Klinik Motivasi

Sabtu, Oktober 23, 2010

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi Kesehatan

Menurut Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D dalam bukunya "Komunikasi Lintas Budaya" yang terbit bulan Mei 2010, komunikasi kesehatan dipengaruhi oleh kepercayaan, nilai, komunikasi Verbal dan Non Verbal.

Kepercayaan

Penduduk di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah yang terbiasa meminum air mentah mempercayai bahwa air matang tidak enak. Penyuluh kesehatan di sana menganggap kepercayaan tersebut sebagai kendala yang harus diatasi. Karena kebiasaan meminum air mentah dapat menimbulkan penyakit diare yang mematikan (suartika, 2000). Kepercayaan ini mirip dengan kepercayaan suatu komunitas di Los Molinas, Peru yang tidak mau meminum air matang. Mereka menganggap air matang hanya layak untuk orang sakit. Warga desa tersebut memercayai air matang telah kehilangan kekuatan atau sarinya bagi kehidupan manusia, sehingga dapat membuat orang sehat menjadi loyo. (Rogers, 1995 : 1-5)


Nilai

Dalam masyarakat Timur yang kolektivis komunikasi lebih rumit daripada dalam masyarakat barat yang individualis. Untuk menjaga hubugan serasi dengan orang lain, orang kolektivis cenderung berbasa-basi. Kalau perlu berbohong untuk menyenangkan orang lain. Contohnya ketika seorang perawat Filipina di AS yang diminta dokter Amerika untuk memberi obat kepada pasien. Meski perawat sadar bahwa dokter telah memberi resep yang salah dan akan merugikan pasien, ia terpaksa mengikuti pesan dokter tanpa membantahnya. (Brislin dan Yoshida, 1994 : 53)

Komunikasi verbal

Bahasaa sifatnya relatif. Kata-kata tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa lain dengan kecermatan yang sama. Perbedaan pemahaman atas kata-kata akan lebih rumit lagi jika orang-orang menggunakan bahasa ibu yang berbeda. Misalnya, penyakit masuk angin yang dikenal di Indonesia tidak dikenal di Barat. Begitu juga cara pengobatannya dengan mengerok badan dengan uang logam. Suatu anekdot melukiskan : seorang eksekutif Indonesia yang terbang ke luar negeri yang badannya merah2 setelah dikerok dilepaskan oleh kelompok teroris bule yang menyangka bahwa dia menderita penyakit menular.

Komunikasi non verbal

Di Indonesia, menganggukkan kepala tidak selalu berarti ya dan menggelengkan kepala tidak selalu berarti tidak. Dokter Indonesia harus kritis menafsirkan pesan pasien yang samar ini. Misalnya, jika dokter mengharapkan pasien untuk kembali menemuinya minggu depan, setelah dokter memberi obat, anggukan kepala pasien tidak otomatis berarti persetujuan. Pasien mengangguk, namun bisa jadi ia tidak berniat untuk kembali menemui dokter. Padahal konsultasi selanjutnya penting bagi kesehatan pasien.

Aspek sentuhan juga penting. Riset dalam komunikasi kesehatan menunjukkan kebutuhan pasien akan sentuhan tidak dipenuhi oleh profesional medis (Kreps dan Thornton, 1992:33). Pijitan dan sentuhan oleh dokter dan perawat menghasilkan efek positif pada pasien yang dirawat di RS (Knapp dan hall, 2002:273). Namun tentunya, profesional medis juga perlu memperhatikan bentuk, frekuensi, lokasi sentuhan, jenis kelamin, budaya, dan agama pasien agar pasien merasa nyaman dengan sentuhan tersebut.

Isyarat tangan pun dapat menjadi sumber masalah. Seorang profesional medis yang memanggil pasien dewasa di Ethiopia atau di Afrika Timur dengan telunjuk telah melakukan kesalahan besar. Karena di negara itu, isyarat tersebut hanya digunakan untuk memanggil anak-anak atau anjing.

Penataan ruangpun perlu juga diperhatikan. Dokter Abraham White melakukan eksperimen informal untuk mengetahui apakah meja yang membatasi dokter dan pasiennya mempengaruhi konsultasi mereka. Dokter tersebut menemukan, bila meja pembatas itu ditiadakan, 55,4 % dari jumlah pasiennya duduk santai. Bila meja itu ditempatnya, hanya 10,8% dari jumlah pasiennya yang duduk santai. (Rich, 1974:168). (Dini)

Jumat, Oktober 22, 2010

Model Komunikasi Kesehatan

Komunikasi berkaitan erat dengan kehidupan sehari2. Termasuk juga dalam dunia kesehatan. Masih ingat kasus Prita Mulyasari ? Berawal saat Prita meminta RS Omni Internasional Tangerang untuk memberikan hasil laboratorium mengenai penyakitnya. Namun pihak RS tidak memenuhinya. Kemudian Prita mengirim email kepada beberapa temannya. Email tersebut berisi ketidakpuasan Prita terhadap pelayanan RS dan buruknya pelayanan kedua dokter yang merawatnya. Pihak RS menilai tindakan Prita telah mencemarkan nama baik dokter maupun RS Omni. Setelah melalui proses di pengadilan, akhirnya Prita divonis bebas oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Tangerang pada tanggal 12 Desember 2009. Kasus ini menunjukkan buruknya komunikasi kesehatan yang dilakukan pihak RS dan kedua dokter yang merawat Prita.


Dari kasus di atas, kita menyadari pentingnya bagi profesional medis untuk meningkatkan pelayanan dengan meningkatkan keterampilan komunikasi mereka. Setengah abad yang lalu, Michael Balint menyatakan bahwa obat yang paling efektif dalam praktik medis adalah dokter itu sendiri (Bensing dan Verhaak, 2004 : 262). Keterampilan komunikasi ini bukan bawaan, melainkan dapat dipelajari.

Menurut Charles et al, 2004, ada tiga model komunikasi kesehatan (dokter dan pasien) yaitu :

* Paternalistic Model. Dalam model komunikasi ini, dokter mengendalikan aliran informasi kepada pasien dan memutuskan pengobatan.

* Informed Model. Model komunikasi ini menggambarkan dokter menyampaikan semua informasi yang diperlukan kepada pasien. Informasi itu berisi manfaat dan resiko berbagai pengobatan berdasarkan bukti yang sah. Setelah itu pasien sendiri yang mempertimbangkan dan memutuskan apa yang terbaik baginya.

* Shared Model. Model ini mengasumsikan bahwa dokter dan pasien membuat keputusan bersama, terutama mengenai pengobatan medis. Model komunikasi dokter-pasien terbaru ini ditandai dengan partisipasi pasien yang lebih aktif. Arus informasi dikendalikan baik oleh dokter ataupun oleh pasien.

Meskipun belum ada penelitian yang ekstensif mengenai keterampilan dokter berkomunikasi dan model komunikasi yang mereka lakukan dengan pasien, Deddy Mulyana menduga model paternalistik paling dominan terjadi dalam dunia kesehatan di Indonesia. Salah satu contoh adalah kasus Prita di atas. Dimana pihak RS dan dokter menempatkan Prita sebagai objek atau komoditas semata yang mendatangkan keuntungan.

Padahal menurut Deddy Mulyana, model komunikasi paling berguna untuk penyembuhan pasien adalah Shared Model. Model komunikasi ini menempatkan pasien sebagai subjek yang mempunyai latar belakang sosial budaya, nilai-nilai, harapan, perasaan, keinginan, kekhawatiran dan juga mendambakan kebahagiaan.

Shared model juga memungkinkan terjadinya dialog, dimana peran dokter bukanlah membujuk pasien untuk menerima pendapatnya. Namun untuk menemukan perbedaan diantara mereka dan kesimpulan bersama mengenai realitas klinis yang dialami pasien. Dalam konteks ini, hubungan dokter dan pasien sebagai mitra medis yang saling membutuhkan dalam memerangi keadaan sakitnya pasien. Ini membuat pasien lebih kooperatif untuk mengikuti rencana pengobatan seperti yang disarankan dokter. Pada saat yang sama, pasienpun bertanggung jawab untuk memutuskan nasibnya sendiri.

Menurut Adler, hubungan di atas memberikan hasil lebih baik : rekaman medis lebih lengkap, penilaian lebih baik, diagnosis lebih cermat, resep lebih murah dan penyembuhan lebih cepat (Angelelli, 2004 : 16)

Dalam pandangan Cegala (2005 : 5), jika dokter hanya mengumpulkan informasi tentang penyakit tetapi bukan keadaan sakit, yakni tanpa memahami konteks budaya sosial budaya lebih luas yang melatarbelakangi problem medis pasien, maka informasi yang mungkin sangat penting akan hilang dan kecermatan diagnosis dan rencana pengobatan akan berbahaya. Karena bisa jadi pasien sakit kronis tidak hanya menderita secara fisik saja tapi juga mempunyai pengalaman hidup yang berhubungan dengan keadaan sakit.

Dalam konteks inilah, para profesional medis perlu meningkatkan keterampilan komunikasi mereka agar kasus malpraktik tidak terjadi lagi.

Sumber : Komunikasi Lintas Budaya, Deddy Mulyana, Mei 2010 (Dini)

Kamis, Oktober 21, 2010

Memahami Pembentukan Memori Pada Anak

Proses pembentukan memori pada anak terjadi bukan karena gelombang otaknya dalam keadaan alpha. Karena menurut penelitian, semua otak anak berada dalam gelombang alpha. Jadi proses pembentukan memori pada anak lebih tepatnya karena pada masa kecil, sel saraf yang tangannya bergerak untuk menyimpan informasi sangat sedikit berhubungan satu sama lain. Sel saraf ini akan terhubung satu sama lain untuk menyimpan data memori. Sehingga mudah menerima informasi yang masuk ke otaknya.


Proses penerimaan dan penyimpanan memori pada anak dimulai pada saat hamil. Menurut teorinya ada yang mengatakan usia kehamilan 10 minggu atau 12 minggu. Mulai saat itulah neuron-neuron tadi membentuk jaringan atau saling berhubungan satu sama lain.
Memori yang terbentuk pada anak pada saat ibu hamil berasal dari apa yang ibu lihat, apa yang ibu dengar dan apa yang ibu rasakan. Informasi dari ibu tadi disimpan oleh bayi melalui pendengaran dan perasaannya. Informasi ini kemudian akan menjadi pondasi dasar proses berpikir anak selama ibu hamil.

Data memori pada anak selama dalam kandungan, dipengaruhi oleh dua faktor yaitu :

1. Kuantitas informasi

Keaktifan seorang ibu yang hamil mempengaruhi seberapa banyak data memori yang masuk ke bayi. Jika sang ibu tidak terlalu aktif pada saat hamil misalnya banyak berdiam diri saja, banyak dimanja oleh suami, orang tua, mertua karena cucu pertama, maka data yang masuk ke otak anakpun sedikit sesuai dengan kondisi ibunya. Begitu juga sebaliknya, jika ibunya selama hamil atraktif maka data yang masuk ke otak anak untuk menjadi data memori akan lebih banyak.

2. Kualitas informasi

Data memori pada anak juga dipengaruhi dari kualitas informasi yang diterima dari si ibu pada saat hamil tersebut. Hal ini sangat penting diperhatikan. Misalnya informasi yang masuk tentang kecemburuan istri terhadap suami, pertengkaran suami-istri, istri suka menggosip tetangga, berkelahi sama mertua dan lain sebagainya. Maka tunggulah, saat anda menanam maka anda juga yang akan memetiknya.

Oleh karena itu, pernikahan jika sudah melihat yang di atas, bukanlah perkara main2. Seorang laki2 yang menikah maka motivasinya dibangun dari kesadaran pentingnya berumah tangga. Dalam agama, dikatakan pernikahan sebagai sebuah ibadah. Jadilah seorang suami yang dapat menjadi pemimpin (leader) dan memberikan contoh yang baik bagi rumah tangga yang dibangun. Bukan sekedar menikah hanya karena "jadi duluan" atau pas karena "kecelakaan".

Suasana yang baik juga perlu diperhatikan oleh orang2 di lingkungan si ibu hamil tersebut seperti orang tua maupun mertua. Misalnya karena tidak setuju dengan pernikahan anaknya, maka anaknya ditakut-takuti atau diancam."Cari suami kayak gitu, mama ngga mau terima. Awas lo, kalo datang ke rumah, suamimu atau istrimu ngga usah dibawa". Hal ini secara tidak langsung, akan berakibat fatal bagi pembentukan pondasi memori pada anak. Karena data-data kebencian, permusuhan dan sebagainya akan masuk dan menjadi pondasi dasar memori anak.

Sehingga penting juga diperhatikan untuk calon mertua. Jika anak anda menikah berarti itu sudah keputusannya. Maka doronglah ia untuk berpikir yang baik. Anda terima pernikahan itu karena memang sudah konsekuensi dari keputusan anda juga.

Kemudian seorang ibu hamil juga perlu berhati2 terhadap informasi yang tidak sengaja dilihat, didengar dan dirasakannya. Misalnya menonton infotainment dan juga sinetron. Penuh dengan gosip. Perceraian. Perselingkuhan. Sehingga menimbulkan rasa jengkel dan juga kekhawatiran. Dan ini dapat masuk menjadi data memori pada anak. Sehingga jangan heran, jika anak sudah besar nanti sebentar2 khawatir dan sebagainya.

Selanjutnya, ketika ibu sudah melahirkan, maka informasi yang masuk ke otak anak juga lebih lengkap. Ketika dalam kandungan, informasi yang anak terima melalui pendengaran dan perasaannya. Setelah anak lahir, terjadi pergerakan antara satu neuron ke neuron yang lain di dalam otaknya pada saat dia melihat, mendengar dan merasakan sesuatu. Misalnya melihat senyuman, melihat tangisan, perkelahian, melihat ayah dan ibunya bertengkar, melihat wajah marah orang tuanya, menyimpan kata-kata yang lembut sampai yang kasar yang dia dengar dari orang tuanya, data-data pukulan, belaian, kasih sayang dan sebagainya.

Pada fase ini, orang tua terutama tetap harus memperhatikan kuantitas dan kualitas informasi yang diterima oleh si anak. Kemampuan menyerap dan menyimpan informasi akan terus berlanjut. Inilah masa2 golden age (0-5 tahun).Ingat .. merubah itu lebih sulit dibandingkan membentuk perilaku anak !

Perkembangan sel saraf sangat dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu ONLI :

1. Oksigen

Otak perlu oksigen yang cukup. Pada tahap ini, hindari bayi mengalami kekejangan karena dapat menyebabkan sel-sel saraf mati dan tidak berkembang sama sekali. Tergantung nanti sel saraf bagian mana yang mati, apakah kemampuan berbicara dan yang lainnya sehingga anak akan menjadi berkebutuhan khusus seperti autis, HDHD dan lain sebagainya.

2. Nutrisi

Sangat penting pemberian ASI eksklusif oleh si ibu kepada anak usia 0-6 bulan. Setelah 6 bulan, baru bayi diberikan makanan pendamping. Sebelum usia itu, cukup ASI saja karena pencernaannya belum siap sehingga jika diberikan makanan terlebih dahulu akan mengganggu absorsi / penyerapan nutrisi di tubuhnya.

3. Love (Kasih Sayang)

Pada saat anda menghargai terhadap yang dilakukan anak sekecil apapun, maka sel2 saraf akan dialiri impuls listrik sehingga ikatan neuron menjadi memori sangat kuat pada apa yang anda hargai. Misalnya ketika anak belajar menulis, sejelek apapun tulisannya, seaneh apapun gambar yang dia buat maka hargai dia. Maka memori anak terhadap menulis akan sangat kuat. Anda tidak akan menyuruh anak belajar menulis dengan membentak2nya. Memori otaknya akan mendorongnya untuk melakukan hal tersebut karena penghargaan yang anda lakukan. Namun jika anda melecehkannya, jangan harap impuls listrik akan mengalir pada memori menulisnya.

4. Informasi

Pada saat informasi masuk, maka sel saraf akan membentuk sinaps untuk menyimpannya. Bentuknya digital. Bukan analog. Informasi ini akan menjadi pondasi dasar berpikir yang akan mendorong anak untuk mengatakan sesuatu atau berperilaku. Jika anak tidak bisa berbicara, berarti data yang masuk ke dalam otaknya adalah yang membuat dia tidak mau berbicara. Bisa jadi karena anak jarang diajak bicara ortu. Untuk mengatasinya maka ajaklah anak lebih sering berbicara.

Tambahan : biasanya bayi prematur lebih cerdas dibandingkan bayi yang dilahirkan dalam keadaan cukup bulan. Hal ini disebabkan karena bayi prematur lebih dahulu menerima informasi *lahirnya kan duluan ? he3 Karena kecemasan dan kekhawatiran orang tua sehingga memberikan asupan gizi yang banyak, fokus perhatian sehingga kasih sayangnya lebih besar.

Sumber : Dialog Parenting dengan dr. A. Fadly Noor, CHt, M.NLP (Direktur International School of Neurohypnosis & Neurohypnoteraphy Banjarmasin-Kalsel) pada tanggal 14 Oktober 2010 pukul 11.00-13.00 wita. (Dini)

Rabu, Oktober 20, 2010

Mengapa Perempuan Membutuhkan Teman Perempuan?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Semua kaum Hawa membutuhkan teman yang juga berjenis kelamin perempuan. Meski sudah memiliki pacar atau suami, teman perempuan tetap tidak tergantikan. Carmen Renee Berry, MSW penulis buku 'Girlfriends: Invisible Bonds, Enduring Ties' mengatakan perempuan (seperti halnya pria) memiliki bahasa mereka sendiri.


Lebih dari itu, teman perempuan adalah keluarga yang dipilih sendiri. Berikut ini beberapa alasan mengapa perempuan membutuhkan teman perempuan, sebagaimana dikutip dari Women's Day, Jumat (6/8).

1. Berry mengatakan ajaklah teman perempuan Anda berbelanja bila Anda ingin berbagi pengalaman berbelanja bersama seseorang, daripada seseorang yang mengikuti Anda belanja.

Tidak peduli seberapa menyenangkan pacar atau suami Anda, mereka tidak akan mengerti mengapa pilihan di antara sepatu kulit buaya merah dan sepatu kulit mengkilap begitu penting.

2. Saat Anda sedang menghadapi masalah (hubungan dengan pasangan, pekerjaan, atau lainnya) tidak ada yang bisa memperbaiki masalah itu dengan lebih baik daripada sudut pandang dari teman-teman Anda.

"Anda tidak perlu banyak menjelaskan kepada sekumpulan teman perempuan Anda untuk mengatakan apa yang Anda maksud," kata Berry.

3. Anda menyukai sinetron atau reality show, tidak peduli sekeras apa kita berusaha mengubah pikiran para pria, mereka menganggap acara favorit Anda itu tidak tertahankan. Itu bukan masalah.

Pasangan Anda tidak harus memiliki minat yang sama dengan Anda. Anda bisa menggunakan acara itu sebagai alasan sempurna untuk berkumpul dengan teman secara teratur.

4. Berkumpul dengan teman perempuan Anda dalam berbagai acara, bisa memberi Anda informasi, meremajakan percakapan yang ternyata Anda rindukan. Selain itu, berada dalam kelompok dengan orang-orang yang Anda cintai, mendukung, dan melengkapi Anda, bisa memberi Anda arti kebebasan yang jenaka, kadang menimbulkan sisi bahwa Anda lupa Anda berada di sana.

5. Kadang-kadang pria perlu mendapatkan pujian. Tidak ada yang bertugas sebagai pengingat yang lebih bagus mengenai begitu beruntungnya kehidupan percintaan Anda daripada teman perempuan Anda ketika anda mengingat kembali sikap romantis terakhir pasangan Anda.

6. Anda mungkin memiliki pertanyaan mengenai mengenai masalah seks atau tubuh yang pacar atau suami Anda tidak tahu jawabannya. Atau Anda ingin menjaga 'image' di depan pasangan Anda, yang mungkin membuat Anda merasa pembicaraan mengenai infeksi kelamin merupakan ide buruk.

7. Anda membutuhkan seorang teman yang membuat Anda merasa senang dengan diri Anda sendiri. Anda senang bisa mengajukan satu pertanyaan dan mendapat tanggapan jujur baik itu mengenai celana pendek yang tidak enak dipakai maupun pria yang tidak akan pernah cocok dengan keluarga Anda.

Berry memperingatkan,"Maksud dari kritikan yang bersifat membangun adalah untuk meningkatkan hidup teman perempuan Anda bukan tipu muslihat untuk mencoba membuatnya berubah."

8. Anda membutuhkan orang yang pernah mengalami apa yang pernah Anda alami. Kebijaksanaan berasal dari pengalaman.

Tetapi, menurut Berry, perempuan cenderung mendengar, sementara pria merasa butuh memecahkan masalah. Berry mengatakan saat saluran pembuangan sampah milik seorang perempuan rusak, temannya yang juga perempuan mendengarkan keluh kesahnya. Teman prianya datang dengan membawa saluran pembuangan baru dan segera memasangnya.

Minggu, Oktober 17, 2010

Kecelakaan yang Menyenangkan

Tidak setiap kecelakaan itu menyakitkan .. ada lho "kecelakaan" yang menyenangkan. Bukan kecelakaan yang membuat berdarah-darah. Itu kualami saat pertama kali aku memasuki dunia penyiaran.


Sejak kecil memang aku sudah suka dengerin radio. Mungkin karena memang waktu itu yang jadi hiburan cuman ada tv dan radio. Televisipun saat itu dimonopoli oleh TVRI. Bisa ditebaklah program acaranya seperti apa. Yang kuingat sih, tiap hari Minggu aku dan Helma, adikku duduk di depan tv nungguin si Unyil. Otomatis bagiku, hiburan paling menyenangkan adalah radio. Tiap sore, aku, mama dan Helma biasanya ngumpul dengerin sandiwara radio. Butir2 pasir di laut, Brama Kumbara, Misteri Nini Pelet saat itu lagi jaya2nya *ketauan deh angkatanku, wkwkwkwk Kadang2 tetangga juga ikut bergabung ...

Sebenernya sih ngga ada cita2 pengen jadi penyiar radio. Kuanggap cuman sebagai hobi. Meskipun aku sering menghayal juga gimana enaknya cuap2 sambil muter lagu kesayangan. Hem .. seru kali ya :) Dan tanpa kusadari hal itu terbawa juga dalam kehidupan sehari2. Bahkan ketika belajarpun, aku gunakan metode berbicara sendiri. Menghafal materi pelajaran dengan bersuara. Karena kebiasaan ini, mamaku sering marah2. Abis waktu belajarku tengah malam atau di sepertiga malam terakhir. Di saat orang sedang2 enaknya terlelap dalam mimpi, aku malah teriak2. Tapi mau gimana lagi .. aku tidak bisa konsentrasi jika di sekitarku ribut. Setengah ngancem *lebay he3 kubilang sama mama, pilih mana mau ranking anaknya turun atau bersabar dengan suaraku ? Akhirnya setengah terpaksa, beliaupun ngambil jalan tengah .. aku boleh menghafal dengan bersuara asalkan volumenya dipelankan. Akupun setuju *mungkin karena ini juga suaraku jadi lembut alias powernya kurang :(

Kebiasaan ini kulakukan bahkan ketika aku kuliah. Temen2 di kos kadang2 minta aku membacakan isi artikel di sebuah majalah, koran, buletin atau setor hafalan materi kuliah saat musim ujian. Aku dengan senang hati memenuhi permintaan mereka. Kubaca seolah2 aku sedang siaran he3 Meskipun tidak jarang, mereka terlelap tidur. Serasa didongengkan kali ya *hiks hiks jadi kangen sama mereka ^^

Nah .. gara2 kebiasaan inilah akhirnya aku jadi salah satu kandidat moderator untuk sebuah program radio. Saat itu, sebuah organisasi dakwah - dimana aku juga bergabung di dalamnya - melebarkan opininya melalui radio. Untuk akhwat, awalnya diminta Ka Nana - kakak angkatanku di fak kehutanan. Namun beliau tidak bisa menghandle acara itu karena sesuatu hal. Kemudian aku dipilih untuk menggantikannya. Rencananya untuk siaran itu saja. Minggu seterusnya yang handle Ka Nana lagi. Akupun menyetujuinya. Meskipun hatiku sangat gugup sekali. It's the first time !! Ngga hanya orang umum juga didengerin ikhwan dan akhwat !! wuih persiapan harus matang nih .. ngga boleh ada kesalahan .. bisa2 ntar kena teguran he3

Skrip opening dan closing sudah kuhafal. Materi dialogpun sudah dibicarakan dengan pemateri. Saatnya on air .. Sore itu, kami berdua datang ke studio lebih awal. Adaptasi tempat. Setelah waktunya tiba. Kamipun menempati tempat duduk yang telah ditentukan. Aku bertugas sebagai penyiar. Sementara untuk peralatan mixer dan sebagainya, penyiar radio di sana yang menjadi operatornya. Bismillah ... suaraku mulai mengudara. Opening sampai ke prolog lancar. Rencananya akan dijeda oleh break lagu dan iklan sebelum dimulai sesi interaktif dengan pendengar.

" ..... Baik, kita akan jeda dengan sebuah lagu berikut dari Neo, Cewek Matre" ucapku dengan yakin.

Belum ada suaranya. Aku memandang operator dengan heran. Dan dia menjawab dengan bahasa isyarat. Kasetnya macet !! Sesaat aku panik !! Bingung apa yang harus kulakukan !! Sementara sang operator mengeluarkan kaset dari tapenya dan memperbaikinya. Diapun memberiku isyarat agar aku berbicara. Hufh .. apa yang harus kukatakan dengan pendengar ?? Bilang kasetnya macet dan berharap mereka ngerti. Ngga bangetkan ?? Ini ngga ada dalam skrip .. hiks hiks

Inilah pelajaran berharga dalam hidupku. Menjadi penyiar tidak sekedar asal bicara saja. Juga harus punya kemampuan berbicara spontan terutama jika hal2 yang diluar skenario terjadi. Kembali kuucapkan bismillah dalam hati .. dan akupun on air kembali

"Pendengar dimana saja anda berada, ada troble sedikit, sambil nunggu neo siap menyanyikan lagunya, kita lanjutkan dialognya ..." *asbun (asal bunyi)

Dan dialogpun dilanjutkan. Neo berhasil diputar. Interaktifnya pun sangat seru. Diselingi candaan namun tetap memperhatikan materi yang disampaikan. Akupun pulang ke rumah dengan rasa puas. I gave the best ! Meskipun aku juga siap menerima kritikan jika ada.

Besok harinya, evaluasi program dimulai. Semua yang berkepentingan telah hadir. Aku sempat deg2an juga ingin cepat mengetahui hasilnya. Apa pendapat temen2 yang mendengarkannya. Akupun terkejut dengan keputusan mereka. Bahwa aku terpilih untuk menjadi penyiar tetap program acara tersebut. Ka Nanapun mendukung keputusan tersebut. Alhamdulillah ....

Debutku pun dimulai. Bertahan 3 bulan karena terbentur jadwal kuliahku. Harus magang ke HPH. Aku dan 2 temenku dapet di Pangkalan Bun, Kaltim. Dua bulan kami berada disana. Pulangnya aku ngejar laporan dan persiapan skripsi. Karena jadwal kuliah yang sedikit, aku lebih banyak berada di Banjarmasin. Berkumpul dengan keluarga. Bosen jadi anak kos he3 Justru saat itulah keterlibatanku di dunia penyiaran makin kuat. Naik pangkat jadi narasumber di berbagai radio ... hehehe

Hem .. bukankah ini memang "kecelakaan" yang menyenangkan ?? Dan setelah kupikir2 ternyata aku mengejar mimpiku di masa lalu. Yups .. aku telah memutuskan dunia penyiaran .. its my expert !! (Dini)

Selasa, Oktober 12, 2010

Enak Gilaaa

Enak ya ? hehehe Itu yang kurasakan ketika mengikuti training bisnis selama 3 hari. Dari hari Jum'at sampai hari Minggu kemarin, aku dan peserta lain full day berada disana. Learning dan having fun dengan materi2 yang disampaikan. Para fasilitator bener2 powerful communication. Dan .. kamipun larut didalamnya !!


Ada satu hal yang menarik di dalam training tersebut. Setelah selesai mengeksplor diri, fasilitator meminta peserta duduk berkelompok. Satu kelompok terdiri dari tiga orang. Duduk bertiga membentuk segitiga sama sisi dengan lutut saling menyentuh. Kemudian masing2 bergiliran menceritakan hasil eksplorasi diri tadi. Dan dua teman yang mendengarkan diminta untuk menyimak, mendoakan dengan sepenuh hati dan mensupportnya.

Sebenernya hal ini merupakan hal biasa bagiku. Yang tidak biasa adalah apa yang diceritakan. Aku terbiasa untuk memilih mana yang kuceritakan dan mana yang kusimpan sendiri. Mana yang boleh orang tau, mana yang hanya jadi rahasiaku dengan Alloh swt. Meskipun dari lubuk hati terdalam .. aku tidaklah introvert hehehe

Hal yang pertama tentang komitmen untuk memperbaiki diri. Its ok .. no problem. Kuceritakan dengan harapan tinggi bahwa aku bisa melaksanakannya. Kedua temanku mendoakannya. Seperti itu juga ketika tiba giliranku untuk mendengarkan komitmen yang lain. Kemudian catatanku ditandatangani oleh beberapa peserta sebagai saksi. Itung2 sekalian sebagai kontrol bagi diriku juga biar ada yang ngingetin kalo lupa :)

Di sesi berikutnya, kami bercerita tentang apa yang dilakukan untuk membahagiakan orang2 yang kami cintai jika karir dan bisnis kami berkembang. Tujuannya sih untuk memotivasi biar bekerja lebih baik lagi. Strong why level 1 hehehe

Next .. sesi yang bikin termehek-mehek !! Hampir semua peserta berlinang airmata saat bercerita tentang orang2 yang tulus mencintai kita dan dengan setia menunggu keberhasilan kita. Ah .. aku pun terharu mendengar cerita kedua temanku. Saking khusyunya aku mendengarkan kisah mereka, tanpa kusadari ada yang memotret ekspresiku. Foto itupun muncul pada besok paginya. Terpampang di layar LCD, bergantian ditayangkan dengan foto2 peserta lainnya. Ditulisin koment lagi "sangat perhatian .. gitu ya bu ?" hehehe Ada2 saja ulah panitia !!

Hari ke dua training .. kali ini kami bercerita tentang potret roda kehidupan masing2. Parahnya .. roda kehidupanku ngga seimbang. Sedikit tidak percaya diri ketika menceritakannya kepada yang peserta lain. Dan agak sedikit malu untuk mengatakan apa saja hal yang menjadi komitmenku untuk menyeimbangkannya. Namun .. semangatku kembali lagi setelah kami saling mendoakan setulus hati.

Nah .. sesi berikutnya makin gawat !! Diminta menceritakan dosa2 yang pernah dilihat, didengar, dirasakan dan mungkin dilakukan sendiri. Ku ngga sanggup. Masa nyeritain aib sendiri. Maluuuuuuu rasanya. Apalagi sama orang yang baru kukenal. Hufh .. tapi ini harus dilakukan. Komitmen sebagai peserta. Satu persatu dari kami bergiliran bercerita. Dengan suara yang gemetar, airmata penyesalan, dan harapan agar Alloh swt mengampuni dosa2 kami. Amin ya Rabb ...

Hari ke tiga training .. hari dimana kami belajar untuk bermimpi. Menentukan ultimate goal atau personal vision. Ketika meninggal dunia, mau dikenal sebagai apa. Setelah itu, menyetting mimpi. Mulai dari menuliskan mimpi, merincikannya, memvisualisasikannya sampai mengikrarkannya kembali.

Hal yang "gila" kembali terjadi padaku !! Di sesi terakhir, aku mengikrarkan mimpiku, tidak hanya di dalam kelompok tapi lebih banyak orang lagi ... di depan semua peserta. Dua kali !!

Pertama, ketika latihan cara2 menangkal virus "bisikan yang melemahkan kita". Fasilitator meminta salah satu peserta menceritakan mimpinya. Kemudian dia akan menjadi virus mimpinya. Temenku seorang akhwat unjuk jari. Ternyata dia belum siap. Nyari2 tulisan mimpinya di notebooknya. Karena kelamaan, fasilitator meminta yang lain. Akupun nekat acungkan tangan. Eh .. catatan si akhwat itu dah ketemu. Fasilitator minta dia menceritakan mimpinya. Setelah itu giliranku. Karena cuman latihan, jadi hanya satu mimpi yang kusampaikan. Yang kuanggap urgen dan perlu dapet doa dari semua peserta *ada yang penasaran tuh .. doa apa ya ayo tebak2 hehehe

Kedua, di sesi yang terakhir. Semua peserta diminta bercerita di atas panggung. Entah itu tentang manfaat, kesan, pesan atau mimpinya dengan kata 'TERNYATA'. Beberapa bapak2 dan ibu2 sudah mengambil tempatnya masing2 untuk menunggu giliran bercerita. Sebagian besar peserta masih duduk di bangku. Akupun demikian. Tapi salah satu panitia - entah darimana - tiba2 telah berdiri disamping bangkuku.

"Ayo .. mbak .. baris di sana !"
"Ntar aja mas .. biar giliran yang lain dulu !"
"Ayo .. mbak .. katanya ahli surga .. kan harus bersegera !" dia pun maksa
"Iya deh .. ku kesana"

Dengan ragu akupun bangkit dari tempat dudukku .. sambil lalu mengajak peserta ibu2 yang lain. Tapi ngga ada yang mengikutiku. Ya ialah .. hanya orang2 yang mempunyai rasa PD yang sangat tinggi untuk menceritakan mimpinya di atas panggung dan siap untuk malu jika mimpi itu tidak terealisasi !!

Satu persatu .. selang seling peserta bapak2 dan ibu2 naik ke atas panggung. Waktunya 1 menit 30 detik. Perasaanku ngga karuan. Sementara menunggu giliran, aku memperhatikan beberapa peserta yg telah maju. Kalimat2 yang mereka keluarkan, bahasa tubuh sampai ekspresi wajahnya. Akupun mulai menyusun kalimatku sendiri di benak sambil menghitung apakah waktunya cukup. Komunikasi efektif. Maklum terbiasa siaran .. hitung2an waktu opening, calling, muter lagu, kapan iklan sampai closing he3

Setelah 14 peserta maju, tibalah giliranku. Perasaanku tambah ngga karuan. Namun kucoba untuk tenang. Anggap lagi siaran he3 Alhamdulillah .. dengan santainya (kata temenku sih) beberapa kali membuat peserta tersenyum dengan komentarku .. aku tanpa beban mengikrarkan mimpiku yang selama ini hanya diketahui orang2 tertentu saja. Semua peserta mendoakanku. Subhanallah .. saat itu aku merasakan energi yang sangat positif dan aku yakin Alloh swt mengabulkannya .. amin ya Rabb :)

Saat inipun aku yakin dengan mimpi yang telah aku buat. Salah satunya tahun 2011, aku telah lulus magister ilmu komunikasi. Tahun 2012, aku bersama teman2ku telah memiliki agen public relations terbesar di Kalimantan Selatan. Agen PR ini bekerja untuk kepentingan masyarakat dan membantu perusahaan, ormas, partai politik, pemerintah dll untuk menciptakan program2 untuk kebaikan umat. Tahun 2015, aku telah mempunyai radio Islami yang profesional. Program acaranya perpaduan dari spiritual dan hal2 umum. Pemberitaannya dari masalah lokal, nasional, internasional dan dunia Islam. Untuk mimpi yang lain, nunggu giliran untuk dipublikasikan he3

TERNYATA .. emang enak jadi "GILA" .. Saat menceritakan sesuatu .. rasa PD lebih kuat untuk mewujudkannya, ada yang mengontrol, ada yang mendoakan, ada malu jika tidak bisa merealisasikan, ada yang membantu untuk merealisasikannya (ssstt ku sudah dapet tawaran dari seorang peserta, katanya jika perlu modal hubungi beliau) hem kayaknya mimpi punya radio akan lebih cepet terwujud .. amin ya Rabb (meskipun konsep radioku belum 100% siap) Tunggu tiga tahun lagi deh .. Insya Alloh !!

Ngga terasa .. udah jam 23.45 menit, akupun sudah sangat ngantuk. Bobo dulu ah .. ntar postingannya disambung lagi. Pengen cepet tidur biar bisa mimpiin mimpi2ku he3 (Dini)

Minggu, Oktober 03, 2010

Ceritakanlah mimpimu !!

Ceritakanlah mimpimu kepada orang lain, itu salah satu cara untuk mewujudkannya. Entah darimana sumbernya. Yang pasti kalimat tersebut sering aku dapatkan saat mengikuti training. Mungkin ada sebagian orang juga meragukan validitasnya. Namun, setidaknya aku sering membuktikan kebenarannya.

Minggu siang yang panas ... aku dan Amel bersiap berangkat untuk mengikuti sebuah seminar motivasi bisnis. Awalnya cuman iseng aja. Sekedar mengisi waktu luang. Hari itu memang tidak ada perkuliahan. Hingga undangan seorang teman di malam sebelum seminarpun akhirnya kupenuhi.


Seminar dimulai. Si trainerpun bersemangat memberikan motivasi. Sesi demi sesi kami lalui. Sampai pada suatu saat, kami .. peserta diminta untuk duduk berkelompok sebanyak tiga orang. Dengan mudah, aku menemukan kelompokku. Tidak lain dan tidak bukan adalah Amel temen di samping kiri dan Kak Jamilah di samping kananku. Kamipun segera mengambil tempat yang lebih nyaman. Keluar dari barisan kursi. Lesehan di sudut ruangan. Duduk dengan merapatkan lutut kami .. membentuk segitiga sama kaki.

Setelah itu, peserta diminta si trainer untuk menentukan orang A, B dan C. Aku langsung acungkan jari telunjuk dan berkata, "Aku C". Dua temenku langsung protes. Tapi akhirnya mereka menerimanya. Ya ialah .. aku kan duluan yang milih posisi. Kupikir .. kalo aku milih C maka aku dapat giliran terakhir. Namun siapa sangka, ternyata justru si trainer menentukan yang C yang dapat giliran pertama. Sejenak kusesali keputusanku. Coba tadi pilih B .. kan dapet giliran tengah2 tuh !! Ngga di awal .. ngga di akhir. Tapi ya sudahlah .. he3

Trainer meminta si C untuk menceritakan ilmu yang didapat dalam seminar ini, manfaatnya apa dan target ke depan apa ? Akupun segera menyampaikannya kepada kedua temanku. Begitu juga sebaliknya. Di akhir sesi .. kami bertiga bersepakat akan hadir lagi untuk kegiatan selanjutnya yaitu pelatihan selama tiga hari yang akan dilaksanakan dua minggu yang akan datang.

Jujur .. saat itu aku tidak yakin bisa memenuhi janji itu. Karena tabunganku yang ada sebenarnya sudah punya alokasi sendiri. Untuk ikut pelatihan .. belum ada posnya. Tapi aku sangat mengerti pentingnya mengikuti training tersebut. Aku yakin banyak manfaat yg akan aku terima baik untuk pribadi maupun untuk perusahaan tempat aku kerja. Akupun segera memutar otak, bagaimana aku bisa mengikuti pelatihan tersebut dan memenuhi janji akan bertemu dengan kedua temenku ini tanpa "mengganggu" tabunganku. Akhirnya muncul ide *kembali .. aku ga yakin ide ini berhasil :(

Tibalah sesi terakhir .. panitia memberikan harga dan fasilitas spesial untuk yang mendaftar setelah acara ini. Kedua temenku segera menuju meja panitia. Setelah itu mereka kembali dan menatapku dengan heran, "Kok .. masih duduk disini? Udah daftar belum ? Buruan .. kesempatannya terbatas". Akupun bingung .. bagaimanapun juga aku ngga enak .. baru saja berjanji .. kok ga ada realisasi ?? Dengan hati2 aku menjelaskan kondisiku kepada mereka sehingga akan mendaftar nanti .. tidak sekarang. Karena aku punya cara lain untuk merealisasikannya. Merekapun tersenyum tanda mengerti dengan alasanku.

Seminarpun selesai. Kami dipersilakan untuk sholat magrib dulu dan menyantap makan malam yang telah disediakan. Setelah itu, dilanjutkan dengan halal bihalal untuk para alumni. Akupun tidak begitu jelas. Yang pasti, kami bertiga tetap mengikuti acara tersebut.

Setelah selesai, kak Jamilah menghampiriku dan mendorongku untuk segera menghubungi Bapak "AH" atau Bapak "OM" - salah satu panitia. Amelpun dengan antusias menawarkan diri membantuku melobi mereka. Sambil bilang "Ayo saatnya aplikasi ilmu kuliah .. kan udah belajar komunikasi". Hufh .. si Amel bisa aja membakar semangatku. Baiklah .. ini saatnya untuk maju .. kedua temenku udah membantu dan aku harus menghargainya .. Semangat !!

Bismillah .. kulangkahkan kakiku ke meja panitia. Ditemani Amel, akupun mencari orang yang direkomendasikan Kak Jamilah. Namun sayang mereka sedang tidak di tempat. Panitiapun bertanya keperluanku. Setelah mendengar jawabanku, aku dipertemukan dengan bapak "J" sebagai koordinator acara pelatihan tersebut.

Akupun memperkenalkan diri dan menyampaikan maksudku. Alhamdulillah .. bapak yang satu ini sangat baik dan ramah. Setelah beberapa lama berbincang .. kamipun masing2 berjanji akan menindaklanjuti pembicaraan ini dalam waktu secepatnya. Aku dan Amel pulang setelah pamitan dengan Kak Jamilah dengan membawa sebuah harapan akan bertemunya kami bertiga di acara pelatihan nanti.

Jam 21.30 .. aku baru saja akan berangkat tidur namun tidak jadi karena ada telpon dari nomor yg tidak kukenal. Ternyata dari Bapak "J". Beliau menerima tawaranku untuk bekerjasama. Rencananya besok akan langsung dialog interaktif yg diisi oleh trainernya (mumpung beliau masih di Banjarmasin) dan pembuatan iklan spot promo training tersebut. Aku tentu saja kelabakan !! Masalahnya baru besoknya aku akan bicarakan dengan kepala studio. Itupun kalo beliau sudah datang dari tugas luar kota. Trus aku juga harus koordinasi dulu dengan kepala penyiaran tentang jadwal dialog. Ah .. bener2 sangat mepet. Semuanya harus selesai malam ini !!

Segera aku sms kepala studio (ngga enak ganggu beliau malam2), sementara menunggu jawaban beliau, aku telpon kepala penyiaran. Alhamdulillah .. malem itu langsung tersambung (biasanya sangat sulit menghubungi akhi yg satu ini). Dia setuju dan minta aku mengabari penyiar yang bertugas di program yg akan dipakai untuk dialog spesial tadi.

Tidak berapa lama, sms dari kepala studiopun nyangkut di hpku. Isinya,"Ibu masih di luar kota, kita bicarakan hari Selasa pas ibu ke kantor". Gubraks ! Ah .. kesabaranku diuji. Inginnya keputusan malam ini namun ditunda bahkan untuk dua hari. Tapi aku ngerti mungkin keterbatasan kata2 di sms sehingga atasan menunda keputusannya.

Kembali kupakai kenekatanku. Ku hubungi Bapak "J" untuk dialog promo acara training jam 09.00 wita dan menyiapkan materi iklan agar bisa dibuat segera. Setelah itu, aku mencari cara bagaimana menjelaskan semuanya jika ditanya oleh kepala studio .. biarpun kesannya nekat tapi aku tetap bertanggung jawab :)

Hari Senin 04 Oktober 2010

Acara dialog berjalan lancar. Iklanpun langsung tayang. Kerjasamapun terjalin meskipun kontrak belum dibuat. Nunggu pembicaraanku dengan kepala studio dulu. Singkat cerita .. akhirnya beliaupun setuju.

Alhamdulillah .. ya begitulah teorinya. Kuceritakan mimpi dan cara mewujudkannya kepada Amel dan kak Jamilah. Mereka pun membantu dengan menunjukkan orang2 yg tepat untuk kuhubungi. Aku dan satu orang kru ditunjuk sebagai wakil perusahaan untuk mengikuti training (gratis lho ... pas banget dengan keinginanku he3) sebagai kompensasi dari kerjasama ini.

Jadi .. untuk yg sedang baca tulisan ini, ceritakanlah mimpimu kepada orang lain. Mungkin ada diantara mereka yang akan menjadi fasilitator untuk mewujudkannya :)(Dini)