Klinik Motivasi

Kamis, September 30, 2010

Peran Praktisi Public Relations

Praktisi Public Relations (PR) memainkan peran ganda. Pada satu sisi, PR berfungsi sebagai penasehat dan konsultan bagi manajemen. Di sisi lain, PR berfungsi juga sebagai teknisi. Dalam peran ini, PR menggunakan seperangkat teknik komunikasi untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang tindakan dan keputusan manajemen.


Sering kali, PR yang bekerja di bidang ini mengartikan PR menurut kegiatan yang mereka lakukan secara rutin. Misalnya :
* Mendengarkan sambutan2
* Menyusun kata sambutan
* Menasehati manajemen mengenai kebijakan
* Ikut ambil bagian dalam keputusan kebijakan
* Merencanakan program2 PR
* Menjual program kepada manajemen puncak
* Mengusahakan kerjasama dari manajemen menengah
* Mengusahakan kerjasama dari karyawan lain
* Menuliskan sambutan untuk orang lain
* Mencari pembicaraan untuk pertemuan2 organisasi
* Menempatkan pembicara untuk program radio dan tv
* Menghadiri pertemuan
* Merencanakan dan menyelenggarakan pertemuan
* Mempersiapkan pernik2 publisitas
* Berbicara dengan editor dan wartawan
* Mengadakan konferensi pers
* Meneliti pendapat masyarakat umum
* Merencanakan dan mengatur acara
* Memimpin kunjungan2
* Menulis surat2
* Merencanakan dan menulis buklet, leaflet, laporan dan buletin
* Mengedit laporan berkala karyawan
* Mengawasi papan buletin
* Merancang poster
* Merencanakan dan mempersiapkan presentase slide
* Mengambil foto dan mengawasi juru foto
* Membuat penghargaan
* Menyambut pengunjung
* Mengevaluasi program PR

Pada tahun 1982, Public Relations Society of America (PRSA) mengeluarkan sebuah pernyataan resmi. Pernyataan ini menjelaskan fungsi PR di Amerika Serikat setelah dipertimbangkan selama beberapa tahun. Sedikitnya, ada dua dari fungsi PR yang diperlihatkan. Yaitu bekerjasama dengan karyawan dan merencanakan film serta rekaman video.

Namun dewasa ini, fungsi PR tidak hanya dibatasi pada aktivitas teknik semata seperti yang telah disebutkan di atas. Namun lebih berkembang pada sebuah perencanaan strategis bagi pembangunan citra positif dan mutual understanding secara internal maupun eksternal.

Sabtu, September 25, 2010

Penyimpanan dan Pembuangan Obat

Anda mungkin sering kali menggunakan obat tidak sampai habis. Entah itu karena persediaan obatnya melampaui dosis yang diperlukan sehingga masih ada sisa. Seperti misalnya obat batuk, obat tetes mata atau yang lainnya. Atau memang untuk persediaan jika sewaktu2 diperlukan. Nah .. pertanyaannya adalah apakah obat yang sudah dibuka segelnya bisa kita simpan hingga habis masa berlakunya? Terus bagaimana cara penyimpanannya ? Apa saja hal2 yang perlu kita perhatikan agar mutu obat tetap terjaga ? Serta bagaimana pembuangan obat secara benar ?


Penyimpanan obat adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan obat2an yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat (fisik maupun efektifitas dari obat). Jadi menyimpan obat bukan asal taruh aja atau dimasukkan ke wadah kemudian dibiarkan begitu saja. Dari definisi di atas .. kita juga perlu memperhatikan tempat penyimpanan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Misalnya dari jangkauan anak2 atau sinar matahari yang dapat merusak mutu obat.

Manfaat dari menyimpan obat ini sangat banyak yaitu dapat memelihara mutu obat dengan memperhatikan stabilitasnya, menghindari penggunaan yang tidak bertanggung jawab, memudahkan pencarian jika sewaktu2 diperlukan, memudahkan pengawasan dan menghindari efek toksik yang bisa ditimbulkan oleh obat.

Cara penyimpanan obat :
* Jauhkan dari jangkauan anak2.
* Simpan sesuai dengan petunjuk yang tertera. Kebanyakan obat dapat disimpan pada tempat sejuk dan kering yaitu pada suhu kamar yang jauh dari sumber panas. Beberapa obat harus disimpan di lemari pendingin tapi bukan disimpan di freezer.
* Simpan obat dalam kemasan aslinya. Karena pada kemasan asli (etiket) obat tersebut tertera cara penggunaan dan informasi penggunaan obat. Hal ini penting agar anda selalu mengetahui keterangan obat dengan lengkap.
* Jangan simpan obat yang rusak / kadaluarsa. Apalagi sampai mencampur obat kadaluarsa dengan obat yang masih baik. Hal ini untuk menghindari penggunaan obat yang rusak di saat kondisi yang mendesak. Jadi buanglah obat yang rusak/kadaluarsa.
* Simpan obat dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk. Tidak boleh terkena sinara matahari langsung karena dapat merusak mutu obat.
* Jangan meletakkan obat dalam mobil dalam jangka waktu lama karena perubahan suhu di dalam mobil dapat merusak obat.

Selain itu, anda juga perlu memperhatikan hal2 sebagai berikut ;
* Obat berbentuk kapsul atau tablet tidak boleh disimpan di tempat panas atau lembab karena dapat merusak obat.
* Obat dalam bentuk cair tidak boleh disimpan di lemari pendingin kecuali disebutkan pada etiket obat. Hal ini akan mempersulit anda untuk segera menggunakannya. Karena obat cair yang disimpan di kulkas akan mengental. Sehingga perlu waktu agar bisa dikonsumsi. Apalagi obat cair biasanya dikocok dulu sebelum diminum. Ini bertujuan agar kadar zat yang terkandung didalam obat sama setiap kali diminum.
* Obat sediaan suppositoria dan ovula disimpan di lemari es.
* Sediaan puyer harus segera dibuang jika tidak digunakan lagi.
* Obat bentuk sirup kering disimpan paling lama 7 hari dan obat tetes mata dapat disimpan selama 30 hari. Setelah itu segera dibuang.

Mutu obat yang disimpan dapat mengalami perubahan. Perubahan ini dapat dilihat secara visual melalui sifat organoleptik obat maupun pengamatan di laboratorium. Untuk obat berbentuk tablet, perubahan yang terjadi pada warna, bau, rasa, berbintik, pecah, retak dan wadahnya rusak. Sedangkan obat tablet salut, perubahannya salut pecah, basah dan lengket satu sama lain. Untuk obat berbentuk kapsul, perubahan yang terjadi kapsul terbuka, lengket satu sama lain dan wadah rusak. Sedangkan untuk salep, berubahnya warna, berbintik2 dan wadah rusak. Obat berbentuk cair dan injeksi, terjadi perubahan warna, terdapat endapan/keruh, dan perubahan kekentalan.

Kalau anda menemukan obat yang disimpan berubah dari keadaan semula. Ditumbuhi jamur atau warnanya berubah atau perubahan fisik lainnya yang kentara, sebaiknya obat tersebut segera dibuang. Jangan digunakan lagi karena ada kemungkinan mendatangkan bahaya keracunan bagi pemakainya.

Selain itu, kita perlu memperhatikan cara pembuangan obat dan kemasannya. Hal ini bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan obat. Misalnya penjualan obat yang rusak atau kadaluarsa dengan harga yang murah.

Cara pembuangan obat yaitu dengan memendam ke dalam tanah dan membuang obat ke dalam saluran air. Adapun cara pembuangan kemasannya adalah jika wadah botol/pot plastik maka dilepas dulu etiket obatnya, kemudian botol dan tutupnya dibuang terpisah. Kalau kemasannya dalam bentuk boks/doos, sebelum dibuang terlebih dahulu digunting2. Sedangkan untuk kemasan tube, digunting2 terlebih dahulu setelah itu baru dibuang.

Ringkasan : dialog dengan Efrin Pujianti, S.Farm, Apt dari Instalasi Gudang farmasi dan Perlengkapan Kesehatan Provinsi Kalsel, Jum'at (25/09) pukul 09.00-10.00 wita.

Jumat, September 24, 2010

Bersih dari Racun

Taukah anda bahwa beragam racun dapat masuk ke dalam tubuh ? Bisa melalui makanan, udara atau air. Bahkan lewat produk yang dekat dengan kehidupan kita sehari2. Misalnya :

* Pestisida

Pestisida dalam tubuh merupakan zat penyebab kanker (karsinogen) dan berkaitan dengan kanker payudara serta dapat mengganggu hormon. Menurut penelitian, tubuh wanita lebih mudah menyerap pestisida lewat permukaan kulit dan menyimpan racun lebih lama jika dibandingkan pria.


Ironisnya, ternyata perempuan Asia paling banyak bersentuhan dengan pestisida kimia. Terutama pekerja pertanian perempuan yang jumlahnya lebih dari 50%. Untuk perempuan kota, juga perlu waspada karena makanan atau berkebun dengan menggunakan pestisida, menjadi salah satu jalan masuk bagi racun ke dalam tubuh.

Untuk membebaskan tubuh dari pestisida, ikuti tips berikut ini :
* Cuci sayur dan buah di bawah air yang mengalir
* Kupas kulit buah
* Jika memungkinkan, pilih sayur dan buah organik
* Berkebunlah dengan cara selaras alam, gunakan musuh alami atau ramuan pengusir hama di kebun

* Obat Nyamuk

Racun utama yang digunakan dalam banyak pembasmi nyamuk baik semprot, bakar atau elektrik adalah propoxur, transfluthrin, dichlorvos (DDVP). Ketiga bahan racun ini sudah lama dilarang penggunaannya. Sementara penolak nyamuk dalam bentuk lotion mengandung diethyltoluamide (DEET). Zat DEET ini bersifat korosif dan dapat menyebabkan iritasi kulit.

Penelitian oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta terhadap mencit yang dibiarkan menghisap racun nyamuk yang mengandung transfluthrin selama empat jam. Hasilnya terdapat penurunan kadar sel darah merah.

Tips agar terhindar dari racun obat nyamuk :

* Baca informasi bahan2 pembasmi nyamuk
* Tidur pakai kelambu .. hem jadi gayakan ? he3
* Jaga kesehatan lingkungan biar tidak jadi sarang nyamuk
* Gunakan tanaman pengusir nyamuk seperti minyak sereh pada kesehatan kita

* Alat Masak Anti Lengket

Alat masak anti lengket ini pernah menjadi primadona karena praktis. Nah .. alat masak anti lengket ini dibuat dengan perfluorooctanoic acid (PFOA). PFOA adalah bahan kimia buatan yang tidak tersedia di alam. PFOA tidak dapat diuraikan dalam waktu yang lama dan ditemukan juga dalam darah orang AS.

Lembaga Perlindungan Lingkungan AS (US Environmental Protection Agency / EPA) yang meneliti sejak tahun 1990an menemukan bahwa PFOA dapat menyebabkan dampak buruk pada hewan percobaan di laboratorium. Diantaranya berpotensi menyebabkan kanker. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran tentang sifat PFOA yang sulit terurai, terakumulasi dalam tubuh dan menjadi racun bagi manusia. Sehingga memerlukan penelitian yang lebih lanjut.

Pada tahun 2006, EPA mengambil langkah menjalankan PFOA Stewardship Program untuk mengurangi penggunaan PFOA hingga 95% sebelum tahun 2010. Meskipun hingga saat ini, EPA tidak menyarankan konsumen mengurangi paparan terhadap PFOA, sebaiknya kita tetap berhati2 sejak dini, mengingat temuan yang telah ada.

Tipsnya : lebih baik cari pengganti alat masak hingga informasi lengkap tersedia.

Ingat2 ya .. tidak ada pestisida sintetis yang aman !

Sumber : CHIC, 8 - 22 September 2010

Selasa, September 21, 2010

Behind The Scene : Interview with Imazahra

Kalo jodoh takkan kemana, takkan lagi gunung dikejar. Begitulah pengibaratannya, pertemuanku dengan Imazahra Fatimah, penulis buku Long Distance Love (LDL). Senin kemarin, aku dapet sms Antung Apriana ngajakin ketemuan ama Kak Ima - begitu panggilannya - di sebuah rumah makan di mall jam 4 sore. Sebenernya sih .. aku ngga tau siapa Imazahra itu .. bukunyapun belum pernah baca *sorry lho kak ^^V Mungkin si Antung juga heran waktu ku balik tanya siapa kak Ima itu padahal sebelumnya aku begitu antusias menyambut ajakannya. Ngga kenal orangnya kok semangat banget mau ketemuan, pikirnya. Kalo menurutku sih mungkin aku masih kebawa suasana Idul Fitri .. maksudnya lagi rajin silaturahmi dan sillah ukhuwah. Siapa tau dapet ilmu baru dan inspirasi lagi.


Sayangnya, hari itu aku siaran sampai jam 5. Antungpun berjanji kalo pertemuan mereka sampai lewat dari jam 5, aku akan dikabari. Tapi hari pun lewat begitu saja, Antung ngga nge sms aku *saking asyiknya curhat2an ama Ima sedangkan aku karena sesuatu dan lain hal harus pulang ke kos untuk ganti baju dan akhirnya jadi males nyusul ke mall karena udah kesorean banget. Ku perkirakan nyampe kesana pun pas azan magrib :(

Besok paginya - Selasa kemarin - setelah ku selesaikan notulensi hasil rapat direksi, aku buka fb dan chat ama Antung. Aku dengan penasaran segera nanyain dia gimana pertemuannya kemarin. "Wah seru kak" jawabnya. Karena meetingnya cuman berdua jadi banyak banget pengalaman yang diceritain. Bikin semangat katanya. Hem .. kata2nya bikin nambah penyesalanku. Kenapa ga sms dia kemarin sore ya nanyain apakah mereka masih di tempat itu .. atau langsung nyusul aja ke mall coz ternyata merekapun sampai magrib di sana *hiks .. hik namun sayang nasib sudah jadi tukang bubur alias kejadian itu ga bisa diulang kembali .. ya sudahlah ^^

Di tengah kegundahanku *lebay .. he3 Antung berbaik hati menawarkan apakah aku mau interview dengan Kak Ima. Ahhh harapanku kembali bersemi .. Kesempatan ini harus digunakan sebaik2nya dan secepat mungkin. Ngga boleh lepas lagi dalam genggaman. Ku minta Antung nunggu sebentar untuk kepastiannya, sementara aku mempersiapkan segala sesuatunya.

Kalo hari ini, kira2 jam siaran siapa yang dipake ? Itu pertanyaan pertama yang terlintas di benakku. Aku dapet jadwal jam 11.00, tapi ngga bisa dipake coz ada narsum. Jam 12 nya, ngga bisa juga, waktunya sempit banget, dipotong ama azan zuhur plus ceramah ba'da zuhur. Paling maksimal dialognya 30 menit.

Jam selanjutnya udah wilayah kekuasaan penyiar lain. So .. segera kuhubungi Randa. Dengan semangat dia setuju siarannya diisi interview dengan Kak Ima. Pas kuceritain rencana itu ke Fifi, eh .. ga disangka dia pun juga setuju agar dialognya dilanjutin sampai ke jam siarannya. Jadilah interviewnya dua jam. Dari jam 13.00 - 15.00 wita !!

Segera kuhubungi mbak Ima. Sedikit prolog dulu *padahal ga perlu .. ternyata si Antung udah ngasih bocoran kalo aku mau interview dengan kakak yang satu ini .. ku minta kesediaan beliau. Alhamdulillah kak Imapun setuju. Persoalannya kak Ima ngga begitu hafal jalan di Banjarmasin *oya bocoran nih .. Kak Ima ini asli urang banua tapi tinggal di Jakarta. Alhamdulillah .. kak Ima ini low profile. Katanya dijemput pake ojekpun mau aja. Subhanallah !! Nah .. karena kemampuan berkendaraku dibawah standar *kasian yang dibonceng deg2an ntar he3 lagian aku harus nyiapin semua2nya di sini termasuk pertanyaan2 yang akan diajukan .. akhirnya kuminta tolong ama Antung untuk jemput Kak Ima. Meskipun telat2 dikit tapi alhamdulillah akhirnya ketemu juga dan interviewpun berjalan lancar.

Hari ini, banyak ilmu kembali yang kudapet. Mulai dari proses kreatif kelahiran sebuah buku, dunia penulisan sampai pengalaman2 pribadi kak Ima yang mencerahkan. Oya sampai saat ini kak Ima udah keliling lebih dari 20 negara di dunia. Very Inspiring ... Tekadku semakin kuat untuk menulis dan menjadi full-writer. Doain ya :)

Terakhir, terimakasih untuk Kak Ima yang udah berbagi ilmu .. ceritamu akan selalu kami tunggu, untuk Antung atas tawaran interview plus layanan deliverednya, untuk Randa yg udah nemenin siaran dan nganterin pulang Kak Ima, untuk Fifi yang ngorbanin jam siarannya, untuk Rose yg udah mintain ttd kepstu di piagam penghargaan, untuk pendengar yang udah bergabung dan semua pihak yg tidak bisa disebutkan satu persatu. Thanks for all. Mga Alloh selalu memudahkan urusan kalian ^^

Senin, September 20, 2010

Alkohol dalam Obat Batuk

Batuk merupakan salah satu penyakit yang cukup sering dialami banyak kalangan. Sehingga batuk diidentikan sebagai reaksi fisiologik yang normal. Batuk terjadi jika saluran pernafasan kemasukan benda-benda asing atau karena produksi lendir yang berlebih. Benda asing yang sering masuk ke dalam saluran pernafasan adalah debu. Gejala sakit tertentu seperti asma dan alergi merupakan salah satu sebab kenapa batuk terjadi.


Obat batuk yang beredar di pasaran saat ini cukup beraneka ragam. Baik obat batuk berbahan kimia hingga obat batuk berbahan alami atau herbal. Jenisnya pun bermacam-macam mulai dari sirup, tablet, kapsul hingga serbuk (jamu). Terdapat persamaan pada semua jenis obat batuk tersebut, yaitu sama-sama mengandung bahan aktif yang berfungsi sebagai pereda batuk. Akan tetapi terdapat pula perbedaan, yaitu pada penggunaan bahan campuran/penolong. Salah satu zat yang sering terdapat dalam obat batuk jenis sirup adalah alkohol.

Temuan di lapangan diketahui bahwa sebagian besar obat batuk sirup mengandung kadar alkohol. Sebagian besar produsen obat batuk baik dari dalam negeri maupun luar negeri menggunakan bahan ini dalam produknya. Beberapa produk memiliki kandungan alkohol lebih dari 1 persen dalam setiap volume kemasannya, seperti Woods, Vicks Formula 44, OBH Combi, Benadryl, Alphadryl Expectorant, Alerin, Caladryl, Eksedryl, Inadryl hingga Bisolvon.

Penggunaan alkohol dalam obat batuk merupakan polemik tersendiri, terutama di kalangan umat Islam. Bolehkah alkohol digunakan dalam obat batuk? Apakah sama statusnya dengan alkohol pada minuman keras? Sebenarnya apa sih fungsi alkohol ini?

Menurut pendapat salah seorang pakar farmasi Drs Chilwan Pandji Apt Msc, fungsi alkohol itu sendiri adalah untuk melarutkan atau mencampur zat-zat aktif, selain sebagai pengawet agar obat lebih tahan lama. Dosen Teknologi Industri Pertanian IPB itu menambahkan, Berdasarkan penelitian di laboratorium diketahui bahwa alkohol dalam obat batuk tidak memiliki efektivitas terhadap proses penyembuhan batuk, sehingga dapat dikatakan bahwa alkohol tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan frekuensi batuk yang kita alami.

Sedangkan salah seorang praktisi kedokteran, dr Dewi mengatakan, Efek ketenangan akan dirasakan dari alkohol yang terdapat dalam obat batuk, yang secara tidak langsung akan menurunkan tingkat frekuensi batuknya. Akan tetapi bila dikonsumsi secara terus menerus akan menimbulkan ketergantungan pada obat tersebut. Berdasarkan informasi tersebut sebenarnya alkohol bukan satu-satunya bahan yang harus ada dalam obat batuk. Ia hanya sebagai penolong untuk ekstraksi atau pelarut saja.

Sebenarnya pada kondisi darurat, obat yang mengandung bahan haram atau najis bisa digunakan. Definisi darurat dalam pandangan fiqih adalah bilamana nyawa seseorang sudah terancam dan pada kondisi tersebut tidak ada alternatif lain yang bisa menyembuhkannya. Pandangan darurat terhadap penggunaan alkohol dalam bahan obat-obatan saat ini merupakan hal yang cukup penting. Terutama dikaitkan dengan status halal dan haramnya. Berdasarkan hasil rapat komisi fatwa pada bulan Agustus 2000 disebutkan bahwa semua jenis minuman keras haram hukumnya, segala sesuatu yang mengandung alkohol itu dilarang karena haram dan minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol minimal 1 persen, termasuk dalam obat-obatan, tak terkecuali obat batuk.

Penggunaan alkohol berlebih akan menimbulkan efek samping. Chilwan Pandji mengatakan, konsumsi alkohol berlebih akan menimbulkan efek fisiologis bagi kesehatan tubuh, yaitu mematikan sel-sel baru yang terbentuk dalam tubuh. Selain itu juga efek sirosis dalam hati, dimana jika dalam tubuh manusia terdapat virus maka virus tersebut akan bereaksi dan menimbulkan penyakit hati (kuning). Selain haram, penggunaan alkohol dalam obat akan lebih banyak menimbulkan mudharat daripada manfaatnya. Chilwan Pandji menambahkan bahwa pada saat ini telah ditemukan berbagai macam obat alternatif yang memiliki fungsi sama dengan obat batuk yang mengandung alkohol tersebut.

Bahan obat batuk ini biasanya berasal dari tumbuhan atau sering disebut obat herbal, dimana diketahui tidak membutuhkan alkohol dalam pelarutan zat-zat aktif, tetapi dapat menggunakan air sebagai bahan pelarut. Obat batuk herbal yang berasal dari bahan alami ini pada dasarnya tidak berbahaya, dan dari segi kehalalannya sudah lebih dapat dibuktikan. Dengan banyaknya alternatif obat batuk non alkohol itu maka aspek darurat sudah tidak bisa digunakan lagi. Oleh karena itu sebaiknya kita cari obat batuk non alkohol dan mulai meninggalkan yang beralkohol. Dengan demikian obat yang kita konsumsi terbebas dari bahan haram dan najis.

Keywords of Public Relations

Banyak sekali definisi Public Relations (PR) yang dibuat oleh pendiri dan praktisi PR itu sendiri. Namun yang perlu anda ingat untuk mendefinisikan PR adalah kata-kata kuncinya yaitu :

Sengaja. Kegiatan PR adalah sesuatu yang disengaja, dirancang untuk mempengaruhi, mendapatkan pengertian, memberikan informasi dan memperoleh umpan balik (reaksi dari mereka terkena dampak kegiatan)


Terencana. kegiatan PR adalah sesuatu yang terorganisasi. Solusi masalah diketahui dan logistik dipikirkan, dengan kegiatan yang memerlukan jangka waktu. kegiatan ini sistematis, membutuhkan riset dan analisis.

Kinerja. PR yang efektif didasarkan pada kebijakan dan penampilan nyata dari seseorang atau sebuah organisasi. Tidak ada PR yang dapat menciptakan simpati serta dukungan jika organisasi bersangkutan merupakan "Pemilik usaha yang payah atau tidak tanggap terhadap kepentingan masyarakat". Pepatah kuno mengatakan,"Anda tidak dapat membuat dompet sutra dari kuping induk babi".

Kepentingan Masyarakat. Dasar dari setiap kegiatan PR adalah melayani kepentingan masyarakat, dan bukan hanya sekedar memperoleh keuntungan bagi organisasi. Idealnya, kegiatan PR saling menguntungkan bagi organisasi dengan kepentingan dan urusan masyarakat.

Komunikasi Dua Daerah. Kamus sering kali memberikan kesan bahwa PR terdiri dari penyebaran materi melalui informasi. Namun penting juga bahwa definidi itu termasuk umpan balik dari khalayak. Kemampuan mendengarkan adalah bagian dari keahlian komunikasi yang pokok.

Fungsi Manajemen. PR berfungsi paling efektif apabila menjadi bagian dari pengambilan keputusan oleh manajemen puncak. PR melibatkan konsultasi dan pengatasan masalah tingkat tinggi, tidak hanya mengeluarkan informasi setelah keputusan dibuat.

Minggu, September 19, 2010

Definisi Public Relations

Menyusun definisi Public Relations (PR) adalah satu permainan yang dapat dimainkan berulang kali. Perintis pendidik PR, Rex Harlow pernah menyusun sekitar 500 definisi hampir dari sumber sebanyak itu. Harlow melihat definisi itu dari yang sederhana sampai yang rumit. Berikut ini beberapa lebih ringkas :


* Penampilan bagus, dihargai masyarakat.
* PR adalah singkatan dari Performance - penampilan dan Recognition - pengakuan.
* bekerja dengan baik dan karenanya mendapat pujian.
* Tindakan yang diambil untuk menunjang hubungan yang menguntungkan dengan masyarakat umum.
* Usaha-usaha organisasi untuk mendapatkan kerjasama dari sekelompok orang.

Para penulis buku teks juga telah merumuskan bermacam-macam definisi PR, antara lain :
* Scott M. Cutlip, Allen H. Center, dan Glen M. Broom menyatakan dalam edisi keenam, buku Effective Public Relations bahwa PR adalah fungsi manajemen yang mengidentifikasikan, menetapkan dan memelihara hubungan saling menguntungkan antara organisasi dengan segala lapisan masyarakat yang menentukan keberhasilan atau kegagalan PR.

* James E. Grunning dan Todd Hunt dalam buku Managing Public Relations menyatakan bahwa PR adalah manajemen komunikasi antara sebuah organisasi dengan masyarakat.

* Doug Newsom dan Alan Scott, dalam This is PR edisi ketiga, cukup mengatakan bahwa PR adalah tanggung jawab dan sikap tanggap dalam kebijakan dan informasi demi kepentingan utama lembaga bersangkutan dan masyarakat.

Sebuah satuan tugas bentukan Public relations Society of America (PRSA)untuk membahas bobot dan peran PR (1981) berusaha memformulasikan suatu definisi yang ringkas, berisi dan gampang diingat. Sarannya adalah :

* PR membantu sebuah organisasi dan masyarakatnya untuk saling menyesuaikan diri.
* PR adalah usaha-usaha sebuah organisasi untuk mendapatkan kerjasama kelompok orang.

Organisasi PR nasional dan internasional juga telah menyusun definisi yang cukup luas untuk dapat diterapkan dimanapun di dunia ini. Definisi itu meliputi :

* PR adalah usaha sengaja, terencana dan tidak pernah mati untuk menetapkan dan memelihara saling pengertian antara sebuah organisasi dengan masyarakatnya. (British Institute of Public Opinion, definisi ini telah diikuti sejumlah negara Commonwealth/persemakmuran)

* PR adalah usaha sengaja dan sesuai hukum untuk mencapai pemahaman dan membina serta memelihara kepercayaan diantara masyarakat umum atas dasar riset sistematik. (Deutsche Public Relations Gesellschaft - Republik Federal Jerman - dapat dicatat bahwa tidak ada istilah yang setara dengan PR dalam bahasa Jerman)

* PR adalah usaha manajerial secara sistematik dan tidak pernah berhenti, yang digunakan sebagai alat bagi organisasi swasta dan pemerintah untuk membina pengertian, simpati, dan dukungan di lingkaran masyarakat yang diperkirakan akan berhubungan dengan mereka. (Dansk Public Relations Club of Denmark, yang juga menggunakan istilah bahasa Inggris)

* Praktik PR adalah seni dan ilmu sosial untuk menganalisis tren, meramalkan konsekuensi tindakan, memberikan konsultasi kepada pemimpin organisasi, dan melaksanakan program tindakan terencana demi kepentingan masyarakat umum dan organisasi. (Definisi yang disetujui di World Assembly of Public Relations di kota Meksiko tahun 1978 yang diikuti oleh 34 organisasi PR nasional).