Klinik Motivasi

Rabu, Januari 18, 2012

Stop Mengatakan Hal Ini pada Anak Anda !!

REPUBLIKA.CO.ID, Memiliki dan membesarkan sang buah hati punya seni tersendiri. Apalagi, kata para pemerhati anak, tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua. Tak jarang, kita terlalu yakin mampu membesarkan buah hati dengan cara sendiri. Ternyata, tidak semudah itu. Berawal dari komunikasi sehari-hari, perkembangan anak pun bisa saja terganggu. Nah, bapak dan ibu, ada kata-kata yang sebaiknya tidak Anda lontarkan untuk buah hati tercinta.


Apa itu?

''Pergi sana! Bapak Mau Sendiri!''
Ketika Anda kerap melontarkan kata-kata ini pada anak, Suzette Haden Elgin, pendiri Ozark Center, mengatakan anak-anak akan berpikir tidak ada gunanya berbicara dengan orang tuanya karena mereka selalu diusir. ''Jika Anda terbiasa mengatakan hal-hal itu pada anak-anak sejak mereka kecil, biasanya mereka akan mengatakan hal serupa ketika dewasa.''

''Kamu Itu...''

Pelabelan pada anak adalah cara pintas untuk mengubah anak-anak. Jika seorang ibu mengatakan, ''Anak saya memang pemalu'', maka anak akan menelan begitu saja label itu tanpa bertanya apa pun. Apalagi, bila kita memberikan label buruk pada anak-anak, itulah yang akan melekat dalam benak mereka seumur hidup.

''Jangan Nangis''

Atau, kata-kata serupa seperti, ''Jangan cengeng'' atau ''Nangis melulu''. Padahal, untuk anak-anak yang belum dapat mengekspresikan emosi lewat kata-kata, mereka hanya dapat menyalurkannya dengan cara menangis. Adalah wajar, bila anak-anak merasa sedih atau ketakutan. ''Sebenarnya, wajar saja bila ortu ingin melindungi anak mereka dari perasaan-perasaan itu. Tapi, dengan mengatakan ''jangan'' tidak berarti anak-anak akan lebih baik. ''Ini juga akan memberikan kesan bahwa emosi mereka tidak benar, bahwa tidak baik untuk merasa takut atau sedih,'' ujar Debbie Glasser, direktur Family Support Services. Lebih baik, katakan pada anak bahwa Anda memahami perasaan sedih yang dia alami. ''Ibu paham kamu takut dengan ombak. Ibu janji tidak akan melepaskan tanganmu lagi, Nak...''

''Kenapa kamu tidak bisa seperti saudaramu?''

''Lihat tuh, Doni rapi banget mengancing bajunya. Kok kamu tidak bisa?''
Para pakar menilai wajar orang tua membandingkan anak-anaknya. Ini akan menjadi referensi terhadap perkembangan anak-anak. Namun, tolong, jangan katakan ini di depan anak-anak. Ini karena tiap anak adalah individu yang berbeda. Mereka punya kepribadian tersendiri. Membandingkan anak dengan orang lain berarti Anda menginginkan anak Anda menjadi orang yang berbeda.

Minggu, Januari 15, 2012

HTI Kalsel Tolak Pencabutan Perda Anti Miras

Banjarmasin. Pencabutan sejumlah Perda yang melarang peredaran dan penjualan minuman beralkohol atau minuman keras (miras) oleh Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) beberapa waktu yang lalu mendapatkan reaksi dari berbagai pihak. Salah satunya, ratusan massa HTI Kalsel menggelar Aksi Simpatik "Tolak Pencabutan Larangan Peraturan Miras" pagi tadi di Halaman Mesjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin(15/01).


Humas HTI Kalsel, Hidayatul Akbar menuturkan pihaknya merasa terpanggil dengan munculnya Kemendagri mencabut perda yang mengatur miras. Menurutnya, pencabutan perda miras hanya akan semakin memperparah keadaan. Keberadaan miras hanya akan menjemuskan masyarakat dan memicu kriminalitas.

"HTI mengecam keras pencabutan sejumlah perda miras oleh Kemendagri. Karena itu berarti miras di negara ini dilegalkan. Padahal miras ini adalah pangkal segala kejahatan. Pembunuhan, perzinaan, bahkan narkoba akrab dengan miras," katanya.

Hidayatul Akbar menyampaikan alasan Kemendagri melakukan pencabutan perda anti miras ini karena bertentangan dengan Keppres Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. Namun Hidayatul Akbar menilai keppres tersebut sarat masalah. Keppres tersebut justru malah membuka celah bagi pengusaha untuk memproduksi minuman beralkohol dengan izin Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Mestinya keppres bermasalah itu yang harus dicabut, bukan perdanya. Sebab keppres itulah yang menjadi biang kerok maraknya peredaran miras di tengah masyarakat.

Tindakan pencabutan perda anti miras ini menunjukkan pemerintah lebih mengacu kepada kepentingan bisnis daripada menjaga moralitas rakyatnya. Untuk itu, Hidayatul Akbar mengajak kepada masyarakat untuk lebih giat berjuang menyelamatkan negara ini dengan Syariah dan Khilafah. Dengan syariah, menurutnya tidak akan terjadi ketidaksinkronan hukum antara pusat dan daerah seperti yang saat ini terjadi. (Dini)

Kamis, Januari 12, 2012

Pembentukan Moral Etika dan Sopan Santun (Bagian 1)

Akhir-akhir ini kasus kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak semakin marak terjadi. Berdasarkan catatan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) awal tahun 2012 ini, sudah ada enam kasus yang melibatkan anak dalam hukum. Diantaranya kasus pencurian sendal oleh AAL, yang divonis bersalah dan dihukum dikembalikan ke orang tua, penjambretan yang dilakukan anak karena dipaksa preman di Bali, kakak beradik yang tewas di sel tahanan Polsek Sijungjung (Padang), akibat mencuri kotak amal, perkelahian bocah 7 tahun dan seorang anak hakim 8 tahun di Sangita Laut (Sulawesi Utara), bocah 7 tahun tersebut dikenakan wajib lapor, kakak beradik yang disuruh ayahnya mencuri rumah kosong di Lampung dan seorang anak yang dituding mencuri delapan batang bunga Andelin di Soe, NTT.


Tentu kita prihatin melihat kenyataan ini. Mau dibawa kemana bangsa ini ? Jika generasi muda yang akan menggantikan para pemimpin di masa depan memiliki nilai moral dan etika yang begitu rendah. Berkaitan dengan hal inilah, saya dan dr. Akhmad Fadly Noor, CHt, M.NLP membahas tema "Pembentukan Moral Etika dan Sopan Santun Pada Anak Sejak Dini" tadi siang dalam program Sekolah Ayah Ibu. Acara ini disiarkan setiap hari Kamis pukul 11.00 - 13.00 wita di Abdi Persada FM.

Setiap orang tua "merasa" sudah memberikan yang terbaik untuk anaknya. Sudah "merasa" mendidik dengan benar putra-putrinya. Meskipun tidak menutup kemungkinan, ada juga orang tua yang melalaikan tugasnya mengajarkan kebaikan kepada buah hatinya. Itu pengecualianlah. Tapi mengapa masih terjadi perbuatan anak yang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan orang tuanya ?

Menurut dr. Fadly, hal itu disebabkan karena :

1. Tidak ada informasi tentang moral etika dan sopan santun di dalam diri anak.

Sama seperti orang dewasa, ketika anak melakukan suatu perbuatan, hal itu merupakan hasil dari proses berpikirnya yang dia peroleh dari informasi yang didapat baik dari orang tua maupun lingkungan sekitar. Kemudian informasi tadi diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan perbuatan. Apakah dia melakukan atau tidak melakukan perbuatan tersebut. Misalnya orang tua tidak memberikan informasi tentang mencuri adalah perbuatan yang buruk kepada anak. Maka ketika anak dihadapkan pada perbuatan mencuri tersebut (mungkin diajak teman dll)

2. Tidak ada filter dalam diri anak untuk menyaring informasi yang didapat

Jika orang tua merasa sudah memberikan informasi tentang moral etika dan sopan santun kepada anaknya namun ternyata hasilnya berbeda. Si anak melakukan perbuatan yang tidak diharapkan oleh orang tua. Berarti orang tua belum cukup memberikan informasi kepada anak yang dia gunakan sebagai filter/saringan terhadap informasi dari lingkungannya.

dr. Fadly menekankan penting sekali bagi orang tua untuk selalu intropeksi diri. Apakah sudah mendidik anaknya dengan cara yang tepat sehingga hasilnya sesuai dengan harapan ?

#pembahasannya bersambung ke kamis depan, karena tadi lebih banyak menjawab kasus yang disampaikan pendengar melalui telpon :)

Minggu, Januari 08, 2012

Pray For Us

Siang tadi siang yang menggembirakan. Salah satu anggota kelompok tahfidz kami menggelar resepsi pernikahannya. Kamipun janjian untuk datang pada jam yang sama. Biar bisa foto bareng satu kelompok dengan sang pengantin. Rencana terealisasi dengan baik. Bahkan di kamar pengantin pun, kami sempat jempret-jepret. Aktivitas yang kami lakukan untuk mengisi waktu luang sementara menunggu sang pengantin selesai di make over :)


Tapi bukan itu yang akan ku ceritakan. Justru kejadian sorenya yang menggemparkan. Kecuali bagi sang pengantin. Ngga masuk kelas karena masih menikmati hari bahagianya.

Sore itu, seperti biasa aku dan Emel datang. Sedikit telat. Rapat Event Organizernya lumayan alot. Di kelas sudah hadir Ustadzah Aminah dan Izza. Kamipun segera mengambil meja kecil dan duduk berhadapan seperti biasa. Siap memulai kelas dengan tadarus bersama. Namun dugaan kami salah !! Ustadzah terlebih dahulu menyampaikan sebuah kabar dari pimpinan ma'had.

"Assalamu'alaikum .. berdasarkan evaluasi selama satu bulan sebelumnya

Pimpinan ma'had memutuskan :

1. Memberikan teguran kepada beberapa orang yang sering tidak hadir

(Alhamdulillah .. kami bertiga tidak termasuk ke dalamnya. Hem .. padahal aku merasa sering izin karena ada tugas kantor. Ternyata ada yang lebih parah dariku)

Jika tetap melakukan hal yang demikian, maka konsekuensinya akan diturunkan ke kelas sebelumnya dengan kelompok yang berbeda.

(Huih .. sadis juga nih sanksinya .. mana mau turun kelas lagi .. naiknya aja sudah susah banget. Tekad kami tetap pertahankan kelas yang sekarang. Semangat hadir !!)

2. Ujian akan dilaksanakan akhir bulan Januari ini

(Panik tingkat kabupaten)

Yang menguji Ustadzah (lupa namanya), penanggung jawab untuk ma'had tahfidz akhwat. Cara pengujiannya bermacam-macam. Bisa jadi santri diminta membacakan salah satu hafalan surah yang ditentukan secara acak oleh penguji. Atau menyambung ayat dari surah yang dibacakan oleh penguji.

(Panik tingkat SMP kelas III)

(Gimana pas nyambung ayatnya ketukar sama ayat surah yang lain ? Gubrak !! Memalukan)

Selain itu, ujian membaca surah Al-Baqaroh dan hukum tajwidnya.

(Huwaaaaaa .. buka kembali buku panduan tahsin tilawah lagi, belajar ilmu tajwid lagi dan ngafalin ghoroibul qur'an)

3. Ujian hafalan Al-Qur'an satu juz

(Panik tingkat Ujian Nasional)

(Terutama bagi yang hafalannya masih tertatih-tatih. Hafal surah yang satu, agak-agak linglung dengan surah yang lain. Kebayang ayat-ayat mana yang mendapatkan nilai 6 menjadi hiasan lembar evaluasi program tahfidz. Biasanya dapat nilai 8 .. Shock juga jadinya)

Untuk kebaikan bersama dan keberhasilan di ujian nanti, pimpinan ma'had merekomendasikan : mulai minggu depan, kami mengulang tadarus ke surah Al-Baqaroh. Masing-masing membaca beberapa ayat yang sama. Kesalahan ditulis di buku khusus. Kemudian ayat tersebut kembali dibaca dalam pertemuan berikutnya. Begitu terus sampai tidak ditemukan kesalahan, baru boleh melanjutkan tadarus ke ayat berikutnya.

"Ustadzah .. kalau penilaiannya gimana?" Izza dengan wajah paniknya.

"Penilaiannya tergantung dari pengujinya dan tidak dapat diganggu gugat" (Hufh .. kayaknya acara lomba aja)

"Kalo begitu, selain berusaha, kita juga berdoa. Kan Alloh swt berkuasa membolak-balik hati hamba-Nya ? Siapa tau para penguji memberikan nilai yang bagus kepada kita meskipun kita agak-agak gimana gitu pas ujian" kata emel menimpali. Tumben ini anak cerdas :p

"Iya .. betul ! siapa tau para penguji teringat masa-masa ketika mereka ujian. Sehingga mereka berempati kepada kita dan akhirnya kita lulus naik kelas" aku mulai mengkhayal #efek panik siaga I

Kami berempat tertawa. Hambar !

Kemudian datanglah dua anggota kelompok kami. Dan kamipun dengan senang hati membagi kepanikan kami dengan mereka. Setelah itu, kami memulai tadarus dan setor hafalan. Kali ini suasana kelas terasa lebih serius. Masing-masing sibuk menghafal dan menjagakan hafalan temannya. Tidak ada candaan seperti biasanya.

Eh .. di tengah kekhusyuan kami, datang lagi satu anggota kelompok. Karena telat banget, kami belum sempat membagi informasi kepadanya. Mungkin di luar forum nanti.

Yang pasti, bagi siapapun yang baca tulisan ini.

Please .. Pray For Us.

Doa kalian sangat berguna bagi kami dalam menghadapi ujian ini.
Tentunya selain doa kami sendiri, orang tua kami, adik dan kakak kami, keluarga kami, para ustadz dan ustadzah, adik mad'u, teman sehalaqoh dan juga calon-calon suami kami yang entah ada dimana sekarang.

Please .. Pray For Us

Sengaja diulang biar lebih dramatis !

Doakan kami semoga dimudahkan dalam menghafal qur'an, menjaga hafalannya, mengamalkannya dan juga mengajarkannya.

Please .. Pray For Us

Para calon Hafidzoh dan Calon Ibu yang melahirkan generasi hafidz dan hafidzoh !!

Jazaakumulloh Khayron (Dini)

Kamis, Januari 05, 2012

Kimbab

Gimbap sudah terkenal sebagai makanan bekal yang utama pada saat piknik. Bahan-bahan isi Gimbap dapat divariasikan tapi bayam, ham, wortel, telur, dan acar lobak asam dipakai sebagai bahan dasar. Untuk susi Jepang dipakai cuka sedangkan Gimbap Korea dipakai minyak wijen dan garam.


Bahan-bahan
4 lembar kim, rumput laut dikeringkan, berbetuk segi empat dan warnanya hitam
2 mangkuk nasi
1 butir telur dadar, iris tipis
50 g wortel, kupas, potong korek api
50 g danmuji, asinan lobak, potong korek api,
50 g bayam. Dibersihkan lalu direbus sebentar dalam air panas dengan sedikit garam lalu disaring
50 g ham, potong korek api
1 sdm minyak wijen
1/2 sdm cuka
sedikit garam dan minyak goreng

Cara memasak
Campurkan nasi dengan 1/2 sdm minyak wijen, cuka, dan sedikit garam
Tumislah wortel dengan sedikit minyak goreng
Paparkan nasi di atas Kim
Atur wortel, bayam, telur dadar, ham, danmuji di bagian depan atas nasi
Gulunglah kim bersama dengan isinya
Potong sebesar 1 cm
Sajikan

Catatan :
Tidak mudah mendapatkan kim/rumpu laut kering. Tapi coba aja cari kim di supermarket Korea atau supermarket yang besar di Indonesia. Kim yang dijual biasanya ada dua jenis, pertama adalah yang tidak dibumbui dan yang satu lagi adalah Kim yang dibumbui dengan garam dan minyak. Untuk kimbab digunakan Kim yang tidak dibumbui.

Selamat mencoba (Dini)

*Dari berbagai sumber

Rabu, Januari 04, 2012

Bosan Ditanya “Kapan Nikah?”, Begini Jawabnya

Kalau di antara kalian yang masih single alias jomblo padahal umur sudah “oke” dan status situasi dan kondisi juga “oke”, pasti kalian sudah sering kali mendengar pertanyaan seperti, “Kok belum nikah, sih?” atau “Kapan nikah?” atau “Kamu sih, pilih-pilih!”. Huugh… kadang pertanyaan seperti itu bikin diri jengkel.


Mungkin yang bertanya tidak bermaksud menyinggung perasaan anda, karena itu memang pertanyaan standar yang akan dilontarkan orang ketika sudah lama tak bertemu. Nah… Daripada stres karena mendapat pertanyaan yang itu-itu saja, lebih baik Anda mencoba menjawabnya dengan cara yang berbeda. Entah itu dengan mengutarakan pandangan anda tentang pernikahan atau menanggapinya dengan becandaan saja, yang penting jawablah dengan tenang namun tetap percaya diri.

Berikut beberapa contoh jawaban yang bisa anda berikan :

“Belum ketemu yang seiman. Kalau sudah seiman pun, belum tentu langsung cocok, kan?”
Jawaban ini akan membuat yang bertanya respect terhadap kondisi anda. Bahwa, menemukan pasangan yang seiman adalah prinsip anda, dan ini jauh lebih elegan daripada menikahi siapa saja karena sudah didesak untuk menikah.

“Yah, gimana dong, dulu aku terlalu lama menghabiskan waktu dengan orang yang salah. Sekarang, aku lagi sibuk-sibuknya. Tapi aku tetap mencari, kok!”
Jawaban ini menunjukkan bahwa anda bersikap realistis dengan kondisi anda yaitu anda terlihat percaya diri, namun tetap rendah hati. Setiap orang pernah berbuat kesalahan, dan anda ingin memperbaikinya.

“Kalau aku tahu jawabannya, mungkin aku sudah menikah sekarang dan kamu jadi patah hati!”
Anda bisa mengatakan hal ini jika yang bertanya seorang yang berlawanan jenis dengan anda dan ternyata anda merasa tertarik padanya. Bila ia juga masih single, bukan tak mungkin jawaban ini akan membuka peluang baginya untuk nantinya membuka hubungan dengan anda.

“Ah, senang juga kok, tetap melajang. Nggak ada yang melarang kalau mau keluar kota, dan nggak perlu kompromi soal apapun.”
Anda menunjukkan bahwa menjadi lajang tak selamanya merugikan atau memalukan. Namun, sampaikan jawaban itu dengan ekspresi yang meyakinkan. Bila tidak, anda hanya akan dianggap menghibur diri, atau bersikap defensif. Kalau anda memang masih menikmati kehidupan lajang, kalimat ini menjadi cara yang baik untuk menjawab pertanyaan.

“Aku masih mencari sesorang yang beruntung akan mendapatkanku….”
Wow… great answer, great sense of humour! Berikan senyumanmu yang paling menawan, dan tunjukkan kepribadian anda yang menyenangkan. Jawaban ini juga membuat si penanya sadar bahwa perempuan tetap harus mencari pria yang baik dan dapat diandalkan, karena Anda pun punya kualitas yang sama. Hanya karena masih single, tak berarti desperate.

“Aduh, belum ketemu yang cocok nih! Cariin, dong!”
Nah, ini jawaban yang akan menguntungkan Anda. Bila Anda memang cukup sibuk sehingga tak terlalu sering meluangkan waktu senggang bersama teman-teman, yang bertanya akan merasa tergerak untuk mengenalkan Anda dengan teman-temannya. Bahkan, Anda mungkin bisa mendapat kenalan lebih dari satu.

“Ya, jelas harus pilih-pilih dong! Kalau tiba-tiba dia ternyata teroris gimana?”
Ini juga jawaban yang asyik, karena Anda menanggapi tuduhan “pilih-pilih” tadi dengan humor. Jikalau anda wanita, sebagai perempuan Anda memang harus memilih pria yang mampu mendampingi Anda seumur hidup. Dan ini tak mungkin dicapai bila Anda tergesa-gesa memutuskan pria yang ingin Anda nikahi. Tentu, pilih-pilih yang dimaksud bukan “pilih yang ganteng, jangkung, kaya, atau terkenal”.

Sekali lagi, apapun jawaban yang Anda berikan, Anda harus percaya dengan apa yang Anda katakan. Bila Anda “membaca” bahwa percakapan itu akan berlarut-larut, segeralah mengganti topik pembicaraan. Ini memperlihatkan bahwa Anda tak bisa diatur olehnya. Lagipula, kalau yang bertanya itu tergolong orang yang usil atau suka mengurusi orang lain, tak ada gunanya meladeninya.

*beritaunik.net

Minggu, Januari 01, 2012

Peringati HUT ke 11, Abdi Persada Gelar Jumpa Fans

Tanpa terasa, Abdi Persada FM sudah berusia 11 tahun, sebuah usia menuju pematangan dan pendewasaan diri. Radio ini berdiri pada tanggal 31 Desember 2000 di era kepemimpinan Gubernur HM Sjahriel Darham dan Husin Kasah yang diprakarsai Biro Humas Setda Kalsel. Pada saat itu Hadi Soesilo yang juga Direktur Abdi Persada FM sebagai Kepala Bironya.


Radio ini awal mulanya adalah sebagai radio Pemerintah Provinsi Kalsel. Kini sesuai UU Penyiaran No 32 Tahun 2002 berubah menjadi Lembaga Penyiaran Publik Lokal. Kelahirannya ke dunia broadcast adalah media alternatif dalam menyampaikan pesan pembangunan dan menjadi wadah komunikasi efektif antara masyarakat dengan pemerintah atau dengan pejabat publik lainnya.

Dibanding dengan radio pemerintah lainnya, radio ini terbilang tercepat melengkapi perizinan. Hal ini dikarenakan manajemen radio ini dikelola mandiri dan tidak terikat dengan SKPD yang menaunginya. Radio ini juga kerap menjadi objek studi banding bagi radio lokal maupun dari wilayah Kalimantan Tengah.

Keberadaan Radio Abdi Persada FM sebagai sebuah media sudah dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Bahkan lebih dari itu masyarakatpun juga punya kepeduliaan untuk memanfaatkannya secara optimal.

Keberadaan radio Abdi Persada FM dengan program-program siarannya mampu menyentuh sebagian besar kepentingan masyarakat luas, sehingga pada akhirnya dapat menjadi lembaga penyiaran publik lokal.

Momentum Hari Ulang Tahun ke 11 Radio Abdi Persada FM dipandang perlu untuk dimanfaatkan seoptimal mungkin supaya dapat makin mendekatkan media dengan para pendengarnya melalui kegiatan-kegiatan yang sifatnya mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dan inovatif.

Berbagai kegiatan untuk memeriahkan ulang tahun radio Abdi Persada FM telah digelar berbagai kegiatan dan lomba. Kegiatan yang didukung penuh oleh Komunitas Pendengar Abdi Persada FM tersebut adalah Lomba Puisitisasi Al Quran tanggal 27 Desember 2011 di Radio Abdi Persada FM, Lomba Karaoke Dandut Persada dan Telagama 19 – 25 Desember 2011, Lomba Tadarus Quran 19 – 25 Desember setiap pukul 17.30, Shalat Hajat tanggal 31 Desember 2011 di radio Abdi Persada FM.

Selain lomba, Abdi Persada FM juga mengelar jumpa fans sebagai puncak kegiatan HUT ABdi Persada FM yang ke 11. Temu kangen ini dimaksudkan untuk semakin mendekatkan Abdi Persada FM dengan masyarakat, menyosialisasikan perpindahan frekwensi Abdi Persada FM ke 104,7 MHz, memberikan peluang bagi masyarakat untuk menyalurkan hobi, kreatifitas dan bakat dalam seni hiburan dan religi, memperkuat persaudaraan dan kebersamaan antara radio dengan pendengar, dan antara pemerintah dan masyarakat.

Jumpa Fans 11 Tahun Bersama Abdi Persada FM “ Merajut Kebersamaan” ini, diharapkan menjadi etos dan inspirasi bagi Abdi Persada untuk terus berkarya, mengabdi dan berbagi informasi, dalam ikut serta membangun Kalsel Bermunajad (berkembang maju unggul nyaman sejahtra dan damai.)

Tantangan ke depan adalah terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas siaran, baik mutu dan jangkauannya, di tengah rencana perpindahan secara fisik ke Banjarbaru. Tepatnya di kawasan Panglima Batur.

Direktur Abdi Persada FM Hadi Soesilo mengatakan Abdi Persada FM kini menjadi milik publik. Untuk itu, pihaknya akan tetap menjadi radio yang mengedepankan informasi dan hiburan.

Sementara itu, Gubernur Kalsel melalui Kepala Biro Humas Setda Kalsel Hermansyah Manap berharap Abdi Persada FM menjadi teladan dan contoh bagi radio lainnya dengan berpijak pada aturan dan undang-undang penyiaran.

Jumpa fans walau digelar sederhana, namun berjalan meriah. Selain berbagi hadiah untuk para pemenang lomba, pandengar juga banyak mendapatkan hadiah doorprize. Bahkan tiga orang kru dan penyiar ABdi Persada Fm tahun ini akan diberangkatkan umrah sebagai reward terhadap dedikasi mereka dalam membesarkan radio. Mereka yang beruntung ke Tanah Suci adalah bung Yanto, Reza, dan Sailillah. (Muhari)