. Padahal salam ini merupakan doa. Masuk atau keluar rumah, ucapkan salam. Untuk mempererat rasa kasih sayang diantara anggota keluarga dengan ucapan salam dan mencium tangan. Akan selalu teringat jika suami berangkat ke kantor dengan diiringi senyuman, salam dan cium tangan dari seorang istri.

Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi anda dalam menjalani kehidupan rumah tangga .. (dini)

Minggu, Juli 12, 2009

KEPADA PEMIMPIN BANGSA



KEPADA PEMIMPIN BANGSA

(Untaian kata hati seorang ibu untuk buah hatinya)


Untuk pemimpin negeriku yang terhormat

Apakah kau tahu apa yang kami rasakan ?
Ketika darah itu mengalir
Ketika tangisan itu hadir
Ketika senyuman itu mengukir
Ketika si mungil benar-benar lahir
Semuanya tak pernah terpikir
Kecuali rasa syukur yang hadir


Apakah kau tahu apa yang kami harapkan?
Ketika kubelai rambutnya
Kukenalkan Allah sebagai Tuhannya
Yang tiada Illah selain daripada-Nya
Kusodorkan Muhammad sebagai Rosulnya
Yang tiada seorangpun selainnya yang patut dijadikan teladan hidupnya
Kudoakan parasnya adalah Yusuf, akhlaknya adalah Luqman,
Beraninya adalah Umar, dan hatinya adalah Abu Bakar

Tetapi apakah kau tahu apa yang kami dapatkan?
Sistem kufur telah mengisap darah mereka
Mencuci otak pemikiran mereka
Menjadikan kesenangan dunia diatas segalanya
Dengan asas kebebasan sebagai asas utamanya
Membuat hilang identitas dirinya
Hingga tak satupun yang kini tersisa
Kecuali kehidupan jahiliah dengan pemikiran-pemikiran sampahnya

Ketika kami bertanya ...
Apakah Muhammad saw idolamu?
Bukan, jawabnya
Karena tokoh idolanya tidak ada di televisi
Sukakah engkau dengan lantunan ayat al-Qur'an?
Tidak, jawabnya
Karena lagu cinta lebih bermakna baginya
Tutuplah auratmu dengan jilbab !
Dia pun menolak
Karena Paris tidak pernah mengorbitkannya
Lalu apakah mimpi terbesarmu?
Menjadikan hidup untuk mengejar materi semata

Cukuplah sudah derita hidupku
Kembalikan mereka seperti pintaku
Sebagai penerus, pendobrak dan pelaku perubahan
Demi kejayaan Islam dan kaum muslimin

Tahukah engkau .. wahai pemimpin negeriku?
Keluarga tak cukup mampu untuk melindungi
Kecuali sistem pun ikut peduli
Menjadikan semuanya lebih berarti
Hingga tercipta kesatuan aksi
Antara keluarga, masyarakat dan negara
Yang saling memberi dan melindungi

Kamis, Juli 02, 2009

Renungan Indah Untuk Para Istri Dan Suami

Pada Kam, 25/6/09, levy_nadine@ yahoo.com menulis:

Untuk Istri
(Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Wanita)


Pernikahan atau perkawinan, Membuka tabir
rahasia.

Suami yang menikahi kamu,
Tidaklah semulia Muhammad Saw.,
Tidaklah setaqwa Ibrahim,
Pun tidak setabah Ayyub,
Atau pun segagah Musa,
Apalagi setampan Yusuf.

Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Membangun keturunan yang
soleh .......

Pernikahan atau perkawinan, mengajar kita
kewajiban bersama.

Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah
penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi raja, kamu nikmati anggur
singgasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, kamulah penawar
obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah
memperingatkannya. .

Pernikahan ataupun Perkawinan, mengajarkan kita
perlunya iman dan
taqwa,

Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna di
dalam menjaga,
Pun bukanlah Hajar, yang begitu setia dalam
sengsara,
Cuma wanita akhir zaman, yang berusaha menjadi
solehah.....



Untuk Suami
(Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Laki-laki)

Pernikahan atau perkawinan, Menyingkap tabir
rahasia.

Istri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah.

Justru Istrimu hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, menjadi solehah...

Pernikahan atau perkawinan, mengajar kita
kewajiban bersama.
Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya,
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya,
Istri adalah murid, kamu mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat
bermanjanya.

Saat Istri menjadi madu, kamu teguklah
sepuasnya,
Seketika Istri menjadi racun, kamulah penawar
bisanya,
Seandainya Istri tulang yang bengkok, berhatilah
meluruskannya.

Pernikahan atau perkawinan, menginsyafkan kita
perlunya iman dan
taqwa.

Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Rasulullah, pun bukanlah
Sayyidina Ali
Karamallahhuwajhah,
Cuma suami akhir zaman, yang berusaha menjadi
soleh...