Klinik Motivasi

Minggu, Oktober 18, 2009

Klinik Motivasi 17 Oktober 2009 : Menyingkirkan Belenggu

Klinik Motivasi, Sabtu tanggal 17 Oktober 2009 pukul 16.00-17.00 wita. Masih bersama Fauzan Muttaqien dari Quantum Spirit Training Center dengan tema "Menyingkirkan Belenggu". Selamat menyimak ringkasan perbincangannya ..

Kisah Pengantar Motivasi

Gajah dan Kutu Loncat

Petugas kebun binatang menangkap seekor gajah. Kemudian ke empat kaki gajah ini dibelenggu dengan rantai yang terbuat dari besi. Setiap hari, gajah tapi berusaha melarikan diri. Namun setiap kali dia melompat, si gajah selalu terjatuh. Hal ini terjadi berulang-ulang. Sebulan kemudian, rantai besi itu dilepaskan dan diganti dengan tali rafia yang tipis. Menurut anda, apakah kali gajah bisa melarikan diri ? Jika anda menjawab iya, maka jawaban anda meleset. Ternyata gajah tadi tetap melompat dan tetap terjatuh seperti semula.


Apakah yang terjadi ? Bukankah gajah semestinya mampu dengan kekuatannya untuk memutus tali rafia tadi ? Jawabannya adalah ternyata waktu sebulan telah mampu membuat sketsa di otak gajah bahwa dia tidak mampu melarikan diri. Meskipun diikat dengan tali rafia namun di otaknya, dia merasa masih diikat dengan belenggu rantai.

Percobaan yang hampir mirip dengan cerita di atas dilakukan pada kutu loncat. Sebelum dia ditangkap, konon katanya dia bisa melompat setinggi 300 kali lebih tinggi dari tinggi dirinya. Si kutu loncat ini dikurung di dalam kotak korek api. Pada bulan berikutnya, dia dibebaskan. Tebak, apa yang terjadi ?

Kali ini si kutu loncat hanya bisa melompat setinggi kotak korek api. Perhatikan, waktu sebulan telah menjadikan dia melupakan potensi besar yang telah dimilikinya.

Fauzan mengungkapkan bahwa disadari atau tidak sesungguhnya dalam kehidupan, seringkali kita juga berada dalam kondisi yang serupa. Sketsa pikiran kita terperangkap dalam kotak korek api buatan kita sendiri. Terbelenggu dengan bayangan rantai yang kita ciptakan sendiri. Sehingga rantai-rantai itu membuat kita tidak berhasil untuk maju.

Rantai belenggu ini juga bisa berasal dari lingkungan kita. Sebenarnya kita mempunyai potensi yang luar biasa. Tapi teman-teman mencela ketika kita menunjukkan karya kita. Keluarga yang tidak mendukung kemampuannya. Lambat laun akhirnya kita melupakan potensi yang kita miliki.

Beberapa Rantai Belenggu Kehidupan diantaranya :

1. Rantai Usia

Salah satu alasan yang sering digunakan untuk menolak amanah, tugas atau sebuah tantangan. "Aku masih terlalu muda, masih hijau .. masih banyak yang lebih tua dan berpengalaman." Atau sebaliknya. Merasa diri sudah tua. Biarkan yang muda yang berperan. Begitu biasanya alasannya. Sesaat kemudian dirinya pun mundur. Akhirnya menghalanginya untuk maju dan sukses.

Jika anda salah satu yang terbelenggu dengan rantai tersebut. Ada baiknya anda menyimak kesuksesan seseorang yang bernama Doktor Sayyid Muhammad Husein Thabathaba'i. Hafidz Qur'an dengan tafsirnya. Dalam kesehariannya, dia berbicara dengan bahasa al-Qur'an. Berasal dari Iran dan berhasil meraih gelar doktor honoris causa termuda di dunia pada usia 7 tahun. The Amazing Child, begitu orang-orang memanggilnya.

Hem .. saat usia 7 tahun kita ngapain ya ? Masih main kelereng kali ? Sementara pada umur yang sama Sayyid Husein telah bergelar Doktor !

Banyak cerita sukses lainnya, usia muda atau usia tua tidak mampu menghalangi mereka untuk mencetak prestasi.

2. Rantai Pendidikan

"Aku hanya S-1", "Aku tidak tamat SMA", dan lain sebagainya menjadi alasan kita menjadi seorang yang biasa-biasa. Padahal kita punya potensi luar biasa.

Perjalanan hidup Andrie Wongso bisa kita jadikan inspirasi. Pada saat kelas 6 SD, Andrie putus sekolah karena sekolah Tionghoanya ditutup Pemerintah Orde Baru. Untuk bertahan hidup, dia berjualan kue di pasar dan toko di Malang. Siapa sangka keuletannya membuahkan hasil. Kini dia dinobatkan sebagai Motivator No. 1 di Indonesia. Diapun bangga dengan gelarnya yang agak asing di telinga kita. Andrie Wongso SDTT TBS .. Sekolah Dasar Tidak Tamat Tapi Bisa Sukses !!

3. Rantai Nasib

Pernahkah anda bercermin ? Kemudian beberapa saat, anda menghela nafas panjang .. kecewa dengan jeleknya wajah dan penampilan anda ? Menurut Fauzan, anda tidak perlu sakit hati. Karena kesuksesan tidak mensyaratkan peraihnya berwajah ganteng atau cantik. Setidaknya Tukul Arwana telah membuktikannya !

4. Rantai Kesehatan

Bagi sebagian orang, menyerah karena keterbatasan fisik atau kesehatan adalah hal yang wajar. Mereka berhak untuk dikasihani karena ketidaksempurnaannya. Tapi bagi mereka yang bermental pejuang, tak ada satupun yang mampu membelenggunya. Selama raga masih ada, selama itu pula derap perjuangan akan terus dilangkahkan.

Setidaknya untuk orang seperti Syaikh Ahmad Yasin, Sang Pemimpin Hamas. Beliau sangat ditakuti oleh Israel. Hingga kematian beliau dianggap sebagai salah satu puncak kemenangan mereka. Padahal beliau adalah seorang yang tua renta berkursi roda. Bicaranya pun terbata-bata.

Namun, bertolak belakang dengan keadaan fisiknya. Justru dalam keterbatasan itulah, beliau mampu menjadi poros penggerak utama perjuangan rakyat Palestina. Beliau dengan suara yang terbata-bata mampu menggerakkan ribuan pemuda Palestina untuk melakukan serangan Intifadhoh. Serangan yang kelak dikenang dunia sebagai lambang perlawanan abadi tanpa henti melawan kebiadaban Israel. Lelaki tua renta ini, dari kursi rodanya .. mampu membuat para pemimpin Israel tidak bisa tidur nyenyak karena perasaan tidak amannya. Allahu Akbar !!

Apa yang harus kita lakukan ??

Menyimak cerita sebagian orang-orang yang luar biasa tadi, semestinya tidak disikapi dengan rasa kagum yang berlebihan. Justru harusnya menjadi pemacu semangat kita dalam meraih prestasi.

Seorang Husein Thobathaba'i yang masih sangat muda bisa mendapat gelar doktor .. kenapa saya yang lebih senior tidak ! Andrie Wongso yang tidak tamat SD bisa jadi motivator ulung .. harusnya saya juga mampu ! Tukul Arwana yang terbilang hidupnya kurang beruntung bisa sukses .. kenapa saya yang terlahir dengan nasib yang lebih baik tidak bisa ?? Lalu kenapa saya yang terlahir sempurna malah stagnan seperti ini sedangkan Syaikh Yassin yang cacat mampu meraih prestasi gemilang ??

Di akhir dialog, Fauzan mengajak kita untuk merenung tentang rantai yang sadar atau tidak sadar membelenggu kita. Padahal rantai itu sifatnya maya. Kadang-kadang buatan kita sendiri seperti rasa malas, merasa tidak cukup diberi waktu, deadline.

Cara menghancurkannya adalah dengan membuat daftar belenggu yang ada pada diri kita secara jujur. Sehingga kita bisa menghancurkannya. Membuang jauh-jauh rantai gajah dan kotak korek api yang memenjarakan kita. Bersiaplah untuk melakukan perjalanan menuju realita kesuksesan.

Demikian ringkasan dialog Klinik Motivasi kali ini, semoga bermanfaat(Dini)

Jumat, Oktober 16, 2009

Keluarga Sakinah, 16 Oktober 2009 : 4 Langkah Mencegah Hadirnya Orang Ketiga

Keluarga Sakinah, Jum'at, tanggal 16 Oktober 2009 pukul 11.00-12.00 wita bersama Ustadzah Herawati Diah. Sebuah program acara yang membahas seputar persoalan rumah tangga. Edisi kali ini kami membahas tentang "Usaha Preventif Mencegah Hadirnya Orang Ketiga".


Menurut beliau, problema rumah tangga yang sangat pedih dirasakan ketika hadirnya orang ketiga. Tujuannya tentu ingin merusak bahtera rumah tangga. Biasanya orang ketiga hadir karena :
1. Si Suami tergoda dengan gadis yang lain (karena lebih cantik daripada istri)
2. Si Istri tergoda dengan pimpinan kantor (karena sering bertemu dan berinteraksi)
3. Mantan pacar misalnya masih sering telpon2an
4. Sulit melupakan mantan pacar
5. Akibat antar-jemput misalnya sama2 satu jalan akhirnya jadi pulang dan berangkat ke kantor bersama
6. Dendam kepada pasangan misalnya pernah disakiti atau diselingkuhi sehingga balas dendamnya dengan mencari orang ketiga
7. Pasangan kurang berkembang, misalnya hanya dirumah saja, tidak mau diajak jalan-jalan, dandan seadanya dan lain2
8. Sulit memberi maaf terhadap kesalahan pasangan

Solusinya secara umum adalah dengan senantiasa mengevaluasi diri masing-masing dan memperbaikinya.

Ustadzah Herawati Diah juga mencermati hadirnya orang ketiga bisa disebabkan adanya beberapa kebiasaan di rumah tangga yang mulai merosot. Penyebabnya mungkin karena kurangnya pendidikan agama, arus budaya modern dan lain-lain. Padahal jika kebiasaan-kebiasaan yang sepele ini dilakukan maka akan mampu mengikat rasa kasih sayang suami, istri dan anak-anaknya.

Kebiasaan-kebiasaan itu adalah :

1. Saling menyejukkan hati
Caranya dengan sering bertatap muka, saling mendengarkan, menampakkan wajah yang berseri-seri dan perkataan yang baik. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Sesuai HR. Imam Ahmad dan Bukhari bahwa Rasulullah saw tidak pernah menampakkan wajah yang tidak menyenangkan setiap kali bertatap muka dengan orang.

Tentunya kebiasaan ini hendaknya dilaksanakan oleh suami dalam mendidik istri dan anak-anaknya. Justru ini akan menambah ikatan rasa kekeluargaan.

2. Makan Bersama
Ini juga merupakan satu kebiasaan yang sudah luntur di masyarakat. Saking sibuknya, pagi-pagi suami dan istri berangkat ke kantor. Makan bersama teman-teman sekantor yang belum sempat sarapan. Trus makan siang juga seperti itu. Makan malam ngga sempat karena sorenya ada syukuran atasan misalnya. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut maka akan membuka peluang hadirnya orang ketiga. Karena satu selera, satu tujuan, diselingi dengan acara curhat. Isinya membeberkan kekurangan pasangan masing-masing. Na'udzubillah min dzalik

Di dalam makan bersama ternyata terdapat berkah yang banyak, lebih mengenyangkan, lebih hemat. Ketika berkumpul di meja makan, si suami dapat memberikan nasehat berupa keteladanan (menunjukkan sesuatu tentang bersyukur kepada Allah, berdoa sebelum makan, etika makan dsb). Sehingga keterikatan antar anggota keluarga akan semakin erat.

3. Pandai Mengobati Hati
Kadang-kadang ada salah pada ucapan dan sikap dari salah satu pasangan. Suami atau istri harus mampu mengobati hati dengan sikap suka memaafkan, lapang dada menerimanya dan sabar dalam memperbaiki kesalahan tadi.

4. Menebarkan Salam
Kebiasaan ini kadang dianggap hanya untuk keluarga muslim atau hanya diucapkan pada acara formal. Padahal salam ini merupakan doa. Masuk atau keluar rumah, ucapkan salam. Untuk mempererat rasa kasih sayang diantara anggota keluarga dengan ucapan salam dan mencium tangan. Akan selalu teringat jika suami berangkat ke kantor dengan diiringi senyuman, salam dan cium tangan dari seorang istri.

Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi anda dalam menjalani kehidupan rumah tangga .. (dini)

Kamis, Oktober 15, 2009

Dahsyatnya Sebuah Kata

Yups .. sebuah judul yang sengaja kuambil untuk menggambarkan kekuatan sebuah kata. Semoga setelah membaca artikel ini, kita mulai mengendalikan kata-kata yang keluar dari mulut kita dengan kata-kata positif dan baik.


Cerita ini adalah kiriman seorang kawan ke e-mailku. Cukup lama mengendap. Alhamdulillah siang ini bisa diposting. Dia tertarik melakukan sebuah percobaan setelah mendengar info tentang pengaruh kata-kata negatif terhadap air. Info tersebut ditulis dalam sebuah buku yang berjudul "The Hidden Messanges In Water" karya Masaru Emoto. Pada halaman ke 31 buku tersebut mengungkapkan tentang banyaknya orang yang melakukan percobaan.

Percobaan yang dilakukan oleh seorang kawan tersebut yaitu :
1. Menempatkan nasi sisa yang sudah didiamkan semalaman ke dalam 2 toples dengan jumlah yang sama, kemudian masing-masing toples ditutup rapat.
2. Menempelkan label dengan tulisan berbeda pada masing-masing toples.
3. Toples A diberi label : "Kamu Pintar, Cerdas, Cantik, Baik, Rajin, Sabar, Aku Sayang Padamu, Aku senang Sekali melihatm, Aku Ingin Selalu di Dekatmu, I Love You, terima Kasih"
4. Toples B diberi label : "Kamu Bodoh, Goblok, jelek, Jahat, Malas, pemarah, Aku Benci Melihatmu, Aku Sebel, Aku Tidak Mau Dekat-Dekat Kamu."
5. Kedua toples ini diletakkan secara terpisah dan pada tempat yang sering dilihat.
6. Kemudian si kawan berpesan kepada istri, anak, dan pembantu untuk membaca label pada masing-masing toples tersebut setiap kali melihatnya.
7. Inilah yang terjadi pada nasi di dalam toples tersebut setelah 1 minggu kemudian :
Nasi dalam toples B yang dibacakan kata-kata negatif ternyata cepat sekali berubah menjadi busuk dan berwarna hitam. Sedangkan nasi dalam toples A yang dibacakan kata-kata positif masih berwarna putih kekuningan dan baunya harum seperti ragi.

Menurut si kawan, kalau d buku dikatakan ada yang mencoba dengan tiga botol. Dimana botol ketiga tidak diberi label apa-apa alias diabaikan atau tidak dipedulikan. Ternyata hasilnya nasi di dalam botol ke tiga ini membusuk jauh lebih cepat dibandingkan botol yang dibacakan kata-kata negatif.

Melihat hasil percobaan tersebut .. Coba bayangkan apa yang akan terjadi kepada anak-anak kita, pasangan hidup kita, rekan-rekan kerja kita, orang-orang di sekitar kita ? Mereka juga merasakan efek yang ditimbulkan dari getaran-getaran yang berasal dari pikiran dan ucapan yang kita lontarkan setiap saat kepada mereka.

Maka sebaiknya kita selalu sadar dan bijaksana dalam memilih kata-kata yang akan ke luar dari mulut kita. Bukankah memang seperti itu yang diajarkan oleh agama ? Kita dianjurkan untuk menghiasi diri kita dengan akhlak terpuji. Salah satunya berbahasa yang baik.

Dari 'Adi bin Hatim r.a, ia berkata, Rasulullah saw bersabda,"Jauhilah neraka walau dengan sebiji kurma. Siapa saja tidak menemukan sebiji kurma, maka dengan perkataan yang baik." (Mutafaq'alaih)

Allah swt juga memerintahkan kita untuk berbahasa yang baik kepada kedua orang tua terutama saat mereka lanjut usia, sebagaimana firman-Nya,"Dan ucapkanlah pada keduanya perkataan yang mulia (qaulan kariman)". (QS. Al-Isra : 23)

Yang luar biasa adalah saat Allah swt mengutus Nabi Musa a.s dan Nabi Harun a.s untuk menghadap Fir'aun. Meski raja Mesir itu sangat sombong bahkan mengaku dirinya Tuhan, tapi Allah swt memerintahkan kedua nabi-Nya untuk bertutur kata sopan kepadanya. Sebagaimana firman-Nya,"Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun. Sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat dan takut." (QS Thaha : 43-44)

Demikian mulianya berbahasa yang baik, maka Allah swt pun memberikan balasan kepada orang-orang yang melaksanakannya.

Rasulullah saw bersabda,"Sesungguhnya di surga terdapat satu kamar yang luarnya bisa dilihat dari dalamnya dan dalamnya bisa dilihat dari luarnya. Abu Malik al-Asy'ari berkata,"Bagi siapakah kamar ini ya Rasul?". Rasulullah saw bersabda,"Untuk yang baik perkataannya, suka memberikan makanan dan senantiasa bangun di malam hari pada saat manusia tertidur". (HR. Ath-Thabrani. Hadist ini dinyatakan hasan oleh Al-Haitsami dan Al-Mundziri. Juga diriwayatkan oleh Al-hakim, beliau menyatakannya shohih)

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua

Rabu, Oktober 14, 2009

Klinik Motivasi 10 Oktober 2009 : Afirmasi

Melihat antusias pendengar terhadap program Klinik Motivasi (hem .. gaya loe), kami berencana menambah jam tayangnya dari pukul 15.00 sd 17.00 wita. Namun ternyata Sabtu siang, hujan deras mengguyur kota Banjarmasin. Akhirnya kami on air jam 16.00 wita seperti Sabtu yang lalu.

Klinik Motivasi, Sabtu 10 Oktober 2009 pukul 16.00-17.00 wita bersama Fauzan Muttaqien dari Quantum Spirit Training Center. Tema kali ini tentang "Afirmasi". Selamat menyimak ringkasan diskusinya ...

Kisah Pengantar Motivasi

Cerita tentang seorang ayah dan anak yang berdiri di atas gunung. Si anak berteriak dengan kerasnya. Dan kemudian dia mendengar suara dengan kalimat yang sama berbalik kepadanya. Beberapa kali dia melakukan hal tersebut. Si anak pun heran dan bertanya kepada ayahnya.

"Ayah, suara siapakah itu ? Kenapa suaranya persis seperti diriku dan kalimat yang kuteriakkan ? Tanya si anak keheranan


Sang ayah menjawab,"Dia adalah gema. Coba kau teriakkan kembali dengan kalimat yang positif."

Anak itu kemudian berteriak,"Akulah sang juara !!" Terdengar gema suara yang menirukan kalimatnya.

Sang ayah mengatakan gema itu seperti kehidupan. Apa yang kita pikirkan, kita ucapkan dan yang kita lakukan akan berbalik kepada kita sendiri. Sehingga pikirkanlah sesuatu yang positif, ucapkanlah kalimat-kalimat yang baik dan lakukanlah perbuatan yang mulia. Karena yakinlah efeknya akan kembali kepada diri kita sendiri.

Menurut Fauzan, berdasarkan penelitian, dalam kehidupan ini manusia mengucapkan sekitar 65.000 kata/hari dan 77% nya adalah kalimat-kalimat negatif. "Saya tidak bisa melakukan hal itu", "Saya minder", "Saya Pemalu" dan sebagainya. Akibatnya ketika seseorang mempunyai mindset yang negatif seperti itu, dia akan menjalani kehidupan dengan apa adanya, apatis, tidak bersemangat, dan tidak percaya diri untuk melakukan sesuatu. Maka penting bagi seseorang untuk memiliki pandangan positif tentang dirinya agar tumbuh kepercayaan dirinya untuk melakukan sesuatu. Salah satunya dengan cara afirmasi.

Afirmasi berasal dari Bahasa Inggris yaitu "afirmation" yang berarti penegasan. Berbicara kepada diri kita sendiri (self-talk)sendiri dan merupakan salah satu bentuk pemrograman ulang pikiran. Jika afirmasi ini dilakukan sepenuh hati maka akan dapat membantu pencapaian prestasi.

Teknik afirmasi sendiri banyak ragamnya. Salah satu cara yang sederhana yaitu dengan menuliskan apa yang kita inginkan dan menempelkannya ke tempat-tempat yang sering kita lihat. Misalnya, "Akulah sang Juara !!", tulislah kalimat itu dan bacalah berulang kali setiap hari sampai timbul keyakinan pada diri sendiri bahwa anda memang sang juara !

Afirmasi berbeda dengan sombong. Karena sombong artinya mengingkari kebenaran yang datangnya dari Allah swt. Sedangkan afirmasi merupakan self-talk dan memprogram ulang pikiran agar tumbuh kepercayaan diri. Menurut Fauzan, afirmasi adalah harapan kita untuk pencapaian tujuan.

Afirmasi juga sangat terkait dengan hadist yang disampaikan Rasulullah saw bahwa "Allah swt tergantung dari persangkaan hamba-Nya." Hikmah yang bisa kita ambil dari hal ini adalah berbaik sangkalah dalam menjalani kehidupan ini. Tidak boleh mengeluh jika ada kejadian yang tidak sesuai keinginan kita.

Di akhir dialog, Fauzan menyampaikan sebuah renungan .. Jika kita merasa ada seseorang yang selalu menghadang dan menghalang-halangi langkah kita untuk maju, cobalah intropeksi diri .. siapa tau orang itu adalah diri kita sendiri. Karena seperti kata pepatah, musuh terbesar hidup kita adalah diri kita sendiri !!

Semoga bisa bermanfaat .. Sampai Jumpa Sabtu Depan ^^

Selasa, Oktober 06, 2009

Masker Lumpur Mati

Dua hari yang lalu, seorang teman mengajakku ke salon. Kebiasaan yang jarang kami lakukan beberapa bulan ini. Mungkin karena belum punya waktu yang cukup. Meskipun cuman facial dan creambath aja, itupun memerlukan waktu sekitar satu sampai dua jam. Belum lagi kalo nunggu giliran. Bisa lebih waktunya. Jadinya baru kemarin bisa ke sana.


Setelah menunggu sekitar 15 menit, tibalah giliran kami. Sambil melakukan proses tahapan cuci mukanya, si mbak nya nawarin kami untuk mencoba masker wajah dari lumpur mati (Avocado). Sebenarnya aku sudah sering denger jenis masker itu. Katanya sih hasilnya bagus. Kulit menjadi kencang, kotoran dan sel kulit mati akan hilang dan kulit akan menjadi halus. Meskipun seorang ibu yang juga sedang difacial seruangan dengan kami memperingatkan bahwa proses pembersihan masker dari wajah rasanya akan menyakitkan. Namun tekad kami sudah bulat *emang apa coba, kami akan mencobanya kali ini. Biar ngga penasaran hehehe

Yang namanya facial itu prosesnya tidaklah menyenangkan *ini pendapat pribadiku lo .. Apalagi pas tahap ekstraksi (pengeluaran) komedo dan jerawat dari wajah. Benda-benda itu dikeluarkan secara paksa dengan sebuah alat khusus. Pake cara manual atau bantuan mesin khusus tetap aja rasanya menyakitkan. Tak jarang proses ini diiringi dengan tetesan airmata *lebay .. ding !

Abis diekstrasi, wajahku diolesi dengan masker lumpur mati. Rasanya dingin dan sejuk. Subhanallah sakit yang kurasakan akibat proses sebelumnya terasa hilang. Karena proses pengeringan memakan waktu yang cukup lama, aku hampir ketiduran. Sesekali si mbak nengok aku, memeriksa apakah maskernya udah kering atau belum. Sekitar 30 menit, maskernya siap diangkat. Si mbaknya mulai mengelupaskan masker di pinggir wajahku dan kemudian mengangkatnya. Ya .. Allah, bener kata si ibu tadi. Kulit wajahku terasa dikelupas. Sakit sekali .. Aku berusaha mengalihkan pikiranku sehingga rasa itu tidak terlalu dominan. Tapi usahaku ngga berhasil. Untunglah .. si mbaknya cukup sigap mengangkat masker itu dengan cepat. Hingga aku tidak terlalu lama berada dalam penderitaan. Setelah semua masker terangkat, aku baru mengaduh. Eh .. si mbaknya malah tersenyum.

"Mbak .. mbak, aku kira mbaknya tahan sama sakitnya, soalnya dari tadi diem aja, eh ngga taunya?" Ujarnya cengegesan.

"Aku diem itu nahan sakit .. mbak ! Hufh .. ternyata begini ya rasanya," Kataku dengan wajah masih meringis.

Wajahku terasa kesemutan. Rasanya seperti abis ganti kulit *emang pernah ?? hehehe Tahap terakhir penutupan pori-pori kulit memakai alat khusus pengganti es batu dan olesan pelembab, hanya mampu mengurangi sedikit rasa sakitku.

Tapi memang sebanding dengan hasilnya, besok pagi temen-temen di kantor memuji wajahku. Kata mereka lebih bersih dan cerah. Rasanya seneng sekali .. pengorbananku ngga percuma. Rasa sakit akibat proses ekstraksi dan masker terbayar dengan bersihnya wajahku .. Alhamdulillah :)

Kejadian ini kembali mengingatkanku bahwa untuk mencapai kesuksesan diperlukan suatu proses. Di jaman yang serba instan ini, kadang-kadang kita lupa dengan hal itu. Ingin lancar berbahasa Inggris, tapi malas menghafal dan berlatih berbicara. Ingin menjadi kaya, namun malas berusaha dan bekerja. Ingin menulis novel bermutu seperti Laskar Pelangi, tapi semangatnya kalah ama mood.

Padahal di balik orang-orang sukses sekarang, mungkin saja tersimpan cerita duka dalam menapaki kesuksesannya. Bagaimana kita sekarang ini? Tentu melalui proses yang panjang. Mulai ketika berada di rahim seorang ibu. Lahir ke dunia ini. Belajar merekam apa yang dilihat, apa yang didengar dan apa yang dirasakan. Merangkak. Jatuh-bangun ketika belajar berjalan. Tangisan dan tawa mengiringi prosesnya. Dan lihatlah kita sekarang .. Atau cerita Assabiqunal Awwaluun (Orang-orang yang beriman pertama kali) .. bukankah mereka juga melalui proses itu. Tidak semua menyenangkan. Ada pedih dan perih menahan siksa orang-orang kafir. Ada airmata dan pengorbanan jiwa dan raga yang diberikan. Dan lihatlah .. akhir ceritanya. Allah swt menjamin mereka masuk surga .. Subhanallah !!

Maka dari itu, jika kita menginginkan kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup ini. Ikutilah proses pencapaiannya dengan sabar dan kegigihan. Jikapun keberhasilan belum kita raih. Paling ngga kita sudah membuktikan bahwa kita bukanlah orang yang pantang menyerah !! Bukankah yang dinilai Allah adalah proses yang kita jalani, apakah sudah sesuai syariat-Nya atau ngga? Hasilnya serahkan kepada-Nya. Insya Allah, Dia akan memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya.

Senin, Oktober 05, 2009

Semakin Banyak Musibah, Semakin Taat Kepada Allah swt

Pernyataan ini disampaikan Ustadz H. Hidayatul Akbar, Humas HTI Kalsel, dalam sambutannya pada acara Liqo Syawal 1430 H di Mesjid Nurul Huda Banjarmasin, Minggu pagi kemarin (4/10). Menurutnya, bencana yang sering terjadi akhir-akhir ini sebagai akibat tidak diterapkan Syariat Islam secara menyeluruh dalam kehidupan. Sebagaimana telah diperingatkan-Nya dalam QS. Ar-Ruum ayat 41. Seperti hukum ekonomi di negeri ini masih berlandaskan sistem ribawi, pornografi dan korupsi menjadi budaya, dan sebagainya. Sehingga Allah swt menimpakan azabnya tidak hanya kepada orang-orang yang berbuat kerusakan saja.


Untuk itu penting bagi kita untuk memetik ibroh dari peristiwa ini, bahwa manusia itu makhluk yang lemah. Tidak ada tempatnya, dia bersikap sombong dengan melalaikan hukum-hukum Allah swt. Semakin banyak musibah, harusnya semakin mendorongnya untuk taat kepada-Nya dengan menerapkan Syariah dan Khilafah.

Sebanyak 4 orator juga turut memberikan tausiyah di acara ini yaitu KH. Husin Nafarin (Ulama Kalsel), KH. Dzarkasi, Lc (Pimpinan Ponpes An-Najah Cindai Alus), Ustadz M. Abdullah (HTI Kalsel)dan Ustadz H. M. Natsir (Mubaligh Muhammadiyah).

Dalam acara ini dilakukan pemutaran video kegiatan Muktamar Ulama Nasional yang digelar pada bulan Juli yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa perjuangan penegakan Syariah dan Khilafah telah menyentuh berbagai level termasuk para ulama.

Panitia juga mengedarkan kotak infak dan terkumpul sebesar Rp. 4.821.800,-. Rencananya dana ini akan disalurkan melalui posko HTI Peduli Gempa Sumbar. Untuk masyarakat Kalsel yang juga masih ingin memberikan bantuan, dana bisa dikirimkan ke rekening a.n HTI di Bank Syariah Mandiri no. rek. 0160233681 dan Bank Negara Indonesia Syariah no. rek. 0177325530.

Acara yang bertemakan "Raih Takwa, Songsong Kemenangan Islam dengan Tegaknya Syariah dan Khilafah" ini dihadiri ratusan orang yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat.

Sabtu, Oktober 03, 2009

Klinik Motivasi 3 Oktober 2009 : The Power of Dream

Mulai bulan Oktober ini, ada program baru yang diberi nama "Klinik Motivasi". Pembicaranya seorang laki-laki muda yang multitalenta. Fauzan Muttaqien namanya. Masih meneruskan studinya sebagai dokter muda dan penulis. Meskipun sebenarnya dia tidak mau disebut penulis. Fauzan lebih senang dikenal sebagai trainer dan motivator. Dia merupakan salah satu trainer di sebuah lembaga training di Banjarmasin, yaitu Quantum Spirit Training Center.

Sabtu, 3 Oktober 2009 pukul 16.00-17.00 wita, program "Klinik Motivasi" perdana mengudara. Mengambil tema "The Power of Dream". Berikut ringkasan hasil dialog seru yang melibatkan pendengar untuk sharing pengalaman juga .. Selamat menyimak :

Mengapa kita harus bermimpi?


Jawaban dari pertanyaan di atas sangatlah penting. Karena jawaban ini menjadi dasar/pondasi kuat untuk mewujudkan mimpi itu. Fauzan menyampaikan ada beberapa alasan kuat untuk bermimpi dalam kehidupan ini, yaitu :

Di dalam kehidupan ini, telah banyak manusia yang hidup. Namun dari sekian banyak manusia yang hidup, hanya sebagian kecil yang dikenang meskipun mereka telah tiada. Mereka itu adalah orang-orang yang luar biasa. Yang hidup karena mimpi yang luar biasa juga.

Manusia hidup tanpa mimpi

Hidup tanpa mimpi akan terasa garing. Terasa kering dan tentunya tidak merasakan indahnya hidup. Hidupnya akan terasa biasa-biasa saja. dan ketika meninggal duniapun dalam keadaan biasa saja dan dikuburkan bersama orang-orang yang biasa saja.

Apa itu mimpi ?

Sebagian orang mungkin sulit membedakan antara yang khayalan dan impian. keudnya abstrak dan tidak nyata. Hal ini menyebabkan mereka tidak dapat mewujudkan impiannya. Kemudian berhenti di sebuah titik yang disebut khayalan. Padahal khayalan tidak akan pernah mengantarkan kita kepada realita.

Jadi mimpi itu setingkat lebih tinggi dari khayalan. Mimpi adalah khayalan yang memiliki realita. Untuk merubah khayalan anda menjadi mimpi, caranya sangat sederhana. Kuncinya adalah menyesuaikan khayalan itu dengan realitas.

Maka menurut Fauzan, yang harus ditanyakan ke dalam benak kita sendiri jika memiliki keinginan adalah mungkinkah hal itu menjadi kenyataan ? Bila sesuatu itu masih rasional dan realitasnya ada di dunia .. mengapa tidak ??

Bagaimana mewujudkan mimpi agar menjadi kenyataan ?

Caranya gampang yaitu gambarkan mimpi kita dalam sebuah realitas. Jika anda memiliki impian menjadi seorang pengusaha. Maka bayangkan apa yang anda dapatkan jika anda telah menjadi pengusaha. Nikmatnya duduk di kursi empuk diliputi sejuknya AC di kantor yang besar. Mempunyai uang yang banyak. Anda dapat berinfak dengan jumlah yang besar dan lain-lain.

Kemudian perjelas mimpi anda tadi dengan membuat planning (rencana). Kapan semestinya mimpi itu dapat direalisasikan. Tentukan bagaimana anda memulai bisnis anda ? Bagaimana caranya mengembangkannya ? Bagaimana anda mengatasi hambatan yang kira-kira menghadang di depan ?

Jika sudah tergambar, maka mulailah take action ! Karena jika hanya sekedar mimpi, tanpa berusaha mewujudkannya .. maka anda hanya berkhayal saja.