Klinik Motivasi

Minggu, Juli 25, 2010

Komunikasi Konteks Sedang

Terinspirasi saat mengikuti kuliahnya Prof. Deddy Mulyana, Sabtu kemarin. Dalam komunikasi verbal, dikenal istilah komunikasi konteks tinggi (high-context culture) dan komunikasi konteks rendah (low-context culture).

Menurut Edward T. Hall (1973), karakteristik komunikasi konteks rendah dicirikan oleh pesan verbal dan eksplisit, gaya bicara langsung, lugas, dan berterus terang. Mereka mengatakan apa yang mereka maksudkan (they say what they mean) dan memaksudkan apa yang mereka katakan (they mean what they say). Jika mereka setuju atau menerima, maka mereka katakan "Yes" dan jika sebaliknya, maka mereka katakan "No". Pada umumnya terjadi pada budaya di negara Swiss, Jerman, Skandinavia, Amerika Serikat, Perancis, Inggris dan lain-lain.


Sedangkan komunikasi konteks tinggi ditandai dengan pesan bersifat eksplisit, tidak langsung, dan tidak terus terang. Pesan yang sebenarnya mungkin tersembunyi dalam perilaku non verbalnya seperti intonasi suara, gerakan tangan, ekspresi wajah, tatapan mata atau bahkan konteks fisik (dandanan, penataan ruangan, benda-benda dan sebagainya). Contohnya adalah bahasa Cina yang makna kata-katanya sering berdasarkan konteks tertentu.

Indonesia termasuk budaya komunikasi konteks tinggi, meskipun tidak berarti bahwa seluruh penduduk Indonesia berkomunikasi konteks tinggi. Misalnya orang Batak dipandang berbicara langsung dan lugas. Namun secara umum, komunikasi kita termasuk komunikasi konteks tinggi.

Perhatikan saja, kalau ada tetangga atau kawan anda datang ke rumah untuk satu keperluan, misalnya mau minjam uang. Ia pasti berbicara ngalor-ngidul dulu dengan sederet pertanyaan. Setelah dirasa cukup basa-basinya, dengan sedikit malu akhirnya berkata,"Aduh gimana ya, sebenarnya saya datang ke sini mau minta tolong. Anu .. saya mau pinjam uang, kalau ada." Nah lu !!

Gaya komunikasi konteks tinggi ini seringkali mengesalkan orang2 yang terbiasa berkomunikasi konteks rendah. Kalau berbicara mereka berputar-putar, tidak langsung ke pokok pembicaraan. Kesannya ribet banget dan buang2 energi. Tapi orang2 yang bergaya komunikasi konteks tinggi juga tidak jarang mengesalkan orang2 komunikasi konteks rendah. Bicara mereka yang langsung dan lugas kadang2 bisa membuat orang tersinggung dan dinilai tidak sopan.

Jadi pilih yang mana ? Komunikasi konteks tinggi atau komunikasi konteks rendah. Jawabannya relatif. Sesuaikan saja dengan siapa mitra komunikasi kita. Jika dia terbiasa berkomunikasi konteks tinggi .. ya ikuti saja. Begitu juga sebaliknya.

Dalam konteks budaya Indonesia, dianjurkan menggunakan komunikasi konteks sedang (istilah ini suka2 aku aja). Perpaduan sisi positif antara komunikasi konteks tinggi dan komunikasi konteks rendah. Komunikasi konteks sedang ditandai dengan pesan yang disampaikan langsung, lugas dan sopan. Prolognya dikit aja .. jangan panjang2 :)

Jumat, Juli 16, 2010

Kehebatan Membaca Al-Qur'an

Hasil penelitian Universitas Al-Azhar mengungkapkan bahwa membaca Al-Quran dapat meningkatkan kinerja otak dan mempertajam ingatan sampai 80% karena ada 3 aktivitas yang baik bagi otak pada saat bersamaan yaitu melihat, mendengar, dan membaca. Waktu yang bagus untuk membaca alqur’an setelah shalat Shubuh dan Maghrib, karena di kedua waktu tersebut otak dalam keadaan refresh karena penggantian waktu dari terang ke gelap dan dari gelap ke terang.


Selain itu dalam penelitian lainnya Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.
Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Al-Quran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.

Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Alqur’an.

Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Quran dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Quran.

Al-Quran memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Quran dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Quran. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Alquran lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Alquran memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Maha benar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Al-Quran, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. 7: 204).
Atau juga, “Dan Kami telah menurunkan dari Al-Quran, suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian” (Q.S.17:82).
Atau, “Ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada Allah-lah hati menjadi tentram” (Q.S. 13: 28).

Pertanyaan:
Ini adalah salah satu bukti bahwa dengan mendengar Al-Quran saja, hati menjadi tenteram, walaupun kita tidak mengerti artinya. Bagaimana bila kita mengerti artinya? Tentu dampaknya akan luar biasa! Allahu Akbar!!!

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100617180553AAxyLFG

Jumat, Juli 02, 2010

4 M + 1 G

Jadi penyiar itu gampang-gampang susah. Ngga cuman asal ngomong aja tapi juga dituntut untuk serba tau (well-informed). Bukan untuk menggurui tapi untuk menjaga kualitas dan daya tarik dirinya. Apalagi untuk hal-hal yang sedang hangat dibicarakan orang (hot issue)mulai dari infotainment (isu seleb, musik, film dll), olahraga (ni kan musim piala dunia), ekonomi (TDL naik euy) sampai hal-hal yang terjadi di sekitar kita (isu lokal).

So .. pengetahuan dan wawasan yang luas harus dimiliki oleh seorang penyiar. Caranya gampang banget. Rumusnya 4 M + 1 G. Apa itu ?? yaitu Mendengar, Membaca, Melihat, Mengamati dan Gaul.


Mendengar
Mendengar apa saja di sekeliling kita. Dengan mendengar, kita mempunyai data lebih banyak ketimbang orang lain. Bahkan tidak menutup kemungkinan mendengarkan dari radio lain.

Membaca
Setiap ada waktu gunakan untuk membaca. Bisa membaca koran, majalah, tabloid, buku2, internet. Pas di lampu merah pun, mata kita gunakan untuk membaca. Dari spanduk yang terpampang, umbul2 yang terpasang, coretan liar sampai tulisan di jaket pengendara motor di depan kita.

Melihat
Melihat kejadian secara langsung di tempat kejadian atau melalui televisi.

Mengamati
Lebih dalam daripada melihat. Mengamati artinya melihat secara detail suatu kejadian untuk mengetahui sesuatu lebih banyak lagi.

Gaul
Dengan bergaul langsung dengan masyarakat sesuai segmentasi dan kelas sosialnya, kita akan mengetahui hal apa saja yang sedang trend.(Dini)

Kamis, Juli 01, 2010

Pemberian ASI Pertama

Seringkali kita menemukan fakta bahwa setelah seorang ibu melahirkan, dia tidak langsung menyusui bayinya entah karena alasan pihak penolong (bidan/dokter/ perawat/ ketentuan RS) supaya ibunya dibiarkan istirahat terlebih dahulu, ataupun dari ibu sendiri yang kurang memiliki motivasi kuat untuk segera menyusui bayinya. Padahal selama 20-30 menit pertama setelah kelahiran bisa disebut Golden Period bagi ibu, juga terutama bagi sang bayi.


Pemberian ASI harus dimulai di ruang persalinan. ASI harus diberikan pada bayi baru lahir sesegera mungkin, karena :

1. Pada usia 20-30 menit refleks hisap bayi sangat kuat, sehingga saat ini adalah yang terbaik baginya untuk belajar menghisap.

2. Hisapan pertama akan merangsang produksi oksitosin yang membantu menghentikan perdarahan setelah persalinan.

3. Bayi akan mendapatkan colostrum (susu jolong) yang berharga, terutama dalam mempertahankan kekebalan tubuh pada hari-hari pertama kehidupannya menyapa dunia luar yang tidak steril.

4. Jam-jam pertama adalah saat terpenting menjalin ikatan antara ibu dan anak.

5. Bila ibu menunda pemberian ASI, walaupun hanya dalam beberapa jam, proses menyusui menjadi LEBIH SERING GAGAL

6. Pemberian ASI pertama bagi bayi tidak dimaksudkan untuk pemberian makanan awal, tetapi lebih pada tujuan pengenalan.

Untuk itu, mendekati minggu-minggu taksiran persalinan, ibu (alangkah baik jika suami mendampingi) sudah memperoleh informasi dan memperkirakan tempat dimana dia akan melahirkan. Saat ibu akan melahirkan, sampaikan bahwa ibu akan segera menyusui bayi ibu. Disini peran suami/keluarga sangat diharapkan dalam membantu mempersiapkan, menjaga, membuat suasana tenang dan nyaman, serta tidak bosan-bosan memompakan semangat kepada ibu agar proses laktasi berhasil. Insyaallah akan ada pahala di setiap air susu yang dihisap oleh sang bayi. Wallahu aÂ’lam.

Tambahan "tips" dari seorang ayah

Mungkin ini tambahan dari sisi seorang "ayah" :) Masalah ASI pertama:
Seringkali suami atau istri menurut aja pada peraturan yang berlaku di tempat persalinan; misalnya tentang dipisahkannya anak yang baru lahir dengan ibunya. Untuk itu, sebelum masa persalinan tiba, pilihlah tempat persalinan yang menjamin: suami bisa mendampingi istrinya selama proses persalinan.

Efek pendampingan ini sungguh sangat luar biasa, tentu. Di samping itu, sesaat setelah bayi lahir, suami harus berperan mengecek bayi itu: normal tidak, laki-laki atau perempuan, ada kelainan atau tidak, dsb. Hal ini untuk jaga-jaga dari sesuatu yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Kemudian hal penting lainnya adalah: kita dapat memantau penanganan bayi pasca persalinan dari sisi medis yang kita yakini . Misalnya bisa segera menyusukan si bayi pada 20-30 menit pertama pada ibunya (sesuai artikel ini). Ada beberapa kasus tempat persalinan atau bidan, tidak segera menyusukan si bayi pada ibunya, malah justru memberi si bayi susu formula atau pisang (masya Allah!), hanya karena ibunya masih "lemah" atau perlu istirahat. Pastikan bahwa kita bisa menyusukan si bayi pertama kali pada saat yang tepat di tempat persalinan itu.

penanganan bayi pasca persalinan dari sisi syar'i: melafadzkan adzan dan iqomah, dsb. Biasanya pada kelahiran anak-2 saya: setelah lahir, dibersihkan, dimandikan, dibungkus kain "bedong" (istilah di Jawa/Madura), langsung disusukan (meski ASI belum keluar), baru diadzani (ato adzan dulu baru disusukan; tergantung waktunya saja).

Bahtiar hs - ayah dua orang anak

dr Farida Megalini

Kamis, Juni 24, 2010

Junk Food Sama Dengan Narkoba

Peneliti menemukan kesamaan antara junk food dan narkoba. Keduanya ternyata sama-sama membuat candu. Orang yang terbiasa makan burger, kentang, sosis atau kue akan sulit menghentikan kebiasaannya itu karena otak sudah memprogram makanan itu sebagai candu.


Selama ini orang mengenal junk food sebagai makanan sampah yang tinggi lemak dan gula tapi sedikit nutrisinya. Tapi ternyata tak hanya itu, saking berbahayanya, seorang ahli saraf, Dr Paul Kenny sampai mengatakan bahwa junk food sama dengan narkoba.

"Sudah terbukti, junk food adalah candu yang membuat seseorang kehilangan kontrol makan," ujar Kenny seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (29/10/2009). Mereka yang mengonsumsi junk food menurut Kenny akan merasakan efek senang, nyaman dan tenang yang bisa berakibat candu jika tidak mengonsumsinya lagi.

Menurut Kenny, ini adalah studi pertama kali yang menghubungkan antara junk food dan obat-obat terlarang atau narkoba. "Kami sudah menemukan banyak bukti nyata yang menunjukkan bahwa junk food sama bahayanya dengan narkoba," tutur Kenny.

Bukti yang ditemukan peneliti adalah kesamaan antara fondasi saraf-saraf di dalam otak yang disebut juga sebagai zat neurobiological. "Setelah diperiksa, ternyata struktur saraf pada otak orang obesitas yang sering mengonsumsi junk food sama dengan orang yang kecanduan obat-obatan atau narkoba," jelas Kenny.

Dr Kenny yang sekarang bekerja di Florida’s Scripps Research Institute pertama kali melakukan penelitiannya di Guy’s Hospital, London dengan menggunakan tikus percobaan. Ia membagi tikus percobaannya ke dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama diberi makanan sehat dalam jumlah banyak. Kelompok kedua diberi makanan junk food tapi dibatasi. Kelompok ketiga diberi makanan junk food tak terbatas, diantaranya kue keju, daging berlemak dan snack cokelat.

Setelah studi berakhir, ternyata tikus di kelompok ketiga menjadi gemuk dengan sangat cepat sedangkan tikus di kelompok pertama dan kedua tidak terlihat ada perbedaan yang signifikan dari berat awalnya.

Peneliti pun kemudian mencoba melakukan pemeriksaan pada otak tikus dari tiga kelompok tersebut. Sebelumnya sebuah stimulasi elektrik diberikan pada bagian otak yang berfungsi mengeluarkan hormon pemberi rasa senang dan nyaman (oxytocin, serotonin, dopamin, feromon, endorfin, dan lainnya).

Dari situ diketahui bahwa ternyata otak tikus di kelompok ketiga membutuhkan stimulasi yang terus menerus untuk mengeluarkan hormon pembawa rasa senang. Sedangkan pada dua tikus di kelompok lainnya, sedikt stimulasi saja bisa membuat hormon itu keluar.

Hipotesis peneliti adalah, untuk mencapai tingkat kesenangan yang sama, tikus yang mengonsumsi junk food ternyata butuh stimulasi yang lebih banyak daripada tikus yang tidak atau jarang makan junk food, dan itu artinya junk food adalah stimulasi yang membawa pada kecanduan. Sama halnya dengan narkoba.

Beberapa bahan khusus yang dipakai untuk memproduksi junk food seperti jenis lemak dan gula tertentu memang didesain untuk membuat konsumen ingin tambah dan tambah lagi. Hal itu yang disinyalir peneliti membuat orang ketagihan. Makan junk food boleh-boleh saja, namun pengendalian diri juga penting.

Sabtu, Mei 22, 2010

Terima Kasih ya Alloh atas Rezeki-Mu Yang Tak Terduga

Kalo ditanya apa enaknya jadi penyiar ? Barang kali ini salah satu jawabannya : sering dapet kiriman dari pendengar ! Seperti hari ini .. memang ini bukan pertama kali kami dapet bingkisan makanan. Di hari-hari sebelumnya juga sudah sering kejadian. Cuman akhir-akhir ini semakin intens aja he3


Hampir tiap Selasa dan Jum'at sore .. Mang Isur sering bawain cemilan untuk kami. Beliau ini salah satu pendengar setia yang diminta untuk ngisi acara tadarus setiap dua kali seminggu. Tempe goreng, tahu goreng, bakwan, gumpal sampai wadai cincin dan apam barabai sering mampir di meja admin. Waktu ditanya apa ngga rugi bawain cemilan terus, sedangkan honor siarannya belum tentu menutupi ongkos beli. Eh .. beliau dengan santainya menjawab, kalo mau berbagi .. ngga udah banyak perhitungan. Lagian honor siaran .. itu persoalan lain. Alhamdulillah .. senangnya hati reza, rosa dan aku meskipun deg2an juga kalo kolesterol naik he3

Beberapa bulan yang lalu, aku juga sempat dikejutkan oleh kedatangan seorang pria ...ehem ehem *huusstt jangan su'uzon dulu .. Keliatannya dia lagi bingung .. celingak celinguk kayak nyari seseorang. Kebeneran aku yg liat dan kuhampiri. Segera ku sapa cwo itu dan bertanya ada yg bisa aku bantu. Eh .. dia malah nyodorin bungkusan plastik hitam yang isinya ngga keliatan jelas. Dengan suara pelan, dia bilang ini untuk kru Abdi Persada. Ku tanya lagi untuk siapa ? Kupikir kali aja ada temen2 yg pesen by phone .. trus delivernya dateng. Aku juga ngga langsung menyambut bungkusan itu. Takut juga jangan2 isinya bom he3 *parno .. ah !! Namun si cowo itu tetep maksa dan akhirnya ku ambil juga .. dan anehnya dia langsung ngeloyor pergi. Sempat ngelongo juga liat sikap dia yg agg *agak gimana gitu .. namun pas sadar langsung kuteriak ngucapin terima kasih sebelum dia hilang dari penglihatanku.

Deg-degan, kami bertiga .. Rose, Fifi dan aku membuka plastik hitam itu. Perlahan namun pasti mulai terliat apa isinya .. Sebuah kotak makanan cukup besar dengan kertas kecil di atasnya. Tulisan untuk kru Abdi Persada FM dari Mama Adi dan isinya adalah lumpia banyak banget ... Segeralah kue itu diembat .. meskipun kami bertiga tergolong cewe imut tapi kalo laper ya .. yg dihadapan bisa abis dilahap he3 *so .. be ware

Hari Jum'at .. hari indah buat kami. Meskipun ga rutin tapi kami sering dapet makanan di hari itu. Alhamdulillah terima kasih Tuhan .. Kau kirim rezeki-Mu pas kami laper2nya .. pas jam makan siang .. pas males ke luar kantor karena harus turun dari lantai 3 ke lantai 1 dan kadang2 mutar jalan karena pintu gerbang belakang ditutup satpol PP demi keamanan sehingga kami harus muter lumayan jauh untuk sampai di warung makan.

Dan hari ini .. kembali Alloh mengirimkan rezekinya dengan arah yang tidak pernah kami kira. Lagi serius2nya ngikutin rapat dengan wakil direktur dan kepala studio, si Wina dateng nyamperin Rose yang sedang siaran di ruang studio. Sempat menarik perhatian, namun rapat kembali dilanjutkan. Abis rapat bubar, yang lain pada udah pada kabur dan kembali hanya kami yg bertiga di studio, baru si Rose bilang Wina dateng bawain soto banjar. Sebenernya dia udah lama ngundang kami makan soto di warungnya tapi berhubung belum ada waktu sampai akhirnya dia sendiri yg nganter ke studio .. makasih win .. kamu baik deh ^^

Abis sholat Jum'at, perut terasa laper kembali. Ku dan Rose pergi makan siang sedangkan Fifi siaran. Di tangga kami berpapasan dengan Adi, cowo yang sering nganterin lumpia buatan mamanya buat kru. Aku dan Rose saling berpandangan .. Tampaknya kami punya persepsi yg sama bahwa Adi nganterin kue lagi .. he3 Namun kami teruskan langkah menuju warung tempat biasa kami makan. Di tengah perjalanan .. hapeku bunyi .. no radio yg menelponku .. si Fifi dengan semangat bilang, "Din .. balik ke studio, ngga usah beli, mama Adi kirim nasi kotak, buruan !!" Tuuut .. langsung ditutup. Alhamdulillah .. lumayan duit maksi hari ini bisa dihemat wkwkwkwk

Setengah jam kemudian, Fifi ngasih kabar lagi, pas on air Mama Edo gabung dan bilang mau bawain sesuatu ke studio bentar lagi. Kami pun menebak2 .. maklum mama Edo buka usaha catering udah lama .. kira2 apalagi ya ??

Jam 3 sore .. mama Edo dateng membawa setermos sedang bubur ayam. Alhamdulillah .. kali ini lebih banyak yg menikmati. Satu-persatu berdatangan .. Indra dan Fitri .. reporter yg nyetor berita, om2 satpol PP yang menjaga pintu gerbang pun bela2in ke studio karena mencium bau bubur ayam buatan mama edo, bang jordan, reza, mbak rosiana dan mang isur yang bersiap untuk siaran tadarus ^^

Subhanallah .. terima kasih ya Alloh atas rezeki-Mu yang tak terduga .. semoga kami termasuk orang2 yg bersyukur :)

*sambungan : rupanya pendengar hari ini abis2an mau berbagi, abis magrib diajakin lagi makan bakso ... alhamdulillah ^^ *sering2 aja kayak gini he3

Selasa, Mei 18, 2010

Cobalah untuk Memahami Ingin Nya

Saat hari ini kau kecewa pada sesuatu..
Saat kau seakan menyalahkan Allah atas apa yang menimpamu..
Saat kau menyangka bahwa Allah sedang membenci dan menghukummu..

Cobalah diam sejenak…
Lapangkah hati…
Dan cobalah renungkan…


Jika selama ini kau merasa telah menjalankan apa yang Dia perintahkan..
Dan menjauhi apa yang telah Dia larang..
Kau pun tak pernah absen menyambut seruanNya tiap 5 waktu…
Cobalah pikirkan…

Mungkinkah Allah yang Maha Pengasih itu membalas ibadahmu dengan keburukan?
Mungkinkah Allah yang Maha Lembut itu tega memperlakukanmu dengan kejam?

Bukankah dalam ayat-ayat cintaNya…
Allah telah berjanji akan membalas kebaikan hambaNya dengan syurga dan ridhoNya?

Wahai hamba…
Pernahkah kau coba mengerti apa yang diinginkan oleh Allah?
Pernahkah kau menyadarkan diri apa yang ingin Allah ajarkan padamu di setiap kejadian yang kau alami?

Kadang….
Kau hanya sibuk memikirkan apa-apa yang terjadi setelah kau mengalami sesuatu..

Jika itu buruk…
Kau mengeluh dan menggugat Allah atas yang terjadi padamu..

Tapi jika itu baik…
Memang kau bersyukur..
Tapi pernahkah kau sadar…ada yang kau lewatkan dari kebaikan yang Allah berikan itu?
Kau melewatkan sesuatu hal yang sebenarnya lebih penting ingin disampaikan Allah padamu…

Wahai hamba…
Mungkin…pernah tersirat dalam pikirmu..
Kenapa Allah harus memberikanmu cobaan yang menurutmu kenapa cobaan itu tak Dia berikan pada yang mengingkariNya?
Bukankah aku adalah hambaNya yang beriman?
Bukankah aku selalu ta’at pada apa yang Dia perintahkan?

Wahai hamba…

Cobalah renungkan ayat ini dan hujamkan dalam hatimu…tempat dimana imanmu bersemayam..

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat”
(QS. Al Baqarah 214)

Wahai hamba…
Bagimu….telah Allah siapkan ujian…dan dibalik setiap ujian…telah Allah siapkan pula kebahagiaan…
Itupun…jika engkau mampu melewati itu semua dengan sabar…dan sesuai dengan prosedur yang Allah inginkan…

Wahai hamba…
Jika aku akhirnya harus menangis hari ini…
Allah tak akan marah padamu…
Tapi cobalah….jangan berpikir bahwa Allah sedang ingin menyakitimu…
Karena yang kelak disakiti Allah hanyalah mereka yang ingkar…

Kadang…Allah menguji kita dengan sesuatu yang kita senangi..
Itu karena Allah tak ingin kita lalai terhadap apa-apa yang kita senangi..

Karena itu wahai hamba…
Allah memberikanmu hati…agar iman itu punya tempat sebagai benteng pertahanan…
Allah memberikanmu hati…agar ada tempat yang menampung semua rasa yang akan kau rasakan ketika Allah mengujimu…

Karena itu….tiap saat….
Tengoklah keadaan hatimu…
Pastikan…bahwa hatimu masih mampu seluas telaga…
Agar kau selalu siap akan ujian Allah padamu…
Agar kau tetap kuat…disaat Allah ingin mengajarkanmu sesuatu..
Dan agar kau tahu….bagaimana cara Allah mencintaimu 

By Ukhti Sebutir Pasir