Adalah orang yang melakukan penggalian hukum terhadap nash-nash syara' (Al-Qur'an dan As-Sunnah) atau dengan kata lain berijitihad. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan hukum syara.
Untuk berijtihad, seorang mujtahid harus memiliki berbagai persyaratan seperti yang telah disebutkan para ulama ushul, antara lain harus memiliki penelaahan yang luas terhadap fakta, pemahaman nash yang benar, pengetahuan yang cukup dalam tentang bahasa Arab, pemahaman yang luas tentang masalah syariat serta menguasai dalil-dalilnya.
Keberadaan mujtahid di tengah kaum muslimin dalam setiap waktu dan tempat merupakan suatu fardlu kifayah.
Tampilkan postingan dengan label Kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata. Tampilkan semua postingan
Minggu, Juli 12, 2009
Oedipus Complex
Adalah teori yang lahir dari buah pikiran sesat Sigmund Freud, seorang Yahudi tulen. Teori ini menerangkan ide dan perasaan yang berada dalam alam bawah sadar seorang anak untuk mencintai orang tuanya yang berbeda jenis kelamin dengan dirinya dan berusaha membunuh orang tuanya yang memiliki kesamaan jenis dengannya. Munculnya perasaan kompleks tersebut pada usia 3 sampai 5 tahun. Pada waktu itu, bagi anak laki-laki tumbuh cinta birahi kepada ibunya. Sedangkan terhadap ayahnya justru timbul rasa cemburu, benci dan berusaha membunuhnya. Hal ini disebabkan ayah merupakan rival baginya dalam mencintai dan menguasai sang ibu.
Menurut Dr. Malik B. Badri, teori ini merupakan hasil analisa Freud terhadap dirinya sendiri yang berawal dari pandangan matanya yang liar. Ketika masa kanak-kanaknya, Freud merasakan timbulnya dorongan seksual karena melihat ibunya dalam keadaan tanpa busana.
Teori ini tentu saja bertentangan dengan fitrah manusia dan sangat bertentangan dengan Islam.
Menurut Dr. Malik B. Badri, teori ini merupakan hasil analisa Freud terhadap dirinya sendiri yang berawal dari pandangan matanya yang liar. Ketika masa kanak-kanaknya, Freud merasakan timbulnya dorongan seksual karena melihat ibunya dalam keadaan tanpa busana.
Teori ini tentu saja bertentangan dengan fitrah manusia dan sangat bertentangan dengan Islam.
Label:
Kata
Kamis, Juli 02, 2009
Khasyyah
Ibnu Athaillah As-Sakandari mengatakan dalam kitab Al-Hikam :
"Khoirul 'ilmi ma kaanatil khasyyah ma'ahu" yang artinya ilmu yang paling baik adalah yang disertai khasyyah.
Khasyyah adalah rasa takut kepada Allah swt yang disertai mengagungkan Allah swt. Maka segala jenis ilmu yang tidak mendatangkan rasa takut kepada Allah swt dan juga tidak mendatangkan pengagungan kepada Allah swt maka tiada kebaikannya sedikitpun.
Sehingga untuk mengetahui ilmu kita bermanfaat atau tidak, mendatangkan berkah atau malapetaka, cukuplah kita lihat bekasnya. Jika dengan ilmu itu kita semakin takut kepada Allah swt dan semakin baik ibadah kepada-Nya, maka itulah tanda ilmu kita benar-benar bermanfaat. Namun jika sebaliknya, maka berhati-hatilah.
(Dikutip dari "Ketika Cinta Bertasbih I" karya Habiburrahman El Shirazy)
"Khoirul 'ilmi ma kaanatil khasyyah ma'ahu" yang artinya ilmu yang paling baik adalah yang disertai khasyyah.
Khasyyah adalah rasa takut kepada Allah swt yang disertai mengagungkan Allah swt. Maka segala jenis ilmu yang tidak mendatangkan rasa takut kepada Allah swt dan juga tidak mendatangkan pengagungan kepada Allah swt maka tiada kebaikannya sedikitpun.
Sehingga untuk mengetahui ilmu kita bermanfaat atau tidak, mendatangkan berkah atau malapetaka, cukuplah kita lihat bekasnya. Jika dengan ilmu itu kita semakin takut kepada Allah swt dan semakin baik ibadah kepada-Nya, maka itulah tanda ilmu kita benar-benar bermanfaat. Namun jika sebaliknya, maka berhati-hatilah.
(Dikutip dari "Ketika Cinta Bertasbih I" karya Habiburrahman El Shirazy)
Label:
Kata
Langganan:
Postingan (Atom)