Klinik Motivasi

Kamis, Mei 12, 2011

HTI KALSEL GELAR DISKUSI INTELEKTUAL MUSLIM DI AULA LPM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT PAGI TADI

Banjarmasin. Ketua Lajnah Khusus Intelektual (LKI) HTI Kalsel, Akhid Yulianto mengatakan Diskusi intelektual yang mengambil tema “Khilafah Mensejahterakan Masyarakat : Menjawab Tuduhan Miring” ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai tuduhan miring terhadap perjuangan syariah dan khilafah yang beredar di masyarakat saat ini.


Dengan adanya diskusi ini, HTI dengan tegas membantah tuduhan bahwa akar terorisme berasal dari pemikiran dan perjuangan menegakkan syariah dan khilafah.

Dijelaskannya, tidak semua gerakan yang memperjuangkan syariah dan khilafah bertindak dengan kekerasan dan menghalalkan segala cara. Salah satunya adalah Hizbut Tahrir. Bahkan Akhid menilai gerakan yang dilakukan HT saat ini sudah sesuai dengan metode dakwah Rasulullah yakni dakwah merubah pemikiran.

Akhid juga berharap kaum intelektual tergugah mempelajari sistem Islam lebih dalam agar mendapatkan pemahaman yang benar, seperti terlibat dalam kajian keIslaman yang digelar HTI. Mengingat posisi intelektual sebagai kaum pemikir sangat penting dalam perubahan masyarakat.

Selain itu, Akhid juga berharap masyarakat bisa bersikap kritis terhadap opini yang disampaikan, agar tidak mudah diprovokasi. Sedangkan terhadap pemerintah, Akhid berharap agar bisa bertindak tegas untuk mengatasi kasus-kasus terorisme yang ada saat ini. Diskusi ini dihadiri para intelektual diantaranya para dosen dan penulis. (DINI AP FM)

Selasa, Mei 10, 2011

Jurus Ampuh Marketing Event

Dunia Event Organizer (EO) sarat dengan tantangan seru dan sangat asyik jika kita berhasil meraih target yang kita inginkan. Salah satu bagian penting yang tidak boleh luput dilakukan di dunia bisnis EO ini adalah Marketing Event. Sudah pasti di event manapun jika tidak didukung dan dilakukan marketing yang POWERFULL sudah pasti dan DIJAMIN event akan sepi peserta dan sudah pasti pihak yang menyelenggarakannya akan merugi.


Berikut ini ada beberapa Jurus Ampuh Marketing Event yang coba saya kutip dari beberapa guru saya dan sudah saya lakukan selama ini :

1. Iklan di radio lokal:

Iklan di radio lokal yang sesuai dengan target market tentu sangat ampuh dilakukan saat ini. Dimana penduduk Indonesia saat ini tidak luput dari mendengarkan radio, seperti misalnya didengarkan di mobil, warung-warung kelontong, rumah dan kantor. Jika dilakukan dengan POWERFULL dan tepat sasaran pasti efek dari iklan di radio ini akan menjadi salah satu tumpuan jurus ampuh marketing event ini.

2. SMS blast

Sms blast salah satu strategi yang murah biayanya, namun memberikan efek yang tidak kalah POWERFULL. Karena ketika sms masuk, maka akan langsung diterima oleh yang punya nomor hp.

3. Menyebarkan brosur

Media penyebaran brosur tidak kalah pentingnya dilakukan untuk mendongkrak jumlah peserta agar event berjalan sukses. Brosur yang disebar pun haruslah berisi sajian informasi yang jelas, padat dan tepat sasaran ketika menyebarkannya.

4. Memasang poster

Pemasangan poster di tempat-tempat strategis sesuai dengan target market event tersebut tentunya akan memberikan dampak LUAR BIASA bagi suksesnya event yang dilakukan.

5. Tag poto event dan messege blast di Facebook serta aktif di twitter

FB merupakan model marketing yang lowcost high impact,jika kita mentag poster di wall orang yang tepat maka ada ratusan atau mungkin ribuan pasang mata yang melihat poster kita dan memungkinkan dia berminat dan mendaftar. Semakin rajin kita mentag semakin besar kemungkinan orang mendaftar. Jurus ini akan sangat manjur jika dilakukan dengan konsisten. Dengan kita aktif di media social twitter pun mampu mendongkrak jumlah peserta event. Konon seorang Adrie Subono (CEO Java Musikindo) berhasil menjual tiket konser pit bull ketika itu dan habis terjual hanya melalui twitter. Ckckck FUNTASTIC!

Senin, Mei 09, 2011

Klinik Motivasi 7 Mei 2011 : Hukum Menabur dan Menuai

Diambil dari kisah nyata. Ada anak kecil berumur 12 tahun. Namanya Howard Kelly. Dia berasal dari keluarga miskin. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari2, dia berjualan kue. Suatu ketika, sampai sore hari dia belum berhasil menjual sepotongpun. Padahal perutnya sangat lapar sekali karena dari pagi dia belum makan sedikitpun.


Howard Kelly berpikir, "Bagaimana jika aku makan sepotong kue ini?"
Namun sejenak dia ragu, "Inikan bukan kueku? Mana boleh aku memakannya?"
Howard Kelly berpikir dengan keras. Akhirnya dia memutuskan untuk meminta bantuan kepada salah satu pelanggannya.

Howard Kelly mengetuk pintu sebuah rumah. Kemudian keluarlah seorang gadis yang umurnya lebih tua dari dirinya. Melihat hal itu, Howard Kelly kehilangan keberaniannya. Diapun mengurungkan niatnya untuk minta dibelikan kue. Sebagai gantinya ia minta segelas air.

Gadis itu melihat bahwa si anak kecil tampak kelaparan, ia lalu membawakannya segelas susu hangat. Howard Kelly pun meminumnya perlahan-lahan.

“Berapa harus kubayar segelas susu ini?” kata anak itu.

“Kau tidak harus membayar apa-apa,” jawab si gadis. “Ibu melarangku menerima pembayaran atas kebaikan yang kulakukan.”

“Bila demikian, ku ucapkan terima kasih banyak dari lubuk hatiku.”

Howard Kelly lalu meninggalkan rumah itu. Ia tidak saja lebih kuat badannya, tapi keyakinannya kepada Alloh dan kepercayaannya kepada sesama manusia menjadi semakin mantap. Sebelumnya ia telah merasa putus asa dan hendak menyerah pada nasib.

Beberapa tahun kemudian ...

Gadis itu menderita sakit parah. Para dokter setempat kebingungan sewaktu mendiagnosa penyakitnya. Mereka lalu mengirimnya ke kota besar dan mengundang beberapa dokter ahli untuk mempelajari penyakit langka si pasien. Dokter Howard Kelly akhirnya dipanggil ke ruang konsultasi untuk dimintai pendapat.

Ketika mendengar nama kota asal si pasien, terlihat pancaran aneh di mata Dokter Kelly. Ia segera bangkit lalu berjalan di lorong rumah sakit dengan berpakaian dokter untuk menemui si pasien. Dokter Kelly segera mengenali wanita sakit itu. Ia lalu kembali ke ruang konsultasi dengan tekad untuk menyelamatkan nyawanya.

Sejak hari itu Dokter Kelly memberikan perhatian khusus pada kasus si pasien. Setelah dirawat cukup lama, akhirnya si pasien bisa disembuhkan. Dokter Kelly meminta kepada bagian keuangan agar tagihan rumah sakit diajukan kepadanya dahulu untuk disetujui sebelum diserahkan kepada si pasien. Nota tagihan pun kemudian dikirimkan ke kantor Dokter Kelly. Ia mengamati sejenak lalu menuliskan sesuatu di pinggirnya. Tagihan itu kemudian dikirimkan ke kamar pasien.

Si pasien takut membuka amplop nota tagihan karena yakin bahwa untuk dapat melunasinya ia harus menghabiskan sisa umurnya.

Akhirnya, tagihan itu dibuka dan pandangannya segera tertuju pada tulisan di pinggir tagihan itu :

Telah dibayar lunas dengan segelas susu
Tertanda
dr. Howard Kelly

Air mata bahagia membanjiri mata si pasien. Ia berkata dalam hati,“Terima kasih Alloh, cinta-Mu telah tersebar luas lewat hati dan tangan manusia.”

Minggu, Mei 01, 2011

Guru : Antara Harapan dan Realita

Banjarmasin. Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Dewan Pimpinan Daerah II Kota Banjarmasin mengadakan Seminar Pendidikan : Guru, Antara Harapan dan Realita di Aula Kayuh Baimbai Pemko Banjarmasin, Minggu (1/5).


Ketua panitia, Nurul Istiqomah mengatakan seminar ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Muslimah HTI terhadap pendidikan. Nurul menilai kebanyakan para guru saat ini lebih mengejar kesejahteraan pribadinya dibandingkan menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik. Untuk itu, melalui seminar ini diharapkan agar para guru kembali memahami posisinya sebagai pendidik sehingga akan dihasilkan manusia yang beriman dan bertakwa.

Sedangkan Rukmina Heldawati, RA Nuri, salah satu peserta mengatakan sangat antusias mengikuti seminar ini.

"Banyak pengalaman yang menarik dan ilmu yang didapat yang akan saya ajarkan kepada murid-murid di sekolah" katanya

Rukmina juga mengungkapkan harapannya agar para guru juga turut berjuang menegakkan syariah Islam dan Khilafah.

Hadir dua pembicara dalam seminar ini yaitu Elly Yustina (Praktisi Pendidikan) dan Zulfa Nur (Muslimah HTI Kalsel). Seminar ini diikuti lebih dari 100 peserta yang berasal dari kalangan guru TK, SD, SMP dan SMA se-Banjarmasin. (Dini)

Senin, April 25, 2011

Klinik Motivasi 23 April : Menikmati Proses

Budi hari ini kesal sekali. Bertubi-tubi kesialan menerpanya. Lihat saja. Dari pagi, ibunya sudah memarahinya karena terlambat bangun. Di sekolah, giliran Pak Gurunya yang menghukumnya karena Budi lupa mengerjakan PR. Pas jam istirahat, dia kalah main bola dan ujung-ujungnya berkelahi dengan temannya. Eh, sehabis istirahat dia dipanggil oleh kepala sekolah gara-gara perkelahian itu. Ujung-ujungnya, dia disuruh menyerahkan surat berisi panggilan kepada orangtuanya besok untuk mendiskusikan kenakalan-kenakalan Budi…


Huuh…. Budi tak henti-hentinya ngedumel merutuki dirinya di sepanjang perjalanan. Kok ada ya orang sesial aku? Umpatnya pada dirinya. Perasaan hidup ini betul-betul nggak asyik!

Budi memutuskan untuk tidak pulang dulu. Dia melangkahkan kakinya ke taman yang tak jauh dari sekolah. Hari ini dia mau sendiri.

***

“Hmmm… ada yang bisa kubantu, Nak…” Budi terhenyak… tiba-tiba di depannya muncul sesosok pria baya pendek berjanggut putih panjang.

“Sepertinya kau dalam masalah” tebak si kakek sembari mengelus janggut panjangnya…
Budi terdiam. Dia mengangguk pelan.

“Hemm… hemmmm hemmm… aku punya sebuah benda menarik yang bisa menjawab semua masalahmu….” Si kakek mengeluarkan sebuah benda…. Segulung benang berwarna hitam… apa hebatnya? Ibuku juga punya yang semisal itu, batin Budi.

“Ini bukan gulungan benang biasa… benang ini adalah perjalanan kehidupanmu. Setiap hari benang ini berkurang seiring berjalannya usiamu.”

“Lalu…?” tanya Budi tidak mengerti.

“Terkadang ada suatu masa yang tidak mengenakkan yang harus kita lalui… namun kita tidak ingin merasakannya… nah, engkau bisa memanfaatkan benang ini untuk melewati masa itu… masa itu akan terlewatkan seketika, dan engkau mendadak sudah berada pada masa yang lain.. bahasa sederhananya engkau bisa memajukan masa hidupmu sesukamu dengan cara memotong-motong benang ini…” Jelas sang Kakek.

“Wah, menarik juga.. boleh saya memintanya, Kek?” pinta Budi.

“Tentu saja… tapi ingat, jangan menggunakannya berlebihan. Karena kau akan menyesal nak..” Blesssshhh… seketika sang Kakek menghilang dari hadapan.

***

Budi pulang dengan riang. Benda ini akan merubah hidupku, pikirnya senang.
Tapi, alamaakk… surat itu! Bukankah aku harus menyerahkan surat panggilan itu? Pasti Ibu bakal marah besar membacanya.

Dan benar saja…

“Apaa…. Surat apa ini???!”

Si Ibu mulai naik darah saat membaca kalimat pembuka surat itu.
Alamaakkkk bagaimana ini? Tubuh Budi bersimbah peluh… Ahhaa… kan ada benang ajaib..! maka dengan sigap Budi mengeluarkan benang itu dan cepat memotongnya.
Blesss… Ajaib, tiba-tiba dia sudah berpindah masa. Hari tiba-tiba sudah larut malam. Semua penghuni rumah sudah terlelap… tak ada lagi marah ibunya…
Hei, benang ini benar-benar ajaib…. Kakek tua itu tidak bohong, ucap Budi senang. Dia pun merebahkan tubuhnya ke ranjang dengan begitu bahagia.

Besok-besoknya dia tidak khawatir lagi. Ketika pak kepala sekolah berniat memarahinya lagi, Budi langsung menarik benang, dan dia pun sudah maju ke fase waktu berikutnya. Begitu juga ketika Budi bertengkar dengan kawannya, tarikan benang mampu membawanya memajukan waktu.

Begitulah, Budi sudah mendapatkan solusi atas segala masalahnya. Apapun masalahnya, tinggal tarik benang dan dia pun dapat melewati waktu yang penuh masalah tersebut. Budi kini tidak perlu lagi belajar, tidak perlu lagi mengerjakan PR, tidak perlu merasakan ujian… bahkan tidak perlu mengerjakan segala tugas di rumah. Hidup terasa begitu bahagia.

Budi kemudian berpikir, terlalu lama rasanya berada di masa anak-anak. Budi ingin segera merasakan nikmatnya menjadi orang dewasa. Kali ini benang ditarik dan dipotongnya panjang-panjang…. Dalam sekejap, Budi telah menjadi lelaki dewasa.
Budi terpikat hatinya dengan seorang gadis cantik…. Ahhhh… rasanya tak sabar untuk segera bisa menikahinya. Budi pun lagi-lagi menarik benang dan memotongnya panjang. Blesss… kini dia sudah berada di depan penghulu.. sedang akad nikah….

Budi ingin segera punya anak….. dia tak sabar… maka dia tarik benang. Blessshhh…. Tiba-tiba dia sudah berada di hadapan seorang dokter kandungan….. “Selamat ya Pak, istri anda hamil!”

Tapi Sembilan bulan terlalu lama. Budi menarik benang kembali… blesss! Dia sudah berada di ruang tunggu… istrinya sedang mengalami proses yang menyakitkan… melahirkan! Si istri mengalami pendarahan! Budi takut dan begitu gugup…. Lagi-lagi dia kembali menarik benang…. Blesssh….. ah, Alhamdulillah… tiba-tiba dia sudah menemukan bayinya selamat….

Tapi alangkah lamanya menunggu sang anak menjadi dewasa, padahal Budi ingin segera melihat anaknya dewasa dan mandiri…. Dia tarik benang panjang lagi…. Huffff… betul, kini anaknya sudah dewasa. Sukses menjadi seorang manajer di sebuah perusahaan bonafit.

Tapi, lhooo.. ada apa dengan dirinya.. kok tubuhnya terasa begitu sakit? Dia perhatikan sekujur tubuhnya… ya ampun! Dirinya sudah tua. Rambutnya kini uban semua.. tubuhnya mulai ringkih. Giginya sudah tanggal. Budi panik! Ditariknya panjang benang tadi…. Ups, ternyata benang tinggal beberapa mili saja lagi…

Dan blesss! Budi kini berada di atas ranjang rumah sakit. Diperhatikannya sekelilingnya. Orang-orang tampak sedih. Istrinya, anaknya, cucu-cucunya…. Semuanya khusyu memmbacakan ayat-ayat suci AlQur’an.. diperhatikannya infus yang menetes, monitor yang terus berbunyi….

Ahhh… perlahan seorang tua berjanggut putih panjang masuk ke dalam rumah sakit. Aku mengenali dia! Jerit Budi… dia yang memberi gulungan benang sialan ini!
“Sayang sekali, nasibmu benar-benar tragis… padahal aku sudah memperingatkan sebelumnya” ucap si kakek pelan.

Kembalikan aku ke masa sebelumnya! Jerit Budi pada si kakek… sayangnya jeritan itu tak mampu dia keluarkan dari mulutnya. Nafasnya kini sudah di tenggorokan. Diperhatikannya benang yang ada di tangannya yang sudah mulai dingin… gulungan benang itu perlahan mengabur dan lenyap… Arghhhh!!!

****

Brakkk! Budi terjatuh…. Ahh… ternyata tadi cuma mimpi.. kakek tua, gulungan benang, dan semua yang dialaminya tadi hanyalah kembang tidur…. Hufff, untunglah…… pikirnya kemudian seraya beranjak bangun. Kali ini dengan langkah-langkah yang jauh lebih ceria..

Hidup itu ternyata indah, pikirnya. Dan keindahan itu justru terletak saat kita mengalami proses hidup tersebut.

***

Sahabat, sebagaimana cerita di atas. Hidup itu tak seperti kaset yang bisa kita maju mundurkan sekehendak kita. Selalu ada proses yang harus kita lalui. Dan kalau kita hitung-hitung antara lebih besar mana rasio antara proses dan sebuah hasil, semua pasti akan mendapatkan hasil yang sama… proses jauh lebih panjang daripada hasil.
Kita belajar berbulan-bulan untuk persiapan sebuah tes yang cuma satu hari. Yang bahkan hasil akhir dari tes tersebut hanya akan kita nikmati hanya dalam beberapa menit… saat kita melihat pengumuman: anda lulus. Kita bekerja banting tulang setengah harian supaya dapat makan sepiring nasi yang hanya kita makan dalam hitungan menit. Seseorang menabung puluhan tahun demi bisa mendapatkan jumlah kekayaan sebesar satu trilyun.. dan kenikmatan mendapatkan hasil satu trilyun tersebut hanya akan dinikmatinya dalam beberapa waktu yang tidak lama.

Jadi kuncinya, bukan di hasil seharusnya letak kebahagiaan. Bila seseorang meletakkan standar kebahagiaan dan kenikmatan di fase hasil, maka alangkah meruginya dia. Karena rasio bahagianya begitu minimalis.

Maka harusnya: bahagialah di fase proses! Nikmatilah proses tersebut! nikmatilah saat belajar berbulan-bulan, nikmatilah saat bekerja membanting tulang, nikmatilah saat menunggui istri yang berjuang melahirkan, nikmatilah saat mendapatkan hukuman karena kesalahan, nikmatilah saat mesti mengalami kegagalan demi kegagalan.

Bayangkan, bila kita mampu menikmati proses sekaligus hasil… maka hakikat dari penjumlahan itu: kita akan menjadi orang yang senantiasa bahagia sepanjang hayat… Asyik bukan?

Sumber : http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/05/03/gulungan-benang-ajaib/,

Sabtu, April 23, 2011

Ibu Cerdas Perlu Khilafah !

Banjarmasin. Demikian diungkapkan oleh Ustadzah Farah Ummu ‘Ammar dalam Training “Ibu Cerdas, Penentu Masa Depan” di Aula Graha Abdi Persada, Sabtu (23/04).


Menurutnya ibu cerdas adalah ibu yang visioner. Tidak hanya melihat kehidupan untuk hari ini saja. Pandangannya jauh ke depan, tidak sekedar masa depan dunia namun jauh ke masa depan yang abadi yaitu kehidupan akhirat. Oleh karena itu seorang ibu harus menjadikan dirinya berkepribadian Islam, yaitu memiliki pola fikir dan pola sikap Islam. Seorang ibu cerdas akan mendidik anak-anaknya menjadi generasi unggul. Caranya, fokus terhadap kelebihan-kelebihan anak, mengasah potensi akal dan fitrah alaminya, sabar dan ikhlas dalam menjalankan mendidik buah hatinya.

Ustadzah Farah juga menambahkan dalam menjalankan kewajibannya, seorang ibu dituntut untuk cerdas dan kreatif. Apalagi di jaman sekarang ini, banyak tantangan yang dihadapi seorang ibu untuk melindungi anak-anak dan keluarganya terutama gempuran pemikiran yang tidak Islami melalui media massa serta bertebarannya makanan dan minuman yang tidak halal.

Sementara itu, Ustadzah Muthiah Winarni yang tampil sebagai trainer kedua menyatakan bahwa kesulitan-kesulitan yang dirasakan para ibu saat ini dalam menjalankan kewajibannya disebabkan karena diterapkannya sistem kehidupan liberal sekuler kapitalistik. Pornografi, pornoaksi, narkoba dan tontonan yang jauh dari Islam menjadi penghalang munculnya generasi unggulan.

Menurutnya, ibu yang cerdas hanyalah salah satu pilar terwujudnya generasi unggul berjiwa pemimpin. Perlu dua pilar lainnya, yaitu adanya kontrol masyarakat, sehingga masyarakat menjadi benteng kedua dalam melindungi generasi, kemudian disempurnakan dengan penerapan aturan Islam secara kaffah dalam institusi khilafah.

“Jadi dapat disimpulkan untuk menjadi ibu cerdas yang mampu mencetak generasi unggul, kita butuh khilafah,” ujar Ustadzah Muthiah.

Ustadzah Muthiah menyatakan hanya negara khilafah Islamlah yang akan memberikan jaminan terwujudnya sosok ibu cerdas dan generasi unggul. Beliau juga mengajak para peserta ikut serta berjuang menegakkan kembali khilafah Islam.

Sedangkan ibu Herawati Diah, salah satu peserta, menyatakan antusiasnya mengikuti training ibu ini.

”Acaranya ini suatu langkah yang baik karena menjalankan kewajibannya, seorang ibu perlu ilmu”, katanya.

Harapannya agar acara-acara seperti ini akan terus digelar dalam upaya peningkatan kualitas seorang ibu.

Training ini diikuti oleh calon ibu dan ibu rumah rumah tangga, pendidik PAUD, Penggerak PKK, anggota Majelis Taklim dan diselenggarakan oleh DPD II Muslimah HTI Kota Banjarmasin. (Dini)

Jumat, April 22, 2011

R.A. Kartini dan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?


Lewat sebuah iklan di Majalah De Hollandse Lelie, sebuah majalah wanita yang terkenal pada saat itu dan terbit di Belanda, Raden Ajeng Kartini (1879-1904) berkenalan dengan Estella H Zeehandelaar, seorang perempuan Yahudi pejuang feminisme radikal yang tinggal di Amsterdam, Belanda. Estella- atau yang disebut oleh Kartini dalam surat-suratnya dengan Stella, adalah anak seorang dokter dari keluarga Yahudi. Stella dikenal sebagai pegiat feminisme, sosialisme, aktivis penyayang binatang, dan seorang vegetarian layaknya penganut Theosofi yang cukup berpengaruh saat itu. Stella juga aktif sebagai anggota Social Democratische Arbeiders Partij (SDAP), partai pengusung sosialis-demokrat di negeri Belanda yang ketika itu memperjuangkan sosialisme dan humanisme, termasuk ide-ide tentang kesetaraan gender dan pluralisme.

Perkenalan Kartini dengan Stella berlangsung lewat korespondensi surat-menyurat. Surat pertama ditulis Kartini pada 25 Mei 1899, ketika usianya menginjak 20 tahun. Tak sulit bagi Kartini untuk menjalin hubungan dengan orang-orang Belanda, mengingat sebagai anak priyai Jawa, ia mempunyai akses yang mudah untuk melakukan itu. Teman-temannya semasa di Europese Lagere School (ELS) kebanyakan adalah anak-anak Eropa, khususnya Belanda. Paman dan saudara-saudaranya juga dekat dengan elit Belanda.

Surat menyurat Kartini dengan Stella banyak membicarakan mengenai kebatinan dan keyakinan agama. Dalam surat-suratnya, Stella juga banyak memperkenalkan Kartini dengan berbagai paham modern, terutama mengenai perjuangan wanita dan sosialisme. Mengenai persahabatannya dengan Kartini, Stella pernah menulis surat kepada Ny. Nellie van Koll, tertanggal 28 Juni 1902, yang mengatakan, ”Kartini dilahirkan sebagai seorang Muslim, dan saya dilahirkan sebagai seorang Yahudi. Meskipun demikian, kami mempunyai pemikiran yang sama tentang Tuhan...”

Dalam suratnya kepada H.H van Kol, anggota Freemason yang juga suami dari Nellie van Kol, tertanggal 10 Agustus 1902, Kartini juga mengatakan, ”Ia tidak seagama dengan kita, tetapi tidak mengapa. Tuhannya, Tuhan kita semua.” Sedangkan kepada Stella, dalam surat tertanggal 6 Nopember 1899, Kartini mengatakan, ”Ya Tuhanku, adakalnya aku berharap, alangkah baiknya jika tidak ada agama itu, sebenarnya yang harus mempersatukan semua hamba Allah...orang yang seibu sebapak berlawanan karena berlainan cara mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Orang yang berkasih-kasihan dengan amat sangatnya, dengan amat sedihnya bercerai berai. Karena berlainan tempat menyeru Tuhan, Tuhan yang itu juga, berdirilah tembok yang membatasi hati yang berkasih-kasihan. Benarkah agama itu restu bagi manusia? Tanyaku kerap kali kepada diriku sendiri dengan bimbang hati...”

Kumpulan surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar bisa dilihat dalam korespondensi Kartini periode 1899-1903, yang kemudian dikumpulkan oleh Dr. Joost Cote dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul, ”Aku Mau...Femininisme dan Nasionalisme: Surat-Surat Kartini Kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903”. Buku ini diterbitkan pada 1979 untuk mengenang seabad wafatnya Kartini.

Sosok lain yang menjadi sahabat Kartini adalah Nyonya Rosa Manuela Abendanon Mandri atau sering disingkat Ny. RM Abendanon Mandri. Perempuan berdarah Yahudi, kelahiran Puerto Rico ini adalah istri kedua dari Jacques Henri Abendanon, Direktur Kementerian Pengajaran, Ibadat, dan Kerajinan di Hindia Belanda. Ny. Abendanon disebut oleh Kartini sebagai orang satu-satunya yang banyak mengetahui kehidupan batinnya.Ny. Abendanon juga banyak mengirimkan buku-buku terutama tentang humanisme, diantaranya buku Karaktervorming der Vrouw (Pembentukan Akhlak Perempuan) karya Helena Mercier, Modern Maagden (Gadis Modern) karya Marcel Prevost, De Vrouwen an Socialisme (Wanita dan Sosialisme) karya August Bebel dan Berthold Meryan karya seorang sosialis bernama Cornelie Huygens. Kartini juga membaca buku De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus.

Surat-surat Kartini dengan RM Abendanon kemudian diterbitkan pada 1911 oleh Kartini Fonds, sebuah lembaga yang dibentuk oleh seorang humanis yang juga terlibat dari Gerakan Politik Etis, Conrad Theodore van Daventer. Kumpulan surat tersebut kemudian diberi judul “Door Duisternis tot Licht”, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Sastrawan anggota Theosofi, Armijn Pane dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”

Majalah Tempo, 12 Oktober 1987, mengulas mengenai terbitnya buku yang berisi surat menyurat Kartini dengan Ny. RM Abendanon dan J.H Abendanon. Majalah Tempo menulis, tak semua surat-surat Kartini ditampilkan dalam buku tersebut. Stella, yang diduga memiliki sedikitnya 20 surat Kartini, hanya meminjamkan 14 pucuk. Annie Glaser, sosok yang disebut dalam surat Kartini, yang menceritakan spiritualisme gaib, bahkan sama sekali menolak meminjamkan surat-srat Kartini yang ada di tangannya untuk dipublikasikan.

Sejumlah surat lainnya, diterbitkan namun sudah diedit dan dipotong oleh Ny. Abendanon. Inilah yang menjadi pertanyaan sebagaimana diajukan oleh Dr.Th Sumarna dalam bukunya “Tuhan dan Agama dalam Pergulatan Batin Kartini”, entah dengan alasan apa surat-surat Kartini yang berisi yang berisi pengalamannya dalam dunia okultislme dan mistisisme “disensor” oleh Abendanon? Keterangan mengenai kepercayaan Kartini terhadap okultisme hanya didapat dari surat-suratnya yang ditujukan kepada Stella dan keluarga Van Kol. Seperti diketahui, okultisme banyak diajarkan oleh jaringan Freemasonry dan Theosofi, sebagai bagian dari ritual perkumpulan mereka.

Cerita mengenai okultisme sempat disinggung oleh Kartini dalam suratnya, 15 Juli 1902. Kartini menulis, ”Mengenai spiritisme yang dianutnya (Tuan Van Kol, pen) dengan setia, sudah diceritakan Annie kepada Nyonya, bukan? Saya senang sekali bahwa diperkenalkan dengan kepercayaan itu, tidak untuk memanggil rohnya, tetapi mengenai indahnya kepercayaan itu. Ajaran itu mendamaikan kami banyak hal, yang tampaknya ketidakadilan berat dan memberikan hiburan, bahwa kegagalan kami sekarang dalah penebusan dosa dalam kehidupan sebelumnya...kami sungguh-sungguh tercengang. Tuan Van Kol mengatakan bahwa dia dan istrinya melalui spiritisme memperoleh banyak nasihat dari dunia arwah.”

Tuan dan Nyonya Abendanon adalah sahabat karib Snouck Hurgronje. Atas saran Snouck-lah, Tuan Abendanon, yang juga berdarah Yahudi, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Pengajaran, Ibadah, dan Kerajinan di Hindia Belanda, diminta untuk mendekati Kartini bersaudara.Snouck yang ketika itu menjabat sebagai Penasehat Pemerintahan Hindia Belanda, meminta Abendanon agar menaruh perhatian lebih kepada Kartini. Tujuannya adalah, merekrut sebanyak mungkin anak-anak priayai agar tercapai proses asimiliasi antara kebudayaan Barat dan pribumi.

Kepada Ny. Abendanon, Kartini pernah menitip pesan agar menanyakan hal yang berkaitan dengan hukum Islam. Kartini menganggap Snouck sebagai orang yang paham Islam, padahal sesungguhnya seorang orientalis yang pura-pura mendalami Islam. Kartini menulis, ”Apabila bila Nyonya bertemu dengan teman Nyonya Dr Snouck Hurgronje, sudikah nyonya bertanya kepada beliau tentang hal berikut:Apakah dalam agama Islam juga ada hukum akil balig seperti yang terdapat dalam undang-undang bangsa Barat? Ataukah sebaiknya saya memberanikan diri langsung bertanya kepada beliau? Saya ingin sekali mengetahui sesuatu tentang hak dan kewajiban perempuan Islam serta anak perempuannya. Bagaimana undang-undang agama mereka? Suatu hal yang bagus sekali, saya malu bahwa kami sendiri tidak tahu tentang hal itu...”

Nama-nama lain yang menjadi teman berkorespondensi Kartini adalah Tuan H.H Van Kol (anggota Freemason), Ny Nellie Van Kol, Ny M. C.E Ovink Soer, E.C Abendanon (anak J.H Abendanon), dan Dr N Adriani. Kepada Kartini, Ny Van Kol banyak mengajarkan tentang Bibel dan spiritualisme, sedangkan kepada Dr N Adriani, Kartini banyak mengeritik soal zending Kristen, meskipun dalam pandangan Kartini semua agama sama saja.

Ridwan Saidi dalam buku Fakta dan Data Yahudi di Indonesia memiliki cerita lain. Ridwan mengatakan, sebagai orang yang berasal dari keturunan priayi atau elit Jawa dan mempunyai bakat yang besar dalam pendidikan, maka Kartini menjadi bidikan kelompok Theosofi, sebuah kelompok yang juga banyak digerakkan oleh orang-orang Belanda saat itu. Dalam catatan Ridwan Saidi, orang-orang Belanda gagal mengajak Kartini berangkat studi ke negeri Belanda. Karena gagal, maka mereka menyusupkan ke dalam kehidupan Kartini seorang gadis kader Zionis bernama Josephine Hartseen.Hartseen, menurut Ridwan adalah nama keluarga Yahudi.

Tulisan ini bisa dibilang adalah pengantar bagi mereka yang ingin meneliti secara serius dan mendalam tentang bagaimana pemikiran dan paham keagaaman Kartini, dan sejauh mana para keturunan Yahudi tersebut mempengaruhi pemikirannya? Dalam buku ”Gerakan Theosofi di Nusantara”, penulis menyimpulkan bahwa corak pemikiran dan keagamaan Kartini sangat kental dengan muatan Theosofi. Itu tercermin dari surat-suratnya dan pertemanannya dengan para Yahudi Belanda. Namun, bisa saja data yang tak terungkap lebih banyak, mengingat surat-menyurat Kartini tak semuanya diterbitkan, dan sebagian entah kemana...

Oleh Artawijaya (Penulis buku ”Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara”, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010)

Simber : http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/r-a-kartini-dan-para-yahudi-belanda.htm