Klinik Motivasi

Tampilkan postingan dengan label Speak Up. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Speak Up. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Juli 25, 2009

Boys Never Cry .. Masa Seh ?

Apa pendapat kamu jika ngeliat cowok lagi nangis ? Wew .. mungkin ada yang bilang jijay banget. Cowok gitu loh .. kok nangis ? Soalnya ada satu ‘aturan’ yang ngga tertulis dalam dunia ini (ciee .. bahasanya), bahwa yang namanya cowok itu dilarang meneteskan airmata. Kecuali kalo kelilipan ato kecolok golok *sadis mode on. Kalo cowok gampang mencucurkan airmata apalagi jejeritan .. bisa disebut banci. Cowok-cowok lain pasti bilang,”Kayak cewek aja .. loe,” abis itu bakalan didaftarin ikut acara “Be A Man”.


Ngga cuman cowok, mayoritas cewekpun bilang seperti itu. Di mata cewek (aku mewakili neh .. hehehe), cowok itu harus tegar, kuat dan tahan banting. Biarlah kaum cewek aja yang menumpahkan airmata (siap-siap ember neh). Justru cowok yang harus mampu nguatin hati dan iman. Seperti Tommy page bilang “I will be your shoulder to cry on”. Maksudnya bahu cowok sebagai tempat cewek nangis, bukan sebaliknya.

Tapi emang bener ga seh pendapat seperti itu ? Padahal cowok juga manusia (ampun .. “Candil Serius” banget ...). Maksudnya sama dengan cewek, Allah swt juga ngasih kelenjar airmata ama cowok. Masa seh udah dikasih, cowok ngga boleh nangis ?

”Aku bukanlah superman, aku juga bisa nangis, jika kekasih hatiku, pergi meninggalkan aku,” ini kata The Lucky Laki. Konon lagu ini terinspirasi dari pengalaman cinta Dhani Ahmad – pencipta sekaligus ayah dari personil The Lucky Laki - waktu SMP dulu. Tu .. kan ternyata ngga hanya cewek yang nangis, cowok juga tuh. Banyak alasan kenapa cowok juga bisa meneteskan airmata. Bisa karena patah hati pas diputusin ceweknya. Bisa juga karena berpisah dengan orang tua, karena harus kuliah ato kerja di tempat lain. Tertimpa musibah berupa kematian keluarga. Bahkan mungkin abis nonton film ”Titanic” (halah .. bener-bener melo neh).
Intinya yang namanya cowok itu boleh nangis. Bukannya hanya karena ini sesuatu yang wajar tapi juga ternyata menangis itu baik untuk kesehatan. Menurut Hasan bin Muhammad dalam bukunya “Dahsyatnya Terapi Air Mata” diungkapkan bahwa air mata secara nyata bekerja membersihkan mata. Ia memiliki peran yang sangat penting dalam meringankan beban batin. Jika tidak disalurkan bisa berpeluang memunculkan beberapa penyakit. Semisal penyakit luka pada lambung, tekanan darah tinggi (hipertensi) dan radang usus besar. Kemudian Dr. Muhammad Abdullatif Bulthiyah, seorang dokter spesialis mata berpendapat bahwa air mata membantu kelenturan kelopak mata, membantu melindungi mata dan berfungsi sebagai alat pencuci mata serta memelihara mata dari penyakit kekeringan. Para ilmuwan kedokteran jiwa juga berpendapat bahwa menangis sangat berguna dalam pengobatan tekanan syaraf ( stres). Masih kurang ? Ini ada kajian ilmiah mengungkapkan bahwa cewek lebih banyak menangis empat kali lipat dari pada cowok. Karena mereka mempunyai kelenjar-kelenjar air mata yang bentuknya lebih besar dari pada kelenjar laki-laki. Para ilmuwan mensinyalir bahwa inilah yang menyebabkan perempuan mampu hidup lebih lama dari pada laki-laki. Karena perempuan dapat menetralisir racun dari tubuhnya melalui air mata. Karena airmata memiliki kemampuan handal membunuh microba yang sangat berbahaya karena mengandung unsur lizorium yang beracun.

Gimana dengan penjelasan tadi ? Cowok-cowok .. masih malu untuk nangis ? Ngga dunk .. biasa aja lagi. Oke .. meskipun menangis itu boleh tapi bukan berarti diobral seribu tiga. Di depan cewek. Wah .. dikira ntar airmata buaya hehehe jangan sampai deh !

Para cowok juga harus tahu hal apa aja yang pantas ditangisi. Biar nangisnya bisa jadi ibadah dan dapet pahala dari Allah swt. Misalnya, nggak pantas cowok atopun cewek apalagi dia muslim menangisi Goerge W. Bush seandainya dia koit. Apalagi sampai mendoakan agar dia diterima iman dan amalnya. Lha wong dia memusuhi Islam dan membunuhi kaum muslimin, ya mana bisa diterima baik-baik sama Allah. Pastinya dia bakal nyungsep ke neraka jahanam !

Begitu juga seorang muslim ngga pantes nangis karena diputusin pacar. Justru dia harus bersyukur dan seneng kalau bisa berhenti pacaran, karena sudah menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.

Nah .. di bawah ini ada beberapa tangisan yang dibolehkan dan dianjurkan agama, yakni :

a. Saat mendapat musibah, seperti kematian orang yang dikasihi.

Imam Muslim meriwayatkan bahwa suatu ketika salah seorang putra Rasulullah saw. sakit keras. Kemudian beliau memangkunya sedangkan nafas anak itu telah tersengal-sengal. Maka jatuhlah air mata Rasulullah saw. membasahi pipi. Sahabat beliau, Sa’ad bin Ubadah ra. yang menyaksikan hal itu bertanya, “Apakah air mata ini (mengapakah engkau menangis sedang engkau melarang meratap)?” Rasulullah saw. menjawab, “Air mata itu bukti rahmat yang telah diletakkan Allah dalam hati hambaNya. Sesungguhnya Allah akan mengasihi hamba-hambaNya yang berkasih sayang pada sesamanya.”

b. Nangis karena inget dosa, takut pada Allah.

Rasulullah saw. pernah bersabda, “Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut pada Allah hingga air susu masuk lagi ke dalam payudara.”(HR. Tirmidzi).Tu kan .. jangan pernah lupa ama dosa-dosa, apalagi sampe nyombongin diri. Amit-amit. Ada baiknya kita renungkan kesalahan yang udah kita lakuin; ngelawan ortu, bohong, lupa shalat 5 waktu, ngelirikin cewek, ngegodain cewek, dsb. Rasulullah saw. juga pernah ngingetin kita supaya nggak ngebanggain amal baik kita karena belum tentu diterima Allah, dan jangan ngelupain dosa-dosa yang udah kita kerjain karena Allah pasti mencatatnya. So, menangislah jika kita pernah berbuat kesalahan, itu tanda hambaNya yang beriman.

c. Nangis waktu membaca atau mendengar al-Quran.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa saat Rasulullah saw. mendengar sahabat Nabi saw. yang bernama Abdullah bin Mas’ud membaca Al Qur’an, beliau mencucurkan air mata. Begitu pula Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq adalah orang yang sering menangis saat membaca al-Quran.
Menangis saat membaca al-Quran adalah tanda kekhusyu’an. Hal inilah yang dicontohkan oleh para sahabat Nabi Muhammad saw. Kalau mereka membaca ayat-ayat tentang neraka, mereka menghentikan sejenak membacanya lalu berdoa sambil menangis, berharap mereka bukan termasuk penghuninya. Lalu saat membaca ayat-ayat yang berkisah tentang surga, mereka juga menangis dan berdoa, berharap agar termasuk ke dalam golongan penghuninya.

Selain itu, para ulama juga menganjurkan kita untuk menangis saat membaca al-Quran. Mereka juga bilang, kalau kita tidak bisa menangis saat membaca ayat-ayat Allah, maka menangislah karena hal itu memang pantas ditangisi. Khawatir hati kita sudah menjadi batu, tidak tergetar dengan ayat-ayatNya. “Orang-orang yang jika disebut nama Allah bergetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah keimanannya.” (QS al-Anfal [8]: 2)

d. Nangis waktu shalat.

Ini bukan karena kaki kita keinjek makmum sebelah kita. Tapi menangis karena perasaan takut dan cinta kepada Allah. Bro, Rasulullah saw. dan para sahabatnya adalah orang-orang yang terbiasa menangis ketika shalat. Pernahkah kita demikian? Semoga

Wallahu’alam

Dini

Kamis, Juli 02, 2009

Doa

Rosulullah saw bersabda :
“Siapa yang ingin doanya dikabulkan dalam waktu sempit, maka hendaklah ia memperbanyak doa di waktu lapang.”


Sebuah hadist, yang jika kita baca dengan hati, semoga dapat membuat kita sadar untuk mengingat Allah di manapun dan dalam keadaan apapun.

Pernahkah kita terpikir untuk memperbanyak doa di waktu lapang? Di awal bulan pas gajian saat uang kita masih banyak, saat badan kita sehat, saat kita bahagia.

Biasanya kita baru memperbanyak doa di waktu dunia menjadi sempit. Saat menjelang ujian, saat kita sakit parah, di hari pertama kalo lagi ‘dapet’, saat sedang ‘kere’, saat kita sedang kesal ma temen sekantor atau saat jodoh tak kunjung datang,.

Padahal Allah swt lebih cinta kepada kita bila selalu banyak mengingat Allah pada saat lapang. Karena biasanya orang yang mengingat Allah di waktu lapang, akan ingat pula kepada Allah di waktu sempit. Sebagai balasannya, Allahpun akan memuluskan setiap permintaan kita di waktu sempit.

Jadi, ingatlah Allah swt! Karena Dia adalah tempat meminta dan mengadu. Berdoa jauh lebih baik daripada berdiam diri dalam menghadapi permasalahan hidup. Sesulit apapun masalah yang kita hadapi, yakin saja bahwa kita tak sendiri. Ada Allah swt, Rabbul ’alamin yang menyertai kita.

Syukur


Dari Anas bin Malik ra, Rosulullah saw bersabda :
"Sesungguhnya Allah swt sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (Alhamdulillah) selesai makan dan minum." (HR. Muslim)


Bersyukur berarti memuji kebesaran Allah swt. Seorang mukmin hendaknya bersyukur pada Sang Kholiq atas segala nikmat yang diberikan setiap detik. Tapi tentu saja, sekedar lewat lisan belumlah cukup! Terlebih lagi jika hanya lisan yang mengucap syukur, namun di saat yang sama masih bergelimang maksiat.

Tiga syarat syukur yaitu mengakui nikmat dengan hati, mengucap Alhamdulillah dengan lisan, dan menggunakan nikmat dalam rangka ketaatan pada Allah swt. Hendaklah semua itu berjalan harmonis. Menggunakan nikmat ke jalan yang diridhoi-Nya, bukan untuk mengerjakan perkara yang "mengundang" kemurkaan-Nya.

Wallahu'alam bis Showab

Dini

Tiga Peristiwa Penting di bulan Suci Rajab Edisi III (Tamat)

Runtuhnya Kekhilafahan di Turki

Tepat 28 Rajab 1430 H ini, kita telah memperingati 87 tahun momentum yang paling menyakitkan bagi umat Islam di seluruh dunia, yaitu runtuhnya Khilafah. Tanggal 28 Rajab 1342 H, bertepatan dengan 3 Maret 1924, Kemal Attaturk (seorang agen Inggris), secara resmi membubarkan Kekhilafahan Turki Utsmani. Malam harinya, tengah malam, Khalifah Islam terakhir, Sultan Abdul Majid, diusir!


Empat bulan kemudian, 24 Juli 1924, Perjanjian Laussane ditandatangani. Di antara isinya, Inggris mengakui kemerdekaan Turki sekaligus menarik pasukannya dari Turki. Merespon sikap Inggris ini, seorang perwira Inggris saat itu memprotes Menteri Luar Negeri Inggris, Curzon. Dengan enteng Curzon menjawab, “Yang penting, Turki telah kita hancurkan dan tidak akan pernah bangkit lagi, karena kita telah menghancurkan kekuatan spiritualnya, yaitu Khilafah dan Islam!” (Zallum, 2001: 184).
Curzon benar. Setelah sekitar 84 tahun menjadi republik, menerapkan hukum-hukum Barat sekular, dan membuang hukum-hukum Islam, Turki memang tidak pernah bangkit; kemakmuran tidak pernah terwujud; dan cita-cita untuk menjadi negara modern seperti Eropa tidak pernah terbukti. Turki bahkan nyaris bangkrut. Pada tahun 1994, 1 US$ dihargai 10.000 Turkish Lira (uang Turki). Pada tahun 2004, 1 US$ setara 1.500.000 Turkish Lira. Turki telah lama mengalami mega inflasi (di atas 100% pertahun). Di Turki ongkos naik bis kota pernah mencapai sejuta! (Fahmi Amhar, 2004).

Bandingkan kondisi Turki saat masih dalam wadah Khilafah dan menerapkan syariah. Tentang Kekhilafahan Turki Utsmani, Paul Kennedy, seorang pemikir Barat, menulis, “Imperium Utsmani lebih dari sekadar mesin militer; ia telah menjadi penakluk elit yang telah mampu membentuk satu kesatuan iman, budaya dan bahasa pada sebuah area yang lebih luas dibandingkan dengan yang pernah dimiliki oleh Imperium Romawi…” (Paul Kennedy-The Rise and Fall of The Great Powers: Economic Change an Military Conflict from 1500 to 2000).

Kehebatan dan keagungan Khilafah Islam bukan hanya pada masa Turki Utsmani, tetapi juga pada masa-masa Kekhilafahan sebelumnya, baik Abbasiyah, Umayah dan tentu saja masa Khulafaur Rasyidin. Tentang ini, Paul Kennedy, kembali menulis, ”Dalam beberapa abad sebelum tahun 1500, Dunia Islam telah jauh melampaui Eropa dalam bidang budaya dan teknologi. Kota-kotanya demikian luas, rakyatnya terpelajar, perairannya sangat bagus. Beberapa kota di antaranya memiliki universitas-universitas dan perpustakaan yang lengkap dan memiliki masjid-masjid yang indah. Dalam bidang matematika, kastografi, pengobatan dan aspek-aspek lain dari sains dan industri, kaum Muslim selalu berada di depan.” (Paul Kennedy-The Rise and Fall of The Great Powers: Economic Change an Military Conflict from 1500 to 2000).

Akibat kehancuran khilafah ini, umat Islam terhinakan di semua bidang sampai sekarang. Berbagai tragedi datang silih berganti. Negeri-negeri Islam menjadi terpecah belah. Menjadi Negara-negara kecil yang lemah. Terbagi-bagi atas dasar letak geografis dan nation (kebangsaan) yang direkayasa oleh penjajah Barat. Saling bertikai satu sama lainnya atas dasar kepentingan nasional masing-masing. Indonesia-Malaysia berebut Ambalat. Pakistan, dengan rela menjadikan daerahnya menjadi pangkalan militer penjajah yang memudahkan mereka menyerang Afghanistan. Negara-negara Arab di Timur Tengah, dengan rela menyediakan fasilitas pangkalan militer bagi tentara AS. Dari pangkalan militer di negeri Islam itulah AS dan sekutu-sekutunya menyerang negeri-negeri Islam lainnya.

Hidup tanpa Daulah Khilafah telah menyebabkan terlantarnya hukum-hukum Allah, terutama dalam masalah negara dan kemasyarakatan. Hal ini berarti malapetaka. Karena setiap pengabaian terhadap hukum Allah, jelas akan menyengsarakan kaum Muslim. Mereka mengalami kemunduran yang luar biasa dalam berbagai bidang kehidupan. Secara politik, mereka tunduk terhadap permainan politik negara-negara penjajah. Di bidang ekonomi, hampir sebagian besar negeri-negeri Islam terkategori negeri-negeri berkembang dan miskin. Kekayaan alam mereka dieksploitasi untuk kepentingan penjajah Barat. Lewat mekanisme utang luar negeri, mereka dijerat untuk tunduk kepada kepentingan kapitalisme Barat. Pendidikan juga sama nasibnya. Pendidikan yang berlandaskan sekuler di negeri-negeri Islam telah mencetak generasi-generasi pemuda Islam yang jauh dari akar Islam dan anarkis. Seks bebas, terlibat narkoba, gemar minuman keras menjadi bagian yang tak terpisahkan dari generasi Islam saat ini. Di bidang pidana, tidak diterapkannya hukum-hukum Allah telah menyebabkan membengkaknya perkara-perkara kriminalitas seperti pemerkosaan, pelacuran, pembunuhan dan perampokan.

Ketiadaan Daulah Khilafah Islamiyah juga berakibat fatal bagi perlindungan nasib kaum muslim. Mereka tidak lagi memiliki pelindung, yang merupakan salah satu tugas Khalifah. Akibatnya penjajah Barat dengan gampang dan mudah membantai kaum muslim, tanpa mendapat perlawanan yang berarti. Hidup menderita di kamp pengungsi adalah penderitaan lain yang dialami kaum muslim. Hingga saat ini pembantaian terhadap kaum muslim terus terjadi di Afghanistan, Palestina, Asia tengah, Thailand dan negeri-negeri Islam lainnya.

Oleh karena itu, menerapkan sistem Islam melalui tegaknya daulah khilafah islam merupakan perkara utama bagi kaum muslim. Karena dalam naungan khilafah, kita akan mendapatkan kemuliaan sebagaimana yang pernah dirasakan oleh generasi mukmin sebelum kita.

Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Dini

Tiga Peristiwa Penting di bulan Suci Rajab Edisi II

Pembebasan Baitul Maqdis

Peristiwa ini diawali dengan berhasilnya wilayah Mesir kembali ke pangkuan Khilafah. Sebelumnya Bani Fathimiyyah melakukan pemberontakan kepada Khilafah dan memisahkan Mesir dari Khilafah pada tahun 359 H. Dengan kata lain, Sholahuddin dan sebelumnya Nuruddin, keduanya belum berhasil membebaskan Palestina dari tangan-tangan kotor kaum salib, kecuali setelah wilayah yang menjadi bagian Khilafah (yakni Mesir) itu berhasil dikembalikan ke pangkuan Khilafah.


Kemudian, pada masa Khalifah ‘Abbasiyah, an-Nashir, yaitu ketika Sholahuddin menjadi wali Mesir dan Syam, Allah memberikan pertolongan kepada kaum Muslim melalui kepemimpinan Sholahuddin. Sehingga mereka bisa membebaskan Masjid al-Aqsha. Sholahuddin kemudian mengirimkan kabar gembira itu kepada Khalifah ‘Abbasiyah, an-Nashir. Kaum Muslim pun menggemakan takbir dan tahlil atas kemenangan agung tersebut. Mereka juga memanjatkan puja dan puji kepada Allah swt atas semua karunia dan nikmat-Nya.

Setelah institusi Khilafah Islam dihapus, Israel telah melakukan kebiadaban di luar batas kemanusiaan terhadap umat Islam sejak puluhan tahun lalu. Sejak tahun 1947 tercatat 23 kali peristiwa pembantaian umat Islam yang dilakukan tangan-tangan najis bangsa kera tersebut. Sejak tahun 1967, 18.147 rumah warga Palestina dihancurkan. Sejak tahun 1992, lebih dari 65 resolusi DK PBB dikeluarkan untuk menghentikan tindakan brutal Israel. Namun, tak satu pun yang dilaksanakan PBB. Sejak tahun 2000, lebih dari 33.034 warga Palestina cedera, 4.876 tewas, termasuk 1050 anak-anak.

Masih lekat di benak kita tentang peristiwa agresi militer Israel terhadap Palestina di akhir tahun yang lalu. Jet-jet tempur Zionis Israel membombardir seluruh wilayah Jalur Gaza. Rumah-rumah warga, masjid dan fasilitas umum menjadi target bombardemen Israel. Korban jiwa berjatuhan. Lembaga Pusat Hak Asasi Manusia (HAM) Palestina menegaskan bahwa agresi Israel selama tiga pekan awal tahun lalu di Jalur Gaza menelan korban 1434 syuhada, di antara jumlah itu 960 warga sipil, 239 anggota polisi dan 235 pejuang perlawanan. Dari 960 warga sipil yang gugur, 288 adalah anak-anak, 121 wanita, 235 personel polisi gugur di hari pertama operasi serangan udara. Sedangkan Depkes Palestina sendiri mencatat bahwa 5303 korban luka-luka, 1606 anak-anak dan 828 wanita.

Ironisnya, para penguasa negeri-negeri Islam hanya diam. Mereka tidak melakukan apa-apa, selain melontarkan kecaman tanpa arti. Selebihnya, mereka sekadar `berbasa-basi' dengan menggelar pertemuan tingkat tinggi yang tak berguna. Seakan hal itu merupakan perbuatan yang pantas dan cukup sebagai seorang pemimpin. Padahal setiap detik, setiap nyawa manusia siap melayang di tangan Israel. Kemudian bagaimana mungkin mereka menjadikan panggung sandiwara' PBB dengan sutradaranya AS dkk (dengan hak vetonya) sebagai tempat bergantung. Mereka seolah lupa bahwa sebenarnya `sang sutradara'-lah yang menjadikan Israel saat ini ada dan eksis. Setiap hari Amerika membantu Israel $6,8 juta, yang dibelanjakan untuk alat-alat perang dan kepentingan pertahanan Israel. Bom-bom yang ditumpahkan di penduduk Gaza tahun kemarin adalah bom-bom yang baru pertengahan Desember 2008 dibeli dan dipasok oleh AS. Sementara itu, rancangan resolusi DK PBB diveto AS dan Inggris dengan alasan tidak seimbang jika tidak menekan Hamas agar menghentikan serangan.

Hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa pembebasan al-Quds dan al-Aqsha itu adalah, bahwa siapa saja yang mencintai al-Aqsha dan pembebasan al-Aqsha, maka dia wajib melakukan upaya yang serius dan bersungguh-sungguh untuk mendirikan satu negara bagi kaum muslim, yaitu Khilafah Rasyidah berdasarkan manhaj kenabian. Khilafah ini yang akan mencabut entitas Yahudi hingga ke akar-akarnya, dan mengembalikan Palestina secara meneyluruh ke pangkuan negeri-negeri Islam, tanpa harus kompromi atau berdamai dengan Yahudi. Jika saat ini mereka belum mampu, paling tidak mereka harus tetap mempertahankan kondisi perang dengan negara Yahudi itu sampai lahir orang yang dimuliakan oleh Allah swt untuk membebaskan Palestina. Dengan begitu, dia berhak mendapatkan kemenangan yang agung. (bersambung)

Tiga Peristiwa Penting di bulan Suci Rajab Edisi I

Tidak terasa kita kembali memasuki bulan Rajab 1430 H. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram atau yang dimuliakan Allah swt. Terdapat tiga peristiwa penting di bulan suci Rajab. Peristiwa pertama adalah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada 27 Rajab. Kedua, adalah pembebasan Baitul Maqdis pada 27 Rajab tahun 583 hijriah dari kaum Salib. Ketiga, tragedi penghancuran khilafah oleh Inggris pada tanggal 28 Rajab tahun 1342 hijriah atau 3 Maret 1924.


Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Dalam Isra, Nabi Muhammad SAW "diberangkatkan" oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa dengan menaiki buraq .Buraq adalah kendaraan yang tercepat dan tidak ada yang bisa menandingi kecepatannya.Buraq ini bergerak cepat dari Masjidil Haram sampai Masjidil Aqsa dari Mekah sampai Yerussalem dalam waktu beberapa jam saja.Lalu dalam Mi'raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi.

Ada beberapa poin yang dapat kita jadikan motivasi untuk lebih memahami hikmah dan bersungguh-sungguh dalam memaknai peristiwa agung ini, antara lain:

Pertama, penyucian hati.

Telah diriwayatkan, bahwa sebelum Nabi Muhammad saw. dibawa Malaikat Jibril, beliau dibaringkan, kemudian dibelah dadanya; hatinya dibersihkan dengan air zamzam. Apakah hati Rasulullah saw. kotor? Pernahkah Rasulullah saw. berbuat dosa? Apakah Rasulullah saw. punya penyakit dendam”, dengki, iri hati, hasud, atau berbagai penyakit hati lainnya? Tidak. Beliau adalah seorang hamba yang ma'shum (terjaga dari berbuat dosa).

Lalu apa yang dimaksud dengan penyucian hati Rasulullah saw.?
Kita mengetahui, hati manusia awalnya putih-bersih. Ia ibarat kertas putih tanpa noda sedikitpun. Namun, manusia, setiap kali melakukan kekhilafan, setiap kali pula hatinya ternoda hingga menjadikannya hitam pekat. Di sinilah pentingnya kita selalu menyucikan hati, karena sesungguhnya perjalanan menuju Ilahi hanya bisa dilakukan dengan jiwa dan hati kita yang suci, sebagaimana Rasulullah saw. pun disucikan hatinya sebelum perjalanan suci Isra’ dan Mi'raj tersebut.

Kedua, memilih susu, menolak khamar.

Ketika ditawari dua pilihan minuman, dengan sigap Rasulullah saw. mengambil gelas berisikan susu; minuman halal dan penuh manfaat bagi kesehatan. Rasulullah saw. menolak khamar; minuman haram dan merusak akal. Sungguh tepat pilihan Rasullah saw., karena pilihan ini adalah pilihan yang sesuai dengan fitrah. Inilah juga yang harus dilakukan oleh setiap Muslim; selalu memilih yang halal dan membuang yang haram.

Ketiga, arah perjalanan vertikal-horisontal.

Dalam perjalanan horisontal ini Beliau digambarkan bertolak dari Masjid al-Haram ke Masjidil al-Aqsha. Artinya, bahwa dalam kita melangkahkan kaki di tengah perjalanan kita menuju tujuan akhir, alangkah pentingnya diperhatikan awal langkah. Motivasi dasar dan niat kita dalam melakukan sesuatu harus karena “masjid” (sujud) atau dalam kerangka ketaatan kepada Allah. Pertautan niat dan tujuan karena ketaatan menjadikan setiap langkah yang kita lakukan akan selalu harmonis dengan keduanya. Bagaimana mungkin seseorang melakukan amal karena dan untuk Allah, namun dengan cara yang tidak diridhai oleh-Nya?

Keempat, imam shalat berjamaah.

Ketika Rasulullah saw. memimpin shalat berjamaah, yang makmumnya adalah para nabi, maka hal itu merupakan pengakuan kepemimpinan Beliau atas seluruh kaum yang ada. Kepemimpinan dalam shalat berjamaah sesungguhnya membuktikan bahwa Rasulullah saw. adalah pemimpin seluruh umat manusia.

Kelima, kembali ke bumi dengan membawa perintah shalat. (bersambung)