Klinik Motivasi

Rabu, September 14, 2011

Eksis Level 1 : BISA MEMADUKAN KEDUANYA

BISA MEMADUKAN KEDUANYA

Sebenarnya di dunia ini tidak ada yang namanya orang malas atau orang bodoh. Yang ada adalah orang yang tidak punya tujuan atau cita-cita, yang begitu kuatnya sehingga siapapun mau lakukan apapun buat mencapainya.


"jadi sebenernya elemen penting yang mempengaruhi seseorang jadi rajin atau malas adalah prinsip yang namanya pain dan pleusure," kata Penyiar Abdi Persada FM, Nurhikmah, S. Hut, belum lama ini.

Menurut Sarjana Kehutanan ini, ada orang yang didorong oleh pleusure, yaitu orang yang maunya mengerjakan apapun demi sesuatu yang disenanginya, sehingga kalau dia berhasi, maka rasanya sangat bahagia.

"Ada orang yang didorong oleh pain, yaitu orang-orang yang mengerjakan apapun buat menghindari sebuah pain yang sangat menyakitkan. Apapun itu, ada orang yang berubah karena diancam oleh pasangannya akan ditinggalkan. Ada orang yang tiba-tiba di kantor jadi rajin dan semangat karena takut dipecat, apabila dia dipecat, nanti bagaimana," tutur perempuan yang mempunyai nama udara Dini ini.

Yang paling powerful, lanjut Hikmah, adalah jika seseorang bisa memadukan keduanya. "Yaitu kalau kita tidak mengerjakan sesuatu hal tersebut, maka painnya sangat menakutkan sehingga kita menghindarinya, tapi ketika kita berhasil mengerjakan hal tersebut, pleusurenya juga sangat kuat," jelas Hikmah.

Tak semua orang bisa mendapatkan kesempatan bekerja pada perusahaan tertentu ataupun instansi tertentu dengan penghasilan stabil. Tetapi bila berhasil mendapatkan kesempatam tersebut, jangan lantas mengubur potensi meraih pencapaian lain yang bisa mengembangkan kualitas hidup. Jaga agar siapapun tidak terjebak dalam zona kemalasan.

"Sebagai contoh saya bekerja sebagai penyiar, merangkap admin dan staf keuangan di Radio Abdi Persada FM, untuk mengurangi rasa malas pada waktu bekerja adalah dengan memotivasi diri dengan hal yang positif," katanya.

Dia bekerja sebagai penyiar dan admin yang ruangannya berbeda dan sedikit membutuhkan waktu ketika harus mendatangi ruang penyiar dan ruangan admin.

"Kalau saya menunda pekerjaan, di admin misalnya," katanya, "maka otomatis ketika akan siaran nafas jadi ngos-ngosan. Beda kalau saya sudah menyelesaikan pekerjaan di admin, maka masuk ruang siaranpun saya sudah siap tinggal atur nafas saja, tapi tidak terburu-buru. Intinya memang kita tidak boleh malas dalam melakukan sesuatu. Karena efek yang ditimbulkan akan bermacam-macam dan sudah pasti sangat merugikan kita sendiri," ungkap Hikmah.

Sementara, tutur perempuan yang gemar mengikuti training motivasi diri ini, masalah yang kerap muncul dan sulit diatasi adalah rasa kantuk. Rasa kantuk yang mendera sepanjang beraktivitas bisa sangat mungkin menurunkan performa kerja.

"Karena rasa kantuk datang dan kita tidak bisa mengatasinya dengan baik, maka akan menimbulkan rasa malas untuk beraktivitas, dan itu merupakan awal dari timbulnya beragam masalah di tempat kerja," katanya seraya tersenyum.

Dengan menyibukkan diri menyelesaikan pekerjaan di kantor. Meski tidak banyak yang bisa dilakukan karena semua deadline sudah selesai, seperti mengevaluasi pekerjaan yang baru saja dirampungkan atau mencicil pekerjaan baru lainnya.

"Saya pernah mengikuti pencerahan serta pembelajaran dari Tung Desem Waringin, seorang motivator andal melalui metode dalam memotivasi diri melalui Pain dan Pleusure. Metode itu akan membuat otak merespon sesuatu. Tinggal metode mana yang mau digerakkan. Setiap orang mempunyai saah satu metode yang dominan. Ada juga yang seimbang. Minimal dalam diri seseorang ada rasa takut dengan resiko, karena manusia punya rasa takut," ujar Nurhikmah.

Setiap kesulitan, lanjut dia, bisa membuat seseorang bangkit untuk memperbaiki dirinya. Seperti pengalaman saya ketika akan lanjut pendidikan ke jenjang S2 Jurusan Ilmu Komunikasi di salah satu PTS di Banjarmasin. Meski baru ada tabungan sedikit, tapi saya nekat mendaftar. Tanpa berpikir, kondisi tak terduga bisa saja terjadi di masa mendatang. Misalnya, perusahaan mengalami pailit atau dipecat. Tapi, alhamdulillah sedikit demi sedikit semua permasalahan bisa diatasi," ungkapnya.

Kunci kesuksesan akan ditemukan pada upaya seseorang menemukan keinginan, motivasi dan menggerakkan diri untuk mewujudkannya.

"Jadi, jangan biarkan kenyamanan menutupi potensi diri untuk terus berkembang dan meraih pencapaian lain dalam hidup. Apapun bentuk pencapaian yang ingin diwujudkan, pain atau pleusure bisa menjadi penggeraknya," pungkas dia. (wulan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar