Klinik Motivasi

Tampilkan postingan dengan label Working Hours. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Working Hours. Tampilkan semua postingan

Kamis, Juni 09, 2011

Menghadapi Rekan Kerja Hobi Mengeluh

Sesekali mengeluh tentang si bos atau banyaknya pekerjaan merupakan hal yang wajar dan bisa ditolerir. Namun, bila keluhan itu disampaikan setiap saat, mulai soal pekerjaan sampai makanan, hmmmm ada baiknya anda mengambil jarak.


Pasalnya, keluhan akan menularkan energi negatif yang bisa menurunkan semangat kerja. Sebelum itu, sebaiknya bicarakan hal ini dengannya. Utarakan kalau sikap tersebut bisa memberikan dampak negatif, tidak hanya untuk dirinya tapi juga orang-orang di sekitarnya.

Imbangi juga dengan memberikan masukan positif atau mengalihkan pembicaraan bila ia mula mengungkapkan keluhannya.

Sumber : CHIC edisi 1 - 5 Juni 2011

Senin, September 06, 2010

Last Minute Order

Anda mungkin pernah mengalami hal seperti ini ? Sedang sibuk2nya mengerjakan proposal penting yang bener2 deadline, anda juga masih dibebankan pekerjaan rutin, menjawab telpon yang masuk dan lainnya .. yang juga perlu perhatian .. Tiba2 si bos datang dan menyuruh anda untuk menghadiri pertemuan pada hari itu. Kalau dihitung2, perjalanan pergi-pulang saja untuk menghadiri pertemuan itu sudah memakan waktu 3 jam. Belum lagi, pertemuan itu sendiri akan berlangsung seharian. Jadi, tidak mungkin anda bisa menyelesaikan proposal tepat waktu, jika diselingi dengan menghadiri pertemuan itu.

Nah .. bagaimana menyikapi atasan yang gemar melimpahkan pekerjaan di saat deadline sudah sangat mepet ? Tenang .. hadapi dengan trik berikut ini :


Sikapi dengan Positif

Hal penting yang perlu anda ingat ketika mendapat tugas dadakan adalah tidak terburu2 menunjukkan sikap negatif. Sedikit kesal lantaran mendapat tugas dadakan, itu adalah wajar. Tapi, tidak lantas anda menggerutu atau mengeluh kesana kemari. Cobalah ambil sisi positifnya. Bila si bos sering mempercayakan anda untuk mengerjakan tugas2 penting, mendadak bahkan lebih banyak dari teman yang lain, bisa jadi karena si bos menilai anda sebagai karyawan yang bisa diandalkan dan potensial. Ya .. memang sih ada enaknya dan tidak enaknya jadi karyawan andalan. Tapi ingat .. itu konsekuensi jadi karyawan yang tidak biasa .. iya kan ?

Perlu anda ketahui, ada beberapa atasan yang tidak mudah percaya pada kemampuan anak buahnya. Sehingga anda jangan heran ketika si bos menganggap anda orang yang segala bisa dan cepat dalam bekerja, maka anda akan sering kebagian tugas2 "last minute". Dan apa yang anda lakukan ini, ada nilainya. Bisa jadi diam2, si bos sedang menilai dan mempersiapkan anda untuk mendapat promosi.

Terima atau Tolak

Ketika mendapat tugas dadakan dari atasan, sebagian besar orang cenderung untuk tetap menerima tugas tambahan tersebut tanpa mengeluh. Alasannya takut bos marah atau kecewa. Konsekuensinya, dalam beberapa hari ke depan, anda akan bekerja sampai larut malam demi menyelesaikan tugas sebelumnya.

Atau, ada juga yang menerima tugas dadakan itu tanpa membantah. Namun, kemudian menunda penyerahan tugas sebelumnya. Ketika bos menegur, cukup gunakan alasan bahwa anda mendahulukan tugas baru yang waktu pengerjaannya lebih mendesak. Pilihan ini, juga punya konsekuensi. Si bos biasanya akan merasa kesal karena meski menyuruh anda mengerjakan tugas baru, bukan berarti anda boleh menunda tugas sebelumnya.

Nah .. apapun pilihan anda, pastikan itu adalah langkah terbaik untuk perkembangan karir anda.

Sumber : CHIC - 8-22 September 2010 (Dini)

Senin, Agustus 30, 2010

Setelah Wawancara Kerja

Setelah melewati proses wawancara kerja, anda tentu harap2 cemas menanti hasilnya. Sah2 saja bila anda ingin mem-follow up- hasil wawancara. Yang penting, anda tidak terkesan menuntut.

Ada dua cara yang bisa dilakukan yaitu :

1. Mengirim e-mail

Kirimkan e-mail pada hari yang sama atau sehari setelah wawancara. Ungkapkan rasa terima kasih anda atas kesempatan dan waktu yang telah diluangkan oleh pewancara. Hal ini menunjukkan bahwa anda adalah kandidat yang sopan dan menghargai kesempatan yang telah diberikan.


2. Menelpon

Sebaiknya hal ini dilakukan bila anda dijanjikan tenggat waktu tertentu dan belumm mendapat kabar hingga waktu yang ditentukan. Tapi ingat, anda hanya perlu menelponnya sekali saja. Kecuali bila anda diminta menelpon kembali.

Sumber : CHIC - edisi 8-22 September 2010 (Dini)