Klinik Motivasi

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, Februari 09, 2012

Bahaya Duduk di Samping Jendela Selama Penerbangan

Ghiboo.com - Saat melakukan check-in, banyak penumpang pesawat yang meminta kursi disamping jendela agar dapat menikmati pemandangan. Namun, penelitian terbaru justru menyarankan seseorang untuk memilih tempat duduk yang jauh dari jendela.


Penelitian terbaru telah membuktikan duduk di samping jendela selama penerbangan berdampak buruk bagi kesehatan.

Para ahli dari American College of Chest Physicians menjelaskan bahwa duduk di kursi pesawat dekat jendela cenderung membuat seseorang malas bergerak. Selain itu, banyak penumpang yang duduk di dekat jendela merasa 'ribet' jika harus melewati penumpang di sebelahnya.

Bagi mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh, duduk diam selama lebih dari 8 hingga 10 jam berisiko mengalami penyumbatan pembuluh darah (Deep Vein Trombosis/DVT), terutama bagi ibu hamil, orangtua, dan perempuan yang mengonsumsi pil kontrasepsi.

DVT merupakan bentuk penggumpalan darah di bagian kaki. Kondisi ini cukup serius, karena terkadang bekuan tersebut bisa pecah dan mengalir melalui peredaran darah ke organ-organ vital dan bisa menyebabkan gangguan hingga kematian.

Sebelumnya, DVT ini selalu dianggap sebagai sindrom kelas ekonomi, yang seolah-olah DVT menyerang penumpang di kelas ekonomi. Namun, peneliti menegaskan kasus ini juga banyak terjadi pada penumpang kelas ekonomi bisnis dan eksklusif.

"Penerbangan dengan kelas ekonomi tidak meningkatkan risiko DVT, melainkan disebabkan oleh lamanya duduk di kursi yang membuat seseorang tidak bergerak. Duduk di dekat jendela membatasi pergerakan, sehingga memicu risiko DVT," Dr Mark Crowther dari McMaster University di Ontario, Kanada, dilansir melalui Dailymail, Rabu (8/2).

Para dokter menganjurkan para penumpang pada penerbangan jauh untuk sering berjalan dan berdiri sepanjang lorong atau pergi ke toilet, meregangkan otot betis mereka dan mengubah posisi duduknya.

Penelitian lain di tahun 2007 menemukan penumpang dengan penerbangan jarak jauh memiliki risiko tiga kali lebih tinggi mengalami DVT, terutama wanita dan mereka yang tinggi badannya lebih dari enam kaki, lebih pendek dari 5,4 kaki atau kelebihan berat badan.

Selasa, Januari 31, 2012

Cara Mudah (murah) Menurunkan Berat Badan

Siapa sih yang nggak ketar-ketir kalau ada yang bilang ‘Ih, agak berisi ya sekarang’? Nggak bisa dipungkiri rata-rata hampir semua perempuan akan panik jika mendengar pernyataan seperti itu.

Ternyata untuk membantu menurunkan berat badan, kita cukup mengonsumsi air putih rutin sebelum makan. Mengapa? Lisa Namuri seorang trainer Pilates mengatakan bahwa sebelum makan, sebaiknya minumlah 1—2 gelas air putih. Karena konsumsi air putih sebelum makan membantu membuat perut menjadi lebih kenyang sehingga kamu nggak perlu mengambil makanan dalam porsi besar.


Nggak hanya memberikan rasa kenyang, konsumsi air putih dalam jumlah banyak juga melancarkan pencernaan dan metabolisme. Sehingga pembakaran kalori pun akan lebih cepat dan efisien.

Tubuh kita didominasi oleh air sehingga dehidrasi bisa dengan mudah membuat kita kehilangan performa tubuh dalam waktu singkat, misalnya saja menurunnya daya konsentrasi dan tubuh lemas. Bahkan, konsekuensi pingsan nggak bisa kamu hindari kita tubuhmu kekurangan cairan lebih dari 25%.

Mengurangi sakit kepala, air putih bisa meredakan sakit kepala. Sakit kepala memang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu yang menjadi pemicu adalah dehidrasi. Jadi, minumlah air putih secara teratur untuk meredakan sakit kepala yang kamu derita.

Air putih memang terlihat sepele. Tapi, ternyata konsumsi air putih bisa mengurangi risiko terkena kanker usus. Karena salah satu manfaat air putih adalah melancarkan pencernaan dalam tubuh.

Konsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari juga bisa membuatmu tampak lebih muda. Karena air membantu melembabkan dan meremajakan sel-sel kulit, serta meningkatkan elastisitasnya. Nggak perlu merogoh kocek untuk suntik botoks, kan?

sumber : fimela.com

Senin, Januari 30, 2012

Sarapan Sehat Cegah Flu

Mencari cara untuk memperkuat imunitas saat musim flu dan pilek? Coba tambahkan bahan-bahan sehat berikut ke menu sarapan ..

Telur
Kuning telur sumber selenium yang bagus, mineral yang menjaga sistem kekebalan tubuh. Riset tentang telur menunjukkan kalau telur bukanlah penjahat penyebab sakit jantung. Protein yang ada pada putih telur termasuk yang paling tinggi, dan kuningnya, walaupun tinggi kolesterol, sebenarnya rendah kadar lemak tak jenuh. Untuk menambah sistem kekebalan tubuh, coba santap telur yang direbus atau buat telur panggang dengan bayam dan tomat.


Pepaya
Sangat baik untuk menurunkan asam lambung dan juga sumber vitamin C yang kaya. Satu pepaya ukuran sedang lebih dari cukup untuk asupan harian. Pepaya juga banyak mengandung beta-karoten, nutrisi yang berubah menjadi vitamin A sehingga melembabkan mata, kulit dan selaput lendir bawah kulit. Santap beberapa potong pepaya di saat sarapan atau jadikan smoothie dengan campuran jeruk.

Tahu
Kekurangan protein membuat kamu cenderung makan banyak karbohidrat, sehingga bisa menaikkan tingkat gula darah dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Tahu adalah makanan yang komplit proteinnya dan sumber kalsium serta asam lemak omega-3, yang bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh. Coba jadikan smoothie untuk sarapan.

Kiwi
Mengandung 90 sampai 110miligram vitamin C – lebih banyak dari jeruk. Sumber potassium yang baik, mineral penting untuk memperkuat otot dan saraf, serta vitamin E yang bisa menambah kekebalan tubuh. Kiwi juga banyak mengandung flavonoid dan carotenoid – anti-oksidan yang menjaga kesehatan saluran pernapasan, jantung dan tubuh secara keseluruhan. Potong kiwi menjadi dua dan makan isinya atau hancurkan dan aduk dengan plain yogurt sebelum disantap.

Jahe
Kalau merasa flu mendekat coba hadang dengan jahe, yang bisa membantu mengurangi gejala flu serta melegakan hidung. Jahe juga menjaga kesehatan pencernaan, mengurangi gas lambung dan melegakan area usus. Kalau sakit perut atau flu, coba campurkan potongan jahe segar ke dalam air panas untuk minuman sarapan yang segar dan sehat.

Lemon
Selain banyak vitamin C, lemon juga mengandung bakteria sehat. Coba gunakan lemon sebagai pengganti gula dan garam, yang bisa mengurangi sistem kekebalan tubuh. Pagi hari, perasan lemon dapat menjadi teman buah segar daripada ditaburi gula.

Grapefruit & Jeruk
Semua orang tahu kalau keluarga jeruk banyak mengandung vitamin C, dan juga penuh dengan anti-oksidan serta rendah kalori. Untuk sarapan yang sehat dan pastinya menguatkan sistem kekebalan tubuh, coba buat salad buah.

Blueberry
Nggak heran kalau blueberry disebut superfood – soalnya punya lebih banyak anti-oksidan dibanding buah dan sayuran lain. Blueberry juga salah satu makanan yang tinggi kadar anthocyanidins (anti-oksidan yang memerangi kanker) serta merupakan sumber vitamin C dan serat. Mulai pagimu dengan Greek yogurt parfait, santapan yang sehat dan anti flu!

Beet
Jus jeruk andalan bisa ditambahkan dengan rebusan beet – jangan lupa disaring dulu air sisa rebusannya sebelum dikonsumsi. Banyak kandungan anti-oksidannya serta magnesium, mineral yang membantu fungsi saraf dan otot, beet juga kaya folat.

Pumpkin Seed
Banyak mengandung vitamin, asam amino dan mineral termasuk zat besi. Zat besi membantu sistem kekebalan tubuh karena bisa menambah anti-oksidan dan mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas. Biji labu juga enak disantap sebagai cemilan atau ditaburkan di atas yogurt, oatmeal atau sereal.

Sumber : fimela.com

Rabu, November 30, 2011

Talenan Kayu atau Plastik, Mana Lebih Baik?

Jika Anda gemar memasak, talenan tentu merupakan salah satu alat memasak yang wajib ada. Gunanya untuk memotong atau merajang berbagai bahan makanan. Namun, untuk memotong daging mentah yang biasanya mengandung kuman, talenan dari bahan apa yang lebih aman digunakan? Betulkah talenan dari akrilik, plastik, atau kaca lebih baik?


Perdebatan mengenai penggunaan talenan dari kayu atau plastik memang telah lama terjadi. Talenan kayu umumnya lebih berpori, sehingga membuat bakteri mudah terserap ke dalamnya. Namun, ahli mikrobiologi dari Food Research Institute di University of Wisconsin mendapati bahwa kayu memiliki sifat alami pembunuh bakteri, yang membuat bakteri akan mengering dan mati dalam 3 menit. Sedangkan talenan plastik tak hanya akan membuat bakteri tetap hidup di permukaannya (karena sifat plastik yang keras dan tak berpori), tetapi juga menggandakan diri dalam semalam.

Untuk memotong daging mentah, The Meat and Poultry Hotline menyarankan untuk menggunakan talenan dengan permukaan yang tidak berpori. Talenan kayu boleh saja digunakan, tetapi sebaiknya Anda tidak memotong bahan makanan lain setelah Anda memakainya untuk mengiris daging. Tujuannya agar kuman atau bakteri dari daging yang tertinggal di talenan tidak mengontaminasi makanan lain, apalagi yang akan langsung dikonsumsi sesudahnya.

Untuk menjaga kebersihan talenan, Anda bisa mencucinya dengan air sabun yang hangat setiap kali habis digunakan. Setelah itu, bilas dengan air bersih dan angin-anginkan, atau keringkan dengan tisu kertas. Talenan dari plastik, kaca, atau kayu yang solid, bisa dicuci di mesin pencuci piring.

Talenan kayu sebaiknya tidak direndam ke dalam air, dan harus langsung dikeringkan setelah setelah dicuci (karena bakteri lebih menyukai area yang lembab, bukan?). Talenan harus diletakkan dalam posisi berdiri di rak piring, dan bukannya mendatar.

Baik talenan kayu atau plastik bisa menjadi aus setelah lama digunakan. Begitu talenan mulai terlihat lapuk, di permukaannya banyak terdapat goresan-goresan bekas irisan pisau, dan retakan lain yang membuatnya sulit dibersihkan, sebaiknya Anda segera menggantinya dengan yang baru.

(Dari berbagai sumber)

Source: http://bit.ly/thX4Kl

Jumat, Oktober 21, 2011

PENCEGAHAN PENYAKIT DI MASA KHILAFAH

Siapapun tahu, bahwa pada masa sekarang ini, biaya kesehatan sangat mahal. Bila orang terlanjur sakit, maka membuatnya kembali sehat, apalagi harus diberi tindakan medis (operasi misalnya), atau setidaknya harus dirawat-inap di rumah sakit, bisa meludeskan uang yang telah ditabung bertahun-tahun. Walhasil, seratus juta lebih rakyat miskin di negeri ini dilarang sakit.


Menurut seorang pakar instrumentasi kesehatan, biaya medis yang tinggi itu 60 persen baru untuk mengetahui penyakitnya, yaitu berupa peralatan canggih seperti sinar roentgen, CT-scan atau berbagai alat lab untuk uji darah. Baru 40 persennya untuk terapi. Yang mengerikan, banyak alat-alat tersebut sudah lama tidak dikalibrasi, sehingga boleh jadi banyak orang yang divonis sakit padahal sehat, juga sebaliknya, dinyatakan sehat padahal sakit, atau bahkan dianggap sakit A, padahal sebenarnya sakit B.

Karena itu sangatlah wajar, bila orang lalu lari kepada pencegahan. Bagaimanapun mencegah penyakit lebih murah dari mengobati. Gerakan “hidup sehat ala Nabi” menjadi trendy. Rasulullah memang banyak memberi contoh kebiasaan sehari-hari untuk mencegah penyakit. Misalnya: menjaga kebersihan; makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang; lebih banyak makan buah (saat itu buah paling tersedia di Madinah adalah rutab atau kurma segar); mengisi perut dengan sepertiga makanan, sepertiga air dan sepertiga udara; kebiasaan puasa Senin-Kamis; mengonsumsi madu, susu kambing atau habatus saudah, dan sebagainya.

Bagi yang terlanjur sakit dan mencari pengobatan yang lebih murah, juga tersedia “berobat cara Nabi” alias Thibbun Nabawi, yang obatnya didominasi madu, habatus saudah dan beberapa jenis herbal. Kadang ditambah bekam dan ruqyah. Pengobatan ini jauh lebih murah karena praktisinya cukup ikut kursus singkat, tidak harus kuliah di fakultas kedokteran bertahun-tahun. Profesi thabib atau hijamah ini juga relatif belum diatur, belum ada kode etik dan asosiasi profesi yang mengawasinya, sehingga tidak perlu biaya tinggi khas kapitalisme.

Namun sebagian aktivis gerakan ini dalam perjalanannya terlalu bersemangat, sehingga lalu bertendensi menolak ilmu kedokteran modern, seakan “bukan cara Nabi”. Realitas pelayanan kesehatan modern yang saat ini sangat kapitalistik menjadi alasan untuk menuduh seluruh ilmu kedokteran modern ini sudah terkontaminasi oleh pandangan hidup Barat, sehingga harus ditolak.

Salah satu contoh adalah gerakan menolak vaksinasi. Sambil mengutip data dampak negatif vaksinasi dari media populer Barat (yang sebenarnya kontroversial), dengan amat semangat, gerakan ini menyatakan bahwa “di masa khilafah tanpa vaksinasi juga manusia tetap sehat” atau “sebelum ada vaksinasi, tidak ada penyakit-penyakit ganas seperti kanker”.

Tentu menjadi menarik untuk melihat seperti apa pencegahan penyakit di masa Khilafah itu?

Sebelumnya perlu diketahui, bahwa vaksinasi memang sebuah teknologi dalam ilmu kedokteran yang baru ditemukan oleh Edward Jenner pada akhir abad-18 dan dipopulerkan awal abad-19. Vaksin penemuan Jenner ini berhasil melenyapkan penyakit cacar (small pox) - bukan cacar air (varicella). Pada abad-19, penyakit cacar ini membunuh jutaan manusia setiap tahun, termasuk rakyat Daulah Khilafah! Namun saat itu Daulah Khilafah sudah dalam masa kemundurannya. Andaikata Daulah Khilafah masih jaya, barangkali teknik vaksinasi justru ditemukan oleh kaum Muslimin.

Dalilnya adalah Rasulullah menunjukkan persetujuannya pada beberapa teknik pengobatan yang dikenal semasa hidupnya, seperti bekam atau meminumkan air kencing onta pada sekelompok orang Badui yang menderita demam. Lalu ada hadits di mana Rasulullah bersabda, “Antum a’lamu umuri dunyakum” - Kalian lebih tahu urusan dunia kalian. Hadits ini sekalipun munculnya terkait dengan teknik pertanian, namun dipahami oleh generasi Muslim terdahulu juga berlaku untuk teknik pengobatan. Itulah mengapa beberapa abad kaum Muslim memimpin dunia di bidang kedokteran, baik secara kuratif maupun preventif, baik di teknologinya maupun manajemennya.

Muhammad ibn Zakariya ar Razi (865-925 M) menemukan kemoterapi. Sekitar tahun 1000 M, Ammar ibn Ali al-Mawsili menemukan jarum hypodermik, yang dengannya dia dapat melakukan operasi bedah katarak pada mata! Pada kurun waktu yang sama, Abu al-Qasim az-Zahrawi mengembangkan berbagai jenis anastesi dan alat-alat bedah, yang dengannya antara lain dapat dilakukan operasi curette untuk wanita yang janinnya mati.

Pada abad-11 Ibnu Sina menerbitkan bukunya Qanun fit-Thib, sebuah ensiklopedia pengobatan yang menjadi standar kedokteran dunia hingga abad 18. Di dalam kitab itu juga ditemukan saran Ibnu Sina untuk mengatasi kanker, yakni “pisahkan dari jaringan yang sehat, potong dan angkat”. Jadi 1000 tahun yang lalu, jauh sebelum ada vaksinasi, sudah ada penyakit kanker! Karena penyakit ini memang sudah ditemui sejak Hipokrates, dokter Yunani Kuno. Jadi tidak benar tuduhan bahwa kanker disebabkan oleh vaksinasi.

Semua penemuan teknologi ini tentunya hanya akan berhasil diaplikasikan bila masyarakat semakin sadar hidup sehat, pemerintah membangun fasilitas umum pencegah penyakit dan juga fasilitas pengobatan bagi yang telanjur sakit. Kemudian para tenaga kesehatan juga orang-orang yang profesional dan memiliki integritas, bukan orang-orang dengan pendidikan asal-asalan serta bermental pedagang.

Menarik untuk mencatat bahwa di daulah Islam, pada tahun 800-an Masehi, madrasah sebagai sekolah rakyat praktis sudah terdapat di mana-mana. Tak heran bahwa kemudian tingkat pemahaman masyarakat tentang kesehatan pada waktu itu sudah sangat baik.

Pada kurun abad 9-10 M, Qusta ibn Luqa, ar Razi, Ibn al Jazzar dan al Masihi membangun sistem pengelolaan sampah perkotaan, yang sebelumnya hanya diserahkan pada kesadaran masing-masing orang, yang di perkotaan padat penduduk akan berakibat kota yang kumuh. Kebersihan kota menjadi salah satu modal sehat selain kesadaran sehat karena pendidikan.

Tenaga kesehatan secara teratur diuji kompetensinya. Dokter khalifah menguji setiap tabib agar mereka hanya mengobati sesuai pendidikan atau keahliannya. Mereka harus diperankan sebagai konsultan kesehatan, dan bukan orang yang sok mampu mengatasi segala penyakit.

Pada abad-9, Ishaq bin Ali Rahawi menulis kitab Adab at-Tabib, yang untuk pertama kalinya ditujukan untuk kode etik kedokteran. Ada 20 bab di dalam buku itu, di antaranya merekomendasikan agar ada peer-review atas setiap pendapat baru di dunia kedokteran. Meskipun madu atau habatussaudah sudah direkomendasikan sebagai obat oleh Rasulullah, tetapi dosis yang tepat untuk penyakit-penyakit tertentu tetap harus diteliti.

Lalu kalau ada pasien yang meninggal, maka catatan medis sang dokter akan diperiksa oleh suatu dewan dokter untuk menguji apakah yang dilakukannya sudah sesuai standar layanan medik. Hal-hal semacam ini yang sekarang justru masih absen di kalangan penggiat Thibbun Nabawi.

Ini adalah sisi hulu untuk mencegah penyakit, sehingga beban sisi hilir dalam pengobatan jauh lebih ringan. Meski demikian, negara membangun banyak rumah sakit di hampir semua kota di Daulah Khilafah.

Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa kaum Muslim terdahulu memahami bahwa sehat tidak hanya urusan dokter, tetapi pertama-tama adalah urusan masing-masing, walaupun juga tidak direduksi hanya sekedar pada kebiasaan mengonsumsi madu atau habatus saudah. Ada sinergi yang luar biasa antara negara yang memfasilitasi manajemen kesehatan yang terpadu dan sekelompok ilmuwan Muslim yang memikul tanggung jawab mengembangkan teknologi.

Andaikata khilafah kembali tegak, maka pencegahan penyakit tidak hanya sekedar urusan vaksinasi, tetapi khilafah juga tidak menafikan keberadaan vaksinasi karena ini adalah produk teknologi seperti teknologi lain yang dikembangkan ilmuwan Muslim terdahulu.

Oleh Fahmi Amhar

Sabtu, Oktober 01, 2011

10 Menit Cegah Osteoporosis

VIVAnews- Meskipun sebagian besar penderita osteoporosis adalah wanita yang tengah mengalami masa menopause, namun ternyata penyakit yang satu ini juga wajib diwaspadai oleh wanita yang usianya lebih muda dan produktif.


Dari data International Osteoporosis Foundation (IOF) tahun 2009 menyebutkan bahwa pada usia 35 tahun, 1 dari 3 orang di kawasan Asia berisiko menderita osteoporosis. Bahkan pada rentang usia 25 tahun terdeteksi 25 persen diantaranya berisiko terkena penyakit tersebut. Wanita Indonesia pada usia 25 sampai 65 tahun adalah yang punya risiko tertinggi terkena osteoporosis dibandingkan negara Asia lainnya.

"Puncak massa tulang biasanya saat wanita berumur 34 tahun, setelah itu mengalami penurunan, apalagi bagi mereka yang telah menopause," kata Dr. Siti Annisa Nuhonni, SpRM, ahli Rehabilitasi Medik FKUI-RSCM di Jakarta.

Gaya hidup juga berpengaruh terhadap osteoporosis. Beberapa contoh yang memberi efek negatif terhadap tulang, di antaranya adalah merokok, konsumsi garam yang berlebih dan minuman yang mengandung alkohol, soda, atau kafein. "Kesehatan tulang dapat dipertahankan dengan cara diet seimbang kaya kalsium, latihan fisik dengan beban, hidup aktif, dan sehat. Sudah saatnya juga untuk mengingatkan kaum muda yang memiliki pola hidup yang kurang sehat," urainya lagi.

Selain itu, menurut Dokter Honni, pengukuran tinggi badan pun penting dilakukan. "Jadi jangan hanya berat badannya saja yang diperhatikan, siapa tahu tinggi badannya ternyata mengalami penurunan, itu patut diwaspadai," ujarnya.

Osteoporosis kerap disebut 'the silent disease' karena termasuk jenis penyakit yang membutuhkan waktu perawatan cukup lama. Proses pengeroposan tulang bisa berlangsung secara diam-diam dan dalam jangka waktu yang lama. Tidak sedikit wanita yang mengabaikan hal ini karena memang tidak terlihat gejala menderita osteoporosis sampai terjadi patah tulang yang disebabkan oleh trauma ringan atau mikro fraktur.

Pengeroposan tulang bisa disebabkan berbagai faktor. Selain genetik atau menopause dini, kurangnya asupan kalsium dalam tubuh juga bisa menyebabkan osteoporosis. Namun tahukah Anda, bahwa dengan meluangkan waktu 10 menit, Anda dapat mencegah penyakit ini.

"Di bawah kulit kita ada vitamin D. Saat terpapar cahaya matahari, vitamin itu akan aktif dan berubah menjadi vitamin D3. Bentuk aktif vitamin tersebutlah yang akan berguna bagi tulang," kata Dr. Siti Annisa Nuhonni, SpRM, ahli rehabilitasi medik FKUI-RSCM, di Jakarta.

Tak butuh waktu lama untuk mengaktifkan vitamin D3 dalam tubuh. Cukup 10 menit sebelum jam 9 pagi dan sesudah pukul 3 sore. Kecukupan kalsium dan vitamin D sejak muda menjadi hal penting yang harus diperhatikan jika ingin terhindar dari osteoporosis. Bagi usia produktif 19-50 tahun, kecukupan kalsium adalah 1000 mg perhari dan kebutuhan vitamin D adalah 200 UI (International Unit).

"Wanita Indonesia cenderung takut terkena sinar matahari, karena mereka takut hitam. Salah satu gaya hidup yang lain adalah pakai sunblock, padahal sunblock itu membuat sinar matahari terhalang untuk masuk ke dalam kulit," kata Dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, ahli gizi FKUI.

Sebenarnya, menurut dia, tidak perlu sampai berjemur, yang penting cukup terpapar sinar matahari saja. "Selain itu, jangan berhenti minum susu. Kecenderungan yang terjadi disini adalah anggapan bahwa susu hanya untuk anak kecil saja, padahal tidak," katanya.

Susu adalah salah satu sumber kalsium terbaik. Kebutuhan protein yang seimbang dan olahraga teratur juga berfungsi untuk mencegah osteoporosis. "Tulang dari ikan mengandung kalsium yang sangat tinggi, akan lebih bagus kalau makan ikan bersama tulangnya, seperti ikan teri," kata dokter Nuhonni.

Jumat, September 23, 2011

1 Obat Anti Nyamuk Bakar = 100 Batang Rokok

VIVAnews - Obat anti-nyamuk bakar sering menjadi pilihan bila obat anti-nyamuk elektrik maupun semprot tak berguna. Meskipun ampuh membunuh nyamuk, obat anti-nyamuk bakar adalah salah satu sumber polusi dalam ruangan.


Sebuah studi di Malaysia menunjukkan, polusi satu kumparan obat anti-nyamuk bakar setara dengan 100 batang rokok. "Tidak banyak orang tahu mengenai hal itu, tapi kerusakan yang terjadi dalam paru-paru akibat satu kumparan obat anti-nyamuk bakar sama dengan 100 batang rokok," ujar Direktur Chest Research Foundation, Sandeep Salvi.

Pada konferensi polusi udara dan kesehatan yang diselenggarakan oleh Pusat Sains dan Lingkungan (CSE) bersama Dewan Penelitian Medis India dan Asosiasi Medis India, Salvi mengatakan bahwa masih kurang kesadaran akan dampak polusi pada kesehatan manusia.

Menurut sebuah penelitian lain di New Delhi, 55 persen penduduk kota ini tinggal dalam radius 500 meter dari sumber polusi udara seperti jalan yang padat lalu lintas kendaraan atau dekat dengan industri.

Dengan demikian penduduk sekitar lebih rawan terkena polusi yang dapat mengembangkan berbagai masalah kesehatan. Untuk mengurangi lebih banyak polusi mengotori udara, dia menyarankan agar industri digeser ke luar kota.

Berbicara mengenai polusi di luar ruangan, Sanjeev Bagai, kepala eksekutif Rumah Sakit Batra mengatakan, "Polusi kendaraan merupakan perhatian utama bagi lingkungan." Insiden meningkatnya gangguan genetik ternyata berhubungan erat dengan polusi udara. "Di India, dua juta anak di bawah usia lima tahun meninggal akibat masalah pernapasan setiap tahun," katanya lebih lanjut seperti dikutip dari Times of India.

Selasa, September 20, 2011

Waspada Bakteri di Es Batu

VIVAnews - Apakah Anda penggemar minuman dingin? Jangan sembarangan memasukkan es batu ke dalam minuman. Es batu rentan menyimpan bakteri akibat proses pengolahan yang mengabaikan unsur kesehatan.


Di Yorkshire dan Humber, Inggris, 30 persen dari 88 restoran atau warung makan yang diteliti menyajikan es batu kotor yang membahayakan kesehatan pelanggan mereka, seperti dikutip Daily Mail.

Di tempat itu, peralatan pembuat es ditemukan tidak higienis. Masalah jamak lainnya adalah lalainya pegawai membersihkan mesin dan sendok yang digunakan mengisi gelas dan cangkir.

“Tiga puluh persen dari sampel es ditemukan tidak memenuhi standar kesehatan dari bakteri koliform,” kata Dinas Perlindungan Kesehatan setempat. "Bakteri koliform adalah jenis bakteri yang digunakan sebagai indikator higienisitas suatu daerah atau benda."

Perwakilan dinas tersebut juga mengatakan tiga sampel di antaranya menunjukkan tingkat Enterococci yang berlebihan. Satu sampel di antaranya bahkan menunjukkan kandungan bakteri E coli.

Kedua jenis bakteri tersebut biasa ditemukan di dalam saluran pencernaan manusia dan hewan, serta menjadi indikasi adanya kontaminasi pada feses. Bakteri itu juga banyak ditemukan di tangan, termasuk mereka yang tidak mencuci tangan dengan bersih setelah ke toilet.

Penelitian mengenai kondisi es batu di sejumlah restoran itu dilakukan menyusul laporan yang menunjukkan peningkatan jumlah penderita gangguan pencernaan hingga 50 persen, dibanding satu dekade silam. Dengan beragam pemicu, setidaknya terjadi 17 juta kasus gangguan pencernaan dalam setahun yang memicu hilangnya 11 juta hari kerja. (Rudi Bun)

Senin, September 19, 2011

Waspada Bahaya Gendongan Bayi

VIVAnews - Para orangtua diperingatkan mengenai faktor risiko penggunaan gendongan bayi, setelah kematian bayi berusia dua hari di Adelaide, Australia. Tubuh bayi mungil itu dingin tanpa denyut nadi, saat sang ibu mengeluarkannya dari gendongan berbentuk jumper.


Profesor Roger Byard, ahli patologi dari Universitas Adelaide, dan John Gilbert, spesialis forensik senior, belum ada penjelasan lain mengenai penyebab kematian bayi itu, kecuali kemungkinan penggunaan gendongan bayi yang salah.

"Penting bagi orangtua dan pengasuh untuk menyadari faktor keamanan dari penggunaan alat bantu gendong ini, terutama untuk bayi yang masih sangat kecil," kata mereka dalam Jurnal Kesehatan Australia, yang dipublikasikan hari ini, seperti dikutip dari news.co.au.

Di Amerika Serikat dan Kanada, ada 16 kasus kematian bayi yang diduga akibat penggunaan gendongan bayi yang tak memenuhi standar keamanan produk yang ditetapkan otoritas setempat. Pada 2010, lebih satu juta gendongan bayi produksi Infantino ditarik dari pasar Amerika, setelah dikaitkan dengan kasus kematian tiga bayi.

Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika mendesak para orangtua menghentikan penggunaan gendongan bayi untuk bayi usia di bawah empat bulan. Mereka khawatir dengan kemungkinan bayi tercekik dan kesulitan bernapas. "Gendongan yang tak memenuhi standar bisa menghambat respirasi normal bayi. Usahakan kepala bayi menghadap keluar saat mengendongnya, jangan sampai kain gendongan menutupi wajahnya," kata Gilbert.

Seiring perkembangan industri fashion, muncul beragam model gendongan bayi di pasaran. Bukan sekadar gendongan berupa kain panjang yang disimpul, tapi ada yang menyerupai ransel yang dipasang di bahu, ada pula yang lentur menyerupai kaos tambahan yang menempel di baju penggendong. (umi)

Selasa, Agustus 23, 2011

Atasi Masalah Pencernaan Saat Lebaran dengan yang Alami

HARI Raya Idul Fitri adalah saat-saat yang ditunggu oleh seluruh umat Islam. Pasalnya, saat itu seluruh umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa. Perayaannya bermacam-macam, mulai dari tersedianya aneka makanan nan lezat, jalan-jalan hingga menggunakan busana serba baru.


Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, momen Idul Fitri merupakan saat yang ditunggu oleh umat Islam, khususnya menjalankan ibadah puasa. Selain bisa bermaaf-maafan, bersilaturahmi dengan orangtua, saudara, teman, sahabat dan tetangga, tentunya kita sudah tidak perlu lagi menahan makan dan minum.

Sayangnya banyak pihak yang menganggap Lebaran adalah waktu yang tepat untuk bisa bebas sepenuh hati dalam hal mengonsumsi makanan dan minuman. Apalagi didukung dengan kebiasaan setiap rumah tangga pada saat Lebaran menyediakan berbagai macam masakan dan minuman untuk menyambut Idul Fitri.

Saat berada di rumah atau ketika bersilaturahmi ke rumah saudara, teman dan tetangga biasanya seseorang cenderung akan menyantap apa saja yang disajikan. Selain budaya Indonesia yang “tidak bisa menolak” permintaan si tuan rumah, aroma hidangan Lebaran pun sangat menggoda. Boleh saja hal tersebut asal perlu diingat jangan sampai acara berlebaran menjadi berantakan gara-gara gangguan pencernaan.

Gangguan pencernaan bisa saja terjadi karena pencernaan seseorang sebelumnya menjalani puasa dijejali berbagai macam makanan dan minuman dan dalam jumlah yang banyak. Ada beberapa hal yang perlu diketahui supaya acara berlebaran berjalan lancar tanpa adanya gangguan pencernaan. Sebaiknya, hindari mengonsumsi makanan berlemak, berbumbu tajam dan pedas, serta makanan asam yang dapat mengganggu pencernaan. Kalaupun tidak bisa menghindari, setidaknya konsumsilah makanan tersebut dalam porsi yang tidak terlalu banyak, serta sediakan obat sakit pencernaan meredakan keluhan sekitar perut jika tiba-tiba masalah pencernaan menyerang.

Ada sejumlah gejala yang menyebabkan masalah pencernaan, seperti sakit perut, mulas, nyeri, kembung yang berujung pada masalah buang air berlebihan. Biasanya nafsu makan menurun secara drastis, wajah pucat, suhu badan naik, keluar keringat dingin hingga tubuh menjadi lemas lantaran cairan yang ada dalam tubuh menjadi berkurang. Kalau gejala itu sudah muncul, jangan paksakan untuk memakan semua makanan yang memang menggoda.

Untuk menghindari masalah pada pencernaan atau yang akrab dikenal dengan sebutan diare, cara yang terbaik adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yang pedas, makanan yang terbuat dari santan hingga makanan atau minuman yang memiliki rasa asam.

Atasi diare dengan cara alami

Ada baiknya konsumsi obat-obatan saat diare menyerang. Saat ini di Indonesia sudah banyak beredar obat-obatan yang bisa mengatasi diare. Namun, ada baiknya jangan asal pilih obat-obatan. Pilihlah obat diare yang terbuat dari herbal alami khususnya tanaman asli Indonesia yang sudah terkenal khasiatnya hingga ke mancanegara.
(Genie/Genie/tty)

Senin, Agustus 01, 2011

Hindari Berbuka Puasa dengan Air Es

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK - Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Barat Dr Nursyam MKes menyarankan agar semua umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa tidak berbuka dengan langsung meminum air es karena dapat menyebabkan konstraksi pada lambung.


"Biasanya saat berbuka umat muslim langsung menghilangkan dahaga dengan air es, saya sarankan sebaiknya hal tersebut jangan dilakukan, karena dapat menyebabkan konstraksi pada lambung," katanya di Sungai Raya, Sabtu.

Dia menyarankan saat berbuka puasa ada baiknya dibuka dengan meminum air manis hangat kuku untuk menstabilkan lambung yang kosong selama menjalankan puasa. "Setelah lima sampai sepuluh menit, silahkan minum air es karena kondisi perut sudah stabil. Namun alahkah baiknya jika diisi dulu dengan makanan yang manis seperti kurma dan kolak," tuturnya.

Nursyam menjelaskan, selama puasa 14 jam lambung dalam keadaan kosong. Jika langsung diisi dengan air dingin, maka lambung akan terkejut dan menyebabkan konstraksi.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya itu menambahkan, dalam menjalankan puasa, pada saat akan tidur malam dan saat sahur ada baiknya memperbanyak minum air putih sampai dua liter.

Selain itu dengan memperbanyak makan sayur dan buah berserat juga bisa menjaga daya tahan tubuh serta memperlambat lapar. Selain itu, makanan berserat juga bisa menahan daya tampung air di dalam lambung.

Menurut dia, ada beberapa tips sederhana untuk menjaga lambung tetap sehat selama puasa, diantaranya jangan lewatkan sahur dan jangan tunda berbuka.

Makan-makanan dengan gizi seimbang dan lengkap selama puasa. Saat sahur tubuh memerlukan makanan bergizi dan kaya serat, sedangkan saat berbuka awali dengan minum air dan makan yang manis dahulu.

"Sesudah shalat Maghrib lanjutkan makan besar dan lengkap. Sesudah Tarawih/sebelum tidur dapat mengkonsumsi makanan ringan. Perbanyak minum air untuk mencegah dehidrasi," katanya.

Jumat, Juli 22, 2011

Kunci Keberhasilan ASI: Yakin!

MEMBERIKAN ASI eksklusif merupakan keinginan semua ibu hamil untuk sang buah hati tercinta. Tak jarang Moms berusaha mati-matian mengonsumsi daun katuk, minum susu, sampai minum suplemen penambah ASI agar pascamelahirkan nanti air susunya berlimpah ruah.


Namun, tak sedikit pula para Bumil yang dihinggapi kekhawatiran kalau nantinya sang bayi mungil tak dapat menerima ASI secara “sempurna” lantaran air susu tak kunjung keluar atau sedikit. Bahkan, rasa kurang percaya diri ini dapat “menetap” jika suami dan anggota keluarga lain tak memberi dukungan.

Nah, agar hal tersebut tak terjadi ada baiknya jika calon Moms mengetahui apa saja yang harus dilakukan agar ASI eksklusif selama 6 bulan bisa berhasil.

Memulai ASI dengan benar

Kuatkan niat! Pahami alasan-alasan mengapa harus tetap memberikan ASI. Yakinkan diri dan lingkungan terhadap manfaat-manfaatnya, terutama untuk kesehatan Moms dan bayi, serta menjaga ibu dan bayi, meskipun ibu harus bekerja. Bulatkan tekad! Ayah dan ibu harus satu kata. Kemudian percaya diri? Dengan mengikuti edukasi atau mencari informasi yang sebenar-benarnya, dan mencari atau membentuk dukungan untuk memberikan ASI eksklusif. Mantapkan komitmen, bahwa hanya ASI saja nutrisi terbaik untuk bayi 0-6 bulan, dan setelah bayi Anda berusia di atas 6 bulan tetap berikan ASI tanpa campuran susu lainnya dan tambahkan Makanan Pendamping ASI buatan rumah.

Berpikir Positif!

Pemikiran negatif seperti ASI tidak cukup, repot memberikan ASI atau penampilan berubah harus dibuang karena seringkali menyebabkan proses menyusui tidak berhasil. Untuk menghasilkan ASI diperlukan kerja gabungan antara hormon dan refleks.

Bayi tidak akan mendapatkan cukup ASI bila hanya mengandalkan refleks pembentukan ASI (prolaktin) saja. Untuk itu dibutuhkan refleks oksitosin - hormon yang merangsang otot saluran ASI agar berkontraksi sehingga ASI dalam kelenjar susu bisa keluar ke ujung salurannya – dan ini sangat dipengaruhi pikiran dan perasaan ibu. Jadi, bila Moms selalu berpikir negatif tentang ASI atau kondisi emosinya menurun, maka pengeluaran ASI justru dapat benar-benar terhambat. Karena produksi ASI lebih dipengaruhi oleh kondisi psikis Moms.

Siapkan Selama Hamil

Persiapan pemberian ASI dimulai saat masa kehamilan dengan melakukan massage payudara sejak kehamilan memasuki usia 7 bulan. Dengan demikian kelenjar-kelenjar dalam payudara sudah mulai dirangsang untuk menghasilkan ASI dan bila ada masalah dengan puting susu, misalnya puting yang tidak menonjol (tertarik ke dalam/tenggelam) dapat segera diatasi. Karena bila masalah ini tidak diatasi sampai bayi lahir akan memengaruhi keberhasilan pemberian ASI pada hari-hari pertama bayi. Bayi akan kesulitan mengisap ASI. Makan makanan yang bergizi, utamanya sayuran yang berwarna hijau, seperti daun katuk. Selain itu, perbanyak minum, bisa air putih, susu, jus buah. Atau bisa juga mengonsumsi suplemen penambah ASI, tentunya harus dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter kandugan Moms.

Yang harus Moms ingat, banyaknya produksi ASI tidak ditentukan oleh bentuk dan ukuran payudara seorang wanita. Pendapat bahwa payudara yang kecil akan sedikit menghasilkan ASI adalah salah.

Mencari Informasi

Mengacu teori dari G.J Ebrahim (1978) di bukunya “Breastfeeding - the Biological Option”, ia tuliskan bahwa terdapat beberapa faktor emosional dan sosial yang mempengaruhi sukses menyusui. Salah satu faktor yang dapat
disebutkan diantaranya adalah nasehat dan pengalaman selama masa kehamilan dan persalinan. Karenanya penting sekali bagi Moms mengunjungi klinik laktasi terdekat untuk mendapatkan "support" pemberian ASI pada sang buah hati. Dari sentra laktasi itu Moms dapat mengetahui bagaimana posisi menyusui yang benar. Sehingga saat menyusui si kecil nanti tidak mengalami masalah-masalah seperti puting lecet atau masalah lainnya.

Libatkan Suami

Keberhasilan menyusui cukup dipengaruhi oleh peran suami dalam mendukung istrinya. Adanya perhatian dan kepedulian suami akan membuat perasaan istri lebih rileks yang penting dalam merangsang refleks oksitosin agar ASI dapat mengalir. Suami dapat ikut terlibat sebagai breastfeeding father dengan berbagai cara seperti memperhatikan asupan nutrisi istri agar kualitas ASI baik, menggendong anak sebelum disusui, ikut menemani istri ketika bangun tengah malam untuk menyusui anak, menyiapkan bantal-bantal agar posisi menyusui istri lebih nyaman, memijat kaki istri ketika sedang menyusui bayi dan seterusnya. (sumber: Mom & Kiddie)

Link : http://lifestyle.okezone.com/read/2011/07/21/196/482367/kunci-keberhasilan-asi-yakin

Minggu, Juli 03, 2011

Tips Saat Hamil Per Tri Semester Pertama & Ketiga

Kehamilan pada trimester pertama merupakan masa-masa kritis bagi perkembangan dan pertumbuhan embrio janin. Agar proses ini berjalan dengan baik maka diperlukan perawatan pada ibu hamil. Ada beberapa tips kesehatan berikut dapat digunakan oleh ibu hamil selama menjalani masa-masa ini.


MEMAHAMI PROSES KEHAMILAN DAN PERSALINAN.

Kehamilan dan proses persalinan memerlukan kesiapan yang matang. Dengan banyak membaca tentang kehamilan akan membuat ibu hamil menjadi lebih paham dan siap menjalani proses ini. Dan ini akan meminimalkan tingkat stres pada ibu hamil akibat nayaknya perubahan fisik dan hormon yang dialaminya.

NUTRISI.

Pada trimester pertama kebanyakan ibu hamil kehilangan nafsu makan bahkan disertai mual, sehingga sering melupakan rutinitas makan. Sebenarnya hal ini tidak begitu menjadi masalah selama ibu hamil tetap mengkonsumsi makanan bernutrisi secara sering meskipun dengan porsi yang sedikit, karena kebutuhan kalori pada masa-masa ini belum memerlukan tambahan dengan jumlah yang besar (hanya sekitar 135 kalori). Kebutuhan kalori akan banyak meningkat ketika usia kehamilan pada masa trimester ketiga, dimana bayi berkembang dengan cepat. Sebaliknya ada pula ibu hamil yang mengalami peningkatan nafsu makan pada usia kehamilan trimester pertama, sebaiknya ibu hamil mengendalikan pola makan dengan sehat agar tidak mengalami banyak penambahan berat badan dengan cepat karena janin belum membutuhkan banyak kalori akibatnya akan tersimpan di tubuh ibu. Pertambahan berat badan yang besar di awal-awal kehamilan dapat menimbulkan kelebihan berat badan ibu hamil pada akhir masa kehamilan.

BANYAK MINUM AIR.

Tips kesehatan ini sangat bermanfaat untuk meringankan rasa mual yang sering dialami ibu hamil pada permulaan kehamilan. Tetapi perlu diingat bahwa minuman mengandung kafein dan rasa yang terlalu asam sebaiknya dihindari. Pilihan terbaik untuk menyertai air putih adalah buah-buahan seperti semangka, pepaya, tomat, dan melon.

OLAH RAGA.

Menurut American College of Obstetricians Gynecologists, olah raga yang paling sesuai bagi ibu hamil pada trimester pertama adalah bersepeda, berenang dan berjalan. Tips kesehatan ini akan bermanfaat bagi kelancaran sirkulasi darah dan menekan stres. Jangan melakukan olah raga yang bersifat aerobik seperti lari atau loncat tali karena dapat menimbulkan goncangan pada rahim dan dapat menggangu perkembangan janin, serta membuat ibu hamil kekurangan oksigen dan kepanasan. Ditambah lagi ada beberapa wanita mengalami gangguan keseimbangan, maka sebaiknya menggunakan sepeda statis untuk menghindari kecelakan di jalan. Selain itu lembaga ini juga menyebutkan beberapa olah raga yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil, yaitu scuba diving, berkuda, dan ski. Scuba diving dapat menimbulkan resiko penyakit dekompresi yang menimbulkan tumpukan nitrogen dalam tubuh dan dapat berakibat fatal bagi janin. Berkuda memiliki risiko besar untuk terjatuh, sementara ski menuruni bukit dapat mengurangi pasokan oksigen bagi janin.

HINDARI KELELAHAN.

Perubahan hormon dan perkembangan janin dalam rahim sering membuat ibu hamil merasa kelelahan. Ada beberapa hal untuk mengatasinya, yaitu:

Makan makanan kaya protein dan kalsium, karena kelelahan merupakan gejala anemia.

Tidur lebih awal di malam hari, ini akan membantu ibu hamil menyimpan energi lebih baik. Sebaiknya ibu hamil mendapatkan porsi tidur selama 9-10 jam setiap malam.

Sering beristirahat di siang hari, meskipun hanya sekedar dengan duduk rileks dan memejamkan mata.

Hindari jam kerja yang berlebihan dan menguras tenaga.

HINDARI OBAT-OBATAN.

Rasa mual, pusing, lelah, dan bengkak pada kaki adalah hal normal pada trimester pertama sehingga penggunaan obat kimia tidak diperlukan. Selain itu obat dapat berdampak buruk bagi proses pembentukan janin.

Minggu kedua puluh delapan hingga keempat puluh dua dikenal sebagai trimester ketiga kehamilan. Selama periode ini, antara ibu dan bayi sudah menjadi bagian dari diri mereka sendiri. Semua ibu hamil akan merasakan gerakan bayi mereka, walaupun hanya sedikit. Kebanyakan para ibu hamil mengatakan bahwa periode ini merupakan masa yang paling melelahkan selama masa kehamilan. Karena selama trimester ketiga ini, ukuran dan berat badan janin akan berkembang dengan cepat. Jadi bagi para ibu, menjaga kesehatan pada periode ini sangatlah penting.

Berikut tips kesehatan untuk para ibu hamil selama periode trimester ketiga:

1. Petingnya diet sehat di trimester ketiga

Gizi yang baik sangat penting pada trimester ketiga Anda, jadi pastikan makanan yang Anda konsumsi aman dan baik untuk perkembangan bayi dan kesehatan Anda. Bagi para ibu hamil yang dulunya sering mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, atau tidak menyukai susu, sayur, ikan dan telur, kini saatnya bagi Anda untuk merubah kebiasaan tersebut. Namun, bagi para ibu hamil yang alergi terhadap beberapa jenis makanan tersebut, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai hal tersebut. Hal ini karena, kesehatan ibu dapat mempengaruhi kesehatan bayinya. Oleh sebab itu, mintalah dokter untuk mengatur pola makanan yang baik untuk Anda, tanpa bayi Anda harus mengalami kekurangan nutrisi dan protein yang baik untuk perkembangannya selama di kandungan.

2. Tetap Aktif

Tips kesehatan selanjutya adalah menjadi tetap aktif. Biasanya pada trimester ketiga, para ibu hamil sudah mulai mengurangi kegiatannya. Selain karena bayi yang semakin berat, para ibu hamil pun tidak ingin terjadi sesuatu terhadap kandungan. Hal ini memang baik, selama Anda tidak mejadi malas karenanya. Meluangkan waktu selama tiga puluh menit di pagi dan sore hari dengan berjalan mengitari komplek perumahan, lebih baik dibandingkan dengan Anda yang hanya menghabiskan waktu di rumah dengan duduk dan berbaring saja. Dengan tetap aktif, resiko mengalami pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, seperti kaki, tangan dan mata, dapat diminimalisir. Pembengkakan yang biasanya terjadi pada ibu hamil ini, dikarenankan penumpukkan darah dan cairan dalam tubuh. Meskipun begitu, Anda tetap harus meghindari aktivitas fisik yang berat, serta mulai mengatur gerakan dan langkah Anda, untuk menghindari keguguran dan komplikasi lain yang tidak diinginkan.

3. Periksa kesehatan kandungan secara rutin

Selama trimester ketiga, lakukanlah penjadwalan kunjungan ke dokter lebih sering. Dokter akan memeriksa ukuran bayi dan detak jatungnya dan melakukan USG untuk memantau perkembangan anak, apakah normal atau tidak. Dalam pemeriksaan, dokter juga akan memeriksa leher rahim Anda untuk mengetahui kapan mulai melebar, sehingga mereka dapat memprediksi kapan waktu persalinan akan terjadi. Oleh karenanya, jangan pernah melewatkan kunjungan ke dokter kandungan, karena ini adalah saat penting dalam kehamilan Anda, sehingga membutuhkan pegawasan medis.

Sumber : iburumahtangga.com

Selasa, Juni 07, 2011

Beranjaklah Dari Meja Kerja

Banyak pekerja yang rela mengorbankan waktu istirahatnya dan memilih untuk makan siang di meja kerja kala deadline melanda. Beranjak hanya untuk pergi ke toilet atau karena bos memanggil. Bila anda termasuk salah satunya, berhati-hatilah !


Berdasarkan data dari British Chiropractic Assosiation menyebutkan, terlalu sering duduk di depan komputer selama sepuluh jam setiap hari, bisa membuat anda terkena penyakit punggung, seperti rasa nyeri yang datang seketika.

Sedangkan Doktor Genevieve Healy dari University of Queensland menyatakan, duduk terlalu lama membuat ukuran lingkar pinggang menjadi lebih besar, di samping meningkatkan kolesterol jahat.

Nah .. kalo anda tidak memiliki banyak waktu maka mulailah untuk melakukan gerakan ringan seperti memutar bahu, berjalan selama dua menit setiap jam, serta alihkan pandangan mata dari komputer tiap setengah jam. Ini bisa membuat anda tetap bugar walaupun sibuk.

Sumber : CHIC edisi 1 - 5 Juni 2011

Selasa, Desember 21, 2010

ASI Bisa Membuat Anak Laki-laki Lebih Cerdas

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA-- Satu lagi manfaat ASI yang ditemukan. Hasil penelitian terbaru dari University of Western Australia mengungkapkan bahwa menyusui bayi dapat membantu mereka mencapai keberhasilan akademis pada usia 10 tahun, terutama pada si buyung. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak terutama mendapatkan ASI selama enam bulan, tampaknya lebih baik dalam matematika, membaca, menulis, dan mengeja. Efeknya terkuat pada anak laki-laki.," demikian bunyi hasil penelitian.


Diperkirakan bahwa ikatan antara ibu dan bayi dipupuk selama menyusui adalah berarti ibu yang lebih perhatian dan mendukung anak-anak mereka. "Anak laki-laki lebih responsif terhadap perhatian ibu ketika belajar, ini yang dapat menjelaskan mengapa menyusui memiliki dampak yang lebih besar pada mereka," kata para peneliti.

Para peneliti juga menyebutkan bahwa mungkin ada zat dalam ASI yang membantu otak berkembang. Efek ini akan lebih terasa pada anak laki-laki karena mereka tidak memiliki hormon wanita yang diketahui untuk melindungi otak.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, menyebutkan, "Dengan melihat anak laki-laki dan perempuan secara independen, kami menemukan bahwa menyusui dominan selama enam bulan atau lebih terkait dengan kemampuan anak akan mata pelajaran matematika, membaca, menulis, dan ejaan dengan skor yang tinggi untuk anak laki-laki, tetapi tidak ada efek menyusui terlihat jelas pada pencapaian pendidikan anak perempuan untuk subjek apapun.

"Kami menemukan interaksi yang signifikan untuk matematika dan ejaan yang mengungkapkan bahwa anak laki-laki lebih mungkin dibandingkan anak perempuan telah meningkatkan nilai akademik jika mereka mendapatkan ASI untuk jangka waktu lama. "Rata-rata, anak laki-laki memiliki skor berhitung dan keaksaraan yang lebih rendah dibandingkan anak perempuan, namun skor membaik jika anak itu disusui selama enam bulan atau lebih."

Penelitian ini melibatkan lebih dari 1.000 anak yang diamati dari saat ibu mereka hamil 18 minggu sampai mereka mencapai usia sepuluh tahun ketika mereka dinilai menggunakan standar nilai matematika, membaca, menulis, dan ejaan.

Para penulis menyesuaikan dengan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pencapaian pendidikan, termasuk pendidikan ibu dan pendapatan keluarga. Namun mereka tidak bisa sepenuhnya menjelaskan kecerdasan ibu.

Peneliti utama, Dr Wendy Oddy, dari Pusat Penelitian Kesehatan Anak di University of Western Australia, di Perth, menulis dalam jurnal itu, "Efek positif pemberian ASI utama selama enam bulan atau lebih pada prestasi akademik memiliki efek menguntungkan pada perkembangan anak. Karenanya ibu harus didorong untuk menyusui paling tidak selama enam bulan atau bahkan lebih.

Selasa, November 09, 2010

Waspadalah Jika Anda Hobi Menaruh Laptop di Paha

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Anda termasuk gemar mengoperasikan laptop di atas paha? Bila ya, sebaiknya anda segera menghentikan kebiasaan itu. Pasalnya, hasil riset mengungkap individu yang terbiasa mengunakan laptop diatas paha kemungkinan besar akan terkena 'sindrom kulit terbakar'. Sindrom ini memang tidak berbahaya bagi kesehatan secara langsung melainkan yang bersangkutan akan mengalami kulit kemerahan layaknya terpanggang sinar matahari.


Di Inggris, seorang anak berusia 12 tahun mengalami perubahan warna kulit disekitar paha usai bermain game komputer selama beberapa jam setiap hari dalam beberapa bulan terakhir. Dia mengaku biasa meletakan game di atas pahanya ketika bermain game. Kasus lain yang terjadi, seorang mahasiswi hukum tengah menjalani pengobatan lantaran kulitnya tampak belang-belang.

Dr Kimberley Salkey, dokter kulit yang menangani mahasiswi itu mengatakan kasus belang di kaki pasiennya merupakan akibat dari mengoperasikan laptop di atas paha. Menurut Kimberly setiap mengoperasikan laptop, bagian paha pasiennya mengalami pemanasan sebesar 52 derajat celcius atau 125 derajat Farenheit. Keterangan Kimberly sekaligus didukung data yang dirunut dari tahun 2007 hingga kini. Data itu menyebutkan setiap satu dari sepuluh pengguna laptop mengeluhkan perubahan warna pada kulit paha.

Selain akibat pemanasan yang bersumber dari mesin laptop, peneliti menyimpulkan bahwa bakteri juga turut berperan. Bahkan dua peneliti dari University Hospital Basel, Andreas Arnold dan Peter Itin berkesimpulan dalam kasus yang tergolong parah, perubahan warna pada kulit ini bisa menyebabkan kanker. Mereka memang tidak menyebut penggunaan laptop secara langsung yang menyebabkan kanker, namun mereka menyatakan untuk lebih baik bagi individu agar tidak menggunakan laptop diatas paha. Dr Salkey, peneliti dari Eastern Virginia Medical School menuturkan kulit yang rusak seperti akibat berjemur di bawah terik matahari.

Menanggapi kasus tersebut, vendor utama laptop macam Apple, HP dan Dell mengaku telah memperingatkan konsumennya untuk tidak bersentuhan secara langsung dan berlama-lama. Peringatan itu diperkuat dengan hasil riset beberapa tahun lalu yang menyebutkan penggunaan laptop di atas paha pria menyebakan suhu skrotum atau kantung kemaluan memanas. Secara logika, panas menyebabkan penurunan produksi sperma yang akhirnya berujung kemandulan.

Kasus laptop ini sebenarnya sudah terjadi dimasa lalu. Bedanya, panas yang dihasilkan bersumber pada pekerjaan yang dekat dengan sumber panas seperti pembuat roti dan pembersih kaca. Dr Anthony Mancini, pakar kulit Children's Memorial Hospital Chicago mengaku dirinya pernah menangani kasus yang sama. Bedanya dia menggunakan yang menggunakan pemanas ketika menyembuhkan cedera kakinya saat bermain American Football. Dia mencatat radang kronis yang berkepanjangan pada kulit berpotensi meningkatkan kesempatan untuk sel kaner squamos, sel kanker paling agresif dari sejenisnya. Ihwal panas yang bersumber dari laptop dia nilai tidak akan menyebabkan kanker bila tidak bersentuhan langsung berkepanjangan dengan laptop.

Minggu, Oktober 31, 2010

Hati-hati Beli Kacamata Murah

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Prinsip buat apa membeli produk yang mahal kalau memang ada produk sejenis yang lebih murah sejatinya harus dipertimbangkan kembali. Pasalnya, hasil studi di Inggris mengungkap individu yang membeli kacamata berharga murah sama saja dengan membeli kacamata dengan harga mahal. Betapa tidak, akibat dari menggunakan kacamata 'asal murah' tanpa mempertimbangkan kualitas justru menyebabkan efek negatif berupa sakit mata, pusing atau mata berbayang. Singkat cerita, ongkos mengunjungi rumah sakit akibat menggunakan kacamata bila diakumulasi sebanding dengan harga satu kacamata mahal.


Peneliti berasumsi, kecenderungan itu disebabkan informasi yang mengatakan di usia 50 tahun, para orang tua acap kali mengalami kesulitan membaca tanpa kacamata. Tak heran, kehadiran kacamata berharga murah di berbagai pusat perbelanjaan atau pinggiran jalan raya menjadikan produk ini diserbu bak kacang goreng. Ramai-ramai, remaja atau dewasa yang tengah terjangkit 'virus' membaca membeli kacamata itu."Konsumen mungkin harus membayar mahal ketika memesan kacamata dari optik. Belum lagi resiko kehilangan atau jika rusak. Jadi, jelas konsumen sudah menentukan pilihan mereka, " simpul peneliti seperti dikutip dailymail, Kamis (28/10).

Sayangnya, pilihan itu memunculkan konsekuensi berupa ragam penyakit mata. Riset awal yang dilakukan peneliti mengungkap 7 dari 14 pembeli mengalami masalah dengan pengelihatan mereka. Setengah dari mereka bahkan mengalami minus mata mulai dari - 3 hingga -4, -5. Belum lagi, peneliti juga menemukan adanya gagang kacamata yang tidak sesuai dengan lekuk kepala. Akibatnya, mata menjadi tegang, pengelihatan kabur, sakit kepala dan pengelihatan ganda. "Masalah yang terbesar adalah titik pusat dari dua lensa mungkin tidak selaras," kata peneliti.

Di Inggris, terdapat perbedaan yang cukup signifikan ihwal titik pusat lensa yang tidak cocok. Karena itu, peneliti menyarankan agar sebelum konsumen membeli kacamata ada baiknya untuk terlebih dahulu memeriksakan mata. Selain itu, konsumen juga harus memeriksa apakah resep yang diberikan secara tepat digunakan. Peneliti melihat dua hal ini sangan penting untuk mencegah masalah kesehatan mata yang serius semisal katarak dan tumor otak.

Kamis, Oktober 28, 2010

Pemberian Susu Formula Perlu Dibatasi

VIVAnews. Kampanye memberikan air susu ibu (ASI) kembali gencar menyusul rencana larangan iklan susu formula untuk bayi di Indonesia. Ini memperkuat argumen bahwa susu formula tidak dapat menggantikan manfaat ASI.

Sebuah penelitian di Inggris menyatakan bahwa susu formula memiliki sejumlah efek buruk. Bukan hanya tak mampu memenuhi kebutuhan bayi, tapi juga mengandung zat berbahaya yang menempatkan bayi pada risiko kesehatan buruk.


Penelitian yang dilakukan tim dari Keele University, Staffordshire, itu memeriksa 16 sampel susu formula merek ternama untuk anak-anak usia satu tahun ke bawah yang beredar di Inggris.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Pediatrics ini menunjukkan, jejak logam dalam 16 sampel susu itu melebihi ambang batas aman. Mayoritas sampel menunjukkan kandungan alumunium 40 kali lebih banyak dari ASI.

Salah satu produk susu untuk bayi prematur bahkan memiliki kandungan alumunium supertinggi mencapai 800 mikrogram per liter. Padahal, aturan kesehatan yang telah disepakati di negara-negara Eropa tidak boleh lebih 200 mikrogram per liter.

Seperti dikutip dari laman Daily Mail, Dr Chris Exley, yang memimpin studi itu, mengatakan, "Kami telah meneliti kandungan aluminium dalam susu formula selama bertahun-tahun dan berpotensi membahayakan anak."

Exley mengatakan bahwa asupan alumunium berlebih memang tak memiliki efek frontal pada anak yang meminumnya. "Anak tidak akan meninggal gara-gara minum susu formula, tapi asupan alumunium dari susu formula ini berhubungan dengan penyakit saraf dan cacat tulang di kemudian hari, bahkan ada hubungan dengan demensia."

Pembatasan asupan susu formula telah dilakukan di sejumlah negara dengan mengadopsi Kode Internasional Pemasaran Produk Pengganti ASI yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1981.

Seperti dikutip dari situs UNICEF, di Iran, pemerintah setempat melakukan kontrol ketat terhadap impor dan penjualan susu formula pengganti ASI. Masyarakat hanya dapat membeli susu formula dengan resep dokter. Tak hanya itu, kaleng susu juga tak boleh menampilkan merek, gambar atau pesan promosi.

Sementara undang-undang di India mengharuskan produsen susu formula untuk menyertakan peringatan mencolok tentang potensi bahaya di kaleng. Peringatan ini harus ditempatkan di tengah-tengah label sehingga terbaca pembeli.

Jadi .. untuk para orang tua khususnya para ibu, yakinlah sebagus-bagusnya kandungan susu formula, tak akan pernah bisa mengalahkan Air Susu Ibu (ASI). Sangat disayangkan sekali bagi yang tidak bisa menyusui anaknya karena alasan bekerja. Semoga diriku bisa melakukannya jika sudah punya anak nanti ... walaupun sambil bekerja. (Dini)

Rabu, Oktober 27, 2010

Data Perkembangan HIV/AIDS 2010 di Kalsel

Berdasarkan Laporan Kasus HIV Triwulan II Tahun 2010 dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Kalsel sampai bulan September 2010 tercatat total jumlah kasus HIV dan AIDS sebanyak 201 orang. Dengan rincian yaitu jumlah kasus HIV sebanyak 138 orang dan jumlah kasus AIDS sebanyak 63 orang. Perlu diketahui untuk kasus HIV dan AIDS ini dibedakan. HIV adalah sebuah fase dimana penyakit tersebut belum memberikan gangguan kesehatan secara bermakna. Artinya secara fisik masih cukup kuat. Sedangkan AIDS merupakan fase HIV akhir dimana orang tersebut memerlukan perawatan dan pengobatan di tempat pelayanan kesehatan.


Hampir semua kabupaten dan kota ditemukan kasus HIV. Tanah Bumbu menempati urutan tertinggi yaitu sebanyak 52 kasus. Disusul oleh Banjarbaru sebanyak 34 kasus. Banjarmasin ditemukan 23 kasus. Kotabaru sebanyak 12 kasus. Kabupaten Banjar sebanyak 9 kasus. Hulu Sungai Tengah terdapat 5 kasus. Tapin, Hulu Sungai Utara dan Balangan, masing-masing sebanyak 1 kasus.

Untuk kasus AIDS, Banjarmasin menempati urutan tertinggi sebanyak 22 kasus. Banjarbaru sebanyak 12 kasus. Kotabaru ditemukan 10 kasus. Tabalong terdapat 9 kasus. Tanah Bumbu sebanyak 5 kasus. Hulu Sungai Selatan ditemukan 2 kasus. Kabupaten Banjar, Barito Kuala dan Balangan, masing2 sebanyak 1 kasus.

Sedangkan jumlah kasus AIDS berdasarkan faktor resiko, yang ditularkan melalui hubungan seksual sebanyak 35 kasus, melalui IDU (penggunaan jarum suntik pada korban nafza) sebanyak 16 kasus, melalui perinatal (dari ibu ke bayi) terdapat 7 kasus, melalui tranfusi darah ditemukan 2 kasus dan melalui pasangan risti (tertular dari pasangannya) sebanyak 3 kasus.

Dari jenis kelamin, kasus HIV/AIDS masih didominasi oleh perempuan sebanyak 58 % dan laki-laki sebanyak 35 %.

Untuk kasus HIV/AIDS berdasarkan kelompok umur juga sangat memprihatinkan. Di mana pada kelompok umur produktif yang seharusnya dapat digunakan untuk berkarya, justru menempati urutan tertinggi kasus ini yaitu umur 25 sd 49 tahun sebanyak 55 kasus dan umur 20 sd 24 tahun sebanyak 13 kasus. Untuk kelompok umur 5 sd 15 tahun ditemukan 1 kasus. Sedangkan untuk umur di bawah 4 tahun terdapat 3 kasus.

Melihat perkembangan HIV/AIDS ini, sangat penting untuk mengambil langkah2 pencegahan penularan yang tepat. Perlu keseriusan semua pihak untuk melaksanakan langkah2 pencegahan agar penderita penyakit ini dapat diminimalisir. Sehingga lost generation tidak terjadi. (Dini)

Senin, Oktober 25, 2010

PMTCT

Prevention Mother To Child Transmition (PMTCT) adalah upaya pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak. Hal ini sangat penting dilakukan. Terdata sekitar 3,2 juta anak usia dibawah 15 tahun mengidap HIV dan meninggal sebelum usia remaja sampai akhir 2002. Bahkan ada kasus tambahan dimana 800 ribu anak di Indonesia ditemukan mengidap HIV/AIDS. Jika hal ini dibiarkan maka kita akan mengalami lost generation. Untuk itu perlu upaya pencegahan. Salah satunya dengan program PMTCT.


Resiko penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak yang paling tinggi terjadi pada waktu janin di dalam kandungan, saat bayi dilahirkan dan ketika pemberian ASI. Resiko pemindahan virus HIV ini memungkinkan terjadi meskipun pada ketiga saat itu meskipun sang ibu belum diketahui terdeteksi mengandung HIV.

Penularannya sendiri dipengaruhi oleh tiga hal yaitu ibunya, kondisi kandungannya dan bayinya. Virus akan menular dengan kuat misalnya si ibu mengandung virus HIV yang banyak, karakteristik virus (ada yang senang berpindah2), kekebalan tubuh ibu yang rendah, virus masuk sewaktu ibu sedang hamil (virusnya terkategori "ganas"), pemberian ASI kepada bayi (meskipun jumlah virusnya di ASI sedikit, tapi kemungkinannya besar untuk tertular ke bayi).

Sedangkan kemungkinan menularnya HIV dari ibu ke anak yang terbatas, misalnya status ibu gizi buruk, kurus, kekurangan vitamin A, anemia, merokok, melakukan seks tidak aman, melakukan narkoba suntik. Dilihat dari jalan kelahirannya misalnya melahirkan normal, banyak luka, terjadi pendarahan. Biasanya dokter atau bidan melakukan epiciotemi (mengunting jalan lahirnya), hal ini juga memungkinkan bayi tertular HIV dari sang ibu. Terjadi pendarahan sewaktu melahirkan. Jika dilihat dari sang bayi, misalnya lahirnya prematur, bayi minum ASI dari ibu yang mengandung virus HIV, pada mulut bayi terdapat luka terbuka, seperti sariawan, kondisi ini juga bisa menyebabkan berpindahnya virus dari ibu ke anak.

Dengan mengetahui hal ini, jika seorang ibu terdeteksi HIV/AIDS menginginkan kehamilan maka perlu pertimbangan dan perencanaan yang matang. Misalnya cara melahirkannya dipilih melahirkan yang tidak banyak mengeluarkan darah, karena virusnya terkandung di dalamnya. Memilih tempat melahirkan di RS yang mempunyai sarana dan prasarana yang memadai agar penanganannya tepat.

Ribet banget kan ? Jadi demi kesehatan kita semua .. Hiduplah dengan perilaku yang sehat, menikah dan menjauhi narkoba suntik karena wanita cepat atau lambat pasti menginginkan anak. (Dini)

Sumber : Dialog Program Siaran Komunitas Untuk Populasi Kunci bersama dr. Vinna Dwiyana, SpKK (Tim VCT Mutu Manikam RS Anshari Saleh Banjarmasin) pada hari Kamis, 5 Agustus 2010.